Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
72. Wisuda Nasha


__ADS_3

Sekarang Nasha sudah menyelesaikan hafalan Qur'annya dan besok dia akan melaksanakan wisuda Hafidzoh. namun hatinya sangat sedih disaat wisuda tidak ada sang suami yang selama ini selalu menyuport dan juga menerima setoran hafalannya.


"mz, lusa Nasha wisuda, andaikan mz Zafran ada disini pasti mz juga merasakan kebahagiaan apa yang Nasha rasakan" batin Nasha sambil menyusui baby Alif.


"cuma kamu sekarang kekuatan Umi nak, temani umi ya nak" ucap Nasha sambil mengusap kepala Alif dan menciuminya.


"umi, umi tok tanis, umi tatit ya" (umi, umi kok nangis, umi sakit ya" ucap Alif yang melihat air mata Nasha terjatuh.


"enggak sayang, umi hanya rindu sama abah"


"abah keljanya jauh ya umi, abah tapan pulang umi".


"iya, abah kerjanya jauh, pulangnya belum bisa dipastikan sayang, Alif doakan saja ya, Abah cepat pulang".


Nasha selalu mengatakan kepada Alif bahwa Zafran pergi jauh untuk kerja dan akan pulang membawa uang yang banyak untuk biaya sekolah Alif kelak. Dia tidak mengatakan Zafran meninggal karena dia yakin Zafran masih hidup.


"sayang kita bobok ya, besok Alif temani umi wisuda ya".


"tiyap umi, betok Alif temani Umi, betok Alif patek baju sepelti abah itu ya Mi".


Alif menunjuk sebuah foto Zafran didinding yang memakai sarung baju koko dan sorban, tak lupa peci berwarna putih.


"iya sayang, besok Alif pakai baju seperti punya abah itu. dah sini peluk umi kita tidur".


Alif memeluk Nasha dan tak lama Alif tidur Nasha masih mengusap usap kepala Alif.


"Terimakasih ya Allah engkau telah menghadirkan Alif dihidupku, dia kekuatanku. terimakasih sayang selalu ada untuk Umi" ucap Nasha dan mencium kening Alif lalu ikut tidur dengan posisi memeluk Alif.


Adzan subuh telah membangunkan Nasha dari tidurnya, dia pun segera bersih bersih badan dan bersiap siap Sholat.


"umi, umi mau tolat ya"


"iya sayang, sudah bangun putra umi".


"umi Alif mau ikut umi tolat ya".


"iya sayang ayok wudhu dulu yuk".

__ADS_1


setelah mengantar Alif berwudhu Nasha dan Alif pun langsung melaksanakan Sholat subuh.


"talim umi" ucap Alif sesudah selesai Sholat dan Nasha menerim uluran tangan Alif dan menciumi pipi Alif.


"Umi, Alif mau sepelti abah dan umi, Alif mau apal Qul'an tuga tadi utad sepelti abah umi".


"kalau Alif mau hafal Qur'an dan jadi ustadz seperti Abah, Alif ngajinya harus semangat, harus bener bener ya".


"iya umi".


"yasudah kita mandi yuk".


setelah selesai mandi Alif ikut dengan Rizal juga Imron yang membawa Arumi, kebetulan Rizal dan Mahira sudah datang dari jam 07.00 sedangkan Nasha sedang bersiap siap untuk wisuda bil ghoib nya yang ditemani Mahira yang sedang hamil tua juga Ghina.


"Masya Allah iparku cantik sekali" ucap Afra yang baru masuk kekamar Nasha


"makasih adik ipar" jawab Nasha dengan senyuman.


"sebentar lagi acara dimulai, Wisuda bil ghoib tampil duluan ya Sha, dan aku pamit duluan ya sisterlillahku semua, maklum jadi orang penting hari ini" ucap Ghina disambut anggukan dan ketawa oleh sahabat sahabatnya dan dia langsung kelokasi wisuda duluan karena Ghina salah satu panitia penting diacara ini.


saat Nasha diatas panggung dia teringat akan perjuangannya menjadi santri, hingga menikah dengan Zafran. semua kenangan dipesantren lewat difikiran Nasha tapi tidak menggoyahkan konsentrasinya, dia hanya menampakan mata yang berkaca kaca.


"itu Nasha menantu saya"


"oalah, maaf kyai, saya kira masih santri gadis, mau tak jodohin sama ponakan saya ini kyai" ucap kyai Harun sambil menunjuk Fahmi keponakan Kyai Harun yang saat ini menemaninya, karena supir Kyai Harun sedang sakit jadi Fahmi yang mengantar dan menemani Kyai Harun.


"tidak apa apa kyai Harun, memang Nasha ini usianya masih muda dan kebetulan pawakannya kecil, jadi gak heran kalau dikira masih gadis, padahal sudah anak satu" balas abah Labib yang tidak mau kalau Kyai Harus merasa tidak enak dengan beliau. Kyai Harun pun hanya mengangguk paham.


"Mi Fahmi, dari santri santrinya Kyai Labib ini ada gak yang kamu sukai, kalau ada langsung tak lamarin, pumpung masih disini"


"pakde apa to" jawab Fahmi sambil senyum


"umi umi" ucap Alif yang melihat Nasha diatas panggung, membuat abah Labib yang mendengarnya langsung menoleh kearah Alif dan melambaikan tangan menyuruh Rizal untuk membawa Alif kepada beliau.


"iya bah ada yang bisa saya bantu" ucap Rizal saat menghampiri abah Labib.


"bawa sini Alif Zal, biar dia bisa melihat Uminya lebih dekat".

__ADS_1


Rizalpun langsung memberikan Alif pada Abah Labib. dan Rizal duduk dibelakang Abah Labib sesuai perintah Abah Labib.


"Alif duduk sini sama mbah kakung biar bisa melihat Umi dengan jelas".


Alif pun yang duduk dipangkuan Abah Labib cukup tenang tidak rewel. sesekali dia memanggil manggil Uminya.


"kok sepertinya saya tidak asing dengan anak ini, tapi dia siapa dan pernah ketemu dimana saya dengannya".


batin Fahmi yang merasa tidak asing dengan Alif, dan dia pun mengingat ingat tentang Alif, tapi sampai Nasha turun dari panggung Fahmi belum juga menemukan hasil dari pikirannya dan hal itu membuat dia kesal.


Alif yang melihat Uminya turun dari panggung langsung turun dari pangkuan Abah Labib.


"mbh kakung, Alif mau tama Umi ya" setelah mendapat anggukan dari Abah Labib Alif langsung berlari mendekati Nasha.


"Umi Umi" ucap Alif yang berlari sambil membuka kedua tangannya, Nasha yang melihat putranya memanggil dan berlari mendekatinya, dia langsung membuka tangannya dan menggendong Alif.


"Umi utah celesai wisuta nya kan".


"iya sayang umi sudah selesai wisudanya".


tanpa aba aba Alif langsung mencium pipi Nasha dan banyak pasang mata yang memperhatikan kejadian itu. mereka yang melihat merasa terharu.


"andaikan kamu disini maz, kebahagiaan ini pasti terasa lengkap".


batin Nasha sambil memandangi wajah menggemaskan nya Alif, lalu Nasha membawa Alif masuk kerumah.


Fahmi yang masih berada ditempat duduknya masih mengingat ngingat wajah Alif, siapa dan dimana dia pernah bertemu dengan Alif. dan akhirnya setelah lama berfikir dan banyak banyakin Istighafar dan Sholawat akhirnya Fahmi teringat sesuatu.


hayyo tebak kira kira Fahmi teringat apa yaaa


Alif yang sekarang berusia dua tahun, menggemaskan dan nurut sekali dengan Umi, eyang dan mbahnya. salam sayang dari Alif Abrizam😘😘



Hay readers setiaku, jangan lupa untuk like komen dan vote nya ya.


J***angan lupa juga mampir ke Novelku yang berjudul Biandra ya.

__ADS_1


Terimakasih atas segala suportnya readersku, salam sayang dari Author. ♥️♥️♥️***


__ADS_2