
Rania yang merasa gugup ditatap Fahmi sebisa mungkin menyembunyikan wajahnya hawatir kalau Fahmi menyadarinya pasti hal itu sangat memalukan baginya.
"pak Fahmi tolong yang itu langsung letakan kesana ya" tunjuk Rania kearah dekat kasir Fahmi mengangguk.
setelah selesai Rania memberikan nota dan disitu matanya kembali bertemu dengan mata Fahmi.
"ya Allah kenapa deg deg kan lagi si" batin Rania.
"ini nota nya pak terimakasih" ucap Rania cuek lalu masuk kedalam, Fahmi yang melihat sikap Rania hanya tersenyum kecil baginya itu ekspresi Rania yang sangat lucu.
sore harinya, Nasha, Afra, Ghina dan Mahira sudah kembali ke butik dengan membawa hasil kerjanya masing masing hari ini.
"tadi kami sudah cek pabrik semua aman stok bahan juga masih banyak karyawan juga bekerja dengan giat" ucap Mahira sambil menunjukan foto foto hasil sidaknya hari ini.
"tadi kami sudah mendapatkan aksesoris yang dibutuhkan, harganya banyak yang naik tapi ada juga yang turun, besok barangnya diantar, dan tadi kami sudah menemukan beberapa toko yang bisa diajak kerja sama jadi tidak perlu lagi kita mendatangi kesana, " ucap Nasha sambil menunjuakan nota barang belanjaan.
"hari ini Rania menerima barang masuk dari pak Fahmi, toko juga lumayan ramai hari ini, ini hasilnya hari ini" ucap Rania sambil menyodorkan penghasilan hari ini dan bukti barang masuk dari Fahmi.
"Alhamdulillah setiap harinya Sisterlillah Boutique semakin ramai penghasilannya pun juga makin bertambah" ucap Afra.
"jika omset kita tercapai bulan depan kita sudah bisa buka cabang lagi" imbuh Ghina.
"Bismillah ya semoga tercapai semoga dipermudah dan dilancarkan" ucap Nasha.
"oiya Ran kamu kapan kembali kepesantren inget loh kamu ini masih berstatus santri aktif jangan lama lama izin pulangnya" ucap Mahira mengingatkan Rania yang kini menjadi adik iparnya.
"rencananya dua hari lagi mbk, besok Rania mau menyelesaikan pekerjaaan Rania dulu" jawab Rania santai yang sebenarnya masih enggan untuk kembali kepesantren tapi mengingat statusnya masih santri aktif mau gak mau dia harus segera kembali ke alamnya.
"kamu fokus saja dulu nyantri Ran, untuk urusan butik kamu bisa bantu bantu kalau pulang, dan tawarkan kesantri santri tapi jangan jadikan prioritas" Rania mengangguk.
"Assalamualaikum" ucap Revan yang baru datang
"waalaikumussalam" ucap sisterlillah bersamaan.
"mz kamu jemput aku" Ghina menghampiri Revan lalu mencium punggung tangan Revan.
"iya sayang" Revan mencium kening Ghina. tanpa malu ataupun sungkan hal itu dilakukan Revan didepan sisterlillah karena sedang bucin bucinnya dan karena pengaruh hormon kehamilan Ghina menyukai sikap Revan yang terkesan fullgar karena menicumnya didepan umum.
"haiya haiyaaaa jiwa jombloku ternodai kalau melihat yang uwu uwu an, percaya sih pengantin baru mah masih anget angetnya bucin bucinnya sampai lupa disini ada jomblo wati yang sedang merong rong mengharapkan kehadiran pangeran berkuda putih" celoteh Rania sontak hal itu membuat sisterlilah tertawa.
"sory Ran gue lupa kalau ada jomblo nyelip satu disini"
__ADS_1
bughh
"Rania melempar buku kearah Revan" Revan hanya menanggapinya dengan santai dan tawa. baginya Rania adalah adiknya juga.
",sudah mau maghrib ini, sudah pulang yuk" ajak Nasha.
sesampainya rumah Nasha sudah disambut Alif yang sudah rapi dengan memakai baju koko dan sarungnya.
"Masya Allah anak umi, tampan sekali. sholih ya pinter ya rajin ibadah ya" ucap Nasha membalas sambutan Alif sambil mengusap kepala Alif.
"Sha, udah pulang nak" sapa ibu Aminah yang duduk disamping Nasha.
"sudah bu, Alif tadi rewel enggak bu"
"enggak, asyik main sama Arumi tadi sampai tidur dilantai sambil ngigo mbahas mainan ular tangga".
"ha apa iya bu".
"iya Sha ibu sampai ketawa melihat kelakuan dua bocah ini bisa bisanya tidur ngigo tapi saling saut sautan jadi kayak ngobrol biasa meraka" Nasha tertawa mendengar cerita ibu mertuanya.
suara Adzan berkumandang Alif ikut abah Labib kemasjid pesantren sedangkan Zafran baru pulang dari dinasnya sebagai dokter dirumah sakit.
"mz, baru pulang" sapa Nasha dikamar yang baru saja selesai mandi.
"yasudah maz mandi dulu sudah Nasha siapin airnya, Nasha tunggu buat Sholat berjamaah mz" ucap Nasha sambil memakai mukena.
"iya sayang tunggu mz ya" Zafran segera masuk kamar mandi , Nasha menatap foto pernikahannya teringat bagaimana cobaan rumah tangganya datang silih berganti selama ini. sekarang hanya rasa syukur yang selalu dia ucap karena sudah bisa melewati cobaan demi cobaan dan tentunya Nasha sudah bersiap siap untuk menghadapi cobaan cobaan lain nanti nya dikemudian hari.
"sayang, kamu ngapain" ucap Zafran yang sudah selesai mandi.
"liyatin foto suamiku yang sangat tampan" ucap Nasha sambil senyum.
"makin pinter gombal ya istri kesayangan mz ini, awas kamu nanti malam maz terkam" Nasha hanya tertawa menanggapi ucapan Zafran.
"yuk Sholat" ajak Zafran yang sudah rapi dengan pakaian ibadahnya Nasha langsung mengambil posisi dibelakang Zafran.
seperti biasa setelah sholat mereka membaca ayat ayat suci Al-Qur'an setelah selesai Nasha segera turun untuk menyiapkan makan malam.
"Umiiiiii" panggil Alif yang berlari menghampiri Nasha terlihat kerinduan di wajah Alif.
"maafkan umi ya nak seharian ninggalin kamu" batin Nasha. sambil menciumi wajah Alif.
__ADS_1
"kita makan yuk, umi suapin" ajak Nasha.
"no no umi" jawab Alif sambil menggerakan jari telunjuknya.
"Alif sudah besal, sebentar lagi Alif punya adik kata abah Alif harus makan sendiri" jawaban Alif membuat senyum Nasha.
"kenapa kamu sayang senyam senyum" ucap Zafran yang menghampiri Nasha dan Alif.
"anakmu bah, sudah pinter sudah besar sudah tidak mau lagi disuapin uminya" jawab Nasha sambil menuangkan air kedalam gelas gelas dimeja makan.
"waw hebat dong anak abah sudah tidak mau lagi disuapin itu tandanya sudah siap punya adik" ucap Zafran memberikan dua jempol tangannya ke Alif.
"iya dong abah" jawab Alif.
"sini cium abah"
muacccch
"ayo ayo makan" ucap Abah Labib yang baru datang dari masjid.
"Arumi mana bah" tanya Nasha.
"sudah pulang tadi dijemput Imron"
"bu ayok makan dulu" ajak Nasha.
"iya ayok " jawab ibu Aminah yang langsung duduk dikursi.
"Alif makanya pelan pelan" ucap Ibu Aminah.
"iya uti, makanannya enak uti Alif suka".
"nambah ya kalau suka Alif makan yang banyak" jawab ibu Aminah.
"no no uti, kalau makan banyak banyak nanti Alif gemuk gak sipek sepelti abah. Alif mau sepelti abah uti badanya bagus" jawaban Alif membuat geleng kepala yang mendengar anak usia tiga tahun setengah sudah ngerti badan sixpack.
ucapan terimakasih untukt semua readersku yang sudah berkenan membaca karyaku. ๐๐ mohon untuk selalu meninggalkan jejak like komen ataupun votenya yaaa. sekali lagi Author ucapkan terimakasihโฅ๏ธ๐๐๐๐โฅ๏ธ
yuk mampir ke Novel ku yang berjudul BIANDRA dan jug CINTA DISEPERTIGA MALAM
__ADS_1