Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
akan ku cari


__ADS_3

Tama memakai piyama nya dan keluar kamar menemui Natan yang tertidur di bangku diteras.


"ngapain kamu masih disini?"


"kamu benar benar gila. seharian aku nunggu disini dan kamu acuhkan sama sekali" gerutu Natan


"siapa suruh? harusnya kamu kan pulang, ngapain nungguin " Tama duduk dan meneguk air putih dari botol yang di bawanya.


"siapa yang kau garap seharian."


"bukan urusanmu"


"oke, bukan urusanku, tapi mengapa itu motor Ferry ada di garasi."


"wanitaku yang membawanya"


"oh,, ini alasanmu menyuruh kami menghentikan pencarian. karena kamu sudah mendapat wanita,,, yang bisa kamu pakai."


Tama hanya mengangkat kedua bahunya. Dia tak mau mengatakan bahwa wanita itu adalah Sila yang telah pulang dengan beberapa bekas luka diwajahnya. Karena jika dia mengatakan, waktu kebersamaannya dengan sang istri pasti terus diganggu dan direcoki oleh mereka. Tama berfikir dia akan menyembunyikan kepulangan Sila sampai puas melepaskan kerinduannya.


"lebih baik kalian istirahat, katakan juga pada Dodi, tunjuk seseorang untuk menjalankan perusahaan. aku sudah tidak peduli. Fokuskan saja pada Permata Grup"


"untuk masalah perusahaan, Dodi sudah bisa mengendalikan. Untuk perburuan Eri pada pelaku memang sudah menemui titik buntu. Pelaku sudah ditangan orang lain. Tapi untuk berhenti mencari Sila,, tidak akan. Kami tidak akan berhenti sampai kami menemukannya."


"sudahlah. semua hanya akan sia sia. Dia sudah berada ditangan yang tepat. Tidak perlu lagi kalian mencarinya. membuang tenaga kalian"


"apa maksudmu,,, apa maksud dia ditangan yang tepat! "


" ya, sekarang sudah ada yang mengurusnya kalian tidak usah repot repot mencarinya. Dia sudah bahagia. Hidupnya sudah terjamin. Dia tidak dalam kesusahan"


"hhh tidak mungkin. kamu jangan membual. dari mana kamu tahu"


"sudahlah. ikuti perintahku. berhenti mencarinya"


Tama kembali masuk kedalam rumah. bahkan tak menawari makan atau apapun kecuali sebotol air mineral. Natan hanya bisa menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi dari rumah itu


"pasti ada suatu rahasia."


" kembalikan motor Ferry ke kafe" Tama keluar dan melemparkan kunci motor kearah Natan.

__ADS_1


"oke"


,,aku akan cari tau dari Fery. Wanita dari mana yang datang,,, pikir Natan


Iapun melaju motor sport itu ke kafe asri. Namun keberuntungan masih belum berpihak padanya. Ferry ambil cuti liburan untuk satu minggu.


"jangan jangan,,, yang bersama Tama benar beanr Ferry?"


"apa maksud tuan Natan"tanya salah satu pegawai yang mendengar gumam Natan.


"eh,, tidak. sejak kapan Ferry cuti."


" baru saja pergi. mungkin tuan Natan berpapasan dengannya di jalan . belum lama kok"


"ohh ya sudah, ini kunci aku titipkan disini saja. sekarang berikan aku makanan yang mengenyangkan"


Sepanjang hari Natan menunggu majikannya bercinta membuatnya kelaparan. Namun biarpun dia kecewa pada keputusan sang tuan muda yang mencari kepuasan pada wanita lain. Dia juga merasa lega bahwa pemikirannya tentang kelainan orientasi sesual tidak terjadi.


"kemana kau seharian."suara Eri memekakkan telinga Natan yang baru saja menempelkan ponsel ditelingnya"


"jadi obat nyamuk majikanmu "


"ini tidak baik dibicarakan ditelpon. jemput aku cepat di kafe asri." Natan segera menutup telponnya agar Eri segera datang.


Tak lama menunggu Natan sudah masuk kedalam mobil.


"jelaskan padaku"


"seharian Tama bercinta dengan perempuan entah dari mana. aku dikacangin diteras. tanpa apapun. tanpa makanan atau minuman sekalipun"


"hahahaha. lagian ngapain nungguin orang begituan.


eh ngomong ngomong, mana mungkin Tama melakukan itu."


"awalnya aku juga tidak percaya. aku pikir dengan menunggunya dia akan segera keluar menemuiku. tapi dia sama sekali tidak kunjung keluar sampai hampir sore"


" wow,, benar benar the best tu cewek."


"jangan jangan dia mengambil keputusan ini gara gara kamu lagi"

__ADS_1


"kenapa malah nyalahin aku?"


"dia pasti mengacu pada prilakumu yang suka main perempuan tiap malam."


"aku tidak pernah menyarankan lo... itu hobiku sendiri aku juga tidak pernah ngajak siapapun."


"siapa tau"


"hhh benar benar kasihan Sila."


"itu juga yang aku tak habis pikir. Tama bilang kita harus menghentikan pencarian. Dia mengatakan, Sila sudah berada ditangan yang tepat, dia bahagia dan hidup terjamin. apa maksudnya itu. kita yang menggerakkan orang untuk mencarinya saja belum mendapatkan hasil. bagaimana dia bisa bilang seperti itu"


"mungkinkah ada orang yang sudah menghubunginya dan mengancam. atau dia sudah terhasut wanita yang bersamanya?"


"entahlah, itu yang aku pikirkan."


"apakah kau tak melihat rupa wanita itu?"


"tidak. hanya sesekali terlihat siluetnya dari balik kaca. suaranya pun tak terdengar jelas."


"Sila,,, baru sebentar merasakan kebahagiaan... Dan sekarang" keluh Eri


Natan menatapnya penuh tanya. tidak. dia sendiri juga merasakan kesedihan yang sama dengan sahabat disampingnya itu. Dia sudah menganggap Sila sama dengan Tama, bagian penting dari hidupnya.


"aku merasa benar benar tidak rela jika posisinya digantikan oleh orang lain. Dia sudah terlanjur menyatu dengan Tama dihatiku."


" apa kau juga merasa seperti itu? hatiku rasanya disayat sayat saat mendengar Tama mencumbu wanita lain. seolah olah aku yang cemburu. padahal aku sendiri sering bermain dengan wanita berbeda. Tapi,, jika mengingat Sila,, rasanya hatiku sakit. mungkin benar kata Ria, aku mencintai Sila. Tapi aku tak mau merebutnya karena aku tau kebahagiaan Sila adalah Tama. hhhhh aku akan menghentikan perburuanku pada tersangka. Dan aku akan terus mencari keberadaan Sila dan Tama junior"


Eri menyandarkan kepalanya di kursi nya. menghela nafas yang terasa berat. matanya terasa panas memikirkan Sila yang dihianati Tama.


"apa maksudmu Tama Junior? maksudmu Sila hamil?"


Eri tak merespon, matanya terpejam, nafasnya mulai tersendat. Menelan ludah pun semakin sulit, ada isak disana. Air mata menetes melalui sudut, diujung garis berbulu.


"aku harus menemukannya. apapun yang terjadi. dia harus bahagia"


"Eri,,, katakan padaku apakah Sila hamil? jika Tama tau ini. Dia akan mencarinya lagi. Dia akan bersemangat mencari nya,,,"


"aku tidak peduli dia mencarinya atau tidak. aku yang akan mencarinya"

__ADS_1


Eri masih tak membuka matanya.


__ADS_2