
satu jam kemudian papa datang
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barrakatuh," ucap papa
"waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh" ucapku bareng mama
"gimana keadaanmu sayang"
"Alhamdulillah Nasha sudah baikan pa"
"makasih ya pa, selalu ngedoain Nasha".
"itu sudah jadi kewajiban papa dan mama sayang, kamulah satu satunya harta yang berharga buat kami" ucap papa sambil menahan air mata
"ih jangan nangis, kan Nasha dan baik baik sekarang" ucapku sambil menatap papa.
"lain kali kamu lebih hati hati ya" ucap papa sambil mengelus dan mencium kepalaku
"siap bos" ucapku sambil memberi jempol ke papa
💦💦💦
Keesokan harinya Ning Afra, Mahira dan Ghina datang mengunjungiku di rumah sakit, aku merasa sudah sangat kuat dan sehat. kita ngobrol banyak hal sampai ketawa ketiwi.
"kamu tau gak si Sha asrama sepi tau gada kamu" ucap Mahira
"kamu tau gk si Sha setiap malam dipondok abah selalu ngajak semua santri doa bersama untuk kesembuhan kamu" ucap Ghina
"oh ya. benarkah"
"iya Sha"
"aku terharu banget ternyata banyak sekali yang mendo'akan kesembuhanku, terimakasih ya Allah engkau mengeliliku dengan orang orang yang baik" gumamku dalam hati dan tanpa terasa air mataku terjatuh
"Sha kok nangis, kenapa? ada yang sakit ya" tanya ning Afra
"enggak ning, aku hanya terharu mendengar cerita kalian ternyata banyak banget orang yang mendoakan aku"
"oiya Sha masalah insiden kemaren, mau kamu bawa kemana masalahnya, mau damai secara kekeluargaan atau mau kamu bawa ke meja hijau, secara tindakan Naila itu kriminal" tanya ning Afra..
"aku gak mau melaporkannya ke polisi ning, biarin aja nanti di selesaikan secara kekeluargaan saja, lagian aku sudah memaafkan mb Naila, gak sepenuhnya dia yang salah"
"kamu tau gak si Sha sekarang keadaan Naila memprihatinkan" ucap Mahira
flash back on
setelah dibawanya Nasha kerumah sakit Naila terus menangis, karena semua orang menyalahkan dia, dan dia menganggap dia gak sengaja, dia gak salah dan gak mau disalahkan.
ketika Naila sedang ngantri mandi tiba tiba ada yang nyeplos
"mbk Naila ini cantik cantik tapi jahat ya, bisa bisanya nyelakain orang, aku gak nyangka mbk, wajah doang cantik, tapi hati busuk kek bangkai"
"iya si mb, bisa bisa nya nyelakain orang, niat banget mbk kalau mau ngebunuh"
"awas loh mbk masuk penjara".
hampir setiap hari Naila mendengar kalimat seperti itu dan membuatnya drob,
tiba tiba dia teriak sambil menutup telinganya terus pingsan, ketika sadar dia akan teriak teriak lagi
"diam , diam, kalian diam, aku gak salah aku gak sengaja" ..
dan pada akhirnya dia depresi,
flash back off
__ADS_1
"Astagfirullah kasian sekali mbk Naila ning, sekarang keadaanya gimana"
"4 hari yang lalu abah menceritakaa keadaan mb Naila ke orangtuanya, lalu dijemput sama orangtuanya, dia diajak pulang, kabarnya si dia dibawa ke dokter psikiater" ucap ning Afra
"Sha, kamu kan sekarang sudah sadar, gimana kalau kita suruh Naila kesini, mungkin dengan kamu ngomong kalau kamu udah maafin dia, dia bisa sembuh Sha" ucap Mahira
"iya Sha, mungkin ada benarnya yang dikatakan Mahira itu" ucap ning Afra
"coba kita omongin dulu sama orangtua kamu Sha"
tiba tiba handel pintu kebuka
ceklek
"Assalamualaikum" ucap gus Zafran
"Waalaikumussalam warahmatullahu wa barakatuh" ucap kami bersamaan.
"loh kamu disini dek" tanya gus Zafran pada Ning Afra
"iya mas, baru sampai"
"saya priksa Nasha dulu ya"
"monggo mas" ucap ning Afra sambil berdiri pindah dari tempat duduk yang awalnya ada di tepi ranjangku
"mana yang masih sakit Sha"
"gada si gus"
"masih pusing"
"dikit"
"sepertinya semuanya normal, Insya Allah besok sore udah boleh pulang"
"yasudah saya permisi dulu, kalian jagain Nasha ya"
"siap gus" ucap mereka bertiga secara bersamaan
ketika gus Zafran membalikan badan dan mau berjalan kedepan tiba tiba
ceklek
papa mama dan juga abah Labib dan ibu Azizah masuk
gus Zafran pun berhenti dan menyalami mereka.
"coba le sini dulu abah mau bicara" ucap abah Labib sambil memegang pundak gus Zafran
"Nak Nasha jadi Naila itu sekarang depresi karena insiden dengan mu beberapa waktu yang lalu dan sekarang Nasha kan sudah sadar, abah mau tanya, apakah Nasha mau memaafkan Naila" tanya abah Labib dengan sangat hati hati
"Nasha sudah maemaafkan mb Naila bah, karena gk sepenuhnya kesalahan mbk Naila, disini Nasha juga salah karena memberontak ingin melepaskan jambakan mbk Naila. dan malah berujung jatuh" ucapku
"oke baik. jadi kalau seumpama Naila kesini boleh"
"boleh bah, Nasha ingin ketemu juga dengan mbk Naila"
"kita sama sama berdo'a ya, semoga dengan lantaran ketemunya kamu dengan Naila, dan kamu mau memaafkan Naila. Naila bisa segera sembuh" ucap abah
"amin, iya bah,"
"yasudah abah telfhone orangtuanya Naila dulu"
2 jam kemudian,
__ADS_1
saat ini di ruangan rawatku hanya ada Abah Labib, papa mama dan gus Zafran yang baru saja datang untuk mengecek keadaanku lagi. Ibu Azizah dan ketiga sahabatku sudah pulang dari satu jam yang lalu
tiba tiba suara pintu kebuka
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh"
terlihat bapak bapak dan dua orang perempuan , yah itu adalah abah mb Naila. ibu mb Naila dan juga mbk Naila
"Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh" ucap kami semua
"apa kabar bah, pak, bu" tanya abahnya mbk Naila sambil berjabat tangan dengan abah Labib dan mama papa.
"alhamdulillah baik semua" ucap abah Labib
"bagaimana keadaanmu nak Nasha"
"Alhamdulillah sudah membaik pak"
", langsung saja, Saya bersama istri dan anak saya, Naila kesini ingin meminta maaf kepada nak Nasha atas insiden yang menimpa nak Nasha dan yang melibatkan Naila tempo lalu, kini keadaan Naila seperti ini, depresi semenjak kejadian itu"
dari awal masuk sampai saat ini, Mbk Naila masih saja nunduk sambil memutar mutarkan jari jemarinya
"Mbk Naila" ucapku, seketika membuat mbk Naila mengangkat kepalanya dan menatap wajahku
"Nasha, Nasha saya minta maaf Sha, saya tidak sengaja, saya gada niatan untuk nyelakain kamu, saya gak salah Sha" ucap mb Naila histeris dan sambil sujud dibawah ku, seketika membuat kami semua kaget
"mbk, mbk Naila berdiri mbk, mbk Naila gak perlu begitu, aku sudah maafin mbk Naila, disini aku juga salah, karena aku sudah memberontak, mangkanya aku jatuh mbk, ini bukan salah embak"
seketika membuat mb Naila terdiam
"benarkah yang aku dengar Sha, kamu maafin aku Sha"
"iya mbk, aku dah maafin embak"
"alhamdulillah terimakasih Sha" seketika mbk Naila langsung memeluk ku
sekarang suasana di ruangan rawatku terasa mencair, mbk Naila saat ini menyuapiku makan
"Sha, bolehkah aku menganggapmu adik mbk"
"tentu mb, selama ini aku ingin punya kakak, dengan senang hati aku mau menerima mb sebagai kakaku" sambil kupeluk tubuh mungil mbk Naila
"makasih Sha" ucap mbk Naila sambil membalas pelukanku dan mengusap punggungku
hari telah berganti malam, saat ini hanya ada mama yang menemaniku, papa sedang keluar membeli makanan. ku tatapi wajah mama yang dari tadi senyum senyum sendiri sambil menatap telefhonnya
"mama kenapa si ma, kok senyum senyum sendiri, bikin Nasha takut aja, ma, mama di rumah sakit kan banyak orang meninggal ya, apa jangan jangan mama kesurupan roh para jenazah itu ma" ucapku
tiba tiba pundaku langsung ditonyor sama mama
"hust sembarangan kalau ngomong"
"lagian mama senyum senyum sendiri, kenapa si ma?
"ini loh, mama sedang chatingan dengan ibu Azizah ngomongin kamu sama Zafran, ehh mama keceplosan" ucap mama sambil menurup mulutnya dengan tangan kanannya
"apaan si ma?
ceklek
"Assalamualaikum, ayok kita makan ma"
"Waalaikumussalam ayok pa"
"Alhamdulillah papa datang tepat waktu, hampir saja aku keceplosan sama Nasha" gumam mama
__ADS_1
akupun senyum senyum sendiri melihat keuwuan mama papa, meskipun sudah tua mereka masih saja makan sepiring berdua, setiap aku tanya pasti jawabanya ***sunah rasul
Happy reading guys, tinggalin komen ya heheheheh***