Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
29. Rambut Rontok


__ADS_3

tiga hari kemudian


Pagi itu Nasha yang sedang melancarkan hafalan kitab jurumiyahnya di balkon kamar dihampiri Zafran


"Sayang, kamu lagi nagapain" ucap Zafran dari belakang sambil mengusap kepala Nasha, yang membuat Nasha kaget


"ini maz, ngelancarin hafalan kitab, sebentar lagi kan akhirusanah" ucap Nasha yang masih komat kamit dengan hafalanya


"sini mas simak"


"gak ah malu"


"kenapa malu, sama suami sendiri" goda Zafran


"ya malu lah"


"gak usah malu, ayok cepat bunyikan"


'"maz maksa deh"


Nasha pun dengan sedikit bete karena dipaksa Zafran akhirnya mulai melantunkan hafalan kitabnya,


"oiya maz, maz gak kerja hari ini"


"libur sayang, hari minggu ini"


"he he he lupa"


"sayang, besok malam temenin mas ya"


"kemana"


"ngaji, ada undangan Qori di pondoknya KH Abdul Ghofur,'"


"aku kan diniyah maz,"


"izin dulu ya, semalam aja, maz pengen Nasha temenin, sekali kali aja ia"


Nasha pun tidak bisa menolak permintaan suaminya dan mengiyakan permintaan suaminya


kring kring kring suara handphone Zafran bunyi


"Sayang bentar ya mas angkat telephon dulu"


dijawab anggukan oleh Nasha yang masih komat kamit dengan hafalannya


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


"Sayang, Nasha sayang" panggil Zafran yang bersiap siap


"loh mas, mau kemana, tadi siapa yang telpon" tanya Nasha dengan bingung melihat suaminya yang sedang bersiap siap akan pergi


"tadi pihak rumah sakit telephon, katanya Mahira temen asrama kamu, pingsan di jalan dengan mb Nila, sekarang ada dirumah sakit, ayok kita kesana"


"loh kok bisa mas"


"mas juga gak tau, ayok kamu siap-siap mas bilang sama ibu dan siapin mobil ya"

__ADS_1


5 menit kemudian Nasha turun dan langsung menuju mobil Zafran


"Mas kok bisa Mahira pingsan di jalan maz" tanya Nasha dengan khawatir


"mas gatau sayang, orang rumah sakit tadi gak bilang penyebabnya"


tiga puluh menit kemudian Mereka sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan Mahira, terlihat Nila sedang duduk ditempat duduk depan kamar Mahira


"mbk Nila, mbk gimana keadaan Mahira mb" tanya Nasha yang duduk disamping Nila


"masih ditangani dokter Sha"


"bagaimana ceritanya mb"


"tadi kita sedang berbelanja kebutuhan koperasi, tiba tiba Mahira bilang kepalanya pusing, yaudah aku ajak duduk kan dibawah pohon, tapi pas kita mau duduk tiba tiba dia terjatuh dan pingsan"


tiba tiba dokter keluar,


"dok gimana keadaan santri saya" tanya Zafran


"saat ini pasien belum sadar, keluarga dari pasien apa sudah datang"


"lagi dijalan dok" jawab Nila


"baiklah jika nanti keluarga pasien sudah datang, segera suruh ke ruangan saya"


ketika dokter akan beranjak pergi kedua orangtua Mahira datang


"Nasha, gimana Mahira nak"


"Mahira belum sadarkan diri tan"


"mari ikut saya ke ruangan saya, kita bicarakan disana" dan kedua orangtua Mahira mengikuti dokter


sesampainya ruangan Dokter menceritakan kondisi Mahira


Nasha yang melihat dokter mengajak orangtuanya Mahira keruangan dokter, mengikutinya dan menguping pembicaraan dokter dan kedua orangtua Mahira


mama Mahira yang mendengar keadaan Mahira langsung menangis sejadi jadinya dan papa Mahira nampak lemas dengan melepas kacamatanya, Nasha yang mendengarnya pun ikut lemas dan menangis di luar pintu ruangan dokter.


"Nasha, kamu kenapa menangis" tanya Zafran yang melihat Nasha menangis dari kejauhann langsung menghampirinya


"Mahira mas. Mahira sakit" ucap Nasha dengan menangis yang sudah berada dipelukan Zafran


"Mahira sakit apa, heeem" tanya Zafran deng mengelus kepala Nasha


Nasha hanya menggelengkan kepala sambil terus menangis, hingga Zafran pun membawa Nasha ke ruangannya.


sesampainya diruangan Nasha menceritakan penyakit Mahira pada zafran


"maz, penyakit Mahira bisa disembuhkan kan, mahira bisa sehat lagi kan mas"


",kita berdo'a saja sama Allah ya"


Nila saat ini masih duduk terdiam dan merasa khawatir dengan keadaan Mahira, diapun memberanikan diri untuk mengintip Mahira, saat dia mengintip dia melihat Mahira sadar dan diapun langsung menghampiri dokter yang sedang berada di ruangannya


"Dokter dokter" Nasha yang berniat memanggil dokter untuk memberitahu kalau Mahira sudah sadar terbuat bingung dengan keadaan orangtua Mahira, mamanya menangis dipelukan papanya. dan papa Mahira nampak lemas


"ada apa dek" tanya dokter

__ADS_1


"Mahira sadar dok" dokter pun langsung berdiri, berjalan menuju ruangan Mahira dan di ikuti Nila dan kedua orangtua Mahira


sesampainya di ruangan Mahira, dokter langsung memeriksa keadaan Mahira dan nampak mama papanya berpelukan sambil menangis


pov Mahira


"aku ada dimana ini" kupandangi seisi ruangan, kumelihat Nila ada dibalik pintu, ketika mau ku panggil dia pergi, tak lama kemudian seorang dokter muda masuk ke ruangan ini dan melihat keadaanku, ku lihat ada mama dan papa di belakang dokter yang sedang berpelukan sambil menangis


"kenapa mama papa menangis, aku kenapa" batin Mahira


dokter itupun langsung menghampiri mama papa, dan berbincang bincang serius, namun aku tidak bisa mendengarnya, dan tak lama dari itu dokter keluar lalu mama papa menghampiriku


"kamu sudah sadar nak" tanya mama sambil memegang tanganku dan mengusap kepalaku, kujawab dengan anggukan


"Rara dimana Ma" tanyaku dengan lemas


"dirumah sakit sayang" jawab mama


"Rara kenapa ma"


"tadi kamu pingsan dijalan"


akupun ingat kalau aku pingsan kalau aku merasa kelalahan.


tidak lama kemudian Nasha dan Nila pun datang dengan wajah sendu


"kamu kenapa Sha kok seperti habis nangis".


"enggak papa, hanya kelilipan Ra"


"Nasha, tante titip Mahira sebentar ya, tante mau sholat dzuhur"


dua puluh menit kemudian Afra, dan Ghina datang.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


"Ra, kamu kenapa kok bisa pingsan dijalan"


"kayaknya aku kecapean deh, tiba tiba tadi kepalaku pusing banget" jawab Mahira sambil mencoba duduk


"kamu mau ngapain Ra"


"Duduk" Nasha pun langsung membantunya, disaat Mahira sudah duduk dan bersender di tumpukan bantal dia melihat rambutnya jatuh


"yah rontok lagi" ucap Mahira sambil mengambul rambut nya yang rontok


Nasha yang tau penyakit Mahira saat ini, merasa tak tega melihat sahabatnya itu.


" rambutku akhir akhir ini sering rontok, apa aku gak cocok sama shamponya ya" ucap Mahira sambil mengumpulkan rontokan rambutnya


"iya mungkin Ra, mangkanya gk usah ganti ganti Shampo" jawab Ghina yang belum tau penyakit Mahira


"rambutku juga sering rontok kok Ra. apalagi setelah selesai halangan, banyak banget rambut rontoknya, ucap Nasha


"punyaku juga gitu" timpal Afra


"oalah, pantesan " ucap Mahira dengan wajah pucat.

__ADS_1


author mulai gak semangat nulis guys, 😢😢😢


__ADS_2