
DUARRR BOOMMM
Ledakan disertai kobaran api membumbung tinggi membakar sebuah mobil sedan mewah beserta sang sopir. Sesosok tubuh terbakar hangus berada tak jauh dari mobil tersebut.
Tubuh Sila terpental beberapa meter akibat ledakan dan membentur trotoar ber aspal dengan keras. Darah segar mengalir.
Sepasang tangan kekar merengkuh dan mengangkat tubuh lemah yang tergolek tak sadarkan diri, membawanya msuk ke mobil dan melesat hilang dalam keramaian,
Tama dan Natan yang baru saja keluar dari gedung melihat mobilnya meledak di sisi jalan terlihat syok. Tama dan Natan terkulai lemas dan pingsan. Beberapa orang membopongnya ke klinik terdekat.
Seseorang berlari ke ruangan Wijaya dengan nafas yang terputus putus
"tuan besar,,"
"ada apa? suara ledakan apa diluar?" tanya Dodi yang masih setia menemani sang tuan besar
"mobil tuan muda meledak"
"Tama!!!" teriak keduanya bersamaan
"bukan bukan!!" informan itu langsung menjawab cepat agar tak terjadi kepanikan
"mobil itu keluar area parkir jam 10 tadi dan baru kembali. meledaknya masih di ruas jalan belum sampai ke halaman. Sementara tuan muda dan tuan Natan sylk dan dibawa keklinik terdekat" lanjut sang informan
Wijaya dan Dodi bergegas mengikuti informan tersebut. Dodi menghubungi Eri dan Arya.
"Er,, mobil Tama meledak tolong kamu selidiki"
"meledak? dimana?"
"Di depan gedung Permata Grup. saat ini Tama dan Natan dibawa ke klinik terdekat karena syok"
"syukurlah kalau tidak terjadi apa apa pada mereka. tapi bagaimana bisa meledak?"
"maka dari itu selidikilah"
"oke oke. aku akan kabari Arya dan Sila"
"tidak perlu. Arya sudah aku kabari sementara Sila,, tuan Wijaya jangan beri tahu dulu. Dia sendirian dirumah, kalau panik atau ada apa apa tidak ada yang menenangkannya"
"oke mengerti"
Wijaya dan Dodi sampai di klinik dimana Tama dan Natan diberi pertolongan pertama.
Tak berapa lama Arya dan Eri datang.
"Sila,,,"gumam Natan lirih saat terbangun. Arya berada disampingnya mengerutkan kening.
"Sila?" tanya Arya lirih. Wajah Natan murung membuat Arya semakin penasaran. Suaminya menyebut nama sang majikan saat terbangun dari pingsannya.
Sementara Tama tak mengucapkan sepatah katapun. Matanya terbuka tapi tatapannya kosong. Tangan dan bibirnya gemetaran membuat panik orang orang disekelilingnya.
Polisi sudah datang begitu pula mobil pemadam kebakaran dan mobil jenasah.
"apa yang terjadi komandan" tanya Eri yang sudah datang ke lokasi kejadian
"masih dalam penyelidikan"
"apakah ada korban lain selain sopir?"
" ya sesosok perempuan, tubuhnya sudah hangus tak dapat dikenali lagi."
Deg...
"pe,,perempuan?" tanya Eri tak berani berpikir lebih jauh bahwa itu majikan kesayangannya.
"ya "
"apakah saya bisa melihatnya?"
" Silakan. ada di mobil jenazah"
Eri segera bergegas diikuti sang komandan. Dengan perintah sang komandan petugas yang mengurus jenazah itu mengeluarkan dan membuka agar Eri dapat melihatnya.
Ada raut lega terpancar dari wajah Eri
"bukan Sila,," pikirnya. Entah mengapa dia khawatir itu adalah Sila padahal Dodi mengatakan Sila ada dirumah.
"bagaimana tuan,,"
"maaf sosoknya bukan orang yang saya kenal"
"baiklah kami akan memeriksanya lebih lanjut"
"terima kasih komandan, hubungi saya jika ada perkembangan"
__ADS_1
"siap"
Eri berjalan menjauh dari tempat itu. Tapi sudut matanya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya.
"bekas Darah, kelihatannya lumayan parah" gumamnya
Eri menoleh kekanan dan kekiri, mungkin ada seseorang yang bisa di tanya. Dia bergegas ke sebuah toko roti yang berada tak jauh dari tempat itu
"permisi nona, maaf bolehkah bertanya"
"ya tuan ada yang bisa saya bantu"
"apakah anda tau ada orang yang terluka di situ tadi, itu ada bekas darah" tanya Eri sambil menunjuk bekas darah di trotoar.
"iya tuan. Tadi pas ledakan ada pejalan kaki didekat mobil itu dan terpental kesitu. tapi sudah dibawa orang tadi. kelihatannya parah"
Eri manggut manggut
"terimakasih informasinya nona"
"sama sama tuan, mampir dulu beli roti.."
Eri tersenyum dan menyempatkan mampir membeli beberapa potong roti.
*
*
*
Dirumah sakit pusat
" dokter! dokter! cepat tolong nona ini!"
Beberapa perawat segera membawa tubuh Sila yang berlumuran darah langsung masuk zona merah.
Beberapa saat dokter mengatakan harus melakukan beberapa operasi untuk menangani luka luka dikepala pasien. Dan lelaki berambut panjang yang membawanya itu langsung menyetujui.
"lakukan apapun yang terbaik untuk menyelamatkannya"
"kami akan berusaha tuan"
Setelah beberapa saat
" tapi apa?"
" golongan darah pasien sangat langka. kami dan bank darah di negri ini tidak punya stok darah yang cocok dengan pasien"
"memangnya selangka apa sampai dokter mengatakan hal itu."
" golongan darah pasien,, Golden blood. Dan kami tidak pernah punya stok darah tersebut."
"tidak mungkin!"
lelaki itu mengambil ponsel disakunya dan menghubungi seseorang
"tuan,, kabar buruk."
"ada apa Adryan"
"nona memerlukan tranfusi darah meskipun tidak banyak tapi darah yang diperlukan sangat langka. dokter mengatakan tidak pernah memiliki stok darah tersebut selama ini."
"usahakan yang terbaik Adryan. cari tau dimana pun dan siapapun yang memiliki darah yang cocok, bawa kemari."
"baik tuan."
Seorang perawat datang dan memberi tahu dokter bahwa dia pernah ikut kegiatan donor darah dan mendengar tentang seseorang yang memiliki golongan darah tersebut
"dok,, saya pernah mendengar seseorang memiliki golongan darah golden blood"
"siapa dia, dimana?" tanya lelaki yang bernama Adryan tak sabar
"kalau tidak salah namanya Shakira, adik dari kapten Yohan yang bertugas di balai pelatihan tentara"
,,, ya memang dia orangnya,,, pikir Adryan
"tapi saya dengar adik dari kapten Yohan adalah pengawal pribadi tuan muda Wijaya. mungkin anda bisa minta tolong pada tuan muda Wijaya." Usul sang dokter.
Adryan membawa dokter dan Suster tersebut masuk ke ruang dimana Sila dirawat dan enutup pintu.
"kalian tahu siapa gadis itu?" tanya Adryan. Dokter dan suster hanya menggelengkan kepala
"Dia adalah pengawal Aditama. Dia orang yang kalian bicarakan"dokter dan suster itu bengong
"lalu bagaimana kita bisa mendapatkan pendonor?" tanya sang dokter
__ADS_1
"dok,, saya dengar kapten Yohan menyiapkan bank darah pribadi untuk adiknya. tapi, untuk mendapatkannya kita harus mendapat persetujuan kapten Yohan sendiri," suster tersebut berhenti sejenak
"Tapi ini adalh adiknya. dan bank darah itu memang untuk nona ini."
"baiklah,, aku akan dapatkan darah itu." ucap Adryan
"kalian tolong aku,,, gadis ini nyawanya sedang dalam incaran orang. tolong jika ada yang bertanya tanya tentang pasien ini, katakan dia adalah Nona Manggala. dan tidak boleh ditemui siapapun"
"lo,, bukannya dia pengawal Tuan Aditama, kenapa jadi nona Manggala"
Adryan tersenyum
" karena dengan identitas Manggala dia akan selamat"
"baiklah."
Adryan meninggalkan rumah sakit tersebut dan menuju kadiaman Manggala.
"bagaimana keadaannya?" tanya Aditya tak sabar.
"maaf tuan, nona itu mengalami luka yang serius dikepala. Dokter tidak bilang apa apa tentang lukanya hanya,,, "
"apa Adryan?" bentak Aditya
"nona itu,,m mengalami keguguran"
" dia hamil,,, dia keguguran? jadi dia dan Aditama benar benar suami istri?" Aditya terhuyung dan jatuh ke sofa dimana tadi dia duduk sebelum Adryan datang
"bukannya anda sudah tahu kalau nona itu istrinya Aditama?"
"aku pikir semua itu hanya kedok. hanya,,,," Aditya tak meneruskan.
"tuan,,,"
"aku mencintai istri orang Yan? heh lucu sekali,,, banyak wanita antri ingin aku nikahi dan aku malah mencintai istri orang, itu pun rival bisnisku?"
" tuan maafkan aku.. sebenarnya,,, meskipun dia bukan istri orang, anda tidak bolen menikahinya"
" apa maksudmu Adryan?" nada Aditya meninggi
" anda ingat tugas yang anda berikan pada saya beberapa bulan lalu?"
" tugas untuk mencari tahu identitas lengkap Shakira itu,, bagaimana hasilnya kenapa lama sekali belum selesai"
"maaf tuan, ini bersangkutan dengan keluarga Manggala. Jadi saya harus benar benar memaskptikan berulang kali agar tidak terjadi kesalahan, dan harus mencari sumber informasi yang berbeda."
"apa maksudmu dengan sangkut paut keluaragku"
drrtt dŕrt
Ponsel Adryan berdering
"ya,, bagaimana?"
" kami sudah datang ke tempat pelatihan dimana kapten Yohan bekerja. tapi kapten Yohan telah mengajukan Pensiun dini dan kembali ke kota nya. tapi kami sudah berhasil mendapatkan nomor pribadinya dari kepolosian dikota T."
" baiklah. kirimkan nomornya padaku"
Adryan menutup ponselny
"ada apa?"
" orang orangku sudah mendapatkan kontak Kapten Yohan."
" apa hubungannya dengan semua ini"
"bukankah tadi saya katakan nona Shakira saat ini membutuhkan transfusi darah dan golongan darahnya sangat langka. Kapten Yohan sengaja mendirikan bank darah pribadi dari adiknya jika dibutuhkan sewaktu waktu. dan sekarang adiknya membutuhkan darah itu"
"tunggu tunggu. jangan bilang kamu akan memberi tahu kapten Yohan bahwa kita yang membawa Shakira pergi dari tempat kecelakaan"
"lalu harus bagaimana"
"cari akal. Dengar, Aditama adalah rival bisnisku yang sulit aku ungguli. jangan sampai ada hal ini membuatnya lebih menghancurkan posisiku"
"baiklah akan aku cari cara untuk mendapatkan darah itu."
Akhirnya Adryan mendapatkan cara untuk meminta bantuan Yohan mengeluarkan dua kantong darah milik Sila dari bank darah yang memang dipersiapkan Yohan.
"terima kasih tuan Yohan atas bantuannya, keluarga kami tidak akan pernah melupakan kebaikan anda." ucap Adryan saat mendapat persetujuan Yohan.
" baiklah, aku akan menyuruh orangku mengambilkannya untuk adik anda. ambillah di pos pelatihan. semoga bermanfaat"
Ya
Adryan menelfon Yohan dan mengatakan bahwa adiknya butuh transfusi darah dan stok di bank darah negara kosong sementara tidak ada yang bisa memberikan transfusi.
__ADS_1