Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
86. Quality Time


__ADS_3

keesokan harinya jadwal Zafran cek up. kali ini Alif merengek ikut. mau tidak mau Nasha pun mengajak Alif, Alif memakai baju dan celana yang senada dengan Zafran yang sudah disiapkan oleh Nasha. terlihat tampan dan Cool menurut Nasha ketika melihat dua lelakinya memakai pakaian yang sama.


"ah rasanya pengen punya anak perempuan, biar bisa aku ajak couplean" ucap Nasha.


"yuk bikin" jawab Zafran yang sudah berada dibelakang Nasha dan memeluk Nasha dari belakang.


"ih mz, ngaget ngagetin aja"


"katanya mau punya perempuan, ayok bikin" goda Zafran dengan masih memeluk Nasha.


"gak sekarang ya, sekarang ayok kita kerumah sakit" ajak Nasha dan Zafran langsung melepas pelukannya dan berjalan bersama Nasha untuj kerumah sakit.


"ye ye, aku pergi sama abah dan Umi" ucap Alif sambil loncat loncat saat mau masuk mobil.


" terimakasih ya Allah engkau kabulkan do'a Alif" ucap Alif yang merasa bahagia saat ini duduk dipangkuan Zafran dan Nasha duduk dikursi pengemudi.


tanpa terasa Zafran merasa sakit dibatinya mendengar ucapan Alif. dimana selama tiga tahun Alif melewati masa tumbuh kembangnya tanpa sosok seorang ayah. air mata Zafran keluar namun segera dia hapus karena tidak ingin dilihat anak dan Istrinya.


"sudah siap semuanya, ibuk supir mau jalan ini" ucap Nasha.


"siap umi" jawab Alif dan Zafran bersamaan.


"kita baca do'a dulu ya" ajak Zafran sambil membuka tangan Alif.


Allohumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa waatwi ‘annaa bu’dahu. Allohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli.”


Artinya:


“Ya Allah, mudahkan lah kami dalam bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.


"pegangan yaa penumpang penumpang kesayangan umi" Nasha berkata sambil ketawa Alif dan Zafran pun ikut ketawa.


"umi abah nanti kita main timezone yuuk" ajak Alif diperjalanan.


"bah gimana" tanya Nasha pada Zafran sambil menoleh minta persetujuan.


"Alif mau main timezone?" tanya Zafran pada Alif, Alif mengangguk.


"iya abah, Alif mau main timezone sama abah".

__ADS_1


"oke, tapi nanti pulangnya ya, sekarang kita kerumah sakit dulu ya, temani abah berobat dulu, biar bisa berjalan seperti Alif" Alif mengangguk.


diperjalanan Alif banyak bercerita kadang membuat Nasha dan Zafran tertawa sendiri dengan cerita cerita Alif yang tidak Nasha pahami kalimatnya, cerita tentang spiderman lah, Doraemon lah, detektif Conan lah sampai Tom & Jery.


sesampainya dirumah sakit Zafran berjalan dengan membawa penyangga dan Alif digandeng Nasha.


"sayang nanti gak boleh rewel ya, kita temani abah berobat oke" ucap Nasha pada Alif.


"oke Umi" jawab Alif, Zafran tersenyum melihat tingkah anaknya.


"ayok bah" ajak Nasha menuju ruangan terapi.


dua jam Zafran menjalani terapi ditemani Nasha dan Alif, Alif selalu berteriak memberikan suport untuk Zafran berjalan tanpa membawa penyangga.


"ayok abah ayok abah ayoook" teriak Alif sambil menepuk tangannya kegirangan mihat abahnya belajar berjalan. Zafran yang mendapat suport dari Alif semakin semangat untuk melangkahkan kakinya tanpa penyangga.


berawal dari tiga langkah, Zafran akan terjatuh namun dengan sekuat tenaga dia menyeimbangkan lagi badanya, Alif yang berada di depannya terus menyemangatinya agar Zafran sampai ditempat Alif.


sambil tersenyum penuh semangat Zafran melangkahkan lagi kakinya, mendapat lima langkah tubuhnya terasa akan jatuh krmbali, Zafran pun mulai mengatur kembali keseimbangannya dan melangkah kembali.


entah kenapa, terapi hari ini sangat menyenangkan bagi Zafran, kehadiran Alif bersamanya membuat Zafran selalu semangat dan penuh tenaga saat melangkah, dan hari ini Zafran telah berhasil melangkah sebanyak 30 langkah tanpa berhenti, suatu hal yang membahagiakan untuk Zafran dan Nasha.


"selamat ya bah hari ini berhasil 30 langkah tanpa jeda" ucap Nasha sambil memeluk lengan Zafran.


"besok bawa Alif lagi ya, Maz merasa Alif lah yang membuat mz bisa melangkah segitu banyak" Nasha mengangguk.


"Alif besok mau temani abah terapi lagi nak?" ucap Nasha.


"mau umi" jawab Alif sambil mengangguk.


"oke, sekang kita ke mall" ucap Nasha dan membuat Alif girang.


mereka bertiga langsung pergi ke mall dekat rumah, melakukan Quality Time bersama keluarga kecilnya adalah harapan kecil bagi Nasha sejak Alif lahir.


sebelum bermain timezone mereka makan siang bersama. keluarga kecil ini nampak bahagia dengan sikap manja Alif yang kadang posesif melihat Abahnya deket deket Uminya, seperti siang ini, saat Zafran sengaja menggoda Alif dengan meminta disuapi Nasha, Alif langsung meneriaki Zafran supaya makan sendiri. terkadang Nasha pusing dengan tingkah dua bayi nya ini, namun ada rasa bahagia sendiri yang dia rasakan.


plakkk


Alif memukul tangan Zafran karena kesal masih saja minta disuapin Uminya.

__ADS_1


"Alif gak boleh mukul nak" ucap Nasha.


"umi abah kan udah gede' kok masih minta suapin umi , Alif gak suka Umi. Umi hanya punya Alif" jawab Alif.


"Alif umi kamu ini istri abah, jadi harus nyuapin abah juga" goda Zafran.


plaaak.


lagi lagi Alif memukul tangan Zafran.


"gak boleh" jawab Akif sewot.


Nasha dan Zafran ketawa.


"abah, ngalah dulu lah sama anaknya" ucap Nasha. Zafran hanya tersenyum riang pada Nasha.


"yaudah iya, abah ngalah sama Alif" jawab Zafran dengan memasang wajah memelas. membuat Nasha ketawa gemas melihat ekspresi Zafra.


"umi Alif mau sama ayam gorengnya tanpa kulit" ucap Alif, dengan telaten Nasha menyuapi Alif.


"enak Lif" Alif mengangguk.


"makan sayurnya juga Lif" ucap Nasha sambil meyuapkan sayur ke arah Alif, dengan segera Alif menutup mulutnya dan menggelengkan kepala.


"no umi, Alif gak suka sayur" jawab Alif sambil menggerakan jari telunjuknya.


"yaudah kalau gak mau makan sayur, kita pulang saja bah. gak usah main timezone" ucap Nasha sambil berpura pura memberesi meja dan berajak berdiri.


"iya umi iya, Alif mau makan sayur, tapi main timezone dulu ya mi sebelum pulang" ucap Alif dengan mata berkaca kaca. Nasha pun langsung kembali duduk dan menyuapi Alif.


selesainya makan mereka bertigaa langsung menuju pusat permainan di mall itu. Alif masuk dengan Zafran memilih permainan yang bisa Zafran handel tanpa menyusahakan kakinya yang belum bisa berdiri tagak tanpa bantuan penyangga.


Nasha memilih menunggu diluar, sesekali Nasha mengambil foto kebersamaan Zafran dan Alif yang terlihat sangat harmonis. lengkap sudah kebahagiaan Nasha saat ini.


"abah Alif mau main itu" tunjuk Alif pada permainan mandi bola, Zafran langsung menggandeng Alif masuk kesana.


Nasha kembali duduk sambil tersenyum melihat dua orang kesayangannya, lalu Nasha membuka Handphonenya untuk memeriksa kerjaan yang dikirim Silvi ke email Nasha.


"Nasha" ucap seseorang disebrang sana memanggil nama Nasha, Nasha pun langsung menoleh dan tersenyum.

__ADS_1


"Hay apa kabar" jawab Nasha. Nasha langsung mengajak seseorang itu untuk duduk di cafe mall. ngobrol sambil minum lebih nyaman menurutnya saat ini.


__ADS_2