
Sudah lebih dari seminggu sejak pesta itu. Namun Tama sama sekali tak menyapa Sila. Hatinya begitu kesal pada Sila yang menunjukkan bahwa dia sudah menikah. Sementara Sila masih bimbang akan perlakuan Tama.
" baru juga mencair sehari kenapa si gunung es ini membeku kembali?" gerutu Eri saat mengikutinya masuk ke kantor pagi itu. Sila hanya diam menatap lekat kearah suatu benda yang melingkar dijemarinya. Tiba tiba ponsel Eri berdering. ia mengangkatnya dan berjalan pergi keluar ruangan meninggalkan Sila dan Dodi berdua.
"dia berubah lagi setelah pesta itu. ada apa?"tanya Dodi pada Sila
"mana saya tahu tuan. bukankah sikap tuan muda memang seperti itu dari dulu ya?." kilah Sila. Dodi tak melanjutkan pertanyaannya. Natan datang dan bergabung dengan kedua rekan kerjanya itu.
"kenapa Eri menggerutu terus. aku berpapasan dia di bawah" tanya Natan
" sudah seminggu ini Tama kembali seperti sebelumnya" Dodi menjawab.
"memang benar. sejak pesta waktu itu dia kembali ke kepribadiaannya yang dingin itu. aku juga tidak tahu apa penyebabnya." Natan menoleh kearah Sila
"nona Sha,, waktu pesta itu dia bersamamu. apa yang terjadi?." tanya Natan pada Sila
"saya tidak tahu tuan,, waktu saya keluar dari toilet waktu itu ada seseorang yang mengganggu saya. Dan tuan muda menolong saya. setelah itu dia pergi meninggalkan saya, bahkan saya pulang naik taksi." Sila menjelaskan.
"kàmu ditinggalkan di pesta?" tanya Natan kaget. "kenapa kamu tidak mencari kami dan pulang bersama kami." lanjutnya
"maaf tuan kalian kan pergi dengan keluarga masing masing, jadi saya tidak mau mengganggu."jawab Sila sungkan
"bukankah kamu tahu Eri tidak pergi dengan siapapun?" Nada Natan mulai meninggi
"maaf tuan,, bukankah semua tamu tahu kalau saya datang bersama tuan muda. apa kata mereka jika tahu saya berganti pasangan dengan tuan Eri. Setidaknya saat saya mencari taksi saya masih bisa mengatakan bahwa tuan muda ada urusan mendadak. Jadi kami berpisah disana." Sila menjelaskan. Natan terdiam. benar kata gadis ini. Meskipun mereka tahu bahwa Eri adalah pengawal setia Tama, tidak bagus juga jika pasangan tuannya berada dengannya. Karena tidak banyak yang tahu pasangan Tama waktu itu juga seorang pengawalnya.
"tuan saya permisi dulu. kan seminggu ini tuan muda tidak membutuhkan saya, dan sekarang tuan Natan juga sudah disini. Jadi saya permisi pulang dulu." pamit Sila pada Dodi dan Natan.
__ADS_1
"kamu mau pulang?" tanya Dodi, dia merasa ada sedikit hal yang aneh pada gadis itu
" ya tuan,, disini saya juga tidak bekerja. kan dirumah saya bisa istirahat."
"baiklah pulanglah" jawab Natan. Sila pun meninggalkan ruangan itu.
"aku merasa ada sesuatu yang aneh dari gadis itu."ucap Dodi sepeninggal Sila.
" hm. ya kau benar. aku dan Arya yakin dia adalah Sila yang selama ini kita cari. Tapi entah alasan apa dia menyamar sebagai Shakira. mungkin ada sesuaru yang dia ingin selidiki atau entahlah" terang Natan pelan
"apakah Tama tau hal ini?"
" tidak!. aku memang tidak memberitahukan padanya. selama semua belum benar benar jelas tentang dugaan kami, aku tidak akan memberi tahunya. kita juga tidak tahu apa yang diinginkan nona Sila dari penyamaran ini. mungkin ada hal penting baginya. Selama semua tidak membahayakan keduanya kita biarkan saja." Natan menjelaskan pada Dodi dengan wajah yang serius.
"hm baiklah kita ikuti permainannya. lucu juga melihat eksprsi Tama yang kadang tak bisa mengontrol emosi nya,. apakah Eri menyadari juga?" tanya Dodi
"adakah sesuatu yang menguatkan pradugamu?"
"hm. waktu kami kekota T. Dia yang mengaku kelahiran kota itu bahkan tidak tahu bahwa rumah orang tuanya hanya berjarak 10 - 15 menit perjalanan dari villa kita menginap. dan dirumah itu ada beberapa foto yang lebih mengejutkanku, ada beberapa foto anak kembar saat mereka kecil. namun di saat usia masuk sekolah salah satu anak tidak lagi ada fotonya. ibu itu mengatakan bahwa kembaran Shakira diambil ayahnya keluar negri. dan disana hanya ada beberapa foto Shakira yang terpajang. salah satunya adalah disebuah Sekolah yang cukup terkenal di prancis. wajah mereka memàng benar benar mirip,, kecuali warna mata dan rambut mereka. gadis di foto itu memiliki warna mata kecoklatan sementara warna mata nona Sila hitam bersinar. begitu juga rambut nona Sila yang hitam lurus, dan gadis difoto itu memiliki rambut setengah pirang dan bergelombang." Natan memberitahu semua yang ia tahu pada Dodi karena dia yakin Dodi bisa menjaga rahasia.
*
*
*
Sila tak langsung pulang. ia mampir ke kafe asri. Kafe dimana dulu ia sering curi curi pandang pada Tama. Dia masuk dan berjalan ke arah bangku pojok dimana dulu Tama sering duduk. Sila mengambil bangku tepat didepan nya. Dibayangkannya seorang Aditama duduk dengan serius disana, seperti dua tahun lalu. tiba tiba seorag pelayan menegurnya
__ADS_1
"nona maaf, bangku ini bangku khusus yang sering ditempati tuan Aditama. dan biasanya tidak ada yang duduk disini kecuali beliau." kata pelayan itu
"apakah bangku ini sudah dibelinya?. lagi pula saat ini kan kosong dia tidak kemari. masa iya tidak boleh ditempati."tanya Sila
pelayan itu pergi setelah meletakkan kopi pesanannya.
Tidak berapa lama terdengar bisik bisik para pengunjung
"tuan muda datng dan bangkunya ditempati seseorang." karena Sila sedang melamun hingga tak terdengar suara bisik gaduh yang menggema di sekitar nya. sampai pada Natan muncul disampingnya
"nona Sha,, saya pikir nona sudah pulang.?" sapa Natan lembut namun mampu mengagetkan Sila
"eh tuan Natan. kok disini?."tanya Sila balik sambil memutar kepalanya mencari seseorang. Dia segera berdiri saat menemukan sosok yang dicarinya.
"maafkan saya tuan saya akan pindah." kata Sila hendak melangkah meninggalkan tempat itu. Namun tangan Natan lebih cepat dari langkahnya.
"tidak perlu kemana mana. duduklah disini saja temani kami . Tama juga sedang tidak sibuk." Natan menekaan tubuh Sila agar kembali duduk. Diapun mengambil tempat disampingnya dan Tama berada ditempat kesukaannya. Meski mereka duduk bertiga namun tak banyak pembicaraan dari ketiganya. sampai Natan menanyakan sesuatu
"oh ya Tam. waktu dipesta minggu lalu aku melihat nona Sha pulang dengan taksi. kamu kemana?" Natan mencoba menyelidik alasan Tama. Bahkan Tama kaget bahwa waktu itu Sila pulang dengan taksi. Dipikirnya dia kembali dan pulang dengan salah satu dari pengawalnya yang lain.
"ada urusan mendadak" jawab Tama singkat. Dia tidak tahu bahwa Sila telah menceritakan semua ke pada Natan.
"ada urusan?. tanpa perlu kami lagi?. jika kau ada urusan kau sudah bersama pengawalmu dan kau meninggalkannya dipesta orang asing?. apakah ini gayamu sekarang?" serbuan pertanyaan Natan membuat Tama terdiam. Sebetulnya tak memerlukan jawaban
"maaf tuan, waktu itu kan saya sedang memakai gaun jadi g mungkin bekerja maksimal. sementara kalian sedang dalam acara"Sila mencoba membela majikannya.
"heh bela saja terus" gerutu Natan. karena sudah semakin canggung akhirnya Sila berpamit pada keduanya.
__ADS_1