Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
87. Bermain bersama


__ADS_3

"Nasha" ucap seseorang disebrang sana memanggil nama Nasha, Nasha pun langsung menoleh dan tersenyum.


"Hay apa kabar dokter Lina" jawab Nasha.


"Alhamdulillah baik Sha, kamu lagi ngapain disini" jawab Lina.


"tuh nemenin Mz Zaf dan anaknya main" ucap Nasha sambil menunjuk kearah Zafran dan Alif yang sedang asyik bermain.


"gus Zafran sudah ketemu Sha" tanya Lina dengan ekspresi kaget, Nasha mengangguk.


"kita cari tempat duduk ya dok, nanti saya ceritain" Nasha langsung mengajak Lina untuk duduk di cafe mall. ngobrol sambil minum lebih nyaman menurutnya saat ini.


"jadi bagaimana ceritanya Sha" ucap Lina saat sampai ditempat duduk. Nasha langsung menceritakan dari awal pertemuanya dengan Zafran, Lina manggut manggut.


"memang ya Sha yang namanya jodoh itu pasti ada insting dengan pasangannya" ucap Lina sambil mengaduk aduk minumannya.


"iya dok, aku dulu sempet stres karena orang orang mengatakan Mz Zaf sudah meninggal sedangkan instingku mengatakan belum, berulang kali aku meyakinkan mereka, tapi gak ada yang percaya selain orangtua mz Zaf. karena mereka juga sama seperti aku masih yakin kalau maz Zaf masih hidup. aku lo mb sampai dikira gila karena terus terusan mengatakan mz Zaf masih hidup".


"oh iya" jawab Lina Nasha mengangguk.


"tapi wajar si Sha kalau mereka menganggap kamu gila, karena kamu menggunakan perasaan sedangkan mereka menggunakan logika. dimana logika dan Perasaan selamanya tak akan bisa menyatu".


tak lama kemudian Zafran menghampiri Nasha bersama Alif yang tadi terlebih dahulu Nasha chat untuk mengatakan kalau dirinya ada dicafe.


"Sayang, anaknya udah capek ini" ucap Zafran sambil mengusap kepala Nasha.


"iyalah capek, orang hampir tiga jam main" jawab Nasha.


Zafran menoleh kearah Lina, seorang gadis yang beberapa tahun lalu berhasil mengisi hatinya, namun sekarang sudah tidak ada lagi perasaan untuk Lina, hanya Nasha seorang yang ada dihati Zafran.


beda dengan Lina yang masih menyimpan rasa dengan Zafran. saat kedatangan Zafran pun Lina nampak canggung namun Nasha maupun Zafran tidak mempedulikan itu. mereka tidak tau kalau Lina masih menyimpan Rasa untuk Zafra.


"Umi" rengek Alif.


"kenapa sayang".


"pulang yuk, Alif tapek" Nasha ketawa sambil mengusap kepala Alif.


"yaudah yuk Pulang, salim dulu sama tante dokter kita pamit" ucap Nasha sambil menunjuk kearah Lina.


"tante dokter Alif pulang dulu ya, Alif tapek mau istirahat" ucap Alif lalu menyalamai Lina.


"iya sayang, selamat istirhat ya". jawab Lina sambil mengusap kepala Alif.


Nasha pun pamit dengan Lina, seperginya Nasha san Zafran Lina masih terus memangdangi keluarga kecil ini. ada rasa iri dihati Lina untuk Nasha.


"gak gak, gue gak boleh begini, gue gak boleh punya perasaan sama suami orang. sadar Lina sadar" tepis Lina pada hatinya.


______💦💦💦


sesampainya dirumah, Alif melihat Arumi bermain sendiri Alif langsung menghampiri dan ikut bermain. yang tadi bilang capek tiba tiba hilang capeknya seolah hilang keterpa angin dijalan .


"anakmu mz, tadi bilangnya capek, sampai rumah ya masih saja mainan" ucap Nasha.

__ADS_1


"kayak uminya ya, gak pernah kenal capek" jawab Zafran dengan pandangan lurus kedepan .


buggh.


Nasha memukul lengan Zafran. Zafran hanya tertawa melihat ekspresi Nasha.


"Maz, mb, ada pak Fahmi tu. katanya mau ketemu sama kalian" ucap Afra .


"dimana orangnya".


"di gazebo taman belakang Maz".


" maz duluan kesana, Nasha bikinin minum dulu" Zafran mengangguk.


"hati hati mz, awas jatuh" ucap Nasha yang sangat perhatian dengan Zafran.


Fahmi nampak tengah duduk di gazebo dengan memberi makan ikan, nampak diwajahnya memancarkan kebahagiaan hingga terlihat jelas aura ketampanannya.


"Assalamualaikum pk Fahmi" ucap Zafran.


"Waalaikumussalam gus" mereka berdua berjabat tangan.


"sudah menunggu dari tadi ya".


"belum gus baru saja. kebetulan ada perlu disekitar sini jadi mampir ".


tak lama kemudian Nasha datang membawa nampan berisin minuman dan cemilan.


"kalau sore gini Adem ya gus disini" ucap Fahmi.


"mampir saja mbk, kebetulan ada keperluan disekitar sini"


"yakin hanya mampir, gak ada keperluan lain?" Nasha menjawab seolah olah tau maksud dan tujuan kedatangan Fahmi disore itu.


Fahmi tersenyum.😁


"sebenernya saya kesini mau menanyakan tentang teman mb Nasha".


"Teman yang mana pk" jawab Nasha.


"yang semalam sama mb waktu menghampiri saya dengan Aisyah" Nasha mengingat ngingat.


"Ghina" jawab Zafran. Fahmi mengangguk tersipu malu.


"oalah Ghina, kalau pak Fahmi mau masuk, pintu hatinya sepertinya terbuka karena belum ada penghuninya".


uhuk uhuk.


Fahmi tersedat mendengar ucapan Nasha.


"hati hati Pk Fahmi minumnya" ucap Zafran. Fahmi mengangguk.


"maksudnya bagaimana mbk" tanya Fahmi.

__ADS_1


"pak Fahmi ini pura pura tidak tau, kita sudah dewasa bukan lagi pembahasan seperti ini harus digamblangin kan" jawab Nasha. Fahmi nampak kikuk karena bukan itu tujuan sebenarnya dia menanyakan Ghina.


"boleh minta alamat rumah orangtuanyaa mbk"


"pk Fahmi ini ternyata to the poin ya orangmya , langsung datang keorang tuanya loh" jawab Nasha, Fahmi nambah kikuk dan sudah bisa menebak kalau Nasha salah paham dengan pertanyaanya.


"nanti saya kirim ke nomor bapak ya alamatnya" jawab Nasha.


"iya mbk terimakasih ya" jawab Fahmi.


ditempat Ghina saat ini dia sedang berada di minimarket yang jaraknya tidak jauh dari rumah untuk membeli beberapa keperluannya.


Ghina ingin sekali mengambil Coklat yang ada diatas, dengan susah payah dia mencoba loncat agar barang yang dia inginkan bisa keambiln.


hiyaaaa hiyaaa hiyaaa (anggak saja suara Ghina sedang loncat).


brukkkk. (Lina terjatuh kelantai)


"auwwww, malah jatuh". ucap Lina lirih.


"eh mbk mbk gak papa" ucap seorang pria yang berusaha menolongnya.


"gak papa mz" jawab Ghina sambil berushaa berdiri dan menahan sakit.


"kak Revan".


"Ghina" ucap mereka bersamaan seolah detik jam berhenti untuk memberi mereka berdua ruang menjadi patung.


beberapa detik kemudian Revan tersandar .


"kamu gak papa?" .


"ehh gak papa kak".


"ngapain loncat loncat mau ambil apa".


"mau ngambil coklat yang itu" jawab Ghina sambil nunjuk coklat yang dia mau. Revan senyum lalu mengambilkan coklat Ghina.


"nih" .


"ma makasih kak" Revan mengangguk.


"ternyata lama tidak berjumpa kak Revan masih tampan, ehhh nambah tampan malahan, badanya juga berisi" batin Ghina.


"mau cari apa lagi" tanya Revan membuyarkan lamunan Ghina.


"udah kk, ini saja" jawab Ghina.


"yakin?" Ghina mengangguk.


"lain kali kalau gak sampai minta tolong saja dengan karyawan, biar dibantu" Ghina mengangguk.


"yasudah saya duluan ya Ghin saya buru buru sampai berjumpa kembali" . Revan langsung pergi dari hadapan Ghina sementara Ghina masih terpaku ditempatnya.

__ADS_1


HAYYYOOOO READERS SETIAKU, MASIH INGET GAK DENGAN SOSOK REVAN????? KALAU MASIH INGET KOMEN DIBAWAH YAAAAA😁😁😁


__ADS_2