Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
22. Salah Paham


__ADS_3

Sore itu semua santri sholat berjama'ah di Mushola seperti biasa, kali ini ning Afra yang kebagian menjadi Imam Sholat.


"Aku mau shof yang didepan, biar dapat pahala banyak" ucapku sama Ghina dan Mahira


masih seperti biasanya juga, setelah selesai Sholat kamipun berdzikir, wiridtan. dan saat itu mbk mbk yang berjamaah sudah mulai bubar tinggalah aku. Ning Afra dan 5 orang mbk santri lainya yang sedang hafalan didalam mushola itu, tiba tiba ning Afra bangkit. betapa kagetnya aku melihat ning Afra bermerah merah dibelakangnya


"Astaghfirullah ning, ning Afra halangan ya"


"kayaknya iya deh Sha, habis selesai wiridtan tadi rasanya sakit banget perutku dan kayak ada yang keluar, entah halangan atau keputihan si"


"ning itu mukenanya merah merah" ucapku sambil nunjuk,


"Astaghfirullah iya Sha ini aku halangan berarti, ih Sha aku malu tau keliat merah merah gini, ini juga kenapa si, tamu tak di undang deres banget datengnya" gerutu ning Afra


"tutupin sajadah dulu ning, trus langsung ke kamar mandi, nanti aku ambilkan handuk sama baju gantimu, aku tak nandain najis bekas darahmu ini dulu"


"iya Sha tolong ya, nanti ini bekas darahnya biar aku saja yang mensucikan" ucap ning Afra dan langsung pergi


akupun melingkari bekas najis darah haid ning Afra dengan Sepidol, biar pada tau kalau itu najis, takutnya kalau gak di tandain, lagi ditinggal ngambil air buat mensucikan ada orang yang nginjak, jadikan najisnya malah kemana mana, tambah banyak pula tempat yang barus disucikan.


setelah memberi tanda najis akupun langsung ke asrama untuk mengambilkan handuk dan juga Baju ganti ning Afra,,,


"loh Sha, kok kamu yang ngambilin bajunya ning Afra, ning Afranya mana," tanya Ghina


"ning Afranya tembus, deres banget, jadi tak suruh ke kamar mandi langsung, biar darah tembusannya gak kemana mana"


"loh, tadikan ning Afra jadi imam Sholat, trus kapan dong dia mulai halangannya "


"katanya si, setelah selesai wiridtan tadi perutnya kerasa sakit dan kayak ada yang keluar, tadi dia sempet berfikir antara keputihan atau halangan, ternyata halangan"


"ih syukurlah, untungnya udah selesai sholat baru dia halangan"


"yaudah aku ke kamar mandi dulu"

__ADS_1


sampainya kamar mandi ning Afra sudah selesai mandi dan sedang membilas pakaianya


"ning ini handuk dan baju gantinya"


"iya Sha makasih ya"


akupun langsung mengambil air dan beberapa lembar kain kering, sebenarnya itu kain sarung yang lusuh sudah gak kepakai lagi, ku gunting dengan ukuran yang sama


ku usap dulu bekas darah yang ada dilantai tadi dengan kain yang kering, karena darahnya tadi masih basah, setelah itu ku basuh lantai tadi dengan kain basah sampai tiga kali, setelah tiga kali ku usap lagi lantainya dengan kain yang kering, setelah lantainya kering, ku cium lantainya " tapi hidungku gak nempel lantai ya hehhe" setelah bau anyir darah hilang berarti sudah dikatakan suci dan bisa buat beribadah kembali, tapi kalu masih ada bau anyir darah. maka masih harus terus dibasuh dengan air atau kain yang basah seperti tadi. sampai bau, warna, dan bentuk najis tadi hilang, sesuai hadits nabi Dari Asma’ radhiyallahu anha, ia berkata,


جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِحْدَانَا يُصِيبُ ثَوْبَهَا مِنْ دَمِ الْحَيْضَةِ كَيْفَ تَصْنَعُ بِهِ قَالَ تَحُتُّهُ ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ ثُمَّ تَنْضَحُهُ ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ


“Seorang perempuan datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ‘Pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apa yang harus ia lakukan?’ Beliau menjawab, ‘Keriklah darah itu terlebih dahulu, kemudian bilaslah dengan air, kemudian cucilah ia. Setelah itu engkau boleh memakainya untuk shalat.” (HR. Bukhari, no. 330 dan Muslim, no. 291)


setelah selesai ku buang bekas kain yang buat mensucikan lantai tadi yang sudah berada dalam plastik,


"Sha. itu apa" tanya ning Afra


"ini bekas kain lap buat bersihin darah ning tadi"


"udah si ning gak papa, takutnya kalau gak buru - buru di sucikan nanti santri lain jadi gak nyaman berada di Mushola, lagian biasanya jam segini banyak mbk mbk yang murojaah dan hafalan di mushola kan"


Dijawab anggukan oleh ning Afra


"makasih ya Sha"


"macama ning ku" akupun langsung menuju ke pembuangan sampah yang ada di belakang area pondok putri. dan langsung melemparnya ke tempat tumpukan sampah, sangking kuatnya melempar bungkusan plastik bekas kain pensucian darah haid tadi mengenai kepala seseorang yang sedang membakar sampah


whuuuuussssss Bruuk


Aduhh


"Astaghfirullah, suara apa tadi, jangan jangan bungkusan tadi mengenai orang" akupun langsung membalikan badan, dan betapa terkejutnya aku melihat seseorang yang sedang berdiri disana

__ADS_1


"gus Zafran, aduh bagaimana ini" ucapku sambil menutup mulut. dengan reflek aku pun menghampirinya dan maminta maaf


"Maaf gus maaf. Saya tidak sengaja gus" ucapku dengan menundukan kepala ,isine reeek..


"Nasha. apa ini"


"itu anu gus mmm bungkusan plastik yang isinya kain bekas mensucikan najis darah haidnya ning Afra"


"oalah, lain kali hati hati ya Sha, bahaya kalau sampai jebrot. bisa kena najis semua badan saya, mau kamu mensucikan badan saya"..


"enak aja. gak mau lah gus" ucapku


tiba tiba ada suara yang berdekhem


"Ekhem"


lalu ku menoleh ke arah sebelah kiri, ternyata abah Labib


"kenapa kalian berdua duaan disini, apa yang kalian lakukan disini"


" Nasha tadi membuang sampah bah dan saya lagi bakar bakar sampah disini" jawab gus Zafran


akupun hanya diam nunduk gak berani berkata apapun, nampak raut wajah abah Labib sedang marah


"bakar sampah Fran, sejak kapan kamu mau bakar bakar sampah" tanya abah Labib dengan tegas


"atau kalian berdua sengaja ya, ketemuan disini. iya"


"Astagahfirullah hal adzim Fran, Sha, ingat ini di pesantren. dan kamu Zafran, kamu ini panutan disini kamu anak abah. pemilik pesantren ini, kenapa kamu malah berbuat maksiat disini dengan diam diam ketemuan dengan santri putri abah dikebon seperti ini, kamu taukan peraturat dipondok ini, kalau santri putra putri dilarang ketemuan tanpa sebab tertentu, itu berlaku juga buat kamu Zafran"


"Bah, abah salah paham bah, tadi Zafran niatnya hanya keliling melihat tanah disamping yang rencananya akan kita bangun untuk koperasi santri putri yang baru bah, tadi memang sengaja Zafran lewat belakang sini agar lebih leluasa mengeceknya. dan ketika lewat sini, sampah disini numpuk dan berserakan, kalau dibiarkan lama lama akan menjadi sarang nyamuk dan itu bisa bahaya bah, mangkanya Zafran bakarin sampah sampah ini bah" ucap gus Zafran


"dan tidak lama kemudian Nasha datang niatnya membuang sampah, tapi Nasha membuangnya dengan dilempar yang kuat bah. supaya bisa berada diatas tumpukan tumpukan sampah itu bah, tapi ternyata lemparanya malah melambung terlalu jauh dan mengenai gus Zafran yang ada dibalik tumpukan sampah ini bah, dan karena Nasha merasa bersalah Nasha pun reflek nyamperin gus Zafran niatnya hanya untuk minta Maaf bah" tutur penjelasanku

__ADS_1


bersambung heheheheheh


__ADS_2