
Sementara diruang perawatan Zafran kini dia sedang diperiksa oleh Dokter Ahli Syaraf.
"Bapak Arya mengidap penyakit Locked in syndrome atau Sindrom Terkunci,, penyakit ini adalah kondisi neurologis langka di mana pengidapnya sadar dan mampu berpikir, tapi secara fisik tidak dapat menggerakkan bagian tubuh mana pun kecuali mata".
Efek dari kecelakaan pesawat yang menimpa Zafran mangakibatkan fungsi otak atau tubuhnya mengalami penurunan bahkan kelumpuhan. Penanganan selama koma juga berpengaruh terhadap perbaikan fung siotak seperti oksigenasi otak yang optimal, pemberian nutrisi, penanganan penyebab koma yang tepat dan stimulasi berlanjut saat koma. Pada kasus penderita yang mengalami cacat setelah koma, biasanya harus ditangani lebih lanjut dengan beragam terapi oleh para ahli, misalnya fisioterapi, psikoterapi, dan terapi okupasi.
begitulah kira kira penuturan Dokter mengenai penyakit yang diderita Zafran saat ini.
Naudzubillah min zalik, semoga kita semua dijauhkan dari segala penyakit ya gaes Amiin.
Lanjut ke Zafran.
Zafran yang bisa mendengar dan menyerna penuturan Dokter langsung menangis.
"kira kira berapa lama ya dok penanganan abang saya ini agar bisa sembuh" tanya Aisyah yang tidak tega melihat keadaan Zafran.
"untuk waktu tidak bisa ditentukan mbk, tergantung kemampuan pasien, bisa setahun lima tahun bahkan sepuluh tahun untuk pasein seperti Arya bisa menggerakan fisiknya kembali"
deg
jantung Zafran berasa disambar petir, mana mungkin dia kuat menjalaninya selama sepuluh tahun fikir Zafran.
"bang Arya harus rajin terapi dan kuat ya bang, agar cepat sembuh" ucap Aisyah memberi semangat pada Zafran yang dilihatnya seperti putus asa.
"untuk pengobatan sementara biarkan Arya dirawat disini" ucap dokter dan disetujui Aisyah.
"bang semangat yah Aisy yakin bang Arya pasti sembuh" Aisyah berucap dengan semangat.
keesokan harinya Ibu Aminah akan dioperasi tepat pada pukul satu siang.
"Assalamualaikum ibu, mbk" sapa dokter Lina saat menghampiri keberadaan ibu Aminah dan Nasha.
"Waalaikumussalam dok, bagaimana keadaanya bu".
"Alhamdulillah membaik dok".
"kita bersiap siap untuk operasi ya bu" ucap Dokter Lina dibalas anggukan oleh bu Aminah.
__ADS_1
satu jam kemudian Nasha sudah berada diluar ruang operasi, selama operasi berlangsung Nasha mengisi waktunya dengan membaca Al-qur'an. abah Labib dan Afra yang sudah dikabari tentang operasi bu Aminah juga mendoakan dari rumah.
Zafran sedang berada diruang rawatnya dengan menatap langit langit kamar rawatnya, ingin rasanya dia memberitahukan pada Aisy agar menolongnya membawanya pada Nasha. Tapi apa daya saat ini dia tidak bisa apa apa.
"Assalamualaikum bang" ucap Aisyah yang baru masuk ke ruang rawat Zafran dan meletakan sekresek buah di nakas.
"bang kita makan dulu ya" ucap Aisyah dan mengambil makanana yang ada di nakas.
"bang Aisy ingin bertanya banyak hal tentang abang, kalau iya abang berkedip ya, kalau enggak abang merem" Zafran merespon omonga Aisyah, seketika dy langsung berkedip. Aisyah pun tersenyum karena omonganya mendapat respon.
"bang Arya sudah menikah belum" tanya Aisyah dan Asiyah memperhatikan mata Zafran. Zafran berkedip.
"sudah, sudah punya anak" Zafran berkedip lagi.
"apa abang rindu dengan mereka" Zafran kembali berkedip.
"kalau rindu abang harus makan ya biar cepat sembuh nanti Aisy antar bang Arya pulang" Zafran berkedip lagi.
"yaudah yuk makan, aaa"
"kamu benar Aisy, aku harus makan, aku harus sembuh biar bisa cepat pulang, aku sudah rindu dengan keluargaku".
"bang selesai makan, abang ada terapi, abang semangat ya, lawan penyakitnya ya bang, Bismillah sembuh agar bisa berkumpul dengan keluarga lagi ya bang" Aisyah terus memberikan suprt pada Zafran dan Zafran merasa bahagia atas kehadiran Aisyah.
selesai makan Aisyah dan suster membawa Zafran keruang terapi, saat melintasi ruang operasi dia mendengar suara perempuan yang sedang mengaji. Zafran berusaha dengan susah payah mengangkat kepalanya agar bisa melihat sang empunya suara.
deg
"Nasha, Alhamdulillah Nasha kita bertemu lagi sayang, lihat mz Sha, lihat mz, mz disini Sha" ucap Zafran dalam batinnya.
setelah Zafran melewati Nasha, Nasha berhenti sejenak dari aktifitas ngajinya dan melihat kearah Zafran yang hanya terlihat punggungnya.
"Sakit apa orang itu ya, hmmm semoga lekas sembuh" batin Nasha sesaat melihat kearah Zafran lalu Nasha melanjutkan lagi aktifitas ngajinya.
"nah bang kita sudah sampai diruang terapi, inget ya bang harus seangat bair cepet sembuh cepet berkumpul kembali dengan istri dan anak bang Arya" Zafran mengdepikan mata tanda jawaban iya.
entah kenapa kalimat Aisyah ini selalu membuatnya semangat untuk sembuh.
__ADS_1
perlahan dokter dan suster membantu Zafran menggerakan jari jarinya agar bisa lemas. dua jam terapi akhirnya selesai dan Zafran kembali kekamarnya, dia sangat senang karena akan melewati tempat Nasha, Zafran berharap Nasha melihatnya. namun harapan itu sirna, ketika sampai ditempat duduk Nasha tadi, Nasha sudah tidak ada. sedih rasanya hati Zafran.
"mz akan berjuang untuk sembuh Sha, agar bisa bertemu kamu kembali" batin Zafran.
"tunggu sust" ucap Dokter Lina saat mau ikut masuk ke lift. suster pun menahan liftnya dan Dokter Lina masuk.
"makasih" ucap Lina dengan senyum tipis dan anggukan kepala.
"loha, guz Zafran, gus Zafran disini" ucap Dokter Lina saat melihat seseorang yang dianggapnya itu Zafran.
Zafran merasa bahagia saat ada orang yang mengenalinya, dia berharap orang itu bisa mempertemukannya dengan keluarganya. Zafran berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat siapakah orang itu.
Dokter Lina yang menyadari Zafran kesusahan melihat ke arahnya langsung jongkok didepan Zafran.
deg
"Lina" batin Zafran.
Zafran teringat kalau dulu dia sempat diam diam suka dengan Lina tetapi tiba tiba Lina pergi dari pesantren dan entah dimana keberadaanya semenjak itu, yah Lina adalah cinta pertama Zafran. begitupun Lina yang diam diam dulu juga mengagumi sosok Zafran.
"benarkah ini gus Zafran" ucap Lina lagi.
"maaf mbk" ucapan Aisyah membuat Lina menatap Aisyah dan tidak melihat respon kedipan mata Zafran.
"dia abang saya namanya Arya mbk" jawab Aisyah dan Lina langsung berdiri.
"ma maaf mbk maaf. saya fikir dia orang yang saya kenal" jawab Dokter Lina.
"tidak apa apa mbk" balas Asyah
ting
pintu Lift kebuka dan mereka segera keluar. sepanjang perjalanan Menuju ruangannya Dokter Lina masih memikirkan Apa yang barusan dia lihat.
"wajah itu mirip sekali dengan gus Zafran orang yang dulu sangat aku cintai, aku belum bisa mendapatkan penggantimu dihatiku gus, hati ini masih milikmu, sakit rasanya ketika aku mendengar kau sudah menikah, dan istrimu ada di depanku" tanpa terasa air mata lolos keluar dari mata Dokter Lina.
kira kira siapa ya nanti yang akan menjadi pelakor dirumah tangga Zafran dan Nasha 🤔🤔🤔
__ADS_1