
keesokan paginya Nasha terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan Sholat subuh
"mas, mas, bangun mas, Sholat subuh" ucap Nasha sambil mengusap lengan Zafran yang nampak tertidur pulas disampingnya
"iya sayang, 5 menit lagi"
Nasha pun tak menghiraukan ucapan Zafran dan langsung pergi kekamar mandi untuk berwudhu setelah berwudhu Nasha membangunkan Zafran lagi
"mas bangun, mau jamaah enggak, kalau enggak aku Sholat duluan"
"jamaah sayang bentar ya, mas ambil Wudhu dulu" dengan mata masih sedikit merem dan jalan sempoyongan Zafran langsung kekamar mandi mengambil Wudhu.
setelah selesai Sholat Subuh berjama'ah Nasha langsung mencium tangan Zafran
"Astaghfirullah hal adzim, mas kenapa badan kamu panas sekali, ayo ayo tiduran lagi kamunya" ucap Nasha dan langsung membantu Zafran berdiri dengan mengangkat badan keker Zafran
hemm gimana ya Nasha ngebantuin Zafran berdiri, secara Zafran kan badannya keker. lah author kan cuma ngayal, penting bayangin aja seperti itu ya gaes π€£π€£
"aku ambil air dingin dulu buat ngompres" Nasha yang masih lengkap memakai mukena panjangnya langsung ke dapur mengambil balokan es batu di kulkas lalu memecahkannya dan di masukan ke baskom.
"buat apa sha, pagi pagi sibuk dengan es batu" tanya ibu Azizah bikin kaget Nasha
" mas Zafran badannya panas, mau Nasha kompres sama air dingin bu" ibu Azizah pun tertawa melihat menantunya yang panik sampai salah bahan kompres
"Sha, kalau badan panas itu jangan dikompres dengan air dingin, tapj dengan air hangat, hangat hangat kuku lah" ucap bu Azizah sambil mengambil teko berisi air laku dia panaskan diatas kompor. Nasha pun hanya cengar cengir malu mengingat kesalahannya
"udah gak usah cengar cengir malu gitu, dah ni bawa ke kamar, kamu kompres suamimu" ucap ibu Azizah sambil menyodorkan baskom berisi air hangat
"he he iya bu, terimakasih ya bu" ucap Nasha sambil membawa baskom berisi air hangat dan dibalas dengan senyuman dan gelengan kepala ibu Azizah
sesampainya dikamar Nasha langsung mengompres Zafran yang terbaring di ranjang tempat tidur
"mas cepet sembuh si, semalem katanya ba'da Subuh mau ngajarin aku materi pelajaran yang ketinggalan dua malam ini, kok malah sakit si, hmmm resiko nikah pas masih mondok tu ya gini aturan udah dapet pelajaran jadi ketinggal kan, aturan waktunya bisa buat murojaah dan nambah hafalan malah buat ngurusin suami kan" batin Nasha dengan kesal, Zafran yang tau itu tersenyum ngejek
"mas, kenapa kok senyum senyum gitu, mas tau isi hati Nasha ya" ucap Nasha kepo dan di balas anggukan oleh Zafran.
Nasha pun langsung malu
"gak usah malu, maafin mas ya Sha gak bisa nepatin janji, tapi nanti kalau badan mas udah agak enakan mas ajarin beneran" ucap Zafran meyakinkan Nashan
"udahlah mas gk usah mikirin tentang materi Nasha yang ketinggal, fikirin dulu aja kesehatan mas"
"Sha, kamu mau mas cepat sembuh" dijawab anggukan oleh Nasha
__ADS_1
"sini peluk mas"
"lah kok di peluk si mas"
"dengan pelukan bisa menetralkan suhu badan Sha, peluk mas ya" rengek Zafran
"iya iya" Nasha pun langsung bersiap siap memeluk Zafran
"mukena nya dilepas, masak masih pakek mukena" ucap Zafran sambil senyum tipis
"ck, iya iya, aku lepas dulu"
dua jam kemudian pasangan suami istri ini masih tertidur dengan posisi saling berpelukan. dan tidak menyadari kalau ibu Azizah masuk kekamarnya
"dasar pengantin baru, bilangnya gak enak badan tapi masih sempet sempetnya bermesraan" batin ibu Azizah sambil menggeleng geleng kan kepalanya dan keluar lagi dari kamar Zafran dan Nasha
"jam berapa ini" ucap Nasha sambil memandangi jam di dinding
"Astaghfirullah" teriak Nasha dan membuat Zafran kaget
"kenapa Sha"
", sudah jam setengah 8 mas, aku telat setoran hafalan sama ibu"
"yaudah nanti setoran sama mas" ucap Zafran yang mempererat pelukannya
"mas masih mau seperti ini, 10 menit aja"
"mas nanti keluarga Kyai Ghofur jadi kesini ngelamar Afra?" tanya Nasha dan dijawab anggukan oleh Zafran
"semalem mas sudah bicara sama abah, dan abah setuju"
"yaudah kalau gitu Nasha mau bantuin ibu siap siap masak untuk acara nanti"
"udah ada mbk mbk piket yang bantuin"
"Nasha gak enak dong, kalau gak bantu bantu ibu, dikira mantu gak tau diri kerjaanya cuma leha leha"
"husssst, beringsik"
"mas ini ya, selalu deh" ucap Nasha sambil kesal
"gini banget si nikah mau ini itu gak boleh" batin Nasha dan lagi lagi Zafran yang tau itu hanya tersenyum
__ADS_1
"yasudah sana bangun dan bantuin ibu masak" dan Nasha pun langsung bangun dan pergi ke dapur.
tepat pukul 16.00 WIB keluarga Kyai Ghofur datang dan memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah yang tak jauh dari Mushola asrama putri, ketika turun dari mobil Imron mendengar suara santri putri yang sedang mengaji dengan pengeras suara
sudah menjadi tradisi di pesantren abah Labib ba'da Ashar dan ba'da Subuh santri yang sudah setoran hafalan langsung muroja'ah bergantian di Mushola dengan menggunakan pengeras suara
"suara itu, itu suara gadis yang aku cari selama ini, Alhamdulillah akhirnya aku menemukanmu, dan gak akan aku lepaskan lagi kamu" batin Imron dengan wajah sumringah
"Mron, kenapa senyum senyum sendiri, ayok masuk" ucah Kyai Ghofur
"iya bah"
"pokoknya nanti aku harus batalin lamaran untuk Afra, dan aku akan melamar gadis bersuara merdu itu yang sudah empat tahun mengganggu fikiranku" batin Imron lagi sambil berjalan menuju ke dalam rumah abah Labib dan kini mereka sudah berada didalam dan langsung berkumpul di ruang tamu
"Sha, panggilkan Afra" perintah abah Labib dan dijawab anggukan oleh Nasha dan bergegas menghampiri Afra
"adikku Afra yang paling cantik, dipanggil abah" ucap Nasha pada Afra
"ada apa"
"udah ikut aja, dandan yang cantik ya"
"yuk" ucap Afra
"gak gak, masak pakek pakaian seperti ini si, ganti ganti, nah pakek ini aja" ucap Nasha sambil menunjukan salah satu baju Afra yang berwarna pink
"kok ini si, kayak mau acara lamaran aja"
"emang iya, ehhh keceplosan" ucap Nasha sambil menutup mulutnya
"uhuk uhuk kamu yang bener Sha, siapa yang mau melamarku,"
"nanti kamu juga bakal tau sendiri"
"waduh gimana ini, semalam kan aku becandaan ngomong sama Ghina kalau siapapun yang malamarku duluan akan aku terima" batin Afra
sementara Imron masih dengan suasana hatinya yang bahagia. bahagia karena sudah menemukan kembali gadis pujaan hatinya lagi yang sudah empat tahun lamanya ia cari, dia pun sudah bersiap menyusun kalimat untuk membatalkan lamarannya pada Afra dan meminta dipanggilkan santri abah Labib yang bersuara merdu yang selama ini menjadi pujaan hatinya
bagaiamana kelanjutanya, tunggu cerita selanjutnua ya. jangan lupa tinggalkan jejak, like vote dan komenπππ
anggap saja ini Afra dengan pakaianya ala ala gadis yang mau dilamar
__ADS_1
dan ini Ali Imron