Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
52. Ramadhan


__ADS_3

Ramadhan telah tiba, semua saudara yang datang menginap di acara resepsi pernikahan Afra dan Zafran sudah pulang kerumah masing masing.


Afra dan Imron tinggal dirumah orangtua Imron dan Zafran dan Nasha masih tinggal dirumah abah Labib.


"sayang gk pengen puasa dirumah mama papa" tanya Zafran pada Nasha.


"pengen, tapi nanti saja kalau Nasha halangan ya mas, sekarang mumpung masih suci Nasha mau nyerempeng Hafalan disini" jawab Nasha


"sudah sampai juz berapa sekarang, mz dah dari ziaroh belum nyimak hafalan kamu"


"Alhamdulillah 25 maz, tapi belum lancar. nanti habis tarawih simak in ya" Zafran mengangguk.


hari telah berganti hari puasa dilaksanakan dengan lancar, hafalan nasya juga sudah bertambah dan tibalah dimalam 17 Ramadhan hari terakhir para santri di pesantren besoknya Ramadhan ke 18 para santri sudah diliburkan kembali.


semua pengurus santri putri hari ini disibukan masak di ndalem abah Labib untuk acara buka bersama, sudah menjadi tradisi dipesantren abah Labib setiap ujung liburan mondok posoan mereka mengadakan buka bersama sebagai penutup ngaji posoan (ngaji dibulan puasa)


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam Afra udah sampai" ucap Nasha pada Afra


"sudah Sha, mana ibu Sha" tanya Afra sambil menenteng satu bungkus pelastik kurma


"ada didalem" jawab Nasha dan Afra langsung pamit untuk menemui ibu nyai Aminah


Nasha dan para santri saat ini sedang menggoreng ayam dan membuat sambal di dapur, Nasha yang pinter masak sudah tidak diragukan lagi rasa masakannya


"mb Nasha, mb Afra sudah hamil ya" tanya salah satu santri yang sedang membantu Nasha mengupas bawang merah


"iya mb, Alhamdulillah" jawab Nasha


"mb Nasha udah hamil juga belum" imbuh santri tadi dan dijawab gelengan kepala oleh Nasha


"mbk jangan kepo kepo deh ya" jawab Ghina yang merasa kesal dengan santri itu karena dianggap kepo dengan privasi orang, dan pasti nanti merembet kemana mana nanyanya.


setelah acara masak memasak selesai, para santri bersiap siap untuk berkumpul diaula pesantren sambil menunggu azan Maghrib mereka mendengarkan kultum dari abah Labib


"Assalamualaikum anak anak abah semua, kultum sore ini abah akan bercerita tentang peristiwa besar yaang terjadi pada tanggal tujuh belas Ramadhan"..


"yang pertama peristiwa parang Badar Qubro yang terjadi pada tujuh belas Ramadah tahun dua Hijriah"..


"yang kedua peristiwa Nuzulul Qur'an atau yang berarti turunnya Al-Qur'an, yaitu pada malam hari digua Hiro turunnlah wahyu pertama Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, yaitu surat Al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5"


"yang ketiga dengan turunnya wahyu pertama ini, diangkatlah Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul di usia 40 tahun"..


"dan yang terakhir meninggalnya Sayiidah Aisyah istri Nabi Muhammad saw pada tahun 58 Hijriah"


"dimalam tujuh belas Ramadhan ini abah berharap anak anak abah semua semakin memperbanyak membaca Al-Qur'annya" tutur abah Labin dan didengarkan dengan seksama oleh semua santri putra dan santri putri


lima menit kemudian Azan Maghrib berkumandang semua santri segera membatalkan puasanya dengan tiga biji kurma, teh hangat dan puding.


"Alhamdulillah akhirnya Azan juga ya" ucap Nasha pada Ghina Mahira dan Afra

__ADS_1


"malam ini terakhir kita bareng dipondok, besok udah pisah" ucap Mahira


"selamat berlibur ya ukhty ukhty ku" ucap Afra


"sampai jumpa setelah lebaran" ucap Ghina


"duh aku kayaknya halangan deh ini" ucap Nasha dengan rasa seperti gak terima kedatangan tamu bulanan


"yah. sayang banget Sha malam tujuh belas malah halangan, gak bisa ikut tadarus nanti" ucap Mahira


"iya, sedih deh" jawab Nasha


"Assalamualaikum mbk mbk ku" ucap Rania yang tiba tiba datang


"Waalaikumussalam" ucap Mahira, Gjina, Nasha dan Afra bersamaan


"mb ini ada THR eh anggap aja kenang kenangan dari Rania untuk kalian" Kata Rania sambil menyodorkan Empat bingkisan paperbag


"apa ini Ran" tanya Nasha sambil menerima paperbagnya


"buka aja mb" jawab Rania


"kamu habis keluar dari pondok Ran" tanya Ghina


"enggak mbk itu dikirimin orang rumah" tutur Rania


"Gamis, terimakasih Rania" ucap Nasha dan Ghina Mahira Afra juga mengucapkan kata yang sama, dan dijawab Anggukan oleh Rania


"aku juga ya masuk" ucap Nasha


sesampainya dikamar Nasha langsung segera masuk ke kamar mandi untuk mengecek apakah dia beneran halangan atau tidak


"yah beneran halangan" batin Nasha dengan wajah cemberut


"Nasha kenapa kok cemberut dan gk sekalian ambil Wudhu dari kamar mandi" tanya Zafran


"Nasha halangan mz" jawab Nasha dengan wajah kesal


"yaudah gk usah cemberut gitu, jelek," ejek Zafran sambil mencubit hidung Nasha


"ih mas ni ya jail nya kumat"


" kalau gitu besok jadi kita puasa tempat mama papa?" tanya Zafran


"emang mas gak papa kalau kita puasa dirumah mama papa"


"gak papa lah sayang, mama papa kan orangtua mas juga, lagian selama kita menikah kita kan belum pernah menginap dirumah mereka"


"abah ibu ngizinin gak ya mz"


"pasti ngizinin lah Sayang, lagian Afra kan disini"

__ADS_1


keesokan harinya Nasha dan Zafran pergi kerumah kedua orangtua Nasha untuk menginap beberapa hari disana.


"Assalamualaikum" ucap Nasha dan Zafran


"Waalaikumusalam" jawab mama Nasha dengan membukakan pintu


"eh anak anak mama dah sampai , ayok masuk"


"papa mana ma" tanya Nasha


"ada dibelakang lagi ngasih makan ikan"


"kita samperin papa dulu ya ma" ucap Nasha dan dianggukan mamanya


"Ayok maz kita salim dulu sama papa" Zafran langsung mengikuti Nasha dari belakang


"Assalamualaikum pa" ucap Zafran


"Waalaikumusslam anak kesayangan papa " jawab papa Nasha


"kalian sudah dari tadi sampainya"


"belum pa kita baru masuk"


"mas disini aja dulu sama papa ya, Nasha mau ganti baju sambil narok koper dikamar" Zafran mengangguk


"Nasha masuk dulu ya pa" pamit Nasha


"mama lagi bikin apa ma," tanya Nasha pada mamanya yang lagi uprek didapur


"bikin Nastar Sha. ibu Aminah dah bikin bikin kue belum"


"belum ma"


"ma aku lagi gk puasa aku cicipin ya"


"iya ini cicipin " sambil menyodorkan Nastar yang ada di piring


"Sha mama mau nanya boleh, tapi privasi kamu"


"tanya aja ma gak papa"


"kamu masih .belum melayani Zafran sepenuhnya Sha"


"belum ma, Nasha kan belum selesai hafalannya, perjanjiannya kan kalau Nasha udah selesai hafalan"


"Sha kamu kan sudah ngaji, nyantri juga sudah dua tahunan lebih, pasti sudah tau kan hukumnya tidak melayani suami itu apa"


Nasha tak menjawab dia hanya diam dan menikmati Nastar buatan mamanya yang radanya endulita


"ngaji, cari ilmu itu wajib, sangat dianjurkan sekali, tapi melayai suami jauh lebih wajib, dan berlipat pahalanya, jangan sampai karena kamu mentingin ngaji, Allah murka sama kamu karena kamu tidak melayani suami kamu, dan jangn sampai karena hal itu Zafran berkurang rasa sayangnya sama kamu" Mama Nasha menasehati dengan mengelus kepala Nasha, Nasha hanya diam dan mencerna nasehat mamanya

__ADS_1


bersambung. . . .


__ADS_2