
sehabis Isya, Zafran, Nasha, Nila, Afra dan Ghina telah kembali ke Pondok Pesantren dan hanya tertinggal kedua orangtua Mahira di rumah sakit. di dalam mobil Afra membuka obrolan
"Sha, sebenernya Mahira sakit apa, kamu tau kan Sha"
Nasha pun langsung menetes kan air mata
"Sha, kok nangis, Mahira sakit apa, maz Zafran dan Nasha tau kan tentang penyakit Mahira"
Zafran yang melihat Nasha menangis tangan kirinya langsung menggenggam tangan Nasha
"gak papa sayang, ceritakan saja pada mereka" dan dibalas anggukan oleh Nasha
"Mahira, Mahira kena lupus Fra," suara isak tangis Nasha makin menjadi, dan Zafran semakin erat memegang tangan Nasha menenangkan
"Astaghfirullah Mahira" ucap Afra sambil membungkam mulutnya
kini semua yang ada di dalam mobil menangis, merasa iba sama sahabatnya itu, Zafran yang melihat para wanita di mobilnya menangis pun tak tega melihatnya
"ya Allah, berilah kesembuhan untuk Mahira, sahabat - sahabatnya menyayanginya" batin Zafran
"besok kalian jagain Mahira ya, beri dia semangat, dan rahasiakan dulu penyakitnya" ucap Zafran
"mas, penyakit Lupus apa bahaya, penyakit lupus bisa sembuh kan" ucap Afra
Zafran terdiam lama
"mas, kok diam, bisa kan mas, Mahira bisa sembuh kan" ucap Afra
"kita berdo"a ya, semoga Allah memberikan kesembuhan buat Mahira" jawab Zafran
kini semua sahabat Mahira tengah sibuk dengan fikirannya masing masing, mereka tak tahu bagaimana jadinya Mahira nanti.
sesampainya di pesantren semua langsung masuk asrama masing masing, Zafran dan Nasha masuk ndalem, karena tadi di jalan kena macet jadi sampai rumah sudah agak malam dan telat mau diniyah
"Assalamualaikum" ucap Nasha dan Zafran
"Waalaikumussalam" ucap ibu Azizah
"Nasha Zafran gimana keadaan Mahira" tanya ibu hawatir dan mengajak Nasha duduk
__ADS_1
"Mahira sakit ibu" jawab Nasha
"sakit apa"
"lupus"
"innalilahi" jawab ibu Azizah sambil menutup mulutnya
"terus keadaannya sekarang gimana"
"tadi dia sudah sadar, tapi masih terlihat pucat dan belum tau soal penyakitnya bu" ucap Nasha yang sudah mulai berkaca - kaca
"yasudah nanti ibu akan sampaikan ke abah agar nanti malam kita kirim do'a bersama untuk kesembuhan Mahira ya"
"iya bu, Kalau gitu Nasha pamit kekamar ya bu"
"iya nak, kamu sudah makan belum"
"belum bu, "
"yasudah kamu mandi dulu lalu makanlah sayang".ucap Ibu Azizah sambil mengusap kepala Nasha
"iya bu, yasudah kami pamit ya bu"
sesampainya di kamar Nasha duduk di sofa dan Zafran mengikutinya, duduk di samping Nasha
"sayang, udah jam 9 apa mau berangkat diniyah enggak" tanya Zafran
"enggaklah mas, udah telat" ucap Nasha sambil melepas jilbab
"kamu yang sabar ya, nanti kita doakan Mahira sama sama" ucap Zafran yang mengusap kepala Nasha dan mencium kening Nasha
"mas kok aku dicium" tanya Nasha kaget
"kamu kan istri mas, ada masalah"
"ya enggak si" ucap Nasha
"Sha, boleh mas peluk" dijawab anggukan oleh Nasha dan Zafran pun langsung memeluk Nasha dan mengusap kepala Nasha
__ADS_1
"terimakasih ya sayang, usah mau menjadi istri mas, mas sayang sama kamu" dan hanya dijawab anggukan oleh Nasha
"yaudah kita mandi dan sholat berjamaah ya"
"mas mandi aja dulu, aku haus mau ngambil air minum dulu" ucap Nasha sambil menatap mata Zafran
deg
"kok mas Zafran terlihat sangat tampan ya kau di pandangi dari deket seperti ini" batin Nasha
"kenapa, kok memandangi maa seperti itu, mas ganteng ya" ledek Zafran
"pede" jawab Nasha dan pergi ke dapur, setelah kembalinya Nasha ke kamar, Zafran sudah selesai mandi dan siap untuk Sholat
"maz maz, kok udah mau Sholat aja si, tungguin Nasha dong, Nasha mau jama'ah" ucap Nasha yang langsung masuk kamar mandi
"Sha Sha, kebiasaan banget si kamu ini, ngomong sambil pergi" batin Zafran sambil geleng geleng kepala
diasrama Afra kini Afra dan Ghina telah selesai Sholat Isya, mereka berdua menangis dalam do'a nya mengingat penyakit Mahira dan memohon kesembuhan sama Allah
dan Ibu Azizah sedang berbicara dengan Abah Labib
"Bah, tadi Zafran dan Nasha sudah pulang dari rumah sakit, dan Mahira terkena Lupus bah" ucap ibu Azizah
"Innalilahi Wa inna Ilahi Rojiun, yang benar bu" jawab abah
"iya bah benar"
"yasudah panggilkan Iskandar untuk memberi pengumuman menyegerakan Santri santri pulang, kita adakan do'a bersama"
pukul 22.00 WIB semua santri telah berkumpul di aula pesantren, Zafran, Nasha dan Ibu Azizah pun juga ikut, banyak santri bingung dan bersisik bisik
"ada apa ya, apa ada yang sakit, terus siapa ya yang sakit"
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barrakatu," ucap abah Labib
"Waalaikumussalam Warahmatullahi Wa Barrakatu" jawab para santri serempak
"anak anak abah semua, malam ini kalian dikumpulkan di aula karena kita akan berdo'a bersama, saudari kita bernama Humaira binti Marwan telah mengalami musibah, saat ini sedang dirawat di rumah sakit" abah Labib pun langsung berkomat kamit mengirmkan wasilah kepada Rasululullah, para alim ulama dan para guru yang sudah meninggal dan kini semua santri telah khusu' membaca do'a berupa ayat ayat Al-Qur'an dan Sholawat Tibbil Qulub
__ADS_1
disela sela membaca Sholawat, Nasha, Afra, Ghina nampak khusuk dan meneteskan air mata, berharap agar Mahira segera sembuh.