
Selesai memasak Eri meninggalkan dapur menuju kamarnya. Shakira masih mengikutinya sampai "BRAKK" Eri membanting pintu kamarnya.
tok tok tok
"kaaak,, jawab aku dulu"
"Shakira!! kamu ini kenapa sih?" panggil Ria
,,,,masak gini sih sifatnya ni cewek, kemaren aku kasihan padanya, masa sekarang kek gini,,, batin Ria
Shakira beranjak dari depan pintu Eri. kedapur dan makan bersama Ria.
"kamu tergila gila ma kakakku sampe segitunya, kaliankan baru ketemu sekali"
"hehehe,, ini yang namanya cinta pada pandangan pertama" jawab Shakira.
,,, kalau saja tak kulihat fotonya di ponsel kakakku, aku juga pasti jaim lah. Gila saja seorang Shakira ngebet banget ma cowok,,, batin Shakira.
*
Diapartemen
Har dan Sila sampai
Sila segera berlari ke meja tv dimana dia meletakkan ponselnya empat hari lalu. Namun barang yang dicarinya tidak ketemu.
"kakak,,, ponselku tidak ada disini." teriaknya
" mungkin di pindah Shakira,, "jawab Har
" terus kemana itu anak sekarang?"
Har mengangkat kedua bahunya dan berlalu ke kamar.
"kak hubungi dia dan tanyakan,,, ah sudahlah aku pergi ke kantor langsung saja,," ucap Sila tanpa menunggu jawaban.
,,,aku harus mengisi daftar hadir sebelum dipecat,,, pikirnya.
Selain karena tak mau dipecat dia juga sudah kangen pada tuan mudanya yang tampan.
,,,kalau saja bisa aku peluk peluk, hmmm ,,, gumamnya sambil tersenyum.
Motor sport berwarna biru itu melaju gagah dijalanan yang panas menuju sebuah gedung megah menjulang.
Diparkirkannya motor itu disisi ujung agar mudah mengambilnya, karena Sila hanya berencana untuk mengisi daftar hadir saja. Dan pergi kerumah Eri untuk menjenguknya. Karena dia yakin Eri pasti sudah pulang dari rumah sakit.
"nona sha,, kamu sudah kembali,," sapa seorang karyawan dengan senyum hangat
"nona Sha syukurlah,,,"ucap yang lain
"wah,, nona Sha akhirnya kami selamat" Sila hanya mengangguk dan tersenyum
"nona Sha terima kasih sudah kembali"
__ADS_1
"nona Sha"
"nona Sha,,"
Semua karyawan yang ditemuinya selalu menyebutkan namanya dengan senyum bahagia
,,ada apa ini,,, Sila hanya bisa membalas sapaan mereka yang begitu terasa lega dengan senyuman. Sila langsung masuk liff eksekutif. Sesampainya di lantai atas, "nona Sha!!" panggil seorang staf sekretais saat melihatnya keluar dari lif
Sila mendekat dengan menaruh telunjuknya dibibir
"sebenarnya ada apa?" tanya Sila penasaran
"nona Sha menghilang sejak tiga hari yang lalu, presdir marah marah terus. Semua yang kami lakukan tidak pernah ada yang benar. Syukurlah,, sekarang nona Sha sudah datang, kami jadi tenang?"
"tolong isi daftar hadirnya untukku ya,,, aku kembali dulu. aku juga takut kalau presdir masih marah. ntar habis aku. Aku akan datang lagi saat tuan sudah tidak marah lagi. tolong ya,,, "
permohonan Sila pada Lisa, sekretaris cantik nya Tama. Kemudian Sila kembali menuju liff dan turun.
*
Eri keluar kamar dengan seragam nya rapi.
Shakira menatapnya takjub. Kali ini benar benar sudah hilang akal, bukan lagi alasan ingin menjauhkan lelaki tampan itu dari kakaknya. Tapi dia benar benar terpesona oleh ketampanan Eri. Shakira menelan ludah kasar, terpaku diam.
"woi!!!" seru Ria
Seketika Shakira terbangun dari keterpanaannya, hatinya meleleh apalagi saat Eri berjalan kearah mereka dengan senyuman indah dibibirnya. Seakan luluh lantak hati Shakira.
"ohhh,, ketampanan yang haqiqi" gumamnya tanpa sadar.
"Shakira,,, kamu mau kemana?" tukas Ria sambil menarik lengan teman yang baru dikenalnya kemarin itu.
"ehh. itu,, itu. " Shakira tergagap dan sadar. digaruknya ujung hidung yang tiba tiba terasa gatal.
Eri duduk dan meneguk kopi hangat yang telah dibuatnya sebelum masuk ke kamar tadi..
"kak,,, jadiin aku pacarmu ya,, yang keberapapun mau deh,,"
"idih,,, ngebet banget sama kakak ku,, " ledek Ria
" ganteng banget,,, " masih tetap dalam mode terpana
" kamu belum liat boss nya. jauh lebih tampan dari kakak ku lebih populer lagi."
Ria membayangkan wajah Tama yang super tampan menurutnya.
"kagak minat,,,"jawab Shakira masih dalam modenya
"kalian ini apa apan sih! " bentak Eri.
Ria terperanjat dan sadar akan kelakuan konyolnya
"ohhh Tuhan,,, marahnya pun kyuuut" Ria mencubit lengan Shakira. Eri menghela nafasnya panjang
__ADS_1
" kamu nemu dimana sih ini bule?" tanya Eri.
"dipinggir jalan,," jawab Ria cengengesan
"oh Tuhan,,, bantu aku, jadikan siganteng ini pacarku jangan jadi pacar kakakku"
ucap Shakira membuat Eri tepok jidat.
"kamu punya kakak?" tanya Eri penasaran
,,mungkinkah Nona Sila?,, pikir Eri
"jangan pura pura,, kamu pasti salah satu partnernya kakakku. aku melihat fotomu di ponselnya"
Eri mengerutkan keningnya tak mengerti
"kakaknya cowok,," bisik Ria membuat mata Eri membelalak
"jadi yang dia katakan soal "engkol" oh tidak" Eri menggeleng tak berdaya
"makanya kakak jadi pacar ku saja. jangan pacari kakak ku" celoteh Shakira
Eri tidak mau lebih pusing lagi lama lama bersama gadis aneh ini. Diapun berangkat menuju ke kantor Adijaya
*
*
" Ayah,,, kapan kira kira Sila akan kembali, ibu sudah tidak sabar untuk memeluknya"
"sabar ibu,, Natan sudah mencari informasi ke tempat orang tua kakaknya yang di kota T. Ibu dari orang yang dipanggil kakak itu sedang mengalami kecelakaan". Wijaya mencoba menenangkan istrinya. Sesungguhnya dia sendiri juga merindukan Sha yang lucu dan apa adanya ataupun Sila menantunya yang lembut dan menurut.
"kenapa Tama tidak menyusulnya kesana dan membawanya pulang"
" Natan masih belum membritahunya bahwa dia ada di kota T, Natan masih mempertimbangkan segala kemungkinan. kita tidak bisa egois ibu,, biar bagaimana pun, mereka yang merawat Sila saat kita menjauhinya, mencampakkannya"
"kalian yang mencampakkan dia. Ibu tidak,, "
"tapi waktu itu ibu juga tidak mempertahankannya. sama saja."
Keduanya diam
"ayah,,, apakah Sila akan memaafkan kita?" tanya sang nyonya gusar
"hhhhh entahlah,, kita sudah keterlaluan menuduhnya. Tapi dia tetap anak yang baik, dia sudah menolong ayah, menyelamatkan Eri. pada dasarnya dia penolong dan mungkin pemaaf juga".
"oh,, menantuku yang lembut jadi tukang berkelahi. " keluh Nyonya Wijaya
"setidaknya dia tidak akan dibully oleh Tama kita yang arogan dan egois itu."
"ibu dengar pengawal Sha itu hebat."
"hebat bu,, kalau tidak bagaimana mungkin hanya berdua dengan kapten Yohan mampu menerobos rumah kediaman Manggala."
__ADS_1
" kalau dia sangat hebat bagaimana jika dia melawan terus sama Tama kita. secara Tama telah menyakiti hatinya, lalu kapan kita akan punya cucu,," Wijaya tersenyum mendengar kekhawatiran istrinya.
"kalau cinta tak akan ada masalah ibu,,,"