
tak lama kemudian Nasha dan Afra datang secara barengan.
ceklek
"Assalamualaikum"
"Waalaikumusalam Warahmatullah" ucap Ghina dan Mahira
"loh, Rania kenapa" tanya Nasha yang kaget melihat Rania terbaring dengan kompresan dikepalanya, pasalnya tadi pas dikelas dia masih baik baik saja.
"badanya panas banget Sha" jawab Ghina dan Nasha langsung memegang kepala Rania
"Astaghfirullah panas banget, kamu kenapa dek, tadi masih sehat sehat saja" tanya Nasha pada Rania dengan ekspresi cemas.
"coba aku ambil obat penurun pasan dulu ya" ucap Afra yang mengambil obat di koperasi pondok.
Rania hanya diam dan menahan sakit, pasalnya memang dari dia berangkat kepesantren pagi tadi sudah merasa kurang enak badan, ditambah telat makan.
"mbk Ghina dan mbk Mahira meski dari awal jutek sama gue, tapi mereka baik, masih ada rasa empati sama gue dan mau merawat gue begitu tau gue sakit" batin Mahira sambil memandangi wajah Ghina dan Mahira yang judes.
tak lama kemudian Afra datang membawa obat dan menyurun Rania meminumnya.
sebelumnya Nasha sudah menyuapinya dengan nasi dan sayur sop yang Nasha masak tadi sore. setelah minum obat Nasha menyuruh Rania tidur kembali.
berulang kali Rania mencoba memejamkan matanya namun susah karena badannya yang terasa panas tidak nyaman untuknya tidur.
Mahira yang melihat Rania susah tidur, dengan telaten masih mengompresnya, padahal kondisi tubuhnya sendiri belum vit.
"Ra biar aku aja yang jagain Rania, kamu tidur gih, kamu sendiri belum sembuh total kan" ucap Ghina dan Mahira pun nurut karena dia merasa badanya juga pegal duduk lama - lama.
sepuluh menit kemudian Rania sudah tertidur
"Alhamdulillah tidur juga ni anak manja" ucap Ghina pada Nasha dan Afra.
"ning Afra, Nasha, kalian merasa familiar gk si sama wajah bocah manja ini" tanya Ghina dengan penasaran
__ADS_1
"iya Ghin. kita tadi juga membahas itu, tapi siapa ya Ghin" jawab Afra dengan masih mengingat ingat wajah familliar Rania.
"udah besok kita tanya ke Rania nya, sekarang kita tidur juga" ajak Nasha pada Ghina dan Afra dan mereka pun langsung mengambil tempat tidur masing masing.
keesokan subuhnnya, ketika Nasha bangun langsung mengecek suhu tubuh Rania dan panasnya sudah turun
"mb Nasha, udah subuh ya mb" tanya Rania terbangun karena merasa ada pegerakan di kepalanya
"iya Ran, kamau kalau belum enakan sholat subuh diasrama aja gak papa" ucap Nasha dengan lembut dan dijawa angukan oleh Rania.
setelah beberapa hari, badan Rania sudah kembali sehat, dan Mahira pun semakin membaik mendekati pulih.
"Rania bangun kita sholat subuh" ucap Mahira pada Rania yang tidur di depannya namun Rania hanya moletin badan.
"ni anak kebo banget si tidurnya" batin Mahira dan langsung bangun untuk mengambil Air wudhu.
sampai semua seisi asrama itu sudah wudhu dan siap ke mushola Rania juga belum bangun akhirnya karena Kesal Mahira menguyurnya dengan air
byuuur
"bangun Rania, ini dipesantren bukan dihotel ya, jama'ah" ucap Mahira dengan emosi, dan Ghina Afra juga Nasha hanya melongo melihat perbuatan Mahira yang sudah kesal pada Rania.
"bangun, waktunya jama'ah subuh" ucap Mahira dengan tegas.
dengan perasaan kesal Rania langsung berdiri dan mengambil air wudhu.
sepanjang perjalanan ke mushola Rania memasang wajah cemberut karena kesal dengan perlakuan Mahira pada dirinya.
"awas loe ya, gue bales" batin Rani pada Mahira. yang berjalan di depannya
seusai Sholat subuh semua kembali ke asrama, tapi Mahira masih sibuk mencari sendalnya yang hilang entah kemana dan dibantu oleh sisterlillah
"aku cari disana gak ada Ra" ucap Nasha sambil nunjuk arahnya
"disana juga gak ada" ucap Ghina
__ADS_1
"sama Ra, disana juga gk ada" ucap Afra
Mahira dan yang lainnya pun masih kebingunan, pasalnya belum pernah kejadian seperti ini, jika sandalnya gak ada pasti dipakai santri lain dan ditarok sembarang tempat. tapi ini dicari kesemua tempat ga ada
"jelas lah gak ketemu kan sandalnya gue lempar ke asrama putra, masak iya kalian mau masuk kesana" batin Rania penuh kemenangan karena kesal dengan Mahira.
"yaudah lah, nyeker aja yuk" ucap Mahira sambil mengajak teman temannya kembali ke asrama.
💦💦💦
"Rania, sebelumnya kita pernah ketemu gak si, kok wajah kamu familiar banget bagi kita" tanya Nasha
"kayaknya enggak deh mbk, soalnya dari kecil aku tinggal di Jakarta, baru sekarang ini aku ke Malang" jawab Rania sambil menggelengkan kepalanya
"apa kamu punya kembaran" tanya Afra dan dijawab gelengan oleh Rania
"aku gada kembaran mb" jawab Rania santuy
"yasudahlah lupakan saja. mungkin kita hanya kebetulan saja melihat orang yang mirip kamu" ucap Nasha
"oiya, nanti malam habis selesai haflah akhirusannah kita buka Pohon harapan kita ya sisterlillahku" ucap Afra dan dijawab anggukan antusias oleh ketiga sahabatnya. tapi tidak dengan Rania karena dia masiih bingung apa maksudnya pohon harapan itu.
"pohon harapan, oh mungkin ini kali ya yang mereka maksud" batin Rania sambil memandangi pohon harapan yang ada di dinding asrama Sisterlillah.
tiba malam harinya geng sisterlillah membuka dan membaca isi pohon harapan mereka satu sama lain. Rania yang melihat empat orang sahabat yang kompak dan saling menyayangi itu terbesit rasa isi di hatinya.
pasalnya Rania belum pernah memiliki sahabat seperti persahabat sisterlillah.
"betapa beruntungnya mereka, memiliki sahabat yang begitu menyayangi, sementara aku belum pernah memiliki persahabatan seperti itu" batin Rania dengan mengamati sisterlillah.
Nasha yang menyadari Rania hanya diam langsung memanggil Rania dan ikut bergabung. lagi lagi karena Nasha yang menyuruhnya, dia tidak bisa menolak. Rania pun langsung menghampiri sisterlillah dan duduk disamping Nasha
"kalian kenapa bikin ini mbk" tanya Rania sambil memperhatikan pohon harapan sisterlillah.
Nasha pun menceritakan alasan mereka mebuat pohon harapan itu dan dijawab anggukan oleh Rania dan semakin membuatnya iri.
__ADS_1
maaf guys kamarwen gak uploud🙏🙏
sehat selalu reader setiaku, selamat membaca, kira kira siapa ya sebenernya Rania ini?