
sebelum para santri membeli oleh oleh mereka dan keluarga ndalem atau keluarga Kyai Abah Labib mampir ke ndalem atau pondok milik besannya tepatnya milik orangtua gus Imron. yang berada tak jauh dari makam Gusdur, disana mereka sowan dengan Kyai Ghofur. setelah selesai sowan para santri di persilahkan untuk mencari oleh - oleh.
"dek, mau cari oleh-oleh disini enggak. kalau mau ayok mas temenin" tanya Zafran pada Nasha, Nasha dengan sangat gembira langsung menganggukan kepalanya
"mas tapi kita akhiran aja ya jalannya, biar gk dilihat para santri, adek malu" jawab Nasha bisik bisik
"iya sayang iya, mas paham itu kamu pasti malu kalau para santri tau kita sedang uwu uwu an" jawab Zafran sambil ketawa.
"gitu ya mas kamu sekarang mentang - mentang udah punya istri, adeknya dilupain, dulu aja belum punya istri kemana mana ngintilin Afra" ucap Afra yang tiba - tiba nongol bersama Imron
"yalah dek, kamu kan sudah ada yang ngintilin juga, bisa bisa mas di smackdown suami kamu kalau masih ngintilin kamu" ucap Zafran sambil senyum
"yaudah ayok kita jalan, cari sesuatu yang uwwu" ucap Imron dan dianggukan oleh Afra, Zsfran juga Nasha
kini Nasha, Zafran, Afra dan Imron mampir di sebuah toko yang menjual pernak pernik ala Gusdur, mulai dari peci sampai kaos yang bergambarkan Gusdur.
"mas mas coba deh kalian berdua kapelan pakek kaos ini" ucap Nasha pada Zafran dan Imron yang berdiri sebelahan dan menunjukan kaos berwarna hitam, berlengan panjang bergambarkan wajah Gusdur.
"iya nih bagus, biar keliat akur gitu persahabatan kalian" timpal Afra
"siapa bilang kita bersahabat," jawab Zafran dan membuat Nasha, Afra dan Imron melongo
"orang saya ini iparnya Imron" jawab Zafran dan membuat Nasha Afra dan Imron ketawa
"boleh deh ambil ini, kita couopelan ya mamas ipar" ucap Imron sambil ngeledek Zafran..
setelah selesai mencari oleh -oleh mereka melanjutkan perjalanan ke parkiran bus untuk pindah ke lokasi selanjutnya, sepanjang perjalanan menuju parkiran kedua pasutri (pasangan suami istri) ini bergandengan tangan dengan sangat uwu, ada beberapa santri yang memergoki dan ketawa ketiwi melihat gus dan ning nya bergandengan dengan pasangannya masing - masing.
"pasangan serasi"
"so sweet ya"
ucap para santri yang senang melihat pasutri dua ini, padahal cuma gandengan tangan tapi bagi santri itu sudah sangat uwu.
sesampainya parkiran Nasha langsung melepas genggaman tangan Zafran.
"kenapa dilepas sayang" tanya Zafran dengan bingung
"malu mas, di depan banyak santri tu, nanti mereka pengen lagi kan bahaya" ucap Nasha dan langsung mengambil posisi berjalan dibelakang Zafran
"ya biarin aja, kalau mereka pengen suruh aja nikah, gitu aja repot dek" jawab Zafran dengan menggelengkan kepalanya karena gemash melihat tingkah istrinya
__ADS_1
"Fra, kamu gk malu gandengan sama suamimu di depan para santri" tanya Zafran pada Afra
"kenapa malu, malah seneng" jawab Afra sambil senyum dan mempererat genggamannya
"sayang tuh Afra aja gk malu. yuk yuk gandengan lagi" pinta Zafran pada Nasha
"gak mas gak adek malu" jawab Nasha dan memasukan keduan tangannya kedalam kantong baju, membuat Zafran geleng geleng dan ketawa Afra juga Imron ikut ketawa
Nasha pun langsung lari berjalan didepan Zafran dengan Posisi tangan masih didalam kantong bajunya. dan Zafran berjalan dibelakang Nasha dengan membawa satu kantong plastik oleh - oleh.
setelah dirasa semua siap, sudah masuk bis, perjalanan pun dilanjutkan kembali.
didalam mobil Nasha tidur bersender dibahu Zafran, Zafran yang melihat nya gemas.
💦💦💦💦
Ziarah ke makam makam wali sudah banyak yang mereka datangi, saat ini mereka sedang berada di makam Sunan Muria yang berada di jawa tengah. untuk bisa kemakamnya harus menaiki anak tangga yang banyak. banyak juga yang nemilih jalur alternatif dengan menngunakan jasa ojek
"mas kita jalan aja ya. adek pengen jalan" ucap Nasha .
"kamu yakin mau jalan, anak tangganya banyak loh" jawab Zafran
"bisaan, yaudah ayok" ucap Zafran dan langsung melingkarkan tangannya ke pinggang tanda Meminta menggandeng Nasha, Nasha pun dengan senang hati langsung memasukan tangannya ke lingkaran tangan Zafran.
"gimana masih kuat gk" tanya Zafran
"masih dong mas" jawab Nasha dengan semangat
"Sha Maz, istirahat dulu si, Afra lelah" ucap Afra dengan ngos ngosan
"mas kita berhenti dulu" ajak Nasha dan mereka langsung duduk
"dek kamu kok lemah si, biasanya juga paling semangat naik ke Makam Muria" tanya Zafran
"gak tau maz, sekarang Afra gampang banget lelah" jawab Afra
"gak hanya gampang lelah, tapi juga gampang marah, sensian" imbuh Imron
plak
Afra memukul lengan Imron
__ADS_1
"ya iyakan sayang. dikit dikit capek, dikit dikit ngambek, sampe bingung mas ini nanganin nagambek kamu" ucap Imron
"udah deh, dari pada ngomel sini deh mas tolong pijitin kaki Afra" ucap Afra sambil mengangkat tangan Imron meletakanya di kaki Afra
"capek banget ya Fra" tanya Nasha dijawab anggukan Afra
"kita naik ojek aja yuk yang, gk tega mas liyat kamu kecapean" ajak Imron
"iya dek kalian ngojek aja ya" imbuh Zafran
"gak mauk mas, rasanya gk Afdhol kalau naik gojek" jawab Afra dengan cemberut
"kamu kenapa sayang ngeliatin mas kayak gitu, mau dipijit juga" tanya Zafran pada Nasha dan dijawab gelengan kepala sama Nasha
"terus, kenapa senyum senyum, mas ganteng ya" ucap Zafran dengan PD
"mau itu heheheh" jawab Nasha dengan nunjuk sebuah tas di toko depan mereka istirahat
"kirain yang yang, yaudah sana beli" ucap Zafran dengan membuang nafas sembarangan
Nasha pun langsung berdiri dengan girang dan langsung membeli tas yang diinginkannya
"warnanya bagus yang mana mas" tanya Nasha pada Zafran yang berada disampingnya
"yang coklat aja kalem kayak kamu" jawab Zafran dan membuat pipi Nasha merah
"Zafran yang melihat pipi Nasha merah merasa senang karena Nasha terlihat tambah imut gemeshin.
"Afra mau gak kita kapelan" tanya Nasha pada Afra yang masih duduk dengan dipijit Imron
"mau, aku yang maroon ya Sha" jawab Afra
setelah selesai membeli tas dan acara pijit memijit Afra selesai, mereka melanjutkan perjalanan naik keatas lagi dengan bergandengan tangan.
"udah matanya gak usah jelalatan, nanti aja kalau mau beli beli pas pulangnya" ucap Zafran pada Nasha
"jelalatan sama barang barang yang dijual gk papa maz, dari pada jelalatan sama pedagangnya" jawab Nasha santai dan membuat Zafran mengeluarkan tatapan tajamnya..
"hahahaa becanda kali maz" jawab Nasha dengan ketawa dan Zafran semakin mempererat gengaman tangannya pada Nasha.
Happy reading guys. . . .
__ADS_1