
Pagi nampaknya mendukung kemalasan pengantin baru.
Mentari bersembunyi dibalik mendung yang terus menngalirkan kejernihan. Suasana dingin, hujan dipenjuru kota, dan aktifitas pagi yang melambat.
Dua sejoli masih meringkuk dalam buaian kehangatan tubuh pasangannya.
Tama mengerjapkan mata perlahan, melirik wajah lelah akibat perbuatannya. Dia tersenyum dan mengecup kening gadisnya yang telah ia serang dua malam ini.
"sayang,, sudah pagi ayo bangun"
"rasanya aku tidak bisa bangun mas,, sakit,,"
"ya sudah mas gendong dan mas mandiin kamu"
"bentaran, jangan sekarang"
Tama pun beranjak dan menuju kamar mandi dalam keadaan polos. Guyuran shower membuatnya merasa lebih segar. Setelah beberapa saat membersihkan diri, Tama keluar dengan rapi. Dia membuka pintu kamar bagian luar yang langsung terhubung dengan teras samping.
Tama duduk diteras dan menghubungi seseorang
" Tan,, kirimkan nomor dr Cristin padaku"
"apa ada masalah? perlukah aku datang kesana?"
"tidak tidak,, kirimkan saja aku butuh konsultasi sedikit"
"baiklah aku kirim. katakan padaku cepat jika terjadi masalah atau butuh aku"
"iya iya,, kamu uruslah kantor dulu sementara. aku ingin bersenang senang dulu"
"oke boss. nikmati kesenanganmu"
*
"selamat pagi tuan muda Wijaya, saya dr.Cristin"
Tama mengerutkan kening, dia yang minta nomor pada Natan kenapa dokternya yang menghubungi dia
"iya selamat pagi."
"tuan Natan bilang ada yang ingin anda konsultasikan dengan saya,, apakah itu tuan muda"
"hhhh, Natan,,,"gumam Tama "iya dok. sebenarnya,," Tama tak meneruskan kata katanya, ada rasa canggung yang luar biasa untuk menanyakan masalahnya.
"anda tidak perlu sungkan tuan muda. saya adalah dokter spesialis seksologi, jadi jika ada masalah anda bisa langsung mengatakannya. jika mungkin perlu pemeriksaan anda bisa datang ke tempat praktek saya"
Tama menghela nafas panjang
"begini dok. Pada saat pertama melakukan hubungan badan, tidak ada darah yang keluar setelah penetrasi. Tapi saat berhubungan yang berikutnya malah darah itu ada. Apakah itu darah perawan, atau darah karena luka, apakah bahaya, apakah perlu pemeriksaan. apakah rasa sakitnya akan lama, apakah,,,,"
"stop tuan muda." potong sang dokter. suaranya terdengar seperti menahan tawa yang menggelikan.
"anda tertawa dok?"
"maaf tuan muda,, anda berlebihan. hhhhh" dokter cristin menghela nafas panjang menahan tawanya
"itu tidak masalah tuan, bukan masalah. Hal itu bisa saja terjadi dan tidak berbahaya" lanjut sang dokter
"tapi rasa sakitnya mengapa tidak segera hilang!"
"itu tidak akan berlangsung lama tuan. anda bisa memberinya obat yang mengandung ibuprofen itu akan mengurangi rasa nyeri nya."
"kenapa hal itu bisa terjadi,, bagaimana kalau aku menganggapnya sudah tidak perawan karena tidak ada darah saat pertama melakukannya?"
"saya tahu anda orang yang pintar dan bijak. tidak termakan kabar bahwa tolak ukur keperawanan adalah darah yang keluar saat pertama kali bersenggama.
Darah itu adalah akibat robeknya selaput dara seorang gadis. dan hal itu tidak harus terjadi saat bersenggama. Bisa juga karena terjatuh, karena latihan fisik yang keras, karena masturbasi atau hal hal lain yang memungkinkan. Dan juga tidak harus saat pertama, bisa juga sampai beberapa kali melakukan penetrasi baru robek. Karena elastisitas selaput dara antara wanita satu dan lainnya tidak sama...anda mengerti penjelasan saya tuan?"
"ya aku mengerti. terima kasih dokter atas penjelasan anda"
"sama sama tuan muda senang bisa membantu. Semoga bisa bertemu saat datang berkunjung kerumah sakit Permata"
"hm,, semoga "
*
*
"Er.. apa kamu akan kerumah kecil setelah sarapan"
"untuk apa?"
__ADS_1
"menjemput Tama,, bawakan Sila sarapan sekalian."
"tidak perlu ibu,, Tama sudah berpesan. Sampai tiga hari kedepan adalah me time nya dia. kami tak boleh mengganggu. dan tidak boleh kerumah kecil sampai dia sendiri yang meminta datang"
"lalu mereka makan apa?"
"persediaan makanan disana masih cukup untuk mereka bertahan bahkan sampai berapa lama pun. disana dekat pasar juga"
Sang nyonya tersenyum. Lega sekaligus kecewa.
"Er,, kapan kamu nyusul. Sekarang tinggal kamu loh yang belum punya pasangan"
"gampang,,, " jawab Eri sambil menyuapkan nasi goreng terakhir buatan nyonyanya
"jangan cuma gompang gampang"
Eri hanya tersenyum dan berdiri beranjak pergi
"aku ke kantor nya. Dodi belum kembali jadi urusan kantor hanya ada aku dan Natan saja."
"baiklah, tuanmu juga sudah berangkat kamu hati hati."
"oke"
Eri melaju mobilnya pulang kerumah untuk mengganti pakaiannya
"kak Eri,, kemana semalam gak pulang,, aku nungguin disini" sapa Shakira manja
"siapa suruh, lagian kamu juga cewek gak pulang juga"
"aku sudah ijin kakak ku"
" ngapain nunggu aku? mau dilanjut kemaren?"
Shakira tersenyum nakal
"kakak bilang sama kamu,, jangan ganggu kakak lagi oke,, kakak ini laki laki normal, jika kamu ganggu terus seperti ini, aku bisa tak tahan dan akan melahapmu tau"
"coba saja, aku juga pengen tau kakak sehebat apa?"
,,, eh anak ini,,, pikir Eri
Shakira tak menjawab hanya tersenyum manja dan berlalu ke kamar Ria.
Eri hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"kakak semalam tidur di rumah tuan ya?"
"hm." jawab Eri singkat pada pertanyaan Ria. Dan segera bergegas ganti palaian dan kembali pergi ke kantor
*
Di kediaman Manggala
"tuan maaf, hanya ini info yang saya dapat dari nona Sha pengawal Aditama.
Nama Shakira, tempat lahir kota T, berhubungan baik dengan kapten Yohan dan merupakan adik dari Har.
"tunggu, kapten Yohan juga berasal dari kota T. jangan jangan,,,"selidiki lebih dalam lagi. Cari informasi dari kota T. aku tidak mau melewatkan satu informasipun dari anak ini"
"baik tuan."
*
*
"sayang,, ayo bangun, minum susu ini dan mandilah. badanmu akan segar lagi"
"mas,, kenapa masih nyeri.. apa yang kamu lakukan semalem, kenapa lebih sakit dari kemaren?"
Tama tersenyum
"maafkan mas ya,, nanti mas akan lembut mainnya,,"
"nanti!!!!" Sila terbelalak
"hm,,, atau kamu mau sekarang" goda Tama sembari merangkak diatas tubuh istrinya
"lihatlah cuacanya mendukung"
"jangan mas,, masih sakit." jawab Sila mendorong tubuh suaminya
__ADS_1
"bangun dan mandilah"
setelah selesai mandi dan berpakaia lengkap, Sila berjalan pelan menuju teras samping kamar yang menghadap langsung tanaman bunga yang berjejer rapi. ada sebuah kolam ikan hias kecil tepat di ujung teras. Meski teras itu berada diluar namun tak ada akses langsung ke halaman depan. jadi apapun yang berlaku diteras itu tak akan terlihat dari halaman. karena teras dan halaman samping adalah bagian dari kamar.
Sila duduk disebuah sofa empuk yang memang sengaja di letakkan di teras tersebut. Menatap bunga bunga yang bergoyang tertimpa air hujan. Tama mendekat dan duduk disampingnya dan meletakkan beberapa snack dan satu botol air mineral. Diraihnya tubuh sang istri agar bersandar di dadanya
"kau tahu,,, aku memimpikan hari ini sudah cukup lama."Tama mengecup kening Sila.
"mas,, terima kasih sudah mencintaiku begitu besar"
"mas yang terima kasih kamu bersedia hidup denganku."
*
*
Sore hari
Terlihat Yohan mendatangi apartemeen Har
"dimana adik ku?" tanya Yohan setelah sampai didalam Apartemen.
"apa dia tak mengabarimu, dia sudah ikut pulang suaminya."
"jadi dia sudah membuka identitasnya,, aku baru balik dari tempat ibu. belum kekantor. langsung kemari. dan dia tak menghubungi ponsel pribadiku. hmmm ini anak. ya sudah lah"
"kamu itu memang bersekongkol ya sama dia. kamu pasti sudah tau bahwa tuan muda Wijaya itu suaminy"
"eh tumben kamu nyebutin namanya bener, bukannya selama ini kamu memanggilnya bos kacau" Yohan terkekeh menggoda Har
"diam lah..pantesan setiap aku sebut begitu dia marah. "
"kalau begitu aku akan menemuinya kapan kapan saja. pasti saat ini Tama sedang balas dendam" Har terdiam sejenak dan kemudian keduanya tertawa.
"g kebayang tu anak manja dihajar habis habisan sama Tama"
"semoga saja Tama bisa lembut padanya. ngomong ngomong katanya Shakira kabur kesini"
"siapa yang memberitahumu"
" ayahmu tuan Hardianto. dia meminta tolong untuk menanyakannya padamu"
"hhhh dia masih tak berani menelpon ku secara langsung"
"memangnya kamu masih marah"
"tidak tapi aku g mau menghubunginya terlebih dulu,, ngomong apa saja dia"
"Dia bilang Shakira akhir akhir ini sulit dikendalikan. pergaulan bebas yang dijalani dengan pacar terakhirnya membuat dia menjadi liar"
"aku tak begitu memperhatikan dia. Entahlah rasanya aku lebih senang kalau adikku itu Sila. bahkan aku lebih peduli pada Sila."
"mungkin karena dia selalu jauh tempatnya dan akhir akhir ini kita lebih dekat dengan Sila. ngomong ngomong dimana dia sekarang."
"semalam dia tidak pulang katanya nginep dirumah temannya. Ria kalau g salah namanya"
"Ria itu adiknya Eri,"
"mungkin. dan beberapa waktu lalu dia juga bilang mau jadi pacarnya Eri"
" hhh,,, aku tau bagaimana karakter Eri terhadap wanita cantik. semoga saja dia tak tertarik dengan adikmu"
"apa maksudmu? jangan bilang,,,"
" ya,, bisa dibilang Eri itu penjelajah kenikmatan. tapi, dari karakternya dia selalu bermain bersih"
"awas saja kalau,," Har mengepalkan tangannya geram
Yohan tersenyum
"kalau adikmu yang mau kamu bisa apa"
"Yohan jangan membuatku semakin kesal,,,"
"dengar Har,, ayahmu bilang, dia sudah memergoki adikmu tidur dengan pacarnya."
Har semakin geram dengan penjelasan Yohan
*
*
__ADS_1