Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
kecelakaan


__ADS_3

Sila membawa mobil Eri ke kantor.


"apa ada orang di kantor Presdir?" tanya Sila pada resepsionis


"ada tuan Dodi non,,"


"ohh, tolong sampaikan kunci ini padanya ya" ucap Sila memberikan kunci mobil Eri


"ya nona Sha.akan saya sampaikan."


"baiklah kalau begitu ak pergi dulu."


"ya nona."


Sila meninggalkan kantor itu dan kembali ke mall depan kediaman Sarah, karena merasa dijalan begitu panas. dia masuk dan membeli sebuah jaket jeans. Pada saat Sila melaju motornya memutar di parkiran, sebuah mobil sedan mewah keluar dari gerbang rumah itu. Sedan itu melaju pelan kearah jalan raya searah dengan jalan Sila. Sila berada tepat di belakang mobil itu. mungkin yang ada didalam mobil itu mengira dia mengikutinya hingga menambah kecepatan, namun Sila tetap berkendara dengan santai.


Sampai di lampu merah, Sila berhenti tepat disamping mobil mewah tadi. Melihat mesin penghitung masih beberapa puluh detik lagi Sila melepas helm nya dan membiarkan rambut hitam panjangnya berkibar mendapat angin.


Seseorang di bangku belakang mobil mewah itu tersenyum melihat apa yang dilakukan Sila dan perlahan membuka kaca pintu. Sila yang melihat kaca pintu mobil di sampingnya perlahan turun, akhirnya menoleh dan membalas senyum Aditya, lelaki tampan yang duduk disana.


" makin gagah saja gadis cantik ku ini" celoteh Aditya.


Sila tak menanggapi dan langsung memakai helmnya kembali. Diputarnya posol gas motornya lebih dalam dan ia melesat jauh dari mobil itu. Dia kembali ke apartemen.


Masih di parkiran. Sang kakak Har sudah berlari menghampirinya.


"kita kebandara sekarang,," ajak Har tergesa gesa sambil melompat naik ke belakang Sila.


"ada apa?"


"ibu mengalami kecelakaan, kita pulang sekarang"


Sila langsung membawa Har ke bandara tanpa bertanya apa apa lagi. Har berlari membeli tiket saat Sila memarkirkan motornya. Dia mendapat tiket penerbangan terdekat 30 menit lagi


"untung masih dapat tiketnya. ucap Har."


Sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, keduanya larut dalam pemikiran masing masing. kekhawatiran tersirat di raut wajah keduanya. Sampai pada akhirnya mereka sudah duduk di dalam pesawat.


"apakah kakak membawa ponselku?"


"tidak. kau taruh dimana?"


"dimeja dekat tv"


"kakak sudah tidak bisa berfikir apa apa lagi. tidak melihat ponselmu juga maafkan kakak"

__ADS_1


Sila tersenyum "tidak apa apa kak. kita bisa menelpon kak Yohan sesampainya di sana."


Tidak butuh waktu lama perjalanan menuju kota T. mereka akhirnya Sampai dan segera mencari taksi menuju ke rumah sakit.


Saat taksi yang mereka tumpangi keluar area bandara, Sila melihat sesosok yang dikenalnya mengendarai motor sport yang juga keluar dari area Bandara.


"kakak,,, bukannya itu kak Yohan?"


Sila menunjuk kearah motor tersebut


"iya itu kakakmu..., jika dia disini, kamu tak bisa menghubungi kantormu untuk ijin" ucap Har


"kenapa tidak?" Sila bingung


"kamu tahu mengapa nomer ponsel kakakmu itu ada dua?" Sila hanya menggeleng


"satu ponsel pribadi dan satu ponsel kerja. semua relasi kerja ada dipo sel kerja, dan di ponsel pribadi hanya ada kontak keluarga saja, jika dia disini, ponsel kerja ya ada di kota A. Dia tak pernah membawanya"


"lalu bagaimana nasib kerjaku?" keluh Sila.


'kita pikirkan nanti" jawab Har.


"kira kira kenapa kak Yohan juga kembali ke kota T?"


"entahlah, dan sepertinya kita tadi ada dipesawat yang sama"


keduanya masuk dan mendekat. Ternyata, bu Darmi dan mama Ratna mengalami kecelakaan bersama saat berboncengan naik motor pulang belanja. mama Ratna mengalami retak tangan kiri dan bu Darmi patang tulang kaki kanannya.


*


*


*


Dua hari Sila hilang tanpa kabar,,


Tama, Natan, Arya dan Dodi kalang kabut. Mereka tak memberi tahu hal ini pada Eri dan Wijaya. Saat keduanya menanyakan keberadaan Sila hanya dijawab sedang flu dan tidak boleh kerumah sakit.


Saat dilakukan pelacakan signal ponsel, mereka menemukan berada di apartemen. Dodi dan Tama segera menuju apartemen Har. Sesampainya disana, terlihat seorang gadis cantik yang sedang memencet bel apartemen tersebut. Gadis itu menoleh dan membuat Dodi dan Tama kaget. Gadis cantik dengan bola mata coklat dan rambut pirang bergelombang kulit putih mulus sedang menatap heran pada keduanya.


"jika diperhatikan, nona ini mirip nona Sha" gumam Dodi dalam hati.


"siapa kalian,,"tanya gadis itu dengan logat yang kaku


"kami mencari penghuni apartemen ini."

__ADS_1


"saya juga mencarinya,, saya adik pemilik apartemen ini"


"saya kekasihnya," jawab Tama yang membuat Dodi terbelalak


"what!no,,,!! no,no,no imposible. saya tidak mau kakak ku punya kekasih macam kalian,, oke kamu tampan dan keren,, tapi jangan kamu dekati kakak saya lagi. Pergilah kalian,, jangan ganggu kakak ku lagi. aku tidak mau kakakku terjerumus bersama kalian" gadis itu mendorong Dodi


"apa? terjerumus apa? aku tidak baik kah?" pandangan Tama menciutkan nyali gadis itu,


"ya,, kamu tidak baik. sebaiknya kamu berdua pergi dari sini." usir gadis itu


" Tam,, kita pergi dari sini, kemungkinan Nona Sha tidak ada disini, bukankah dia sudah memencet bel dari tadi dan tidak ada yang membuka pintu?" bisik Dodi dan dibenarkan Tama. Mereka pun pergi dari sana.


Sepeninggal Dodi dan Tama,


"hish tampan tampan penyuka sesama jenis, hiii, saya harus jauhkan kakak saya dari orang itu." bisik nya.


Gadis itu kembali memencet bel


"aduh,, kakak kamu kemana?"


Gadis itu menatap ponselnya yang mati, kemudian berjalan menyeret koper pinknya kearah lif dan turun. Dengan lengkah gontai di geret lagi koper itu keluar gedung apartemen menuju jalanan. Dia berhenti di pinggir jalan tidak tahu harus kemana karena itulah alamat satu satunya yang bisa dia tuju. Dia duduk disebuah bangku di sisi jalan itu, murung.


Setelah beberapa lama dia diam disana, ada seseorang yang datang menyapa


" kakak Sha?... wuiiiih penampilan baru nih...!" sapa seorang gadis manis


"eh mau kemana nih pake bawa koper?"


"kamu siapa?" tanya nya dengan logat bule nya. Cewek yang menyapa nya yang tak lain adalah Ria itu kaget dengan logat orang yang dia kira dia kenal


"eh maaf. aku salah orang."jawabnya cepat dan hendak menghindar dan meninggalkannya. Namun, dilihatnya gadis itu nampak kebingungan.


"namaku Ria,," Ria mengulurkan tangannya dan gadis itu menjabatnya dengan ramah pula


"namaku Shakira" Ria tertegun kaget. ,,,wajahnya mirip dan namanya sama,,,


Ria kembali duduk dibangku disebelah gadis yang mengaku bernama Shakira itu.


"benar nama kamu Shakira?"tanya Ria meyakinkan diri


"benar ada apa memangnya" gadis itu merasa heran


"aku kenal seseorang bernama Shakira juga. Wajahnya juga mirip kamu, tapi rambutnya berwarna hitam berkilau" Ria menjelaskan.


"masa sih,, mungkin hanya kebetulan"

__ADS_1


"mungkin saja ya,, karena aku sering dengar bahwa di dunia ini kita sebenarnya memiliki 7 kembaran di belahan dunia yang berbeda mungkin saja benar. hehe" Ria nyengir merasa lucu dengan hal yang dikatakannya tadi.


Akhirnya gadis itu minta tolong Ria untuk meminjam powerbank mengisi daya baterai ponselnya dan menghubungi kakaknya.


__ADS_2