Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
91. Bisa jalan lagi


__ADS_3

Sore harinya Nasha mama dan bi Narsih sibuk didapur membuat Tumpeng Nasi Kuning dan memasak berbagai olahan, sedangkan Alif asyik bermain dikolam renang bersama papa dan Zafran duduk dikursi santai pinggir kolam menemani Alif dan papa sambil memeriksa dan mempelajari email yang dikirim Silvi terkait Urusan kantor.



"Alif itu handphone opa bunyi, opa angkat telpon dulu, Alif duduk manis disini ya" Papa Nasha mendudukan Alif dipinggiran kolam.


"oke opa" jawab Alif sambil mengacungkan jempol.


"Fran liatin Alif dulu ya papa angkat telphon dulu" ucap pap lalu berjalan agak menjauh dari keberadaan Zafran.


"iya pa" Zafran meletak handphone ke meja lalu memperhatikan Alif.


plak


Zafran menengok kearah kaki lalu memukul nyamuk di kakinya.


Jebbbbuuurrrrrr


suara orang terjuan ke kolam.


"abah abah" teriak Alif.


baru sebentar Zafran memalingkan pandanganya dari Alif, kini Alif sudah terjebur ke kolam. Zafran yang melihat anaknya mulai tenggalam dengan meneriakinya reflek langsung berlari sambil berteriak.


"Aliiiiif"


Jebbbbbbbbbuuuuuuur


Zafran masuk kekolam untuk menolong Alif, papa yang sedang telfonan mendengar Suara Zafran memanggil Alif reflek langsung menoleh kebelakang, sedangkan didalam dapur Nasha dan mama juga mendengar suara Zafran memanggil nama Alif diikuti dengan suara orang terjun ke kolam langsung berlari ke arah kolam renang.


"Astaghfirullah Alif Zafran" ucap papa langsung melempar handphonnya kesembarang tempat dan berlari mendekati Zafran untuk memberi bantuan.


sedangkan Nasha dan mama langkahnya terhenti didepan pintu melihat Zafran menggendong Alif didalam kolam, kolam renang itu untuk ukuran tinggi Zafran hanya sepusar.


dengan mata melotot dan mulut ternganga dua wanita itu masih belum bisa bergerak.


"ya Allah Zafran ini tadi Alif kenapa" tanya papa saat Zafran sudah meletakan Alif dipinggiran kolam.


"maaf pa tadi Zafran tinggal memukul nyamuk sebentar tiba tiba Alif sudah ada didalam kolam" papa langsung melipatkan kedua tangannya diatas dada Alif untuk memompa.


"Alif gak bangun bangun pa, biar Zafran kasih nafas buatan" papa mengangguk.


",Nasha mama tolong ambilkan handuk untuk Alif dan Zafran" teriakan papa membuyarkan keplongoan Nasha dan mamanya. reflek dua wanita itu langsung menyamber handuk yang ada dikursi.


"mz Alif kenapa, kenapa bisa tenggelam" ucap Nasha yang sudah berderai air mata. Zafran tidak juga menjawab karena masih memberi nafas buatan. 3 detik kemudian Alif terbangun dan memuntahkan air.


"Alif ya Allah nak" ucap Nasha sambil memeluk Alif.

__ADS_1


"maafkan mas Sha ma pa, tadi Zafran oleng sebentar ngawasin Alif" semua mengangguk.


"mz, kamu bisa berdiri? kamu berjalan tanpa penyangga?" tanya papa yang baru menyadari.


Nasha mama dan Zafran memperhatikan kakinya.


"Alhamdulillah" ucap mereka berempat secara bersamaan, Nasha langsung memeluk Zafran yang tengah duduk disampingnya.


mama dan papa nampak bahagia melihat Anak dan menantunya berpelukan.


"sudah dulu pelukannya, ayo handukan dan ganti baju" ucap mama.


"Alif berenangnya udah dulu ya nak" ucap mama.


"iya Oma".


Zafran langsung berdiri namun beberapa langkah dia merasa kakinya kram.


"aw" ucap Zafran sambil menahan sakit dan memegangi pahanya.


"kenapa mz".


"kram Sha".


"duduk dulu mas" ucap papa lalu menggandeng Zafran untuk duduk dikursi.


tiga puluh menit kemudian dokter datang Zafran kini sudah berganti pakaian dan duduk disofa ruang keluarga.


"Assalamualaikum, selamat sore dokter Zafran" ucap dokter Martin dengan menenteng tas kerjanya.


"waalaikumussalam, sore dokter Martin" jawab Zafran.


"maaf ya saya periksa" Zafran mengangguk.


"apa masih kram?"".


"sudah tidak dok".


"coba gerakan kakinya memutar arah jarum jam" Zafran dengan sigap melakukan itu.


"coba berdiri" Zafran langsung berdiri.


"Alhamdulillah semua normal, rasa kram tadi hanya kram biasa, selamat yah dokter Zafran sudah bisa jalan lagi" ucap sang dokter.


"apa dok, suami saya sudah bisa jalan lagi, jalan normal seperti dulu lagi dok" tanya Nasha dokter Martin mengangguk.


"Alhamdulilalh" ucap Nasha mama papa dan bi Narsih bersamaan.

__ADS_1


"umi umi kenapa kok pada Alhamdulillah" ucap Alif.


"abah sudah bisa jalan nak" jawab Nasha.


"bener bah" tanya Alif kearah Zafran, Zafran mengangguk.


"horeee abah sudah bisa jalan, besok kita main bola ya bah, sama opa,. mbah kakung, abi Imlon dan uncle Izal" ucap Alif bersorak sirak sambil loncat loncat.


"iya nak, Alif seneng abah sudah bisa jalan?" tanya Zafran sambil mengusap kepala Alif.


"seneng bah".


"oih yaa ini resep obat buat penghilang nyeri, diminum jika nyerinya kambuh saja" ucap dokter sambil menyodorkan secarik kertas pada Nasha.


"terimakasih dok" dokter mengangguk lalu pamit pergi.


"papa senang akhirnya mas Zafran bisa jalan normal lagi" ucap papa Zafran mengangguk.


pukul 19.00 WIB abah labib Afra Imron dan Arumi sampai dirumah papa Nasha. bersamaan sampainya dengan Rizal, Mahira dan Ghina.


"Assalamualaikum" ucap mereka semua.


"Waalaikumussalam" ucap Papa Nasha dan sodara terdekat Nasha dari papa mamanya yang sudah berada di dalam.


abah Labib dan papa Nasha langsung bersalaman dan berpelukan, entah itu pelukan perbesanan atau pelukan Persahabatan.


"akhirnya yang ditunggu tunggu dateng juga mari masuk" papa Nasha mempersilahkan masuk ke ruang tengah , ruang keluarga yang langsung terhubung dengan ruang makan.


Zafran nampak berdiri dengan menggendong Alif.


"adek Aaaaar" teriak Alif membuat Afra yang menggendong Arumi menoleh ke arah Alif, Alif langsung minta turun dari gendongan begitupula dengan Arumi.


Afra nampak shock melihat Zafran berdiri tegap dan kini berjalan menghampiri abah Labib tanpa membawa penyangga.


"mz Zaf" ucap Afra.


"ya dek kenapa " jawab Zafran seusai mencium tangan abah Labib dan ibu Aminah.


"hey, malah bengong, kamu kenapa dek" Afra langsung berjalan mengitari tubuh Zafran membuat semua orang bingung dengan sikap Afra.


"Fra kamu kenapa melihat mas mu seperti itu" tanya ibu Aminah.


"ibu enggak lihat ada yang beda dari mas Zaf" ucap Afra ,bu Aminah langsung menoleh kearah Zafran begitupun juga abah Labib.


"gak ada, maz mu masih sama dengan kemaren pas berangkat kesini, hidung mancung kumis tipis rambut klimis lesung pipi juga masih ada, gak gak ada yang beda dari masmu Fra" jawab Ibu Aminah.


"mz Zaf sudah gak bawa penyangga bu, maz Zaf sudah bisa berjalan normal bu" bu Aminah menganga Zafran tersenyum sambil memutarkan tubuhnya dengan menjijitkan jempol kakinya ke lantai dan melingkarkan tangannya kedepan persis penari balet.

__ADS_1


"abah Zaf sepelti balbi lagi nali" ucap Arumi. membuat Zafran yang mendengarnya langsung berhenti, lupa dia kalau ada anak kecil penyuka boneka barbie. jelas paham dengan hal konyol yang dilakukan Zafan barusan.


__ADS_2