
setelah mencari kesana kemari akhirnya Nasha menemukan Rania yang sedang tidur dibawah pohon jambu dengan masih memakai mukenanya.
"Astaghfirullah, Rania bangun dek " ucap Nasha sambil menggerakan tubuh Rania. Rania pun terbangun dan kaget melihat Nasha di hadapannya, dan langsung duduk
"eh mb Nasha" ucap Rania sambil cengengesan dan mengucek kudua matanya
"kamu ngapain tidur disini"
"tempatnya sejuk bangt mbk, enak banget tempat ini buat tidur" Nasha pun yang mengetahui Rania belum selesai sholat Asharnya tadi langsung menyuruh Rania untuk mengulang sholatnya, dan karena terhitung tidak jama'ah Rania mendapat hukuman menyapu halaman pesantren
"hah nyapu, nyapu itu kayak mana ya mbk, Rania gak tau" ucap Rania yang kaget mendapat hukuman menyapu, karena selama dirumah dia tidak pernah melakukannya karena sudah ada mbk tukang sapu.
dengan sangat sabar Nasha mengajari Rania cara menyapu, sebenarnya Nasha juga sebel dan emosi dengan sikap dan tingkah laku Rania namun dia selalu ingat pesan Zafran kalau dia harus belajar terus tentang sabar.
"oh kayak gitu, sini mbk dah bisa aku gimpil" ucap Rania sambil memainkan jarinya dan Rania pun langsung mengambil sapu yang ada ditangan Nasha, dan langsung mengibaskan sapunya ke tanah
"Rania Rania bukan gitu, kalau kamu kibasin kayak gitu sampahnya nyebar kemana mana". ucap Nasha dan langsung mengambil sapu di tangan Rania dan mempraktekannya lagi
"namanya juga anak manja Sha, mana bisa dia nyapu" celoteh Ghina yang tiba - tiba datang, Rania yang dibilang anak manja tidak terima, dia langsung mengambil sapu ditangan Nasha dengan sigap dan menyapu halaman dengan benar.
"cuma nyapu aja aku bisa, kalau udah diajarin" batin Rania dengan melotot ke arah Ghina, Nasha yang melihat ekspresi Rania pun langsung memberi nasihat untuk Rania agar bersabar.
setelah dirasa Rania sudah bisa menyapu, Nasha pun masuk kedalam asrama dan bersiap siap akan mandi
"Sha kamu gak usah sabar sabar deh sama tu anak. ngelunjak entar" ucap Ghina penuh emosi
"insya Allah dengan sabar akan membuat Rania berubah menjadi lebih baik" ucap Nasha lembut, Ghina pun nampak kesal tapi ada benarnya juga yang diucap Nasha harus dengan kesabaran dan ketelatenan ngadepin anak kayak Rania.
sesudahnya menyapu Rania langsung masuk asrama mengambil baju gantinya untuk mandi
__ADS_1
"udah dek" tanya Nasha yang menghampiri Rania dan dijawab anggukan oleh Rania.
Ghina dan Mahira yang baru masuk asrama pun langsung berteriak mencari Rania
"Raniaaa" ucap Ghina yang diikuti Mahira dibelakangnya, pasalnya mereka habis dari koperasi membeli shampo untuk Mahira yang melewati Halaman pesantren putri melihat sampah yang di sapu Rania tidak dibuang hanya dikumpulkan membuat Ghina dan Mahira naik pitam, mungkin kalau badan Mahira sudah vit dia yang lebih ngoceh ngoceh, aji mumpung badanya belum vit jadi jarang ngomong.
"kenapa si Ghin, Ra" tanya Afra yang kaget melihat Ghina teriak kencang
"itu sampah kenapa gk dibuang kenapa masih ngumpul disana," tanya Mahira sambil nunjuk arah sampah yang disapu Rania tadi.
"kan perintahnya suruh nyapu gak suruh buang sampah, iya kan mb Nasha mb Afra" ucap Rania sambil melihat wajah Nasha dan Afra
"aduh, salah instruksi kita Fra" ucap Nasha pada Afra sambil nepuk jidat, Rania pun langsung keluar asrama untuk mandi
"Aataghfirullah, katanya axelarasi, tapi nyapu aja gak paham" jawab Afra dengan nada lemas.
"namanya juga anak manja, mana paham nyapu , pahamnya juga meni pedi shopee" ucap Mahira yang langsung berjalan mengambil air minum. Ghina hanya menggelengkan kepelanya sambil menaruh kedua tanganya dipinggang.
.
.
.
.
sementara Rania yang belum tau budaya mengantri saat mau mandi, sesampainya dikamar mandi langsung masuk aja begitu ada yang keluar dari kamar mandi.
"heh heh, ngantri mb, datang belakangan mandi belakangan juga" ucap amel yang sudah mengantri duluan dentan tatapan ekspresi galaknya. dengan rasa kesal Rania pun mundur dan ikut mengantri.
__ADS_1
"Fra, kok aku gk asing ya melihat wajah Rania" tanya Nasha pada Afra
"iya Sha aku juga gitu, tapi siapa ya orang yang mirip sama dia" jawab Afra bingung sambil memegangi serokan sampah.
π¦π¦π¦π¦
pada malam harinya Imtihan dipesantren di mulai, Rania yang baru masuk diajak Nasha ikut dikelas nya agar tau susana saat imtihan.
Rania tidak tau mengapa sejak pertama bertemu Nasha dia sudah nyaman, dan Nasha juga sabar dengannya, hal itu membuat Rania tidak berani melawan Nasha, selain Nasha Afra juga sabar dengan Rania tapi untuk masalah nyaman, Rania belum nyaman berteman dengan Afra begitu juga dengan Ghina dan Mahira yang dari awal sudah sipek dengan Rania.
"dek kamu ikut ke kelas mbk ya" ajak Nasha dengan menyodorkan baju seragam. Rania pun langsung mengangguk dan berganti pakaian.
saat di kelas, Rania hanya diam dan memperhatikan seisi ruangan tersebut mengerjakan soal, suara dikelas hening tidak ada yang berani berkutik atau bahkan ribut.
Rania yang dari tadi gelisah dan ingin Izin keluar dari kelas tapi tidak berani karena ustadzah yang mengawasi terlihat galak dan judes , membuat Rania takut duluan.
duuuuutt pret pret duuut suara kentut Rania yang dari tadi di tahan. semua santri yang ada dikelas itu langsung menengok kearah Rania dan menahan tawa. Rania pun malu dan langsung spontan berani iizn keluar, Nasha yang ada disampingnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Rania Rania, kok kamu kek aku dulu si" batin Nasha yang teringat kejadian serupa pernah dialaminya, dan parahnya teman temann satu kelasnya pada ketawa mendengar suara kentut Nasha.
"sial banget si gue, malu maluin deh bisa busanya kentut ditempat umum mana keras banget lagi" ucap Rania sambil mengelus elus perutnya yang dirasanya dari tadi tidak enak seperti kembung mual campur aduk. Rania pun langsung berjalan ke asramanya lalu tidur.
setelah imtihan selesai semua santri kembali ke asramanya masing masing, betapa kagetnya Ghina dan Mahira yang sampai duluan di asrama dan melihat Rania menggigil badannya panas, dengan cekatan Mahira dan Ghina mengompres kepala Rania.
"ni anak manja kalau lagi sakit kasian juga ya Ghin " ucap Mahira dan dijawab angggukan eh Ghina yang sedang memeras kain kompres
"gk tega liyatnya Ra, padahal tadi ngeselin banget ini anak, pengen aku tabok" jawab Ghina dengan memelas melihat keadaa Rania.
selamat sore gays, pada puasa gak nih, semoaga amal ibadah kita hari ini diteri Allah SWT ya, amiin
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak guys, jejak kalian penyemangat authorππ