Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
semmbunyi


__ADS_3

 


Pagi itu Tama sampai di kantor. Semua karyawan berdiri sekedar menyapanya. Namun tak sekalipun mendapat respon. Kini Tama telah berubah menjadi seorang yang dingin, angkuh, arogan dan bahkan tak segan lagi menghukum berat seseorang yang dianggapnya bersalah. Kini dia bagai manusia tanpa hati. Keras tak terbantah.


 


"Dodi panggil Natan kemari."perintahnya sesampai di ruangannya. Dia duduk di kursi kerjanya dan menarik beberapa map yang telah berada disana menunggu tanda tangannya


"Natan mengantar ibu kerumah sakit untuk cek up." jawab Dodi


" Eri kemana?" lanjut Tama


" sekarang sedang mengantar tuan besar ke pabrik."


Tama diam sejenak tiba tiba membanting sebuah map yang di pegangnya dan menghela nafas seolah menahan amarah dan rasa kesal


"adakah kabar baru dari pencarian orang-orang yang disebar?"


"sementara belum."jawab Dodi sedikit gusar


"hubungi kantor ayah. minta sekretaris manager pemasaran untuk kesini menemuiku". peribtah Tama.


"ini jam kerja Tam. panggilan ini akan mengganggu pekerjaannya." lanjut Dodi


"kalau begitu kita yang kesana" ajak Tama sembari berdiri dan melangkah hendak keluar


tok tok


pintu diketuk dan muncul seorang sekretaris cantik.


"ada apa?" tanya Tama dan berhenti sejenak


"ini tuan. anda harus tanda tangani kontrak dengan beberapa model yang baru." Lisa sang sekreraris menjelaskan


"taruh dimejaku. nanti akan aku lihat."jawab Tama dan segera melanjutkan langkahnya diikuti Dodi


Tama dan Dodi diantar sopir melaju ke perudahaan milik Wijaya. Sesampainya di sana Tama segera menuju ruangan ayahnya. Sama seperti di kantornya sendiri, dia sama sekali tak menunjukkan keramahan yang dulu sangat dikagumi para karyawan..


"itu presdir muda sekrang jadi sangat angkuh"gunjing salah satu karyawan.


"bener. dulu dia g seperti itu. dulu sangat ramah dan bahkan mau menyapa karyawan dulu." timpal lainnya


"iya .. sekarang jangankan menyapa. senyum pun g pernah."


"bahkan sekarang tak segan segan menghukum dan mengeluarkan orang yang sedikit salah padanya." timpal yang lain lagi


"sudah sudah klo gitu kita kembali kerja dari pada ngurusi presdir muda. klo sampai ketahuan bisa- bisa kita diusir bahkan dipecat.


"panggilkan sekretaris manager pemasaran yang bernama Niya dan sopir perusahaan bernama pak Rudi. Suruh menemui presdir muda diruangan presdir." perintah Dodi pada sekretaris presdir Wijaya.


"baik tuan" perempuan itu segera memberitahu kan kepada Niya. Setelah menunggu beberapa saat, pintu diketuk dan terbuka. terlihat sang sekretaris direktur bersama Niya dan Rudi.


" mereka sudah disini presdir muda" Niya dan Rudi masuk ruangan itu


"kamu keluarlah" perintah Dodi pada sekretaris itu. Niya dan Rudi mendekat ke tempat duduk Tama di sofa dalam kantor itu. Dodi berdiri dan mempersilakan mereka duduk, sementara dirinya geser ke samping Tama.


"ada yang ingin aku tanyakan pada kalian" Tama memulai pembicaraan. Wajah Rudi terlihat begitu kesal pada pemuda dihadapannya itu.


"tuan muda ingin bertanya tentang apa?" tanya Niya sopan


"adakah kalian masih punya saudara di liar privinsi?" Niya dan ayahnya saling pandang. dan k2mbali menatap Tama sambil bergeleng.


"tidak!" jawab Rudi


" ayah 3 bersaudara. ada tante imas dan bibi rena. ereka berdua tinggal di kota ini juga" Niya menjelaskan


"lalu saudara dari ibu?"tanya Tama


"ibu hanya 2bersaudara. dan tante Yanti telah kabur keluar negri dan kami kehilangan kontak 10 tb lebih." sambung Niya.


"keluarga yang lain? kakek nenek?" Dodi bertanya


"mereka sudah lama tiada"


suasana hening sesaat. mereka menduga duga akah mungkin Sila berkunjung ke tempat itu. Tapi disana sudah tidak ada siapa siapa untuk dituju.

__ADS_1


"berikan alamarnya. aku akan mencarinya ke sana. " ucap Tama


"baiklah. Tapi kemungkinan dia kesana dangat kecil." jawab Niya


"sekecil apapun kemungkinan itu. aku pasti mencobanya" Tama tak patah semangat.


Setelah Niya memberikan alamat yang di minta Tama . Mereka berdua keluar dari ruangan itu.


"Dodi.. kamu kembali ke perusahaan. aku akan mencari istriku ke sana." perintah Tama


"apa perlu mengajak Natan atau Eri?. atau pengawal yang lain untuk membantu?." saran Dodi


"baiklah suruh 5 orang ikut aku. Natan biarkan bersama ibu."


"baiklah."


Tama segera menuju ke bandara. Namun pencarian kali ini dia tak bisa ikut. karena tiba -tiba Natan menghubunginya dan memberi tahu bahwa ibu harus opname.


*


*


*


Shakira -- Sila


"kak Yohan!!." panggil Sila pada lelaki tegap yang baru saja turun dari motor sportnya


"hai sayang.."sahut lelaki itu


"sayang??" Sila mengerutkan dahi sembari menghentikan aktivitasnya menjemur cucian.


"kenapa?.. kangen kakak ya?." lanjut Yohan berjalan mendekati Sila


"hmm.. 2 bulan ninggalin pulang g bawa oleh2?." goda Sila


"kamu pikir kakak jalan jalan berwisata gitu?" jawab Yohan sambil mengacak rambut Sila


"nak Yohan kamu pulang?."sambut bu Darmi yang baru saja muncul dari samping rumah menghampiri Yohan dan Sila.


"oke" jawabnshakira. "yuk kak Aku buatin teh" ajaknya pada lelaki yang menjadi kakaknya itu


setelah berbincang bincang beberapa lama


"kak,, cariin aku kerja dong. tinggal disini hampir 3bulan diem saja dirumah g enak." pinta Sila


"mau kerja apa?."tanya Yohan


"apa saja!." jawabnya


"mmm... klo bersih bersih mau tidak?"


"bersih2 apa?."


"tempat fitnes.. kakak ada kenalan. dia punya tempat fitnes. lumayan besar trus yang bersih bersih cuma 1 orang saja. mungkin jika kamu mau kakak akan ajak kamu kesana. kamu bisa bantu bantu."


"baiklah ... kapan kita kesana?"


"sekarang juga bisa"


"oke kita kesana sekarang." Shakira begitu bersemangat


"ibu.. aku ikut kak Yohan." pamit Sila


"kemana kalian akan pergi?."tanya bu Darmi keluar dari dapur


"aku mau lihat tempat kerja ku. kak Yohan mau kasih kerja buat aku"


"bukankah ibu sudah bilang kamu g usah kerja. bantuin ibu saja dirumah"


"aku kan juga pengen dapat uang sendiri bu,, pengen nambah pengalaman juga" rengek Sila


"ya sudah... hati hati" ibu mengalah


Mereka berdua berangkat.

__ADS_1


"kak.. jangan naik motor ini dong"


"Lah kenapa?. " yohan bingung


"tubuhku kan segini gedenya. g pantes naik motor kayak gini."


"ya sudah kita tunggu sebentar. biar pak Ran nganterin mobil kesini." jawab Yohan sembari tersenyum.


"kenapa tersenyum? ngledek ya?." gerutu Shakira. Yohan tak menyahut


Tak menunggu lama. Datang sebuah mobil kerumah bu Darmi. Sila dan Yohan pun berpamit dan berangkat. Mereka mengobrol dan bercanda di sepanjang perjalanan.


"makanya kamu diet. banyak olah raga biar g gendut lagi." ujar Yohan


"tapi aku g mau jadi cewek langsing."


"lah,, bagaimana ceritanya cewek g mau langsing? kebanyakan cewek itu pengen punya body langsing menggairahkan. kok kamu aneh g mau langsing." Yohan tertawa tidak mengerti jalan pikiran gadis disampingnya ini


"aku pengennya tubuhku ramping saja, tp g langsing yang katanya kayak gitar sepanyol gitu. aku pengen punya tubuh yang ramping padat. kayak mbak mbak polwan gitu. menurutku lebih seksi."tutur Sila. Yohan pun tersenyum.


"baiklah. jika begitu., kamu nanti juga bisa sekalian fitnes. harus diet juga. nanti kakak kenalkan sama instruktur fines di tempat itu."


"beneran?" sahut Sila penuh semangat


Mereka akhirnya sampai ditempat yang dimaksud Yohan. setelah memperkenalkan diri Yohan mengatakan pada manager tempat itu bahwa Shakira akan ikut beres2 disana. Dijelaskan bahwa tugasnya berangkat pagi dan bersih2 sampai pukuk 9. karena pukul 9 tempat itu baru dibuka. Yohan juga memperkenalkan seorang Instruktur fitnes yang akan melatih Sila menjalani diet.. Setelah semua urusan selesai, Yohan mengajak Sila berkeliling di sekitar tempat itu. Bisa dibilang tempat itu adalah bagian pusat kota T. Cukup ramai, Sila dan Yohan berjalan kaki di sepanjang trotoar.


"kamu bisa naik motor?." tanya Yohan pada Sila. Sila hanya menggelengkan kepala.


"kalau sepeda?"lanjut Yohan


"kalau sepeda aku bisa" Sila tersenyum dan menjawab


"baiklah kita akan beli sepeda buat kamu. jadi besok kamu bekerja nya naik sepeda saja. berangkat lebih pagi. sekalian olah raga."


"hm. tak masalah."jawab Sila.


Tiba tiba Yohan melihat seorang bawahannya yang mungkin sedang bertugas karena terlihat memakai seragam dan membawa mobil dinas. Dan disaat yang bersamaan Sila melihat beberapa orang pengawal perusahaan Wijaya juga ada disana bersama seseorang yang dikenal Yohan.


"itu,, seragam pengawal perusahaan mas Tama. ternyata mereka mencariku sampai kesini." gumam Sila lirih dan berusaha mengalihkan pandangan.


"sayang,, itu ada teman kakak. kita samperin kesana sebentar." ajak Yohan menggandeng tangan Sila. Namun Sila melepaskan pegangan Yohan.


"kakak kesana saja. Shakira mau cari baju dulu." ucap Sila memberikan alasan." itu.. aku ke toko itu dulu pilih2 baju. nanti kalau kakak sudah selesai kakak susul aku ketoko itu saja" ucap Sila langsung lari menyembunyikan diri disebuah toko baju. Yohan tertegun dan hanya menggelengkan kepala tidak mengerti


"letnan Ardi."panggil Yohan sembari mendekat


"kapten! " jawab orang yang di panggil Ardi sembari memberi hormat


"saya dengar kapten bertugas di kota A. kapan pulang?"


"baru kemarin sore. ada apa ini kok sepertinya ada yang serius?" tanya Yohan memperhatikan orang orang berseragam pengawal perusahaan yang familier dimata Yohan,


"bukankah ini, mereka para pengawal perusahaan ternama di kota A bukan?. seragamnya sepertinya benar." tebak Yohan. salah seorang dari mereka mengenal Yohan dan memberi salam hormat


"selamat sore kapten Yohan. kita bertemu disini."Yohan hanya membalas dengan senyum ramahnya


"begini kapten,, mereka ditugaskan ke tempat ini untuk mencari seseorang. ini." Ardi mengulurkan sebuah foto kepada Yohan. Sejenak Yohan tertegun karena gadis yang ada difoto itu sangat dia kenal.


"siapa ini?" Yohan berpura pura bertanya


" namanya Sila. Menurut perintah gadis ini adalah putri kesayangan Presdir Wijaya Grup. karena suatu perselisihan dia pergi meninggalkan rumah. sudah lebih dari 4 bulan. Mereka terus mencarinya tapi sampai sekarang belum ada kabar apapun.dan mereka mendapat informasi bahwa gadis ini di wilayah kita sekarang" letnan Ardi memberikan penjelasan secara detail. Yohan hanya diam saja.


"aku harus membicarakan ini dengan Shakira." batin Yohan.


"baiklah,, bekerjalah d2ngan sebaik baiknya. aku akan mencari adikku dulu."


lanjut Yohan.


"adik??." tanya Ardi membutuhkan penjelasan. Karena dia tahu adik dari kaptennya ini sudah meninggal beberapa tahun lalu.


"iya,, adik sepupuku. dia baru pulang dari luar negri" jawab Yohan mengaburkan pertanyaan Ardi.


Sila memilih beberapa jaket hoody dan menunggu Yohan datang. Tak berapa lama yang ditunggu pun muncul


"kakak aku pilih beberapa jaket bayarin ya?. nanti kalau aku sudah terima gaji aku kembalikan." Yohan tersenyum dan membayar jaket itu di kasir.

__ADS_1


" anggap saja ini hadiah dari kakak." ucap Yohan setaya memberikan bungkusan belanjaan itu pada Sila. tanpa pikir lagi Sila mngeluarkan dan memakai jaket tersebut menutupi kepalanya. Yohan tau maksud adiknya tersebut adalah menyembunyikan diri dari para pengawal yang mencarinya.


__ADS_2