Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
cincin


__ADS_3

Aditama Wijaya


Seperti yang dibicarakan Yohan dan Har dua sisi kepribadian Aditama. Har menilai dari sisi luar dan Yohan mencoba memahami dari sisi yang lain. Aditama seorang bos muda yang disegani dikalangan pebisnis sukses dengan wibawanya. Sorot matanya yang berkilau penuh aura dan daya tarik. Dengan sikapnya yang congkak dan angkuh dengan tekad dan kerja keras penuh ambisi menjadi nilai yang harus diperhitungkan untuk sekedar membuat sedikit masalah dengannya. Dengan pesonanya membuat dia di gemari dikalangan gadis gadis menjadi rebutan dalam setiap acara. Dan bahkan menjadi rebutan dikalangan artis dan model ternama. Sikapnya yang loyalpun selalu menjadi sorotan pemburu berita yang tak pernah bosan menggosipkannya dengan beberapa model dan putri konglomerat.


Di sisi lain Yohan melihatnya sebagai sosok yang pendiam, keras, misterius, dan setia. Dalam pancaran matanya yang berkilau sering terlihat sayu dengan tatapan kosong penuh harapan. Dalam senyumnya yang menawan yang hanya sesekali tergaris ada keterpaksaan dan kegetiran serta kesepian.


Yohan sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Tama. Hanya beberapa kali bertemu saat perusahaan Tama mengadakan acara besar dan melibatkan kerja sama personel dari Yohan.


*


*


*


Disebuah pertemuan besar. Terlihat Tama sedang berdiri berbicara dengan seorang koleganya. Disampingnya seorang wanita cantik dengan gaun indah dan terlihat mahal menemaninya dengan memegang minuman berwarna merah ditangannya. Setelah beberapa saat Tama berpamit dan berjalan ke arah kamar megah di hotel tempat diadakan pertemuan di ikuti wanita cantik itu dan Natan dibelakangnya.


"berikan uang padanya dan suruh dia pergi!" perintah Tama pada Natan


"Tama,,, kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini.." protes wanita itu


"nona cindy,, mari ikut saya" ajak Natan . tetapi wanita yang dipanggil cindy itu tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Tama melangkah masuk ke kamar dan cindy mengikutinya dengan bergelayut di lengannya. Tama menghempaskannya kasar


"apa yang kau lakukan. segera pergi dari sini!" bentaknya garang


"Tama,,, biarkan aku melayanimu malam ini,, aku yakin kamu pasti puas dengan pelayananku" bujuk cindy manja


"cih.. aku muak lihat gayamu!" ucap Tama kemudian menoleh kearah Natan


"Natan,,apa yang kau tunggu seret wanita ini keluar" perintahnya pada Natan


Natan menyeret tangan cindy untuk keluar dari kamar Tama


"lepaskan!! aku bisa keluar sendiri." gerutu Cindy.


Cindy adalah salah seorang model yang tergila gila kepada Tama.


Tama melepaskan jas nya dan membuangnya di keranjang sampah di kamar tersebut. Dia menjadi seorang mysophobia yang selalu jijik pada sesuatu yaang ia anggap kotor. Natan masuk kekamarnya dan sekilas melihat jas sahabatnya sudah berada di keranjang sampah dia hanya menggelengkan kepala.


"kenapa tadi kau mengajaknya. " tanya Natan

__ADS_1


"aku tak mengajaknya. aku hanya ingin menghindari monica" jawab Natan


Monica adalah seorang model yang sedang digosipkan menjalin hubungan dengan Tama. Sebenarnya Tama tak begitu menyukai Monica, tetapi karena perjanjian kontrak dengan ayahnya Monica membuat Tama harus bersikap baik pada Monica.


"Monica?. jika kamu tidak menyukainya kenapa kamu tidak langsung ngomong?"


"tunggu beberapa bulan lagi sampai proyek kita selesai" jawab Tama menyeringai


" bahkan kau sekarang lebih menakutkan" komentar Natan yang duduk si sofa panjang. Dia berusaha berbaring.


"apa yang kau lakukan?. jangan tidur disitu! pergi ke kamarmu sendiri" perintah Tama


"aku cuma baring sebentar saja "jawab Natan


"pergi ke mamarmu!!" bentak Tama. Dengan malas Natan beranjak pergi ke kamar di sebelah kamar Tama.


*


*


*


 


 


" sebenarnya kamu cari apa sih?. aku sampai ikutan pusing liat kamu mondar mandir dari tadi." tanya Har.


"cincinku hilang kak!. tolong bantu cari.." pinta Sila. matanya pedih rasanya ingin berhenti mencari dan menangis sekencangnya dan berharap cincinnya datang sendiri padanya.


"begitu pentingkah sampai kamu kayak orang gila mondar mandir sana sini" ledek Har


"Har.. jangan ganggu adikmu. bantuin sana." perintah bu Darmi


" itu satu satunya yang kumiliki dari dia.." airmata Sila tak lagi tebendung. Har yang tadinya ingin menggoda jadi tak tahan melihat airmata itu terjun bgitu bebasnya menyapu rona merah dipipi Sila. Diusapnya pipi adiknya itu.


" sudah jangan nangis lagi. ini tadi nyangkut di sprei kakak pas kamu pasang tadi" ucap Har sembari mengeluarkan sebuah cincin permata yang berkilau indah.


"sini" Har menuntun adiknya duduk Di sofa. Sila memakainya kembali namun memang sudah longgar karena jari jemarinya tak segede dulu. bu Darmi masuk ke kamar dan keluar lagi membawa sekotak alat jahit di tangannya.

__ADS_1


"coba ibu bantu biar g longgar." bu Darmi menerima cincin itu dan membalutnya dengan benang. Sila mencobanya dan masih terlihat kebesaran.


"balut semuanya saja bu.." pinta SILA


"tapi nanti g kelihatan bagus" tegas bu Darmi


"g apa apa. yang penting aaman" jawab Sila


" bu. lusa aku harus balik kerja lagi." ucap Har


" ya sudah. besok akan ibu buatkan sambal kacang kesukaanmu" balas bu Darmi


" kak.. apa Sila boleh ikut ke kota?." pinta Sila


"mau ngapain?. jangan ngrepotin kakak deh. kamu disini saja temani ibu," tolak Har


"kak.. aku kangen juga sama keluargaku. aku di sini sudah lebih dari satu setengah tahun" rengek Sila.


"izinkan saja Har. benar dia juga punya keluarga. dan pasti merindukannyaa juga" tutur bu Darmi.


" lagian ngapain dulu kabur?" Har kesal


"kak,,, kalo kak Har disana g mau nampung aku. antarkan aku ketempat kak Yohan. aku akan tinggal dengan kak Yohan."


"enak saja. kalo ikut ke kota tinggal sama kakak. mentang mentang si Yohan lebih berotot kamu mau tinggal sama dia." gerutu Har.


"apaan sih..aku kan cuma ikut siapa yang mau nampung aku" sanggah Sila


"klo kamu tinggal sama Yohan diapa apain gimana?"


"klo toh Yohan mau macem macem udah dari dulu Har."bela bu Darmi


"lagian kan orang tua kamu juga tinggal dikota A kenapa g pulang kerumah saja!" Har masih ngotot


"aku belum mau pulang sementara aku mau menyamar menjadi Shakira"


"lah ngapain pulang klo cuma mau nyamar?"


"ada deh..." jawab Sila sambil berlari masuk ke kamarnya

__ADS_1


__ADS_2