
Sila dengan hati riangnya mengganti pakaiannya dengan dress anggun yang ada dalam lemarinya. Berkali kali berputar didepan cermin. merapikan riasan wajahnya. Mengulum sebentar bibirnya yang merah dan tersenyum menawan.
"hmph ,, meskipun bukan gayaku,, tapi cantik juga" gumamnya centil
Dia berlari keluar ruangan dan berteriak teriak memanggil seorang pelayannya.
"An!!! An!!!! Ayo kita belanja! aku traktir kamu belanja sepuasnya!"
"baik nona. ayo," jawab sang pelayan sopan.
Keduanya keluar dan disambut Anton sang pengawal dan dua rekannya
"Anton, siapa nama temanmu yang ini?" tanya Sila sambil menggandeng lengan seorang pengawal yang merasa canggung
"jangan seperti ini nona, jika tuan tahu saya akan kehilangan pekerjaan saya"
"mana boleh begitu? aku pengen seperti ini kok. Siapa namamu?"
""saya Andre nona"
"wah,,, namamu bagus juga. kamu juga gak kalah tampan sama si tampan yang suka pergi itu."
"nona jangan memuji saya. nanti tuan marah"
" marahnya kan sama kamu bukan sama aku hehehh" jawab Siila sambil nyengir.
Kedua wanita cantik itu masuk ke mobil di ikuti Anton dan kedua pengawal lainnya masuk ke mobil berbeda.
Sesampainya di mall besar, mereka berjalan dan berjalan hingga lelah. Dan kelihatanmya Sila tak berminat membeli apapun.
Hingga mereka memasuki toko pakaian yang besar, Sila memilih milih pakaian yang lumayan banyak
"An, kamu pilih bajumu sendiri."
"tidak perlu nona. baju saya masih banyak" jawab pelayan sopan
"aku bilang pilih ya pilih,, susah amat!!" suara keras Sila membuat pengunjung lainnya menoleh dan kedua gadis itu menjadi perhatian
"nona jangan teriak teriak. malu sama pengunjung lainnya" bisik An
"aku tidak peduli. aku bilang pilih kamu harus pilih!"
"baiklah aku akan pilih juga"akhirnya sang pelayan mengalah.
Sila tersenyum.
" kamu pilihkan lagi untukku yang bagus, aku akan mencoba yang ini dulu"
" ya nona. mau saya pilihkan yang seperti apa?"
"seperti yang disukai sitampan?" jawab Sila sambil berjalan membawa setumpuk pakaian ke fitting room.
Di depan ruangan itu Sila mendengar dua cewek yang sedang sedikit berdebat
"yang ini saja. ini lebih elegan."
"tapi harganya terlalu mahal"
"tidak apa apa. di kota A kita harus tampil menawan. apalagi kita masih mau cari kerja"
__ADS_1
"tapi jika harganya segini uangku mana cukup untuk biaya hidup di kota A."
"untuk urusan itu, bukankah Lidya bilang tidak usah khawatir. kan kita bisa bayar kalau sudah dapat kerja."
Sila mendekat
"apa kalian mau ke kota A?"
"iya kamu siapa?apa urusannya denganmu?"
"maaf kalau boleh, bisa gak aku ikut"
"memangnya kamu siapa? sepertinya kamu dari keluarga berada. kenapa harus ikut kami"
"masuklah ke ruangan bersamaku." ajak Sila pada kedua wanita itu
keduanya juga ikut begitu saja.
"namaku Sila. Aku sudah menikah dengan kekasihku di kota A. tapi orang tuaku tidak setuju dan mengurungku di rumah. hari ini aku bisa keluar tapi harus ada pelayan dan penjaga. diluar sana ada seorang pelayanku dan tiga bodyguard didepan pintu. tolong aku. aku sangat merindukan suamiku."
"tapi kami akan pergi ke kota A dengan teman kami. kami juga cuma nebeng"
"tolonglah.. nambah satu orang yang nebeng masa gak boleh?"
"tapi,,," kedua gadis itu sedikit ragu, tapi juga merasa kasihan pada Sila
" tolonglah,, aku sangat merindukan suamiku.. aku akan bayar baju kalian ini bagaimana"
"benarkah?" keduanya nampak girang
"iya aku bayar."
"dengan ini."" Sila menunjukkan beberapa potong pakaian ditangannya. Iapun segera berganti.Celana jeans sebatas lutut, kaos pendek dan sebuah jaket hoody.
,,, ini baru gaya Sila,,, gumamnya sambil tersenyum
Sila menghapus seluruh riasan wajahnya dengan pembersih wajah yang sudah disiapkannya dalam tas jinjingnya tadi.
"nona,, apakah anda didalam?" tiba tiba sebuah suara tegas terdengar
,,,gawat itu Anton,,,,gumamnya.
keduapa gadis itu juga ikut kaget
"ya,, aku disini. masih banyak yang ingin aku coba. ngapain kamu disini?keluar! bukankah sudah kebilang tunggu di depan pintu?" Sila berteriak dari dalam.
"maaf nona. An bilang anda sudah lama tidak keluar jadi saya hanya mengecek."
"dimana An sekarang?"
"saya disini nona apakah saya boleh masuk,"
"tidak boleh!. berikan pakaian yang kamu pilihkan pada pegawai ini saja. kamu carikan aku high hills yang warnanya hitam, merah, crem. cepat!"
"baik nona."
Sila menyuruh salah seorang gadis tadi keluar menggambil baju pilihan An. Setelah memastikan An dan pengawal tidak didepan fittingrroom ketiga gadis ini keluar dan dengan tergesa gesa menuju kasir untuk membayar seluruh baju yang mereka bawa. Sila membayar semuanya.
"mbak apakah saya boleh minta tolong "
__ADS_1
"ya nona.apa yang bisa saya bantu."
"ahh tidak jadi sudahlah"
Akhirnya Sila keluar dengan perjuangan. Sila memakai hooddynya dan meminta kedua gadis itu bercanda dengannya. Dengan begitu para pengawal mengira ketiga orang itu adalah remaja seperti umumnya yang selalu berisik.
Sesampainya parkiran mereka mencari mobil yang akan mereka tumpangi.
seorang nona muda sudah menunggu dibelakang kemudi
"Lidya maaf ya ,, ini teman kami bolehkah ikut ke kota A bersama kita?"
"Siapa dia" nona pemilik mobil itu mengerutkan kening
"biarkan kita bicara dimobil saja ya?"
"baiklah masuklah"
Nona itu melaju mobilnya keluar area mall dan menuju kota A.
"sekarang ceritakan siapa dia?"
" ohya kita tadi belum kenalan,, aku Yuki, ini Rena dan itu Lidya."
"namaku Sila."
"sekarang ceritakan untuk apa kamu ingin ke kota A."
"aku,, aku ingin bertemu suamiku".
Akhirnya mereka berbincang dan saling cerita tentang kehidupan mereka dan tujuan mereka datang ke kota A.
Ternyata kedua gadis yang bernama Yuki dan Rena ini ingin mengadu nasib mencari kerja di kota A. Sementara lidya
"hm,, aku ingin mencoba ,menghibur teman kuliahku. Istrinya mati dalam kecelakaan. katanya sekarang dia sedang terpuruk. hhh perusahaanya mengalami pailit, tapi ya masih ada harapan. orang tuanya kaya raya. meskipun perusahaannya sendiri hancur, suatu saat dia juga bakal mewarisi kekayaan ayahnya."
"wah apa rencanamu lidya"tanya Yuki
"aku akan menghibur nya dan memberikannya cinta. kami sudah kenal waktu kuliah di London. Dia pasti menerimakau. Dia itu dingin pada semua orang, angkuh, tapi dia selalu menyapaku dan kami sering belajar bersama"
"wah kalau begitu kamu akan menjadi nyonya kaya dong ngomong ngomong siapa namanya"
"Namanya Aditama. dia memiliki Prusahaan multi. bergerak dibidang apapun. begitu juga perusahaan ayahnya"
Sila tersenyum mendengar celotehan teman teman barunya.
"ohya ,, Sila. kamu kan istrinya orang kota A. apa kamu sudah dengar tentang Aditama Wijaya?"
"tentu sudah. Dia orang yang paling terkenal di kota itu. orangnya tampan, baik, penyayang juga. sangat setia pada istrinya."
"iya itu pas istrinya masih hidup. hhh padahal istrinya itu dari keluarga miskin. aku yakin istrinya itu hanya menginginkan harta si Tama. hhh untungnya sekarang sudah mati"
,,, hhh kamu sendiri tadi juga cuma pengen hartanya doang,,, batin Sila
"kamu jangan seperti itu lidya. biar bagaimana pun tuan Tama kan sudah menikahinya dan bahkan setia padanya"
"heh kamu Rena! kamu itu sudah numpang berisik banget, dasar orang miskin ya ngebelain sesama orang miskin" hardik Lidya. Semuanya terdiam.
"aku yakin aku bisa mendapatkan Tama. biar bagaimanapun kami pernah bersama. Dia yang cuek pernah ramah padaku, itu pasti karena dia juga pernah menyukaiku." ucap Lidya penuh percaya diri.
__ADS_1