Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
kelaparan


__ADS_3

Shakira berhasil menghubungi sang kakak dan bisa masuk ke apartemennya. Karena Har memberi tau kalau kartu kunci apartemen dibalik papan nomor di pintu. ya,, Sila selalu menyembunyikannya disana


Sesampainya didalam, Shakira membanting tubuhnya di sofa depan tv karena lelah. Tanpa sengaja dilihatnya sebuah ponsel tergeletak di meja samping tv. Dia berdiri dan meraih ponsel tersebut, berusaha membukanya namun mati


"mungkin kehabisan baterai"pikir Shakira


"Tapi,,, kakak masih bisa aku hubungi, ini punya siapa?" Dia menoleh kanan kiri dan menemukan sebuah alat carger dimeja dekat pintu kamar. Dicolokkan alat itu keponsel dan ditinggalkannya.


Shakira berjalan menuju pintu kamar dan membukanya, ia yakin itu kamar kakaknya karena harum kamar itu khas keharuman maskulin. Dia keluar dan melangkah ke kamar yang berada di bagian belakang, sedikit lebih kecil. Namun kamar itu terkunci. Shakira pun berjalan ke kamar mandi, selesai mandi dia menuju dapur dan bingung, apa yang bisa dia lakukan?


"selama ini aku hanya tau makan, sekarang apa?".


Dibukanya lemari rak satu persatu, dan dia menemukan mie instan disana, diseduhnya mie itu dengan air dispenser karena gadis ini memang sama sekali tak mengerti cara menyalakan kompor apalagi memasak. Biasa hidup manja.


Setelah dirasa ponsel tadi cukup terisi baterai, diambilnya dan dinyalaka.


Menyala


Dan serbuan notifikasi terus membuat ponsel itu berbunyi beberapa lama. puluhan, mungkin hampir mencapai seratus notif panggilan tak terjawab dan pesan chat. Namun hanya tertera beberapa nama dari sekian banyak notif


tuan Natan


tuan Eri


tuan Dodi


dan yang paling banyak adalah dari kontak bernama Boss muda


"kenapa semua panggilan ini dari tuan tuan semua? apakah kakakku benar orang yang seperti itu?" gumamnya merasa tak percaya. dimatikan layar ponsel itu, karena dia tak bisa membuka sandi kunci layar.


Shakira menghela nafas panjang.


Diraihnya lagi ponsel yang telah diletakkannya tadi, dihidupkan layarnya. Dan betapa kagetnya Shakira, melihat foto sreensavernya


Nampak Empat cowok tampan, seperti foto keluarga


satu diantaranya duduk disebuah kursi dengan kaki dilipat dan kedua tangan dipangkuan, lelaki itu yang mengaku kekasih kakaknya tadi pagi. Dua cowok berseragam hitam menawan disamping kanan dan kiri, dan seorang lagi berdiri di belakang dengan tangan bertumpu di sandaran kursi dengan memakai jas abu abu, dia yang bersama cowok tampan tadi pagi.


Shakira bergidik geli membayangkan kakak gantengnya bergumul dengan cowok cowok tampan itu saling beradu pedang.


"hiiiii "


" Bagaimana caranya memisahkan kakak dari cowok cowoknya ini,," pikir Shakira.


Meskipun dia besar di luar negri, dengan segala kebebasan moral tapi adat ketimuran masih diterapkan oleh ayah dan neneknya. Dia juga membenci hubungan sesama jenis.


Akhirnya Shakira menyimpan ponsel yang dia pikir milik kakaknya itu


Shakira menghubungi teman barunya


"malam Ria,,," sapanya ramah


"Shakira,,, malam juga. Bagaimana keadaanmu?" tanya Ria antusias membuat Eri yang berada tak jauh darinya mendekat dan merebut ponsel adiknya


"nona Sha,, apakah kau yang disana? " tanya Eri tak sabaran


"ini siapa?" tanya Shakira dengan aksen bulenya, membuat Eri kecewa karena suaranya yang tidak mirip orang yang diharapkannya


"maaf ya Shakira,, itu tadi kakakku. Dia kira ini telpon dari temannya."


"oh begitu,, kamu punya kakak cowok?"

__ADS_1


"ya,,, kakakku sangat tampan lo,,," pamer Ria membuat Eri meliriknya jengah


" wah ,,, boleh aku kenalan dong,,"


" tentu boleh. besok mainlah kerumahku. aku kenalkan"


"baiklah,, tapi jemput aku ya, aku masih baru disini tidak tahu jalan"


" oke oke sampai ketemu besok." keduanya menutup ponsel masing masing.


"apa tadi kakak pikir kak Sha yang telpon?" Eri tak menjawab. pikirannya masih semrawut tentang hal besar yang diketahuinya hari ini.


*


"bu Darmi,, sebaiknya ibu pulang kerumah ku saja,, sekalian dirawatnya sama mama." kata Yohan menyarankan


"tidak usah nak, biar ibu pulang kerumah ibu sendiri. nak silvi yang akan menemani ibu".


Silvi adalah anak dari kakak bu Darmi yang rumahnya berada tak jauh. Silvi memang selalu menemani bu Darmi setiap harinya. Dia senang karena dirumah bu Darmi tenang tidak seperti dirumahnya yang selalu gaduh oleh dua orang anak dari kakaknya dan seorang adiknya.


" baiklah kalau begitu kita pulang sekarang" ajak Yohan


mereka pulang dalam satu mobil.


*


"silvi,, tolong kamu jaga ibu ya,, kami harus segera balik ke kota A karena pekerjaan"


" iya kak. Silvi senang kok tinggal disini, tenang. adem" jawab gadis pecinta ketenangan ini. Dia adalah putri keempat dari lima bersaudara.


" kak sebelum balik aku ke makam kakek nenek dulu. "pinta Sila


*


Di pagi yang cerah Shakira segera bangun dari ranjang kakaknya dan bergegas mandi. Dia punya janji dengan Ria hari ini.


"sudah jam 9. gak sempat menyeduh mie," pikir Shakira dan segera berlari keluar apartemen. benar saja Ria sudah ada di bawah


"apakah kamu sudah lama?"


" belum. baru juga sampe. yuk jalan" ajaknya


Keduanya naik taksi menuju rumah Ria.


"Shakira masuklah" pinta Ria sesampainya dirumah. Suara Ria terdengar oleh Eri yang duduk santai di ruang tengah, dia masih dalam pemulihan dan dilarang bekerja hari ini. Mendengar nama Shakira, dia penasaran dan bangkit untuk sekedar memastikan.


Keduanya saling kaget.


"begitu mirip dengan nona Sila,," pikir Eri, Namun suara dan logat bicaranya berbeda


Eri pergi begitu saja tanpa menyapa tanpa senyum. Dia duduk diteras samping menyelonjorkan kakinya diatas pagar pembatas teras


"ini,, dia salah satu pacarnya kakak kah? dia ada difoto di ponsel kakakku." pikir Shakira.


" emmm Ria. apakah itu kakakmu?"


" ya itu kakakku yang aku katakan semalam. tampankan?" Ria kembali memamerkan ketampanan kakaknya.


"iya tampan, tapi kok mainannya engkol?" Suara Shakira terdengar begitu jelas ditelinga Eri, karena tempat dimana Eri duduk saat ini berbatasan langsung dengan ruang tv dimana Shakira dan Ria ngobrol.


Pernyataan Shakira tentang permainan "engkol" menusuk tajam telinga Eri

__ADS_1


" apa maksudmu" tanya Ria penasaran


"ah tidak,,, apa kakakmu sudah menikah"


"belum,,"


"sudah punya pacarkah"


"belum juga, lagian siapa yang mau sama dia yang sombong kayak gitu,"


jangan jangan benar, dia suka sesama jenis,,, pikir Shakira.


"aduuuh kenapa harus yang tampan tampan siiiih"pekik Shakira tanpa sadar


"Shakira,, ada apa?" Ria bingung melihat teman barunya ini


"apa kakakmu suka bermain "engkol""


"maksud kamu?"


" yang begini,," Shakira memeragakan gerakan adu engkol dengan kedua lengannya.


"hah mana mungkin!!" teriak Ria


"hussst" bisik Shakira menutup mulutnya dengan telunjuk dan menoleh kearah dimana Eri duduk. Namun kedua gadis ini terperanjat tatkala melihat sosok kekar yang dibicarakan telah berdiri gagah di belakang mereka dengan tangan terlipat didada.


"apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya nya dingin, kesal.


"ah kakak,,, tidak kok"


"emmm, kami membicarakanmu,, " jawab Shakira membuat mata Ria melirik memintanya diam


"membicarakan ketampananmu,, kata Ria kamu belum punya pacar,,, jadi,,,jadikanlah aku pacarmu kak" seru Shakira membuat Ria melotot tak percaya.


krucyuk krcuk


terdengar suara perut Shakira


"apa kau kelaparan sampai otakmu konslet?" Pertanyaan Eri disambut senyum nyengir gadis cantik itu.


Eri berjalan kedapur dan diikuti oleh Shakira. Dia memakai celemek dan mengambil pisau


"waaaah, sudah tampan, bisa masak,,, beneran kaak!, aaku mau jadi pacarnya kakaak." Senyum takjub Shakira benar benar membuat Ria melongo.


"ya kaak ya,, jadiin aku pacarmu" desak Shakira.


pikirnya,, jika satu cowok ini bisa jadi pacarnya maka berkurang satu partner kakaknya. tinggal mengatasi yang tiga yang tak kalah tampan.


Gebrakan meja yang dihasilkan pisau dan sayuran yang diletakkan Eri dengan kasar mampu membuyarkan renungan Shakira.


"potong sayur itu" perintah Eri.


Dengan sigap Shaakira menggambilnya dam memotongnya kasar


"apa yang kau lakukan?" teriak Ria. Shakira menoleh bingung


"memotong,,,"


"dicuci dulu neng,,, lalu dipotong kecil kecil" jawab Ria sambil memasukkan sayuran yang sudah jadi potongan itu kedalam wadah dan mencucinya. kemudian mengirisnya menjadi bagian bagian kecil.


Shakira hanya bisa nyengir

__ADS_1


__ADS_2