
hari telah berganti hari, Hari ini terakhir ibu Aminah ada dirumah sakit dan akan pulang kerumah nanti sore.
"Assalamualaikum, ibu sudah merasa kuat" ucap dokter Lina menghampiri.
"Waalaikumusalam, Alhamdulillah sudah nduk, terimakasih ya sudah mengobati ibu"...
"sama sama bu, Lina juga terimaksih, sebuah penghormatan untuk Lina bisa mengobati ibu".
"Dok, saya terimaksih sama dokter ya, selain dokter baik sama ibu, dokter juga baik sama saya, hanya Allah yang dapat membalasnya" ucap Nasha dijawab "Aamiin" anggukan dan senyuman oleh dokter Lina.
"nanti satu bulan sekali antar ibu cek-up ya mbk, dirumah sakit terdekat yang besar".
"iya dok".
"yasudah saya permisi dulu ada pasien yang harus saya tangani. salam buat abah Labib dan ning Afra ya mb, kalian hati hati pulangnya, kalau ada apa apa jangan sungkan ngabarin dan mobil sudah disiapkan oleh supir saya didepan".
"Insya Allah salamnya akan saya sampaikan dok, sekali lagi terimakasih atas kebaikannya dok" ucap Nasha dan Lina keluar dari kamar rawat ibu Aminah.
"ayok bu kita pulang". ucap Nasha setelah selesai mengamasi barang barangnya juga barang barang ibu Aminah.
"ayuk nduk".
Nasha mendorong kursi roda yang di duduki bu Aminah,. tiba tiba bu Aminah meminta berhenti.
"berhenti nduk".
"kenapa bu"
"itu mirip sekali dengan Zafran, suamimu anak Ibu" ucap Ibu Aminah sambil menunjuk kearah samping yang terdapat seseorang laki laki duduk dikursi roda.
Nasha segera mendekati laki laki yang tengah duduk dikursi roda bersama dua orang perempuan.
"maz Zafran mz," ucap Nasha namun tidak terdengar oleh sang punya nama. dan kini Zafran sudah berada didalam mobil pergi dari pelataran rumah sakit.
"itu benar suamimu kan nduk, itu anak ibu kan nduk" ucap ibu Aminah yang sudah tak sanggup lagi menahan air mata.
"Nasha tidak tau bu, orangnya tidak merespon panggilan Nasha" jawab Nasha dengan penuh harap itu benar Zafran
__ADS_1
"aku berharap sekali bisa bertemu kamu mz, jika tadi itu kamu, kenapa kamu tidak menoleh mz, apa kamu lupa dengan ku mz, dan siapa perempuan perempuan tadi mz" air mata Nasha lolos terjatuh.
"bu, mari saya bantu masuk mobil" ucap sopir suruhan Dokter Lina datang membuyarkan fikirian Nasha tentang Zafran.
"oh iya pak, tolong ya" Nasha menajwab sambil mengusap air matanya dengan halus.
sepanjang perjalanan menuju bandara Nasha sibuk dengan HP nya sedangkab Bu Aminah hanya diam membisu dengan fikirian nya tentang sosok laki laki yang dilihatnya tadi.
"Assalamualaikum" ucap Nasha pada telphon dan mendapat respon dari orang yang ditelphonya.
Nasha menceritakan semua kejadian yang dilihatnya tadi pada Imron, karena Imron ahli di bidang IT Nasha yakin dia pasti banyak teman yang dapat membantunya melacak Zafran dengan model plat mobil yang ditumpangi Zafran.
"bu, kita tunda dulu kepulangan kita ya bu" bujuk Nasha.
"kenapa nduk,.
"kita pastikan dulu, yang kita lihat tadi beneran Mz Zafran atau bukan".
"ibu nurut kamu saja nduk".
"kamu menantu juga istri yang baik Sha, kamu kuat, kamu bisa tenang dan tegar menghadapi segala cobaan yang melandamu, Ibu hanya bisa mendoakan semoga kebahagiaan segra datang padamu nak" gumam ibu Aminah dalam hati.
"pak, kita tidak jadi ke Bandara ya, kita putar balik lagi kerumah sakit lalu nanti antar kami ke hotel dekat rumah sakit ya pak.
"iya mbk".
"kok kerumah sakit nduk".
"iya bu, Nasha mau cek apakah ada pasien yang bernama Zafran, maaf ya bu kita harus balik lagi ke rumah sakit, tadi Nasha terlalu gugup jadi sampai lupa untuk menanyakan tentang hal ini".
"gak papa nduk, ibu paham".
sesampainya dirumah sakit Nasha langsung menghampiri resepsionis tetapi tidak ada pasien yang bernama Zafran Abrizam, Nasha nampak sedih dan putus asa.
"ya Allah mz, tadi itu benar kamu atau bukan maz, Ya Allah berikanlah hamba petunjuk jika memang suami hamba masih hidup dan ada disekitar sini" fikiran Nasha pun traveling memikirkan mungkin Zafran lupa ingatan mungkin Zafram sakit parah akibat kecelakanaan jdi dia tidak mendengar atau pun mengenali Nasha juga ibu dan masih banyak lagi hal yang lewat difikiran Nasha.
"gimana nduk" tanya bu Aminah sekembalinya Nasha ke mobil. Nasha hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"kita istirahat di hotel dulu ya bu" ibu Aminah mengangguk.
ditempat Imron, Imron sedang berada dirumah abah Labib karena sudah seminggu tak jumpa dengan anak istrinya. tiba tiba Telfhonnya berbunyi ada panggilan dari Nasha.
"Waalaikumussalam, ada apa mbk" jawab Imron dan langsung mendengar cerita dari Nasha. saat itu juga Imron langsung bergegas kebandara menuju Surabaya dengan menaiki jet pribadi. tak perlu waktu lama dua jam kemudian Imron sudah sampai di hotel Nasha dan Ibu Aminah beristirahat. disana tidak hanya ada Nasha dan Ibu Aminah tapi juga ada Dokter Lina.
tok tok tok
"mungkin itu Imron, saya bukakan pintu dulu buk".
Ceklek.
"Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam" Imron langsung menyalami ibu Aminah lalu memasang ekspresi tanya ketika melihat dokter Lina.
"ini Dokter Lina, Dokter yang menangani ibu yang kebetulan juga santrinya ibu dulu" tutur Nasha dan dibalas anggukan paham oleh Imron.
"ok mbk, jadi bagaimana ceritanya" tanya Imron yang langsung to the point.
"jadi tadi ketika kami mau keluar dari rumah sakit kami melihat seorang laki laki yang mirip dengn Maz Zafran, namun ketika kami panggil orangnya tidak menoleh, dia berada dikursi roda Mron, sepertinya dia sakit" tutur Nasha dengan seirus.
"tadi ketika saya balik lagi kerumah sakit saya bertemu dengan Dokter Lina dan saya cerita tentang hal ini, kebetulan dia juga pernah melihat orang yang mirip dengan mz Zaf dirumah sakit itu".
"benar itu dok" tanya Imron Dokter Lina mengangguk.
"waktu itu saya tidak sengaja bertemu dan saya langsung memanggil namanya, namun dua perempuan yang bersama gus Zafran mengatakan kalau laki laki itu bernama Arya".
"Arya" tanya Imron dan Dokter Lina mengangguk.
"saya masih ingat Mron nomor plat mobil yang dikendarai Maz Zaf tadi" Nasha langsung menyerahkan secarik kertas yang berisi plat nomor mobil yang dimaksud karena takut lupa, dia langsung menulis di kertas.
"kalian berdua tolong tunggu disini jaga ibu, biar saya urus" ucap Imron dan langsung pergi meninggalkan Kamar hotel.
hayo hayo kita doakan semoga Imron berhasil menemukan Zafran dan membawanya pulang bersama ya gaesss.
Tetep baca novelnya yaaaaa jangan lupa like komen votenya gaesss๐๐๐
__ADS_1