
Tiba tiba Tama menarik tangan Sila dan menyeretnya beberapa langkah.
"apaan sih? " teriak Sila menghempaskan tangan Tama
"apa yang kamu lakukan kamu sedang bekerja dan kamu mesra mesraan didepan umum seperti ini?." teriak Tama balik.
"memangnya kenapa? tidak mengganggu tuan juga" Sila merasa kesal pada tindakan Tama. Tama tertegun dengan pertanyaan terakhir.
Tama menoleh kearah lelaki yang tadi dipeluk pengawal cantiknya itu, penasaran dengan sosok yang mengganggu hatinya. Dan betapa terkejut saat tau orang itu sangat familiar dimatanya
"kapten Yohan?.. apakah dia... " tanya Tama terbata.
" ya!.." jawab Sila singkat.
"kau masih dalam tugas, sekarang kita kembali" Tama menyeret tangan Sila kesal
"aku tunggu dirumah sayang,," ucap Yohan
"ya ada banyak hal yang ingin aku ceritakan" jawab Sila setengah berteriak
" ya,, akan kudengarkan semua ceritamu. hati hati saat bekerja" pesan Yohan. Sila tak sempat lagi menjawab karena Tama telah mendorongnya masuk ke mobil. Yohan menahan tawa gelinya melihat Tama yang begitu posesif pada pengawal cantiknya. Sarah yang baru saja datang dengan nafas ngos ngosan langsung masuk ke bangku belakang
"sayang kamu ini apa apaan sih, kita kan belum makan apa apa." gerutu Sarah. Tama sama sekali tak menghiraukan. Dikemudikannya mobil mewah itu dengan kecepatan yang tinggi.
"tuan muda tolong kurangi kecepatannya, ini berbahaya saya takut" pinta Sila. Namun sama sekali tak didengar oleh Tama. Hatinya begitu kesal melihat pengawal cantiknya memeluk lelaki gagah itu.
"sayang berhentilah" teriak Sarah. Tama pun meminggirkan mobilnya dan berhenti. Dia menoleh ke bangku belakang.
"keluarlah sekarang." suruh Tama pada Sarah
"tapi sayang,,,"rengek Sarah
"keluar!" teriak Tama menakutkan
Sarahpun keluar dan Tama kembali mengemudikan mobilnya menuju kediamannya.
"tuan, sekarang anda sudah sampai dirumah, saya permisi pulang" pamit Sila
"aku belum makan. masakkan sesuatu untukku" perintah Tama tanpa menoleh. Dia menuju ke kamarnya untuk mandi. Sementara Sila menuju dapur, dibukanya lemari pendingin mencoba mencari sesuatu yang bisa dimasak. Ternyata lemari pendingin itu penuh dengan bahan makanan. Diambilnya beberapa potong ayam dan diolahnya. Karena dia tahu ayam adalah makanan favorit suaminya.
Sila selesai menyajikan masakannya di meja makan saat Tama keluar dari kamarnya. Dia makan dengan lahapnya masakan yang disajikan Sila.
Tama berjalan menuju ruang tengah dan Sila membereskan meja makan. Selesai mencuci barang barang yang kotor, dia menemui Tama diruang tengah.
"tuan ,," panggil Sila. Tama menutup dan meletakkan laptopnya dimeja dan sedikit menoleh kearah Sila.
__ADS_1
"duduklah" perintah Tama.
"apakah kau ingin segera pulang dan menemui laki laki itu?." tanya Tama dengan raut muka yang kembali kesal.
"tuan,, sebenarnya saya,," Sila menunduk ragu. Dia ingin mengungkapkan kebenaran tentang dirinya, namun hatinya masih bimbang.
Tama menatapnya dengan begitu lekat.
"bukankah kau bilang suamimu telah mencampakkanmu?" tanya Tama
"saya,, sebenarnya saya,," Sila menunduk. Begitu sulit pengakuan yang ingin dia utarakan.
Tiba tiba Tama berdiri dan berjalan mendekat kearah nya. Diraih dan dicengkramnya dagu Sila dengan kuat. Dijatuhkan bibirnya melummat bibir seksi Sila dengan kasar.
Sila, seorang gadis dengan profesi pengawal pribadi yang jago bela diri tiba tiba kehilangan kekuatannya sama sekali. tubuhnya tiba tiba lemah hanya jantungnya yang semakin kuat berdetak.
"akankah suatu hari nanti kau akan memperlakukanku dengan lembut mas,, jika satu saat kau tau bahwa aku adalah wanita yang kau berikan surat cerai itu, akankah kau masih menerimaku?." Batin Sila bergolak kembali.
Bibirnya terasa semakin sakit karena perlakuan kasar Tama yang sesekali menggigit nya. Batinnya ingin memberontak namun tubuhnya tak menolak. Hanya air matanya yang mulai menitik.
Setelah beberapa saat, Tama melepaskan liumatan bibirnya, namun tatapannya masih beradu lekat di dekat wajah Sila.
"kenapa,, kenapa kau lalukan ini tuan,," tanya Sila terbata bata.
"karena aku cemburu pada suamimu!!" kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Tama, seperti bom waktu yang tiba tiba meledak. membuat suasana menjadi kaku dan canggung seketika. Ada bahagia yang terbias di pipi Sila yang merona. Tama melepaskan cengkramannya dan berjalan meninggalkan Sila
"pulanglah dia sudah menunggumu" ucap Tama.
"keluarlah kataku!! atau kau menunggu sekuriti menyeretmu!." bentak Tama sambil menapaki tangga menuju kamarnya.
Dengan persaan sedih, kecewa setelah sebersit bahagia dalam hati Sila. Air matanya tak lagi mampu ditahannya, meluncur berani menghapus rona bahagia di pipi gadis ini. Dia berjalan keluar dengan hati yang berat.
Dari dalam kamar, Tama mengawasi dari balik tirai jendela. Dilihatnya gadis itu masuk mobil dan diantar salah seorang sopirnya.
*
*
*
"ada apa? apa yang terjadi?. mengapa mata mu sembab?. " berondongan pertanyaan Har tak dijawab sama sekali.
"dimana kak Yohan?" Sila balik bertanya sambil pandangannya menyapu setiap sudut ruangan. Dia berlari menghambur ke pelukan sang kakak yang berdiri di depan pintu Har dan kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu.
"hei! dasar kau anak kurang ajar! aku yang mengkhawatirkanmu kau malah memeluk kakakmu yang lain."protes Har sambil mengacak rambut lurus Sila.
"kak Har!". bentak sambil berlari mengejar dan memukul Har. Ketiganya duduk di sofa.
"ceritakan pada kakak apa yang terjadi.?" tanya Yohan.
__ADS_1
" dia mengira kau adalah suamiku dan di mengatakan kalau dia cemburu padamu." cerita Sila. Yohan dan Har tertawa bersamaan.
"ada yang cemburu pada Yohan?. siapa sibod*h itu?" tanya Har penasaran
"orang bod*h itu adalah kak Har!" jawab Sila meledek kakaknya itu
"heh anak kurang ajar! kapan aku bilang cemburu pada Yohan?"
"bukankah tadi mengeluh saat aku peluk kak Yohan"
" dasar!. aku yang mengurusmu tiap hari malah Yohan yang kau peluk peluk"
"nah kan cemburu lagi,, kalau aku peluk kak Har. ntar tiap hari malah minta peluk."- goda Sila pada Har. Yohan hanya tesenyum melihat kedua nya bercanda
" lalu apakah kau sudah membuka identitasmu?" Yohan kembali menanyakan beberapa hal pada Sila.
"belum,, tidak sempat dan aku juga masih ragu,," Sila menunduk dan menghela nafas panjang menenangkan hatinya.
"kenapa tak kau katakan? bukankah itu artinya dia menyukaimu?" kata Yohan memegang kedua pundak adiknya.
" yang disukainya saat ini adalah Shakira. Bagaimana jika dia tahu yang sebenarnya dan akhirnya membenciku?." Sila kembali menunduk
"kenapa kau beranggapan seperti itu?."
" Dulu dia menyodorkan surat cerai tanpa kutahu apa kesalahanku. bisa jadi karena memang dia tak menyukaiku. dan menikahiku karena alasan tertentu."
"hah! apa kau menemukan suamiamu? siapa laki laki brengs*k itu? apakah dia salah satu pengawal Tama si bos kacau itu?." Tanya Har yang memang tidak tahu siapa suami Sila. Selama ini Sila memang tak pernah menceritakan tentang kisah masa lalunya.
"kak Har jangan menyebut bosku seperti itu,," Sila memukul pelan bahu Har.
"kau ini,, selalu saja membela bosmu itu."gerutu Har.
Har ingat akan kejadian beberapa hari yang lalu
"oh ya Yohan apakah kau tahu?. adikmu ini sudah membuat kejantanan Reza terkapar dan harus dioperasi." cerita Har tentang apa yang dilakukan Sila pada Reza sang pemerkosa Adinda
"apa yang telah kau lakukan? siapa yang menyuruhmu balas dendam?. Kau pikir kakak mu ini tidak bisa? jika kakak mau kakak bisa membalasnya dari dulu.
kau ini,, kakak mengajarimu keahlian bela diri bukan untuk pamer pamer atau unjuk kebolehan. tapi untuk menjaga diri. Kamu itu masih tahap belajar. masih banyak yang lebih jago darimu tapi tidak untuk melakukan hal yang sembrono. apa kau tahu,, perbuatanmu yang seperti itu di anggap krimainal, kamu bisa dituntut dan dihukum.
masihkah kau ingat nasehat kakak.
"semakin tinggi kau terbang semakin kencang angin yang menerpa. haruslah hidup seperti padi semaki berisi maka semaki menunduk. ".
"ya aku tau aku salah,, aku minta maaf. walaupun bukan balas dendam untuk Adinda, setidaknya aku memberikan pelajaran demi gadis gadis lain yang sudah menjadi korbannya." ucap Sila sembari berdiri dan berlalu menuju kamarnya.
"kau ini ya,, tanpa tahu sesuatunya dengan jelas belum belum sudah menceramahinya. adikmu itu tau apa yang dilakukannya. Bedeb*h itu bersama beberapa kawannya menguntit adikmu di gang sepi dan mencoba melecehkannya. Dan dia cuma membela diri.
Kau tahu, selama ini polisi tak bisa memenjarakannya karena tak pernah ada bukti atau saksi yang akurat untuk bisa memenjarakannya.
__ADS_1
Dan sialnya Reza kali ini dia salah sasaran, siapa suruh melecehkan seorang bodyguard hebat seperti adikku itu" senyum bangga Har di sela kekesalannya pada Yohan.