
Kini Zafran dan Nasha sudah sampai rumah, setelah meletakan barang belanjaan ke kamar, Nasha langsung pamit ke Zafran untuk pergi ke asrama mengantar es buah yang di belinya tadi
"Assalamualaikum" ucap Nasha sambil membuka pintu asrama
"Waalaikumussalam" jawab Mahira dan Ghina
"nih, ku bawain es buah buat kalian" ucap Nasha sambil menyodorkan es buah 3 cup
"makasih ning Nasha" ucap Ghina menggoda
"tau aja kita lagi haus" ucap Mahira
"mana ning Afra" tanya Nasha sambil duduk di depan Mahira dan Ghina
"Tadi di ajak ibu Azizah ke koperasi"
"oalah" ucap Nasha sambil senderan disamping pintu
"Satu bulan lagi kita Akhirusannah, berarti bentar lagi kamu boyong dong Ghin" tanya Nasha sambil memainkan handel pintu
ucap anggukan Ghina yang sedang minum es
"yah sepi dong asrama kita, gak lengkap lagi dong sisterlillah"
"udah si gk papa, kita kan masih bisa komunikasi lewat handphone, kalau kalian kangen sama aku tinggal telfon aja" ucap Ghina
Nasha yang masih memainkan pintu di buka tutup tiba - tiba kaget ada suara teriakan dari luar
"Aw aw"
Nasha pun langsung membuka pintu
"Afra kamu kenapa" ucap Nasha bingung
"siapa si yang mainan pintu, aku kejedut ini"
" ha ha ha, aku" jawab Nasha
"kamu tu ngapain si Sha mainan pintu segala, ganggu orang mau masuk tau, untung kamu udah jadi ipar aku, kalau belum aku tonyor kepala kamu Sha" ucap Afra dengan kesal
"ha ha ha ya maaf si, namanya juga gk sengaja"
"aku sedih bentar lagi Ghina boyong" jawab Nasha yang kembali ke tempat duduk nya
"nanti kita bakal sepi dong, gak bisa bareng bareng lagi" ucap Nasha yang tiba tiba mengeluarkan air mata
"lah kok nangis, cengeng banget si ah" ucap Mahira
"udah ni usap ingusnya" ucap mahira sambil melempar lab tangan ke arah Nasha
__ADS_1
"mahira kamu kira aku kompor, ini kan lab kotor " ucap Nasha kesal.
"heheheh pis✌️" ucap Mahira sambil mengangkat dua jarinya
"Allah akbar Allah akbar" suara adzan berkumandang
"Sha kamu gak pulang, dicariin suamimu lo" ucap Afra
"enggak aku sudah pamit tadi, nanti malam aja aku pulangnya, lagian aku masih kangen sama kalian"
"eh, bagaimana kalau nanti kita bikin pohon impian" ucap Mahira
"pohon impian gimana si ra" jawab Nasha
"nanti aku jelasin, sekarang kita Sholat Maghrib dulu, Sha kamu kan lagi gak Sholat, kamu tolong ke koperasi gih beli ini" ucap Mahira sambil menyodorkan kertas yang berisi barang barang perlengkapan bahan untuk membuat pohon impian
"oke" jawab Nasha sambil mengambil selembar kertas dari Mahira
💦💦💦
15 menit kemudian Nasha sudah kembali ke asrama dengan membawa barang barang yang diminta Mahira
ada dabel tip, kertas warna, spidol warna, kertas karton dan gunting
setelah selesai ngaji diniyah, Nasha tidak langsung pulang, tapi dia ke asrama dulu untuk membuat pohon impian, tadi sebelum berangkat ngaji diniyah Nasha pergi ke ndalem, untuk menemui Zafran meminta izin untuk ke asrama dulu setelah pulang diniyah.
kini Nasha, Afra, Ghina, dan Mahira sudah berkumpul di asrama dan bersiap untuk membuat pohon impian
dan dijawab dengan anggukan oleh ketiga sahabatnya. mereka pun antusias dan bersemangat membuat pohon impian
Nasha bagian membuat pola, Afra, Ghina dan Mahira bagian memotong kertas untuk tempat menulis harapan
setelah pola bentuk pohon impian mereka jadi, mereka menempelkan pohon impian di dinding samping kaca lalu mereka menuliskan impian mereka masing masing. setelah menuliskan impian lalu mereka tempet disetiap ranting.
sesuai kesepakatan, tidak ada yang boleh membuka kalau belum satu bulan kedepan
"Nah akhirnya jadi, bagus juga ya ternyata pohon impian ini, kenapa gak dari dulu aja kita bikin beginian" tanya Nasha
"dulu belum kepikiran Sha" jawab Mahira
"yasudah aku pulang dulu ya, kasin suamiku menunggu lama" ucap Nasha
"cieeee, suamiku" ledek Afra
"hisss Assalamualaikum" Ucap Nasha dan langsunh pergi
sesampainya di ndalem Nasha bertemu ibu Azizah,
"dah pulang Sha"
__ADS_1
"sudah ibu" jawab Nasha sambil mencium tangan ibu Azizah
"Nasha ke kamar dulu ya bu" ucap Nasha meninggalkan mertuanya
sesampainya di kamar Nasha tidak mendapati suaminya
"kemana perginya maz Zafran ya" ucap Nasha sambil celingukan mencari Zafran
tiba tiba terdengar suara orang mengaji di balkon kamar, Nasha pun menghampiri, setelah dia tau kalau yang mengaji Zafran dia pun berdiri di belakang Zafran dan sambil mendengarkan suara merdu Zafran yang sedang membaca Al-Qur'an dengan nada Sikkah, Nasha pun mendengarnya sampai Zafran selesai
"loh, sayang kamu sejak kapan disini" ucap Zafran kaget ketika membalikan badan yang niatnya mau masuk kekamar ternyata ada Nasha di belakangnya
"sejak mas mulai baca Qiro'ah" ucap Nasha yang berjalan menghampiri Zafran
"mas ternyata dibalkon sini adem ya"
"iya sayang, dan ini tempat favorit mas untuk berlatih Qori'"
"oiya, sudah selesai kamu sama temen temenmu bikin pohon impian sayang" tanya Zafran sambil memandangi wajah Nasha yang sedang menghirup udara malam
Nasha pun hanya mengangguk sambil memejamkan mata menghirup udara malam.
"terus Nasha nulis apa di pohon impian itu"
"Nasha nulis supaya Nasha segera Khatam, agar bisa menjadi istri mas Zafran seutuhnya" Nasha keceplosan dan langsung menutup mulutnya, dan langsung masuk ke kamarnya, Zafran pun langsung mengikuti Nasha
"sayang coba ulangi lagi tadi ngomong apa" goda Zafran
"ih mz apaan si" ucap Nasha kesal dan duduk di sofa
Zafran pun ikut duduk di sofa dan menggoda Nasha
"apa tadi, kamu ngomong apa, apa yang kamu tulis di pohon impian" ucap Zafran sambil senyum
"bukan apa apa ih" ucap Nasha kesal
Zafran pun langsung memegang kepala Nasha
"Sayang, bagaimana kalau kita buat pohon impian kita sendiri" ucap Zafran sambil mengusap kepala Nasha
"buat apa" tanya Nasha bingung
"ya buat kita, agar kita bisa fokus dengan impian kita"
"boleh juga Mas, tapi planing untuk jangka waktunya satu - tiga tahun ya maz"
Nasha dan Zafran pun membuat pohon impian hingga akhirnya keduanya tertidur dilantai
tinggalkan like klmen vote ya guys heheheh
__ADS_1
pohon impian sisterlillah