
Tiba waktunya peresmian Rumah Sakit yang dibangun Tama. Setelah acara selesai semua bubar masing masing. Natan dan Eri meminta Tama untuk kembali ke villa bersama Sila, sementara mereka berdua pergi menuju suatu tempat untuk melakukan sesuatu hal yang penting.
"nona Sha.. tuan muda akan pulang bersamamu. kami ada hal penting yang harus kami selesaikan."kata Natan
"kalian mau kemana?." tanya Tama yang tak merasa memberi pekerjaan pada keduanya.
"aku ingin menemui cewek yang aku kenal dari medsos. kau tak perlu ikut. ntar malah milih kamu rugi aku!" celoteh Eri. Tama mengernyitkan kening. Namun m2langkah meninggalkan keduanya.
sesampainya dimobil
"tuan apa iya tuan Eri mencari cewek dari medsos?. sepertinya meragukan." ungkap Sila
"hhh dia cuma beralasan saja. biarlah. kita tidak ada acara lagi. kita kembali ke villa." perintah Tama
"baik!"jawab Sila seraya melaju mobilnya cepat.
"ngomong ngomong. tuan tidak takut kena tilang pak polisi kalau saya yang membawa mobil?." tanya Sila
"apa kamu mau aku yang menyetir dan kamu duduk sebagai nyonya?" tanya Tama balik
"tidak ..tidak...tidak" Sila ketakutan
"kalau begitu jangan sampai ketemu polisi." jawab Tama.
"baik"
di mobil Eri.
"kita mau kemana sebenarnya?"tanya Eri penasaran
"sudah diam saja. kamu akan tahu"jawab Natan
15 menit kemudian mereka sampai di sebuah daerah P. dimana bu Darmi tinggal
keduanya berhenti di depan rumah bu Darmi. mereka turun dari mobil dan bertemu bu Darmi.
__ADS_1
"silakan masuk tuan tuan apa yang bisa saya bantu?" tanya bu Darmi ramah
"itu foto Shakira?" bisik Eri
"ya"jawab Natan lirih
"maaf bu kami mengganggu. kami adalah teman kerja Shakira, kebetulan ada proyek di sekitar tempat ini, jadi kami mampir untuk menjenguk dan kenal keluarga Shakira" jelas Natan
"ohhh. Jadi Shakira sudah bekerja,, sukurlah. itu anak tidak pernah menghubungi ku,, sama seperti kakaknya,"jawab bu Darmi sedikit gugup
"ini,, foto foto shakira, bu?"tanya Eri
"eh iya.."
"tapi yang itu waktu masih kecil seperti anak kembar?" selidik Natan.
"eh iya.. dia memang kembar, tapi sejak waktu masuk sekolah saudaranya dibawa pulang ayahnya keluar negri." bu Darmi semakin gugup karena tidak tahu hal ini akan terjadi. Ada orang yang menanyakan tentang putrinya.
"ohh. apakah ini foto Shakira waktu SMA?"
"rambutnya,,,"Eri tak melanjutkan
"eh itu,, dulu rambutnya memang di warna. tapi sama kakaknya dimarahi jadi sekarang sudah kembali ke warna aslinya."
"oh begitu.. oh ya bu kami pamit ya?. ini sudah mulai malam. kami takut kemalaman di jalan."pamit Natan
"oh baiklah. salam untuk Shakira. minta untuk menelpon ibu."
"baiklah bu. kami permisi"
keduanya meninggalkan tempat itu dan melaju mobil kembali ke villa.
keduanya saling pandang.
"apa yang kau dapat?."tanya Natan.
__ADS_1
"ternyata nona Sha kembar."jawab Eri
"lalu?."
"kembarannya ada diluarnegri sejak kecil apa lagi?. itu membuktikan kalau nona Sha bukanlah nona Sila" lanjut Eri dengan keyakinannya.
"hm" jawab Natan singkat
"itu berarti Eri pun tidak menyadari , antara foto foto dirumah itu menunjukkan kejanggalan. nona Sha yang sekarang adalah nona Sila. foto foto itu adalah Shakira yang asli. mata keduanya beda. di foto itu bermata coklat sementara warna mata nona Sila adalah hitam pekat. dan foto itu diambil bukan di sekolah dalam negri melainkan sebuah sekolah tinggi di Prancis."
Natan menghentikan mobilnya di sebuah restoran.
"aku lapar mau makan dulu" ucap Natan kemudian turun dari mobil diikuti Eri.
di villa.
Tama berada di ruang tengah bersama Sila dan Monica.
"jika kamu lelah istirahatlah."ucap Tama pada Sila, namun pandangannya tak beralih dari laptop di pangkuannya. Monica terus duduk mendesak Tama
"minggirlah!! apa kamu tidak lihat aku sedang bekerja!!" bentak Tama pada Monica. Sila pun ikut terkesiap mendengar bentakan Tama. Dia yang tadinya hanya ingin duduk saja disana akhirnya berdiri dan meninggalkan tempat itu. Tama menatapnya, pandangannya mengikuti langkah Sila pergi meninggalkan ruangan itu dan hilang dibalik pintu kamar. Monica yang melihat hal itu menjadi semakin benci. Dia pun beranjak dari tempatnya menuju dapur. Dia mengambilkan beberapa makanan dan minum untuk Tama. Tanpa sedikitpun rasa curiga Tama yang memang haus langsung meneguk air yang di berikan Monica. Tidak berselang lama Tama merasa pusing dan gerah, kesadarannya juga mulai menurun. Monica tersenyum puas
"ambilkan aku air dingin" perintah Tama pada Monica. Monica pun bergegas ke dapur dan mengambil air. Sepeninggal Monica, Tama mencoba menghubungi Sila dengan ponselnya, namun tak terjawab, akhirnya Tama meninggalkan pesan suara.
"minumanku di beri obat, bawa aku kekamar kunci pintu dan jangan biarkan siapapun masuk"
Monica kembali dan melihat Tama tak berdaya dan membawanya masuk ke kamar Tama.
Sementara Sila di kamar mandi, selesai mandi, Sila menggunakan jeans pendek dan T shirt seperti biasanya. Ia meraih ponselnya hendak menghubungi kakaknya. namun diurungkan, ditaruhnya kembali ponselnya di atas meja samping ranjang. kemudian dia keluar kamar,namun tak mendapati siapapun. Tak ada Tama ataupun Monica diruang tengah.
"kemana mereka?."gumam Sila. Dilihatnya Laptop Tama masih dimeja ruang tengah.
"apa mungkin mereka keluar?." Sila pun kembali masuk ke kamar. Dia duduk bersantai di ranjang sambil membaca sebuah majalah.
"mas Tama kemana ya?. apa dia keluar bersama Monica?. apa mereka berkencan?," Sila menebak nebak.
__ADS_1
"hhhh. aku bukan siapa siapa bagi mas Tama. jadi aku harus bisa menempatkan diri. aku harus tau posisiku hanyalah pengawal rendahan." Sila menggelengkan kepalanya berusaha membuang angan angannya yang muluk.