Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
88. Meleleh


__ADS_3

Sepulangnya Fahmi, Nasha dan Zafran segera masuk kedalam rumah.


"maz mandi dulu aja ya Nasha mau mberesin ini dulu" ucap Nasha sambil menggerakan dagunya kearah nampan. Zafran mengangguk mencium kening Nasha lalu masuk kekamar.


"mbk" ucap Afra yang menghampiri Nasha sedang mencuci gelas.


"kenapa Fra? ".


"pak Fahmi ngapain tadi kesini, aku denger kok nyebut nyebut nama Ghina" tak sengaja Afra mendengar ucapan Fahmi yang menyebut nama Ghina ketika Afra lewat akan ke asrama putri.


"dia minta alamat Ghina".


"buat apa mbk?" Nasha mengangkat bahunya.


"apa pak Fahmi naksir Ghina ya mbk" Afra memasang wajah curiga.


"mungkin, aku ngiranya juga gitu".


"oiya Fra mumpung kamu disini, kamu temenin Abah ibu dulu ya, kami mau menginap dirumah mama, semenjak maz Zaf pulang beliau belum pernah mengunjungi rumah mama".


"iya mbk, pergi aja, biar aku yang nemenin abah ibu, aku masih lusa kok pulangnya"


"makasih ya Fra" Nasha memeluk Afra.


"kayak apa aja si mbk pakek makasih makasih , dah sana siap siap, berangkat habis maghrib kan" Nasha mengangguk .


"Sha" ucap Ibu Aminah menghampiri Nasha.


"iya bu ada apa" jawab Nasha.


"nanti kamu jadi kerumah mamamu".


"jadi bu, boleh kan bu" jawab Nasha.


"ya boleh to nak mereka kan orangtua kamu, sudah seharusnya kamu kesana, mengunjungi mereka" Ibu aminah berjalan kearah kulkas.


"nih Sha tadi ibu sama Afra bikin kue buat papa mu, waktu tasyakuran kemaren ibu melihat papamu habis banyak makan kue ini" ibu Aminah menyodorkan satu loyang kue bolu has tangan ibu Aminah.


"makasih ya bu, tapi ibu gk perlu repot repot, nanti ibu capek terus sakit, Nasha gak mau kalau sampai ibu capek capek" jawab Nasha.


"enggak ibu gak capek, ibu malah suka itung itung gerakin badan, kalau hanya diem aja rasanya badan ibu malah sakit semua Sha".


"nanti deh kamu sama Afra kalau sudah tua ngerasain apa yang ibu rasain. ucap Ibu Aminah membuat Nasha dan Afra tertawa.


yaudah sana kamu siap siap nanti keburu kemalaman.


"iya bu, Nasha siap siap dulu ya". ibu Aminah mengangguk.


mz, jadi mau nginep dirumah mama kan" tanya Nasha pada Zafran saat sudah berada didalam kamar.


"jadi dong sayang, nanti kita berangkat habis maghrib ya" jawab Zafran sambil tersenyum.


"Alif, mau gak nginep dirumah oma" tanya Zafran.

__ADS_1


"mau abah mau, Alif mau belenang dirumah oma. kolamnya besal, opa selalu ajak Alif bellenang" Zafran mengusap kepala Alif.


"kita sholat maghrib dulu ya, baru berangkat" ajak Zafran.


"iya abah".


"Sha bawain maz baju ngantor ya".


"mz yakin mau ngantor,. gak nunggu pulih dulu" Zafran mengangguk.


"mz udah lebih baik sayang. lagian mz gak tega liyat kamu capek sendiri sementara mas hanya diam saja dirumah gak ngapa ngapain" Zafran memasang wajah sendu.


"tapi mz kan belum sembuh total, gak papa Nasha aja yang ngantor, mz istirahat dulu aja, Nasha gak mau nanti mz kenapa napa".


",Sha, mz kepala keluarga, tolong Nasha terima apapun keputusan maz. sebagai kepala keluarga maz wajib menafkahi anak istri mz,, kalau untuk bekerja sebagai pembisnis mas sudah sanggup tapi kalau melanjutkan profesi mas sebagai dokter maz belum sanggup kalau maz belum benar benar pulih" kalimat Zafran membuat Nasha tidak bisa membantah lagi, dengan terpaksa Nasha menerima keputusan Zafran.


"iya mz, tapi mz jaga kesehatan ya" Nasha memeluk Zafran.


"iya sayang" jawab Zafran sambil membalas pelukan Nasha.


"Abah ni abah gak boleh peluk peluk umi Al". Zafran dan Nasha tertawa melihat raut wajah posesif Alif.


"posesif banget anak abah ini" ucap Zafran sambil mencubit pipi Alif.


"kayak kamu maz" jawab Nasha.


"gimana mz gak posesif kalau istrinya kayak kamu," jawab Zafran.


"Cantik, baik, cerdas, sholehah, setia. bikin mz meleleh" jawab Zafran sambil tertawa.


"eleh gombal maz maz" jawab Nasha sambil melempar selimut kearah Zafran.


"tapi kamu suka kan mas gombalin" Nasha hanya tersenyum dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.


"Alif besok kan umi ulangtahun dirumah oma opa kita bikin kejutan untuk umi ya"" ucap Zafran bisik bisik ditelinga Alif.


"hik hik hik hik aduh aduh bah geli geli bah" ucap Alif sambil tertawa yang merasa geli karena kumis tipis Zafran nempel di telinga Alif


"mau enggak" tanya Zafran lagi .


"iya abah Alif mau" jawab Alif sambil mengangguk .


"yaudah tos dulu sama abah".


plakkkkk (kerjasama antara Zafran dan Alif disepakati) bersamaan dengan Nasha yang baru keluar dari kamar mandi..


"hayyo kalian lagi mbahas apa ini, pasti lagi ngomongin umi ya.


Zafran mengarahkan jarinya kebibir tanda Alif gak boleh ngomong sedangkan Alif langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"kan kan, ini pasti ada sesuatu, hayyo anak umi ngaku enggak" ucap Nasha sambil mengelitiki perut Alif.


"atuh atuh geli umi geli, abah abah tolong Alif abah" ucap Alif dengan posisi tidur yang meminta bantuan ke abahnya.

__ADS_1


"hayo ini abahnya juga gak mau ngomong, kelitikin juga ya kelitikin" Nasha berganti mengkelitikin perut Zafran.


"ampun umi ampun geli ihh" jawab Zafran sambil menahan tangan Nasha yang terus menkelitiki Zafran.


"iya iya kita jujur, tapi lepasin dulu sayang" ucap Zafran Nasha langsung berhenti dan duduk di antara Zafran dan Alif sambil melipat kedua tangannya didada.


"Hayyo apaan tadi, ngomongin apa" ucap Nasha dengan pura pura memasang wajah cemberutnya.


Zafran bukannya menjawab pertanyaan Nasha tapi malah mengajak Alif mengkelitiki Nasha.


"Ayo Lif kelitikin umi"


"ayok bah" jawab Alif penuh semangat.


"aduh ampun ampun, kasihani umi abah Alif" Nasha ketawa menahaan geli dan minta ampun.


cupp


Zafran mencium kening Nasha.


"aku mencintaimu sayang" ucap Zafran.


"maz Zaf ada anaknya ini loh, Astaghfirullah mata anaku sudah ternodai karena perbuatan abahnya" ucap Nasha sedangkan Alif hanya tertawa tawa sambil menutup matanya dengan tangan.


"Alif udah pinter kan ya. matanya ditutup tidak jadi ternodai" jawab Zafran sambil tertawa gemas melihat tingkah Alif yang tumben tidak posesif malah seolah olah mendukung perbuatannya.


plakkkkk


Nasha memukul lengan Zafran.


"jangan gitu lagi lah didepan anaknya"


"iya sayang iyaaa, balas dulu dong ucapan mz tadi"


"yang mana?"


"aku mencintaimu sayang"


"aku juga mencintaimu mas, abah Alif" jawab Nasha sambil tersenyum.


cup


Zafran mencium kening Nasha lagi.


"maaaaaz" teriak Nasha.


"bonus" jawab Zafran sambil tertawa.


"dah maghrib Alif ayuk ambil air wudhu lalu kita sholat berjamaah dan lets go kerumah oma"


"yeye rumah oma". teriak Alif yang senang.


"kamu masih saja seperti mz Zaf ku yang dulu maz, mz Zaf yang sangat menyayangi dan mencintaiku, hemmmm membuat hati MELELEH" batin Nasha sambil senyum senyum melihat Zafran dan Alif berjalan kekamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2