
Aditama naik keatas panggung dengan sambutan yang begitu riuh. lontaran pujian menggema diseluruh sudut ruangan. Dibelakangnya mengikuti dua pengawalnya Natan dan Eri. Dan juga tuan besar Wijaya beserta istrinya. Lidya yang berada dibangku depan mengamuk karena merasa dipermainkan
"Tama!apa apaan ini. Kamu bilang acara ini untukku. Aku sudah menunggu untuk hari ini dan ini yang aku dapat? Kau menghinaku Aditama kau keterlaluan!"
"Nona, bukankah anda yang keterleluan? Anda sudah tahu tuan muda Aditama sudah menikah dan anda memintanya untuk menikahi anda. Apa anda masih tahu artinya malu? Bukankah diri anda sendiri yang membuat malu?" tanya sang MC
"Tapi bukan wanita itu istrinya. Istri Aditama adalah temanku dan dia juga sudah setuju suaminya menikahiku. Karena dia tahu dia tidak pantas!"
"Anda pikir anda yang pantas?"
"Kenapa tidak? Orang tuaku adalah orang terpandang, aku adalah putri satu satunya, suatu saat aku yang akan mewarisi perusahaan ayahku. Jadi aku pantas mendampingi Aditama"
"Tapi tuan muda memilih wanita yang kaya untuk saat ini bukan suatu saat. Dan pilihan itu jatuh pada pemilik Permata grub. Anda mau apa sekarang?"
Tama dan keluarganya tak satupun memberikan komentar. Airin permata naik keatas panggung.
" Tuan muda, haruskah kita memberitahukan pada Aditama tentang aset yang dimiliki nona Sila, jika Aditama memang menginginkan penggabungan ini karena kekayaan wanita itu, aset ini bisa menyelamatkan pernikahan dan kebahagiaan nona Sila tuan."
"Tidak Adryan, kita tunggu. Setelah acara ini baru kita beritahukan. Biarlah Tama menyesal akan keputusannya. Aku tidak perlu menjatuhkannya dan dia sendiri yang akan tersungkur dalam penyesalan. Dan aku akan membawa Sila pergi jauh"
"Baiklah tuan."
"Hadirin sekalian,, disini saya sebagai CEO dari Permata grub, berterima kasih kepada kalian yang sudah hadir disini menjadi saksi cinta Tuan muda Aditama. Tapi harap hadirin sekalian tahu, bahwa saya disini hanya sebagai pelaksana bukan pemilik. Jadi,, sebenarnya acara ini diperuntukkan kepada nyonya Aditama sebagai pemilik sah Permata jaya.
Mari kita sambut pemilik Permata grub sekaligus nyonya Aditama Wijaya. Nona Sila permata. Silakan naik kesini nona cantik,,"
Semua yang hadir disana terkejut oleh sambutan sang CEO. Mereka sama sekali tak berfikir tentang hal itu. Begitu pula Sila dan Arya. Arya benar benar lupa bahwa Permata grub adalah perusahaan baru yahg didirikan Tama untuk istrinya yang baru di nikahi tiga tahun lalu. Perusahaan yang berdiri sesaat setelah istri sang Presdir muda baru saja hilang karena kesalah pahaman.
Airin Permata hanyalah pelaku yang menjalankan perusahaan itu karena kemampuan dan dedikasinya. Wanita anggun yang ditemukan Eri di suatu jalan dalam keadaan yang memprihatinkan. Wanita yang di campakkan suami dan dirampas seluruh harta dari orang tuanya. Dia bekerja dengan giat dan bersungguh sungguh dengan gaji tinggi yang dijanjikan Tama. Dan ternyata bisa membawa nama Permata melejit dan mampu bersaing dengan perusahaan yang sudah unggul sejak lama.
Arya menemani Sila untuk berjalan kearah panggung. Terlihat jelas rasa kaget diwajahnya. Air mata yang tak lagi bisa ditahan mengalir deras mengungkap betapa bahagia dirinya. Bukan karena Tama memberinya perusahaan atas namanya. Tapi karena cinta sang suami yang tidak akan lagi dibagi, cinta suami yang sebenarnya tak rela di berikan pada orang lain.
"Bukankah itu nona Sha, sang pengawal cantik itu?"
"Apa? dia sebenarnya istri presdir muda?"
__ADS_1
"Bukankah itu nona Sha yang katanya pacarnya Kapten Yohan itu ya?"
"Iya itu nona Sha, aku sering lihat dia mengawal tuan muda"
"Jadi pengawal itu ternyata istri tuan muda yang hilang itu ya"
Banyak sekali suara kasak kusuk di ruangan itu.
"Hadirin semua,, inilah istri dari tuan muda Aditama nona Sila permata. Yang mungkin selama ini kita kenal sebagai nona Sha atau nona Shakira. Beliau adalah istri sah tuan muda Wijaya dan mereka telah menikah tiga tahun yang lalu. Jadi,, bagi kalian para cewek yang mengidolakan tuan muda harap diingat ya,, tuan muda sudah menikah."
"Bagaimana mungkin dia menjadi pemilik Permata jaya,, dia hanyalah anak seorang sopir! Ayahnya hanya sopir di perusahaan Wijaya. Dia cuma gadis miskin bahkan dia juga tidak mampu untuk kuliah." Teriak Lidya tanpa rasa malu lagi
prok prok prok
Suara tepuk tangan dari seseorang yang muncul dari kerumunan yang hadir disana
"Lancar sekali mulut anda menghina nona dari keluarga Manggala"
Semua mata tertuju kearah asal suara
"Apa maksud anda tuan muda Manggala?" tanya sang MC
Perkataan Aditya membuat semua orang semakin terbengong tak terkecuali keluarga Wijaya dan Sarah yang selama ini menjadi adik dari Manggala
"Tuan muda Aditya, apa yang baru saja anda katakan" tanya Tama
"Ya Tama,, Sila adalah putri dari bibiku. Merryana Manggala. Jika kalian tidak mempercayai pernyataanku, kalian bisa bertanya pada tuan Rudi selaku ayah dari Sila."
"Maaf.. saya,,, saya minta maaf. Bukan bermaksud membohongi keluarga Wijaya"
"Ya,, karena anda telah memutuskan hubungan dengan keluarga kami. " Jawab Aditya.
Sila tak lagi bisa mengontrol perasaannya. Kacau. Dan tiba tiba jatuh terkulai
"Sayang,,, " teriak Tama.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa mas,, hanya syok saja dengan semua ini. Ini terlalu berat aku terima. Aku terlalu bahagia"
Tama menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar khusus miliknya di hotel Permata itu. Diikuti tuan dan nyonya Wijaya serta para sahabat. Aditya pun ikut melihat keadaan Sila.
"Bagaimana dok keadaannya"
Tanya Tama setelah dokter datang memeriksanya. Semua penasaran
"Tidak apa apa tuan. hanya kecapean dan syok"
"Syukurlah kalau begitu" ucap Arya.
Yoga tiba tiba berada di depan pintu kamar mewah itu
"Aku sudah bilang padanya agar menjaga kondisi badan dan pikirannya. Kenapa malah jadi seperti ini?"
"Apa dia punya penyakit khusus,, jangan menakuti ku dokter Yoga"
" Dia hamil apa kamu tidak tau!!" Bentak Yoga membuat terperangah seluruh keluarga
"Hamil? hamil ,,, " terlihat raut bahagia yang tak bisa disembunyikan lagi.
" Sila,,, mengapa kamu tak mengatakannya? Kenapa diam saja?" Tama memeluk tubuh istrinya yang lemah terkulai diranjang
"Sudah berapa lama dok,,"tanya Natan antusias membuat Arya melirik nya
" Perkiraan dari kami baru delapan minggu."
" Mana mungkin dok.. Sila baru pulang selama, selama satu setengah bulan. bagaimana bisa hamil dua bulan." Tukas Eri
" Maaf kami mengambil perkiraan dari hari terakhir datang bulan. Jadi maaf jika salah"
"Dokter macam apa kamu ini Yoga" hardik Eri
"Jangan menyalahkan profesiku. Aku juga manusia bisa berbuat salah. Tapi perkiraan kehamilan memang dihitung dari hari terakhir bersih. tidak menanyakan kapan berhubungan"
__ADS_1
" Tapi,, dia baru saja keguguran beberapa bulan lalu. apa tidak berbahaya?" Tanya Aditya
"Jika menurut ilmu kedokteran kehamilan ini seharusnya ditunda. Karena kondisinya akan sangat rentan dan lemah. Tapi jika sudah terjadi seperti ini, apakah kita akan mengaborsinya? Tentu tidak kan? Kita berdoa saja dan kita semua juga harus ikut menjaga kondisi tubuh dan perasaan Sila. Jadi,, mohon kerja sama pada semuanya. Terutama dukungan keluarga sangat penting.