
Waktu terus bergerak.Sudah beberapa lama Sila tidak lagi ikut bekerja dengan Tama. Bahkan dengan berbagai alasan dia mulai sering menolak saat Tama mengajaknya berhubungan. Bagaimana pun Tama merayunya.
"apa yang terjadi.. kamu kelihatannya lesu terus beberapa waktu ini" Tanya Natan saat keduanya berada dalam satu mobil
"entahlah, akhir akhir ini dia menolakku"
"apa karena ,,, Lidya lagi?"
"entahlah. Coba cari tau dari Arya apa dia pernah menceritakan sesuatu atau apa.."
"baiklah akan aku cari tau."
"bagaimana rencana kita?"
" persiapan lancar. tinggal sebar undangan"
"undang semua relasi kita. semua karyawan kita juga jangan sampai terlewat. aku ingin semua menyaksikan acara ini"
"apa aku bisa memberitahu Arya?"
"jangan. Jika Arya tahu dia akan membocorkannya pada Sila"
"tapi ini pernikahanmu. bagaimana dia tidak boleh tahu. "
"aku akan mengajaknya datang kesana,"
"Arya bilang, Sila akan bergabung dengan para pengawal diacara itu. untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang tidak diinginkan"
"hhh anak itu apa dia benar benar tidak tau bahwa dialah penyebab kekacauan besar dalam hatiku. Ya sudah biarkan saja seperti itu"
"kamu akan membiarkan dia berpakaian pengawal?"
"hhm tidak apa apa. Dia tetap yang paling cantik"
Tama dan ketiga sahabatnya merencanakan sebuah pernikahan mewah diacara penggabungan antara dua perusahaan besar. Permatajaya grub dan Adijaya grub. Hal itu pun diketahui juga oleh Airin Permata, CEO permata grup.
*
*
Undangan telah disebar.
Penggabungan dua perusahaan besar dengan pernikahan. banyak yang berfikir Aditama akan menikahi Airin sang CEO Permatajaya agar perusahaannya semakin meroket melebihi Wijaya grub.
Waktu dimana Tama menjanjikan sebuah pernikahan pada ibunya telah tiba.
" kak aku ikut,"
__ADS_1
"sarah,, untuk apa kamu ikut kesana. jangan harap kamu bisa membuat onar"
"ah mana ada. aku cuma mau lihat. Siapa yang akan diumumkan Tama sebagaai istrinya secara besar besaran seperti ini."
"apa maksudmu? Sila adalah istrinya Tama"
"istri? dia cuma istri diam diam bahkan mungkin masih Siri. tidak banyak yang tahu pernikahan mereka."
"Siapa yang mengatakan itu padamu"
"Lidya. wanita yang akan dinikahi Tama kali ini, kami berteman. Tapi itu juga belum tentu dia yang dinikahi. Karena kabar diluar, Tama akan menikahi CEO Permata jaya sebagai pernikahan aliansi penggabungan kedua perusahaan. tapi Lidya sudah mendapat lampu hijau dari ibu Tama."
"bagaimana mungkin... Adryan!!"
Adryan masuk tergopoh gopoh
"ya tuan"
"bacakan undangan dari Adijaya"
"ini undangan perjamuan makan atas bergabungnya Permata dan Adijaya dan pengumuman pernikahan"
"siapa yang menikah?"
"tidak dijelaskan tuan"
"siap"
Akhirnya Sarahpun diizinkan ikut kakaknya menghadiri pesta malam itu.
*
*
Sila dan Arya telah bersiap dengan segaram mereka. keduanya nampak gagah dengan balutan seragam pengawal. Arya tak perlu repot menguncir rambutnya yang pendek. Sementara Sila menguncir rambutnya seperti ekor kuda. Nampak cantik dan berkarakter kuat. Dia menata hatinya sebelum melangkahkan kaki keluar rumah bersama Arya.
Malam itu Natan sengaja membiarkan istrinya bertugas untuk menemani Sila. mereka orang yang tau betapa saat ini hati gadis itu hancur. Dia sendiri yang akan memastikan keamanan acara pernikahan suaminya.
"apakah khamu benar benar siap?"
"jangan tanyakan lagi kak. Atau pertahananku akan hancur"
"baiklah kita berangkat. kamu adalah wanita kuat. Kami selalu ada untukmu"
Ditempat acara, begitu ramai dengan kasak kusuk dan bisikan bermacam macam suara. Lidya yang berdandan cantik dengan gaun mahalnya tebar pesona pada semua orang dan teman temannya.
"sungguh Lidya itu tidak tahu diri. Dia sudah tahu kalau Tuan muda itu suami nya Sila masih juga direbut" komentar Yuki yang juga hadir disana bersama Rena.
__ADS_1
ditempat lain Sila mendengar bahwa acara ini diadakan untuk menggabungkan dua perusahaan besar dan pernikahan pemilik kedua perusahaan tersebut. Di sisi lain juga ada yang mengatakan bahwa ini adalah resepsi yang diadakan untuk istri yang dinikahi Tama beberapa tahun yang lalu. istri yang masih belum diketahui jelas oleh masyarakat.
Sila bergegas mencari Arya untuk tau mana yang benar dari setiap ommongan orang orang itu.
Karena begitu terburu buru dia menabrak seseorang dan membuatnya orang itu marah
"Dasar pegawai tak berguna. jalan pakai mata. "
"maaf nyonya, maafkan saya. lain kali saya akan hati hati"
"untuk apa lain kali. malam ini juga kamu pasti dipecat"
"bagaimana bisa?"
"kenapa tidak. putriku adalah CEO perusahaan ini. dan malam ini presdir dari Adijaya akan melamarnya. dan saat.itu juga aku akan memintanya memecatmu" bentak wanita gendut itu.
" jaga bicara anda nyonya" hardik seseorang membuat wanita itu meninggalkan Sila
"eh tampan,, kamu datang juga" sapa Sila saat melihat Aditya
"ya,,, aku diundang ya harus datang."
"hmm, halo Adryan ganteng,, " goda Sila. Adryan hanya tersenyum melirik ke arah Aditya.
"ini acara suami anda dan anda malah bekerja seperti ini nona?"
"jangan keras keras Adryan." gerutu Sila.
"sana kalian masuk. aku harus pergi " lanjutnya
Sila bergegas menemui Arya
"kak Arya,,, sebenarnya ini acara apa? kenapa informasinya simpang siur begini"
"kakak juga tidak tahu. Natan sama sekali tidak memberitahukanku"
Pada waktunya acara dimulai.
"para hadirin sekalian terima kasih atas kehadiran kalian malam ini. Malam ini akan diadakan dua acara besar didisini. yaitu acara bergabungnya dua perusahaan besar yang kita semua tahu sebesar apa Permata dan Adijaya. semoga kedepannya menjadi lebih sukses. Dan acara yang paling penting dan pasti ditunggu adalah resepsi dan pengenalan istri tuan muda Aditama yaitu pemilik dari Permata grub.
Semua yang hadir disana menunjukkan berbagai macam ekpresi. ada yang terkejut karena mengira itu adalah pernikahan Tama dan Lidya, ada yang senang bagi mereka yang mengenal dan dekat dengan Airin, merasa mungkin bisa menjilat sang CEO. Ada pula hati yang hancur dan tentu saja mereka adalah pendukung dan para sahabat Sila.
Sementara Sila sendiri terkejut, dia tak pernah tahu suaminya punya hubungan dengan CEO Permata grub. Dia hanya mampu duduk dikursi pojok ruangan ditemani Arya. Arya pun tidak tahu sama sekali tentang hal itu.
"bagaimana bisa seperti ini kak Arya. aku memang sudah mempersiapkan hatiku untuk dimadu, tapi aku tahu wanita itu adalah yang bisa membuat ibu bahagia. Tapi mengapa sekarang berbeda kak..apa kakak tahu mas Tama pernah berhubungan dengan wanita ini?"
"aku sama sekali tidak tahu dek,,, yang kakak tahu hubungan mereka hanya sebatas hubungan bisnis"
__ADS_1
"bagaimana mungkin mas Tama melakukan ini padaku? "