
Satu bulan telah berlalu, Rania sudah kembali aktif dipesantren untuk menyelesaikan misinya dalam menuntut ilmu ditahun terakhir,. dia juga masih aktif mempromosikan dagangan butiq pada santri putri. rencananya setelah selesai menuntut ilmu dipesantren Rania akan berkuliyah sesuai permintaan mamanya.
"mbk mbk jilbab terbarunya mbk eeee, cakep banget motifnya, warnanya kalem kalem. dijamin kalau mbk mbk yang pakai pasti kang Azmi langsung klepek klepek " ucap Rania bar bar dan kang Azmi itu adalah salah satu santri putra yang populer dikalangan santri putri karena kecerdasan, ketampananya juga suaranya yang sangat merdu saat melantunkan adzan, qori' dan sholawat. hampir semua santri putri mengidolakan dan mendambakan kang Azmi sebagai suami.
"masa iya si mb Rania mana coba mb aku cobain. kalau kang Azmi sampai beneran klepek klepek sama aku, aku borong semua jilbab dan gamis kamu mb Ran" ucap Dini sambil memegang megang jilbab yang ditawarkan Rania.
"gaya kamu Din Din mau borong semua, jilbab tiga puluh lima ribu udah sebulan aja belum kamu bayar masih ngehutang" jawab Rania ceplos sambil ketawa.
"heheheh kan gaya sultan dulu mbk, siapa tau nanti malam Allah turunkan duit sekarung buat aku" jawab Dini asal.
"Haluuuuuu" jawab Rania dan beberapa santri yang mendengar pernyataan Dini. Dini hanya tertawa.
"kalau ngehalu jangan ketinggian Din, bangun bangun entar jatoh ketimpa toak sakit lho" ucap Rania sambil menggoyangkan bahu Dini.
__ADS_1
"gak papa to mbk, mumpung ngehalu itu gratis" jawab Dini santai.
"iya juga si, bener kamu Din, selagi menghalu itu gratis, mari kita menghalu sebanyak banyaknya" jawab Rania terkekeh diikuti Dini.
Rania yang saat ini berstatus Santri pengurus juga kepala Koperasi sangat mudah baginya untuk bisa mengelola Koperasi pesantren. yang kebetulan juga sebagian isi koperasi adalah barang barang dari butik miliknya bersama sisterlillah. tak sedikit santri yang memakai produk pakaian dan jilbab sisterlillha karena selain motif nya cocok buat anak muda harganya juga terjangkau untuk anak pesantren.
"mb Ran, kan sebentar lagi liburan pesantren, aku boleh gak bantu bantu kamu jualan jilbab dan pakaian ini, nanti aku bawa kekampungku pasti saudara dan tetanggaku banyak yang suka. aku juga bisa punya tabungan duit sendiri" ucap Dini yang tiba tiba terbesit ingin memiliki uang dari hasil keringatnya sendiri.
"boleh, sok atuh bawa pulang" jawab Rania sambil tersenyum.
"yasudah Din, kalau gitu mulai sekarang kamu bantu bantu aku disini ya, aku sering kualahan ngurus koperasi ini" ucap Rania yang merasa perlu bantuan untuk mengelola koperasi.
"siap mbk e, ecak ecaknya aku jadi asisten kamu ya mbk" ucap Dini yang merasa senang.
__ADS_1
"lha, gayaan banget si Dini pakek nobatin dirinya sebagai asisten" jawab Rania yang merasa lucu dengan ucapan Dini.
"biar gaul dikit gitu lho mbk"
"yaudahlha terserah kamu saja Dini, dah ni bantuin aku narok jilbab jilbab ini, gantungin didepan ya Din"
"siap bos" jawab Dini, Rania hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala.
ditempat Nasha, kini dia sedang menikmati masa masa kehamilanya yang kedua dan mengurus Al yang semakin dewasa semakin pandai. Zafran semakin disibukna dengan pekerjaanya sebagai dokter dan CEO perusahaan yang bergerak dibidang tekstil.
setiap hari keadaan butik sisterlillah semakin rame, baik dari kalang remaja sampai ibu ibu banyak yang menyukai pakaian dan jilababnya.
meski butik sisterlilah rame tapi tidak membuat para pendirinya langsung turun tangan, kini mereka mempercayakan butik ke orang dan hanya membackup dari rumah, karena mereka tetap ingin menghabiskan waktu untuk mengurus keluarga.
__ADS_1
cukup sekian cerita tentang Pesantren love Stori, insyaallah nanti akan dibuatkan novel husus untuk cerita Rania dan anak anak sisterlillah, mohon do'anya ya.🙏🙏