Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
balas dendam


__ADS_3

"eh,,, kakak yang ini siapa ya namanya?. ganteng banget..." tanya Sila saat beradu pandang dengan pemuda tersebut.


"wah wah,, dia menyukaimu ternyata" goda salah satunya


"benarkah begitu cantik,,, " sapa lelaki itu sambil mencoba mengelus pipi Sila. Sila menepisnya dengan cepat.


"aku kan cuma tanya. g usah pake pegang pegang lah!" teriak Sila


" hm,, liar juga kamu,, aku suka" jawab lelaki itu sambil senyum menyeringai.


"tapi aku enggak!" jawab Sila sambil beranjak berdiri dan meninggalka meja itu dan beralih ke meja yang lain.


"namaku Reza!" seru lelaki itu.


"ya benar,, namanya Reza. anak mantan kepala desa. akhirnya ketemu kamu" gumam Sila tersenyum sinis. Senyumnya menyiratkan sesuatu.


"adin,,,da?" jawab Sila. Seketika pemuda bernama Reza itu tersentak, kaget. Setelah beberapa lama, Sila keluar dari kafe itu dan menuju sebuah toko pakaian yang tak jauh dari tempat itu.


"kak. kamu pulang dulu, aku ada sesuatu yang harus aku kerjakan." kata Sila saat menelfon kakaknya Har.


"kamu mau ngapain?. baru juga pulang dari luar kota." tanya Har


"ada deh,,," Sila menutup telfonnya. kemudian memilih milih sebuah gaun seksi yang pas untuk tubuhnya. Setelah didapat apa yang di inginkannya, Sila berjalan kesebuah rumah makan.


"tuan Ei bisa minta bantuan ga?."tanya Sila setelah berhasil menghubungi Eri


"ada masalah apa?."jawab Eri


"em,, di sekitar wijaya properti kan ada pertokoan yang tutup kalau malam. di situ lumayan sepi. apa di daerah itu ada kamera pengawas?" tanya Sila hati hati


"ada. kenapa memangnya?. " tanya Eri penasaran


"ah,, tidak ada,! ya sudah teerima kasih"jawab Sila segera mematikan ponselnya.


"hmmm sempurna" senyumnya menyeringai.


Malam itu waktu sudah menunjukkuan pukul 21.45. Namun Sila belum berkeinginan untuk pulang. Dia datang ke kaffe dimana siang tadi dia bertemu Reza. Dan seperti dugaannya, lelaki itu masih disana bersama teman temannya.


Dengan gaunnya yang begitu seksi, dengan sangatt mudah membuatnya menarik perhatian sekelompok lelaki mata keranjang itu. Namun Sila tak ingin berurusan dengan mereka di tempat itu.

__ADS_1


"hai cantik,, kamu balik lagi kemari?." sapa seseorang yang menghampirinya


"ya,, aku sedang menunggu seseorang." jawab Sila sambil tersenyum ramah.


"apa kamu sedang menunggu Reza? itu dia ada di sana." tanya orang itu sambil menunjuk kearah Reza duduk. Reza yang di kejauhan hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


"maaf,, kalian salah. aku menunggu pacark"jawab Sila


"wah,, ternyata sudah punya pacar to?." Sila hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu.


Setelah beberapa lama.. Sila terlihat menelpon seseorang sambil berjalan keluar kafe.


"sayang bagaimana bisa kamu melupakan janji kencan kita?..


bahkan tidak mengabari ku apa apa..


setidaknya aku bisa pulang dari tadi kan..


sekarang aku harus bagaimana..


tidak ada taksi yang lewat jalan xx


""mangsa boss" bisik seseorang di telinga Reza.


"ayo kita ikuti" akhirnya mereka mengikuti Sila berjalan pulang.


Sila merasa bahwa ada seseorang mengikuti langkahnya. Dia sengaja mempercepat langkahnya berusaha menghindari penguntitnya. Saat ia sampai dsekitar pertokoan yang memang tutup pada malam hari, Sila memperlambat langkahnya dan menoleh. Benar saja beberapa lelaki yang menggodanya tadi siang


"mau apa kalian? "tanya Sila


" tentu saja kita mau bersenang senang,," jawab salah satu


" bukannya kita sudah sepakat tadi pagi.." timpal yang lain.


"jangan macam macam kalian atau kalian akan menyesal!" gertak Sula.


"hahahaa!!!," para pemuda itu tertawa


"harusnya kalian tidak meremeh kanku.!" bentak Sila lagi.

__ADS_1


"wah,,, aku suka kucing liar." ucap Reza di sela tawanya. Sila tersenyum.


Para pemuda itu mencoba menangkap Sila dan tak satupun berhasil


"wah ,,.., semakin menarik ini." ucap salah satunya.


Sampai beberapa lama mereka mencoba namun tak jua berhasil. Sila memang sengaja mengulur waktu sampai mereka kewalahan. pemuda itupun habis kesabaran dan menyerang Sila. dan dalam waktu Singkat para pengganggu itu terkapar tinggal Reza yang sudah habis kesabaran. Dia mengeluarkan pisau dari sakunya dan mulai menyerang.


"ini kesempatanku" gumam Sila tersenyum.


Diapun dengan gesit menyerang kejantanan yang di bangga banggakan lelaki itu.


"ini untuk Adinda!!!" teriak Sila


"Duak!!!" seketika tubuh lelaki itu terhuyung dan jatuh tersungkur. Dia pingsan.


Sila meraih ponselnya dan menghubung Eri.


" tuan,, saya baru saja di keroyok preman di pertokoan jalan xx. tolong segera hubungi pihak berwajib." ucap Sila


" dikeroyok atau sengaja membawa mereka ke tempat itu?" jawab Eri.


"heheehe ketahuan ya?", Sila terkekeh.


"kamu ini, kenapa mesti cari masalah sih?"


"bukan,,, cuma sedikit balas dendam saja kok"jawab Sila.


"sebentar lagi pihak berwajib akan datang, aku sudah menghubungi mereka sejak tadi"


"bagaimana tuan tau?" Sila heran


" ya tau,, bukankah saat ini kamu sedang bersandar di tiang telpon?."


"ha iya,, emang tuan dimana?"


"tit tit " sebuah mobil yang parkir dipinggir jalan sebrang membunyikan klakson. Sila menoleh dan melihat sesosok lelaki yang dikenalnya muncul dari balik kaca pintu mobil yang turun secara perlahan. Sila tersenyum girang. Dia pun berlari meninggalkan tempat itu dan pulang.


"terima kasih tuan Eri yang tampan.. nitip mereka ya?. aku pulang dulu" Sila menutup pembicaraannya dan menutup telpon nya sebelum Eri menjawab

__ADS_1


__ADS_2