Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
58. Tamparan


__ADS_3

Zafran langsung masuk rumah dan memeriksa CCTV, dan


deg...... betapa terkejutnya Zafran, ketika dia melihat sosok perempuan yang dihindarinya, yang menorehkan dia trauma, bukan hanya Zafran tapi juga keluarganya. membawa pergi Nasha istri tercintanya. Zafran pun langsung mengahampiri Abah Labib dan menceritakan kejadian itu. dengan kepala dingin dan tidak gegabah Zafran dan Abah Labib mulai berfikir bagaimana caranya menyelamatakan Nasha yang tidak tau sekarang keberadaanya dimana. karena trauma dimasa lalu masih menghantui mereka, mereka sangat takut terulang kembali.


sementara di tempat Nasha, kini Nasha mulai sadar dari pingsannya


"dimana ini" batin Nasha, dan terdengar suara orang yang sedang ngobrol. Perlahan Nasha mulai membangunkan badannya dan tap..... tap.... tap.... suara langkah kaki seseorang


"Sudah bangun kamu cantik" ucap seorang wanita yang tidak asing baginya, dan betapa Kagetnya Nasha melihat perempuan itu adalah seorang perempuan yang membuat suaminya panik dan menasihatinya agar berhati hati jika bertemu dengan perempuan ini.


"mau apa kamu" tanya Nasha dengan tenang


"aku mau suamimu" jawab Viola dengan senyum kecut


"gak akan pernah kamu mendapatkannya" jawab Nasha dan membalas dengan senyum kecut


"kalau aku tidak bisa mendapatkan suamimu, maka tidak boleh ada yang bisa mendapatkannya juga" jawab Viola dengan menekan dagu Nasha


"Kirimkan Video" perintah Viola pada anak buahnya, anak buahnya pun langsung melaksanakan tugas dan mengirimkan video penyekapan Nasha pada Zafran.


ting ........ dua pesan masuk di Whatsapp Zafran, Zafran pun segera membuka nya, dan benar isi pesan itu berisikan video penyekapan Nasha


Zafran pun langsung menghubungi nomor yang mengirimkan pesan padanya. namun nomornya tidak aktif, ketakutan Zafran pun kembali muncul dan Abah Labib berusaha menenangkan Zafran dan mulai melakukan aksinya.


Zafran dan Abah Labib langsung pergi menemui Imron suami Afra, yang ahli dibidang IT. setelah menempuh waktu tiga puluh menit mereka telah sampai ditempat Imron yang sedang berada di suatu Hotel bersama Afra.


sesampainya di Hotel Zafran dan abah Labib menunggu Imron yang sedang mengisi tausiyahl, setelah selesai Imron dan Afra langsung menemui ipar dan mertuanya, yang tadi sudah menghubunginya menanyakan keberadaannya dan menceritakan kejadian hilangnya Nasha.


kini mereka berempat sudah berada didalam satu mobil dan terus menghubungi nomor yang sudah mengirimkan Pesan. dan beruntung, panggilan kedua nomornya aktif dan langsung diangkat oleh sang punya, saat itu juga Imron melakukan aksinya untuk menyadap Lokasi lewat sinyal panggilan telphon. lokasi itu cukup jauh, perlu menempuh waktu 3 jaman, dan Zafran meminta Afra bersama Abah Labib untuk pulang menemani Ibuk Aminah dirumah.


kini tinggal Imron dan Zafran yang melakukan pencarian Nasha, dan ada beberapa polisi yang sudah menyebar ke titik lokasi untuk mengepung tempat penyekapan Nasha.

__ADS_1


Nasha yang masih memakai mukana panjangnya telah menerima tamparan dari Viola sehingga mengeluarkan darah dari hidungnya dan menjatuhi mukenanya.


setelah selesai menampari Nasha Viola pergi meninggalkan lokasi dan hanya ada tiga anak buahnya yang menjaga Nasha, dua laki laki dan satu perempuan.


Nasha yang merasakan kesakitan dipipinya, minta tolong kepada anak buah Viola yang perempuan agar mendekatkan badanya pada tembok, Nasha ingin tayamum dan melaksanakan sholat Isya karena tadi saat dia akan melaksanakan sholat Isya bel rumah berbunyi dan berujung penyekapan pada dirinya.


"mb, boleh saya minta tolong" ucap Nasha pada anak buah Viola sembari menahan sakit


"apa" jawab anak buah Viola sembari mebghampiri Nasha


"saya ingin sholat. saya harus tayamum dahulu, tolong dekatkan saya ketembok" ucap Nasha dengan nada menaha sakit


"Perempuan itupun merasa Iba kepada Nasha dan segera membantunya untuk mendekat ketembok.


"sakit ya mb, maaf ya mb, saya gak bisa bantu mbak keluar dari sini karena ini pekerjaan saya" ucap anak buah Viola yang merasa kasihan dengan Nasha . Nasha pun hanya mengangguk dan segera mengambil tayamum.


ketiga anak buah Viola tadi sama sama merasa kasihan pada Nasha


"sudahlah itu urusan bos, disini kita hanya bekerja menjalankan tugas" jawab Bram berbadan besar kekar


setelah selesai Sholat Anak buah Viola menawari Nasha minum dan Nasha pun menerimanya karena dia memang sangat haus saat ini.


"kalian sebenernya orang baik, tapi kenapa kalian mau bekerja seperti ini" tanya Nasha mengajak ngobrol anak buah Viola


"kami butuh uang mbk, untuk menghidupi keluarga. sekarang cari kerja susah apalagi kami hanya lulusan SMP dan SD, siapa yang mau memerkerjakan kami" jawab Boni


"sebenernya kami juga gak mau mbk kerja seperi ini apalagi sampai menyiksa orang, kami masih punya hati nurani. tapi kami gada pilihan apalagi saya seorang janda. saya harus menghidupi kedua anak saya yang membutuhkan biaya untuk sekolah" jawab Via satu satunya anak buah Viola yang perempuan


"tapi kalian sadar kan resiko dari pekerjaan kalian" ketiga anak buah Viola mengangguk


"kalau kalian mau membantu saya agar keluar dari sini, saya berjanji akan membantu kalian mendapat pekerjaan halal, kebetulan ditoko tektsil papa saya sedang membutuhkan karyawan seperti cocok buat kamu" ucap Nasha sambil nunjuk Via

__ADS_1


"dan mertua saya lagi butuh supir pribadi, sepertinya cocok buat kamu" ucap Nasha yang menunjuk Boni


"dan dirumah sakit tempat suami saya bekerja sedang membutuhkan satpam, sepertinya cocok buat kamu" ucap Nasha menunjuk Bram


"pekerjaan yang saya tawarkan lebih mulia dari pekerjaan kalian saat ini" ucap Nasha dan mereka bertiga nampak berfikir dan tak lama kemudian mereka mengiyakan Tawaran Nasha


Nasha pun menyampaikan rencananya, dan tak lama kemudian Viola kembali. Nasha pun pura pura pingsan, Boni, Via dan Bram pura pura sedang main kartu sembari menjaga Nasha, namun video dan rekam audio HP ketiga nya sudah menyala untuk djadikan bukti kejahatan Viola.


"belum bangun juga perempuan ini" tanya Viola sambil menendang nendang kecil kaki Nasha.


"belum bos" jawab Boni yang sudah berdiri dibelakang Viola.


Viola pun langsung menekan dagu Nasha dengan keras


"hey wanita lemah bangun, aku mau kamu kehilangan kandunganmu lalu kamu kehilangab nyawamu whahahahah " ucap Viola san membuat kaget ketiga anak buahnya yang tidak tau kalau Nasha sedang dalam kondisi hamil.


Nasha pun langsung bangun meludah kearag samping Viola


"gak akan aku biarkan itu terjadi"" jawab Nasha dan membuat Viola naik darah karena Nasha telah berani meludah disampingnya dengan sengaja.


plak.... plakkk ....plakkk


tamparan mendarat kembali di pipi Nasha


"bos" ucap Via yang berusha mencegah


"diam kalian, ini sudah jadi urusan saya" jawab Viola. dan diam diam Boni merekam kejadian itu dan ternyata Viola menyadarinya, Viola pun langsung merebut HP boni dan membantingnya , dia pun langsung menampar wajah Boni dan langsung mengeluarkan pistol


DORRRRR .......


happy readung guys jangan lupa like votr dan komennya ya, semakin banyak komen. author semakin semangat nulis๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2