Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
82. Pelukan keluarga


__ADS_3

"Nasha" ucap seseorang memanggil Nasha dan membuat Nasha memandang kearah sumber suara.


"pak Fahmi" jawab Nasha.


"kenapa pak Fahmi disini" tanya Nasha yang heran dengan keberadaan Fahmi ditempat pengobatan tradisional ini. Fahmi tersenyum dan mendekati Nasha.


"mari ikut saya masuk" ajak Fahmi namun Nasha ragu ragu dan menoleh kearah Dokter Rizal. seakan tau apa maksud tatapan Nasha Dokter Rizal langsung menganggukan kepala.


ceklek


Fahmi membukakan pintu.


"pak Arya" ucap Fahmi dan Arya langsung menoleh kearah Fahmi dimana ada Nasha disampingnya.


JEDUUARRRRR


Tubuh Zafran rasanya kesetrum, didalam hatinya seperti ada yang pecah yaitu rasa rindu yang dia simpan selama ini untuk Nasha. Bahagia, haru, begitulah yang dirasakan sepasang suami istri ini saat matanya saling bertemu. Hanya air mata yang mewakili kerinduan diantara mereka berdua. Zafran ingin sekali berlari dan memeluk Nasha tapi apa daya kakinya masih lemas untuk berjalan akhirnya Zafran menyeret tubuhnya agar bisa mendekati Nasha. Nasha yang melihat gerak Zafran langsung berlari menghampiri Zafran dengan menggendong Alif .


Setibanya didepan Zafran Nasha langsung mendudukan tubuhnya dan mendekatkan pada Zafran.


"maz Zafran, ini benar maz Zaf" Zafran mengangguk dan langsung memeluk Nasha dan menghujani Nasha dengan ciuman air mata mereka menyatu dan berjatuhan terbuai dalam pelukan sampai lupa kalau disekeliling mereka banyak orang dan ada Alif didepan mereka berdua.

__ADS_1


"om ganteng, kok peluk peluk umi Alif. nanti abah Alif marah loh om" ucap Alif polos dan membuat Nasha juga Zafran tersadar kalau ada orang ketiga diantara mereka saat ini. Nasha langsung merenggangkan pelukannya pada Zafran.


"Alif sayang ini abah sayang, ini Abah Alif" ungkap Nasha memberi pengertian pada Alif.


"abah Alif kan kerja umi, cari uang buat sekolah Alif jadi dokter seperti abah" celoteh Alif, membuat Zafran memeluk keduanya dengan erat. saat ini mereka menjadi pusat perhatian orang diruangan itu, semua orang disana merasa haru. Afra Ghina dan Rania yang tau bagaimana perjuangan dan perjalanan hidup Nasha selama ini langsung meneteskan air mata yang mengalir deras.


"umi umi, Alif sesek umi Alif gak bisa Nafas, huh huh huh" ucap Alif Zafran langsung merenggangkan pelukannya.


"maz Zaf kenapa bisa seperti ini mz, apa saja yang mas Alami selama ini" Zafran hanya tersenyum ingin rasanya dia menjawab pertanyaan Nasha namun apa daya, saat ini Zafran belum mampu untuk berbicara. hanya senyum dan air matalah yang mewakili perasaan Zafran saat ini.


Bahagia ya, kata itu yang saat ini dirasakan Zafran, Bahagia melihat wanita yang dicintainya ada didepan matanya dan semakin cantik dengan wajah naturalnya.


Fahmi duduk bersebelahan dengan Lina yang dari tadi menangis karena merasa terharu dengan sepasang suami istri yang lama terpisah.


Nasha duduk disamping kiri Zafran dan Alif duduk dipangkuan Alif, tangan kiri Zafran memeluk Pinggang Nasha yang dirasa Zafran makin kecil dibanding dulu ketika hamil. dan tangan kanannya memeluk tubuh Alif kecil. Alif tidak menolak untuk dipangku dan dipeluk Zafran karna yang dia rasakan nyaman saat dekat dengan Zafran.


"pk Fahmi, jadi bagaimana ceritanya anda bisa bersama gus Zafran" ucap Dokter Rizal penasaran karena kemaren dia sempat bertemu dengan Fahmi tapi Fahmi tidak menceritakan apapun tentang Zafran dan hanya bertanya tentang Nasha dan suaminya.


"tiga tahun yang lalu saya menemukan pak Arya, emmm Maaf maksud saya gus Zafran hanyut disungai belakang rumah saya di Surabaya, lalu saya menolongnya dan membawanya kerumah sakit, saya juga sudah melapor kepihak berwajib dan mereka juga sudah memasukan keberita TV. namun tidak ada yang menghubungi saya untuk menjemput gus Zafran, karena memang keadaan gus Zafran saat itu wajahnya penuh luka dan tidak bisa dikenali. mungkin pihak keluarga sendiri tidak ada yang mengenali. Beliau juga tidak ada identitas saya pun akhirnya memilih untuk tetap merawat beliau, beliau koma selama dua tahun, satu tahun pertama beliau dirawat dirumah sakit dan satu tahun berikutnya saya putuskan untuk dirawat dirumah. kebetulan sepupu saya Lina ini seorang dokter dan belum ada panggilan kerja dari rumah sakit, jadi saya meminta Lina untuk menjadi dokter pribadi Gus Zafran, hingga akhirnya beliau sadar dalam kondisi lumpuh, hanya mata nya saja yang masih bisa normal untuk melihat. sehingga kami memberi nama beliau Arya karena kita tidak tahu siapa sebenarnya beliau ini.


Hingga akhirnya teka teki tentang pak Arya atau gus Zafran ini terpecahkan, satu tahun yang lalu saya menghadiri acara wisuda santri di pesantren abah Labib san saya melihat Alif yang wajahnya mirip dengan gus Zafran, namun saat itu saya mengira kalau pak Rizal ini lah ayah dari Alif hingga akhirnya kemaren kita berdua bertemu dan maaf pak kalau kemaren saya banyak nanya pada pak Rizal" ucap Fahmi dan dijawab anggukan oleh Rizal.

__ADS_1


"setelah bertemu dengan pak Rizal saya langsung menyusul gus Zafran kesini yang sedang mejalani pengobatan disini, saya juga sudah memastika pada gus Zafran kalau beliau benar benar gus Zafran suami mbk Nasha dan putra dari abah Labib, namun saya ingin gus Zafran menuntaskan dulu pengobatanya disini baru saya antar beliau pulang dan beliau pun setuju, tapi Allah berkehendak lain, Allah mempertemukan kalian secepat ini, yah manusia hanya bisa berencana, tapi sebaik baik perencana adalah rencana Allah SWT" tutur Fahmi dan membuat semua nya faham dan terharu.


"maz Zaf ku" isak tangis Afra yang merasa sedih atas kejadian yang dialami Kakaknya selama ini, Afra pun langsung memeluk Zafran dengan erat dan Zafran langsung membalas pelukan sang adik, adik yang selama ini selalu dia manja dan jaga, kini sudah menjadi seorang ibu yang dewasa.


"maaf kan mas ya Fra tidak bisa menjagamu tiga tahun ini" batin Zafran sambil menciumi kepala Afra,


"mas Zaf jangan pergi lagi, jangan tinggalin Afra dan kami semua mz" suasana kembali haru. Zafran pun meminta Arumi mendekat dan kini Alif Arumi Afra dan Nasha berada depelukan Zafran. Pelukan keluarga yang terasa begitu hangat. pelukan yang selama ini mereka rindukan.


Nasha yang sejak tadi menangis haru bahagia semakin mempererat pelukannya pada Zafran.


"kami rindu mas Zaf, kami sayang maz Zaf" ucap Lirih Nasha yang terdengar oleh Zafran.


"maaf kan maz sayang sudah membuatmu berjuang sendiri membesarkan anak kita" ucap Zafran dalam hati.


"mz jangan pergi lagi, jangan tinggalin kita lagi maz huhuhu" ucap Nasha dengan berderai air mata.


"i- iya sayang" ucap Zafran lirih.


haduh Lur Author nangis nulis ini. dahlah segini saja momen haru bertemunya keluarga Zafran ya.


jangan lupa tinggalin jejak lur😁

__ADS_1


__ADS_2