Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
95. Akhir dari cerita


__ADS_3

setelah dirasa sudah mendapat jawaban, hari itu Ghina segera menyampaikan ke Fahmi mamanya dan juga Revan untuk memberikan jawaban atas Istikhorohnya .


"kak, Ma, aku sudah mendapatkan jawabannya".


"jadi siapa pemuda yang beruntung itu".


"dia kakak kelasku disekolah dulu ma".


"yasudah kamu sampaikan padanya" Ghina langsung mendial nomor Revan menyampaikan atas jawabanya dan meminta Revan melamarnya besok malam. Ghina menunda kepulangannya kepesantren dua hari lagi.


Revan yang mendapat kabar bahagia itu langsung menyampaikan ke mamanya dan mempersiapkan segala keperluan lamaran.


"mama bahagia Re, akhirnya kamu mau menikah juga" ucap Mama Revan sambil mengusap kepalannya.


"iya ma Revan juga bahagia"


Grup sisterlillah ๐Ÿ’Œ


Ghina ๐Ÿ’Œ gaes, besok aku lamaran, doain ya semoga lancar.


Nasha๐Ÿ’Œ pria malang mana yang mau sama kamu itu ๐Ÿ˜‚


Afra ๐Ÿ’Œkok mendadak, kamu paksa pria itu ya.


Mahira ๐Ÿ’Œ aunty dijodohin ya, atau aunty jebak uncle itu?


Ghina๐Ÿ’Œ apaan si kalian ini malah ngejek, receh tau gak wkwkwkwk


Btw aku malu


besok temenin aku ya. biar kalian tau siapa pria malang itu, dijamin kalian pasti kaget wkwkwk.


hari lamaran itu tiba semua sisterlillah hadir menemani Ghina kecuali Mahira karena baru melahirkan. acara berlancar dengan khusyuk dan kedua calon keluarga nampak bahagia. untuk pertama kalinya Ghina melihat mama papanya akur pasca bercerai. nampak terpancar kebahagiaan dari kedua orangtuanya ditambah kembalinya kakaknya yang dulu pernah hilang. Ghina merasa inilah kebahagiaaan yang dia inginkan selama ini. bisa melihat kedua orangtuanya akur dan bisa berkumpul bersama dengan kakaknya .


lima bulan berikutnya Ghina melaksanakan akad nikah semua sahabatnya datang bersama keluarga kecilnya. semua orang nampak bahagia begitu juga baby Al Ar Au yang selalu tampil menggemaskan.


"kita foto dulu foto dulu sisterlillah" ajak Nasha. awalnya mereka berfoto cuma berlima sisterlillah, lalu dengan semua para suami dan anak anaknya juga terakhir mereka foto per keluarga kecil.


"selamat ya Ghin, akhirnya ketemu jodohnya juga" ucap Nasha.


"cepet bikin momongan agar absen Baby A nambah" bisik Nasha ditelinga Ghina yang dikintilin Alif dalam gendongan Zafran.


"hahah tenang saja aman gaspol los doll" jawab Ghina terkekeh.


"selamat ya Aunty akhirnya runtuuh juga gelar lurah jomblo" bisik Mahira sambil menggendong baby Aulia.


"uhhh ponakan Aunty cantik banget sii. aunty gemesh" ucap Ghina sambil mencium baby Aulia.


"bikin dong tante yang kayak baby Au" jawab Mahira menirukan suara bayi. mereka berdua terkekeh.


"selamat ya Ghin akhirnya ada yang nemenin bobok" ucap Afra.


"selamat ya mb, temen boboknya bisa bergerak sekarang, buassss awas digigit" celetuk Rania keras membuat Ghina dan Revan saling tatap dan tertawa dengan ucapan Rania.

__ADS_1


satu minggu dari pernikahan Ghina dan sahabat sisterlillahnya juga masing masing keluarga kecilnya menjalankan Umroh bersama. ketika melaksanakan ibadah umroh semua beribadah dan berdo'a dengan khusyuk mengharapkan kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah rizki halal barokah dan anak solih solihah. ketika dijabal Rahmah Rania nampak bahagia terselip dalam hatinya dia menginginkan segera dipertemukan dengan jodohnya. hari hari pelaksanaan umroh berjalan lancar diakhiri diengan wisata ke negara Turky.



sekembalinya dari Umroh mereka berkumpul bersama untuk melaksanakan tasyakuran tiga bulanan kehamilan Nasha .


semua nampak bahagia hanya tinggal Rania yang belum menikah dan saat ini tugas dia mengasuh triple A. Alif Arumi Aulia.


"kasian banget kamu dek belum menikah anaknya sudah tiga" ledek Rizal yang duduk disamping Rania.


"beruntung kan aku kak, blm menikah anaknya sudah banyak" jawab Rania.


"beranak tanpa mengandung" imbuh Rania terkekeh.


"kamu ini dek anak kecil punya anak kecil" ucap Mahira. mereka kembali terkekeh


"om Fahmi sini" panggil Alif.


"iya Alif kenapa " Fahmi menghampiri Alif.


"mainan ini yuk".


"ayuk"


"aunty Lania ayuk" ajak Alif.


Fahmi Rania Alif dan Arumi bermain ular tangga. mainan simpel sepanjang masa.


prok prok


"tiga angka, yah yah turun" ucap Rania yang nampak kesal.


"Aunty kalah Alif menang yeee" Alif kegirangan.


saat ini Zafran kembali fokus bekerja megembangkan bisnisnya hingga kini sudah berkembang pesat sudah ada berbagai cabang dikota besar Zafran juga sudah bisa aktif menjadi dokter seperti dulu.


"anak abah, sehat sehat didalam perut umi ya. jangan nakal jagain uminya". ucap Zafran pamitan dan mengelus perut Nasha yang mulai terlihat buncit.


"abah abah ngomong sama adek ya" tanya Alif.


"iya, Alif mau ngomong sama adek juga" Alif mengangguk.


"mau bah,"


"abah adeknya cwe apa cowo".


"belum tau sayang adeknya belum lahir".


"sini mas Alif ngomong sama adeknya" Nasha duduk disofa dan Alif berdiri didepannya.


"adek cepet keluar nanti main sama mas dan mb Ar mb Au juga ya" ucap Alif.


"yasudah abah berangkat kerja dulu ya" Zafran mencium kening Nasha dan pipi Alif.

__ADS_1


"Assalamualaikum" pamit Zafran.


hoek hok hoek


"sayang kamu kenapa" tanya Revan pada Ghina yang sedang muntah muntah.


"gatau kak perutku mual banget ini" .


"kita kedokter ya" Ghina mengangguk.


"bagaimana dok, istri saya sakit apa". dokter tidak langsung menjawab malah tersenyum.


"selamat ya pak bu kalian akan jadi orangtua dijaga anak nya baik baik ya" ucapan Dokter membuat Revan dan Ghina haru bahagia.


"sayang kita akan jadi orangtua" ucap Revan dibalas anggukan oleh Ghina.


"sayang" ucap Imron.


"ya Abi".


"kita bikin adek buat Arumi yuk, Abi pengen punya anak yang banyak biar rame rumahnya".


"sayang, nanti kita bikin adek yang banyak buat baby Au ya" ucap Rizal.


"iya nanti ya kalau Baby Au sudah selesai ASI nya, kasian kalau sekarang"


untuk mengisi hari hari dan menjaga persahabatan mereka, sisterlillah menyibukan diri membuat usaha butik bersama yang dinamai Sisterlillah Butique yang kini sudah berjalan dua bulan. meski baru dua bulan namun sudah berkembang dikenal dikota tersebut dan mulai membuka cabang diberbagai kota.


"Ran nanti ada kak Fahmi kesini mau nganter barang tolong kamu cek ya, aku sama Mahira mau ngurus bahan di pabrik, Nasha dan ning Afra sedang belanja aksesoris" ucap Ghina.


"iya mb nanti aku cek" jawab Rania.


"yasudah kita pergi dulu" pamit Ghina.


tak lama dari kepergian Ghina dan Mahira, Fahmi datang dengan membawa barang pesenan Sisterlillah Butique.


"Asaalaamualaikum"


"Waalaikumussalam"


deg deg deg jantung Rania.


"duh kenapa hati gue deg degan si" batin Rania saat bertemu Fahmi.


"Ran ini barangnya" ucap Fahmi sambil nunjuk barang barang yang sedang diturunkan.


"oh iya pak" jawab Rania sambil senyum".


"Rania cantik juga kalau senyum gini" batin Fahmi.


Tamat___


terimakasih buat readers setiaku sudah setia membaca novelku selama ini. mohon maaf jika banyak kekurangannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2