Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
81. Jeduar


__ADS_3

Pagi itu Nasha, Afra, Ghina dan Rania Sholat subuh berjamaah dengan Afra yang menjadi imamnya, seusai Sholat mereka berdo'a dan berdzikir mohon petunjuk dan kemudahan untuk dipertemukan dengan Zafran, orang yang selama ini sudah dianggap mati, namun tetap dianggap masih hidup oleh Nasha. setiap hari Nasha berdo'a berdzikir dan bersholawat agar dipertemukan kembali dengan sang suami. Meski sudah tiga tahun belum juga terjawab doanya, Nasha tidak putus asa.


pagi hari pukul tujuh Rizal sudah sampai ke Bogor untuk membantu pencarian Zafran. sedangkan Imron yang masih diluar negru hanya memantau dan mengerahkan orang suruhannya untuk membantu Rizal dan Nasha.


"Assalamualaikum" ucap Rizal yang baru sampai di Vila yang dihuni Nasha dan rombongan.


"Waalaikumussalam bang" jawab Rania sambil mencium punggung tangan Rizal.


"dimana mbk Nasha dek"


"ada di dalam bang, ayok masuk" ajak Rania dan Rizal langsung masuk menemui Nasha.


"Asaalamualaikum mbk"


"Waalaikumussalam Dokter Rizal"


"jadi bagaiamana ceritanya" tanya Rizal dan Nasha menceritakan kejadian dari awal. setelah Rizal faham Rizal menghubungi orang suruhan Imron untuk berpencar mencari Zafran.


mereka semua mencari Zafran dikota itu dengan segera. Nasha bersama teman temannya juga Rizal kembali mengunjungi tempat dimana Alif bertemu Zafran. tapi dua jam mereka mencari tidak juga menemukan tanda tanda Zafran ada ditempat itu. tapi Nasha tidak putus asa, dia yakin akan bisa menemukan Zafran.


"sepertinya Zafran tidak ada disini mbk" ucap Rizal pada Nasha.


"Umi umi kita mencari siapa mi" tanya Alif yang masih dalam gendongan Nasha.


"kita mencari om yang ditemuin Alif kemaren sayang". jawab Nasha sambil mengusap kepala Alif


"horee, Alif ketemu om kemaren lagi, Alif suka sama om itu mi, om itu ganteng kayak abah mi".


Nasha yang mendengar ucapan Alif tak kuasa menahan air matanya "semoga orang itu benar Abahmu Sayang".


"kemaren Alif ketemunya disebelah mana" tanya Nasha


"disini mi" Alif nunjuk tempatnya Nasha berdiri.


"aduh kebelet pipis lagi" batin Rania sambil nahan pipis.


"ya Hallo, ok baik" ucap Rizal yang mendapat telphon dari orang suruhan Imron.


"mbk orang suruhan Imron sudah menemukan Zafran, ayok kita kesana". ucap Rizal dengan wajah serius.

__ADS_1


"kamu yakin dok" Rizal mengangguk .


",tunggu" teriak Rania sambil memajukan tangannya tanda menahan untuk bergerak.


"kenapa dek" jawab Rizal


"Rania belet pipis maz, bisa tungguin sebentar gak. gak tahan ini" pinta Rania dengan ekspresi tidak karuan membuat Nasha ketawa.


"yaudah sana pipis dulu kita tunggu dimobil ya" ucap Afra. Rania mengangguk dan berlari menuju toileet umum.


"mz, semoga itu benar kamu mz, Nasha rindu mz" ucap Nasha dalam hati sepanjang perjalanan menuju lokasi yang dimaksud orang suruhan Imron yang tidak jauh dari keberadannya sekarang.


disuatu tempat gedung tinggi dan mewah yang diyakini tempat pengobatan alternatif terlihatlah Fahmi seorang diri masuk ke dalam gedung. "itu seperti pak Fahmi, ngapain beliau disini" batin Nasha.


dengan segera Nasha masuk menuju keberasaan Zafran dengan menggendong Alif, dengan perasaan haru bahagia dan penuh harap Nasha berjalan sambil berlari kecil.


"mb hati hati jangan lari lari nanti kamu jatuh" ucap Afra yang hawatir dengan Nasha.


"iya Fra" Nasha kembali mempelankan langkahnya.


"dimana" tanya Rizal pada orang suruhan Imron.


"diruangan sana pk, mari saya antar" ucap orang itu sambil nunjuk kearah kanan dan berjalan menuju ruangan diikuti Rizal, Nasha juga yang lain.


sesampainya diruang terapi Nasha melihat pemandangan bahagia karena benar ada Zafran didalamnya, namun juga ada rasa sedih yang menyelimuti hatinya.


.... πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Zafran pagi ini ada jadwal terapi. entah kenapa hari ini dia sangat bahagia dan semangat untuk melakukan terapi. ada sepercik harapan dihatinya untuk segera bertemu keluarganya, terutama istri dan anaknya yang sangat dirindukan.


Zafran ditemani Aisyah menjalani terapi sampai selesai.


"coba pk Arya berjalan tanpa menggunakan penyangga" ucap dokter yang mendampingi Arya/Zafran. Zafran pun mengangguk dan melakukan perintah sang dokter. baru mendapat tiga langkah Zafran terjatuh dan segera ditangkap oleh Aisyah yang berada dibelakang Zafran, dan bertemulah mata Aisyah dengan mata Zafran.


"aduh kenapa hati gue berdebar debar saat menatap mz Arya seperti ini" batin Aisyah yang merasakan ada yang aneh dengan hati nya.


,. πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


"benarkah itu mz Zaf, yang aku tau mz Zaf paling anti menyentuh perempuan bukan mahromnya, tapi kenapa dia memeluk perempuan lain, siapa perempuan itu" batin Afra yang masih bertanya tanya dalam hatinya dengan apa yang dilihatnya saat ini.

__ADS_1


"mz Zaf" ucap Nasha lirih dan tanpa terasa air matanya terjatuh. sakit rasanya setelah lama menanti kedatangan sang suami yang tak kunjung bertemu, giliran ketemu Nasha melihat sang suami berpelukan dengan perempuan lain.


"benerkah itu kamu mz" ucap Nasha lirih namun masih didengar oleh Afra.


"umi tenapa nangis umi" ucap Alif dalam gendongan Nasha, dengan penuh kasih sayang Alif mengusap air mata Nasha lalu memeluknya dengan erat.


"umi jangan nangis ya, ada Alif disini yang akan jagain umi, Alif kan budigadnya umi" bisik Alif pelan ditelinga Nasha. Nasha tersenyum kecil mendengar celoteh Alif.


"umi, itukan om om yang kemaren ketemu mz Al" ucap Arumi pada Afra menunjuk arah Zafran.


"omnya pelukan, kaya umi dan abi, itu pasti istrinya om ganteng itu ya umi" celoteh Arumi dan membuat Nasha juga berfikir seperti itu.


"benarkah mz kamu sudah menikah lagi, perempuan itu sama dengan perempuan yang dulu bersamamu, mendorong kursi rodamu mz" batin Nasha yang masih bergumam sendiri dalam hatinya.


semua hanya dia memantung melihat adegan Zafran dan Aisyah berpelukan hingga ada suara dekheman dari sang dokter.


"ekheem"..


"eh maaf mz" ucap Aisyah Zafran mengangguk.


"bisa kita lanjutkan lagi pak" ucap sang dokter dan mendapat anggukan oleh Zafran.


baru beberapa langkah Zafran terjatuh lagi dan kini tubuhnya jatuh menindih tubuh Aisyah.


JEDUARRRRRR..


hati Nasha rasanya tersambar petir, entah karena cemburu atau karena kasihan melihat kondisi Zafran. Nasha pun menundukan kepala dengan perlahan mengusap air mata, menepis segala keraguan dihatinya, dia meyakinkan diri bahwa Zafran masih setia dengannya dan perempuan itu pasti hanya menolong Zafran.


"mbk, apa kita masuk sekarang" tanya Rizal pada Nasha.


"nanti dulu dok, tunggu saja sampai mz Zaf selesai" ucap Nasha lalu menundukan kepalanya lagi.


"Nasha" ucap seseorang memanggil Nasha dan membuat Nasha memandang kearah sumber suara.


hayyo tebak siapa yang manggil nama Nasha lur


maaf ya lur baru bisa up karena


ada banyak kendala

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya lur


dan terimaksih atas suportnya melalui like komen vote dan lainuaπŸ™πŸ™


__ADS_2