Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
63. Nyidam


__ADS_3

didalam hati Mahira masih bergeming sendiri yang tidak mau kalau sampai menikah dengan dokter Rizal


"yang bener saja kalau aku harus nikah sama dokter nyebelin itu" batin Mahira dengan mencoba menenangkan dirinya sendiri sambil mengingat ingat perlakuan Dr Rizal padanya


"tenang Mahira tenang, selera dokter nyebelin itu bukan kamu, jadi kamu aman Ra" batin Mahira dengan pikiran yang mencoba menenangkan dirinya. Mahira memang sangat tidak menyukai dokter Rizal. selama dia sakit dan ditangani Dr Rizal menurutnya Dr Rizal sangat nyebelin dan bawel.


"Ra, kenapa si" tanya Nasha yang merasa heran dengan tingkah Mahira. Nasha ingin sekali menjodohkan Mahira dengan Dr Rizal, entah bawaan bayi atau memang kemauannya sendiri.


Ghina yang melihat tingkah aneh Mahira merasa gak penting untuk dibahas, karena Ghina paham, kalau Mahira sudah bertingkah aneh seperti itu pasti ada sesuatu yang difikirin dan tidak ingin terjadi. tentunya Ghina juga paham kalau Mahira sangat tidak suka dengan Dr Rizal, Dokter yang pernah merawatnya dulu. saat ini Ghina ingin sekali membahas doa bersama pada beberapa waktu yang lalu dengan Nasha.


"Sha, kmaren itu abah Labib ngajak kita semua doa bareng untuk keselamatan anak anaknya loh, emang kamu gus Zafran Afra sama gus Imron kenapa Sha" tanya Ghina menyelidik yang penasaran dengan kejadian malam itu, dimana waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam lewat, tiba tiba Abah Labib meminta semua santri berkumpul di aula pesantren untuk mengirimkan doa bersama untuk anak anaknya dan keluarganya, Malam itu benar benar membuat Ghina khawatir dengan Nasha juga Afra. Namun baru hari ini Ghina bertemu Nasha dan Ghina tidak menyia nyiakan waktu. dia langsung menanyakan ke Nasha apa yang sebenrnya terjadi.


Mahira yang mendengar pertanyaan Ghina pada Nasha langsung menghentikan tingkah aneh nya dan juga ikut menanyakan hal serupa pada Nasha


"iya Sha, ada apa si, kalian baik - baik saja kan". sambung Mahira yang tidak kalah penasarannya dibalik kejadian doa bersama tengah malam itu. Nasha yang diberikan pertanyaan itu bingung harus menjawab apa, karena tidak mungkin dia bercerita sesungguhnya. mengingat kejadian itu hampir melenyapkan nyawanya juga bayinya.


"oh itu, mungkin doa untuk aku dan Afra juga sijabang bayi Ghin, doa keselamatan untuk kehamilan kami berdua" Jawab Nasha yang mencoba menutupi cerita sesungguhnya. Nasha tidak mau permasalahan keluarganya menyebar kemana mana.


Ghina yang tidak puas dengan jawaban Nasha mencoba mencari kebenaran, Ghina mencoba melihat kejujuran lewat mata Nasha, dan didapati kebohongan, ingin Rasanya Ghina mengorek ngorek kebenarannya, namun diurungkan niatnya, karena kalau menyangkut urusan keluarga, menurut Ghina tidak pantas kalau dia harus tau lebih jauh.


"Ra Ra, kanyaknya aku nyidam deh" ucap Nasha sambil mengelus elus perutnya yang mencoba mengalihkan pembicaraan dan membayangkan Mahira Menikah dengan Dr Rizal, alangkah syahdunya Mahira sahabat Nasha menikah dengan Dr Rizal Sahabat suami Nasha. kalau lagi kumpul pasti Seru

__ADS_1


Mahira yang sedang membenahi jilbabnya di depan cermin menjadi kepo dengan pernyataan Nasha


"nyidam apa Sha" tanya Mahira spontan langsung menoleh kearah Nasha, .Mahira sangat penasaran dengan nyidamnya Nasha, begitupun Ghina yang awalnya kepo dengan doa bersama itu mendadak ikut kepo dengan nyidammya Nasha


"aku pengen liyat kamu nikah sama Dr Rizal, kayaknya bakal seru deh Ra. kamu sahabat aku Dr Rizal sahabat suamiku" jawab Nasha dengan membayangkan apa yang diucapkannya sambil senyum senyum.


Mahira yang mendengar itu langsung shok dan melongo, menurutnya nyidam Nasha tidak masuk akal, apalagi dirinya kali ini yang jadi alasan nyidamnya.


"itu nyidam apa si Sha, jangan aneh aneh deh" jawab Mahira dengan wajah kesal, dan langsung memalingkan wajahnya kembali ke cermin.


"ya nyidam Ra, keinginannya baby utun ini Ra" jawab Nasha mencoba meyakinkan Mahira dengan memegang lengan Mahira


"gak, gak mau. aku gak mau nikah sama Dr Rizal, lagian emangnya Dr Rizal mau sama aku" jawab Mahira dan membuat Nasha nampak berfikir


"mau mau, ini kan demi menuruti nyidammku Ra, pasti dia mau juga membantuku memenuhi nyidamku Ra, kamu mau ya Ra. nikah sama Dr Rizal" rengek Nasha dengan wajah memelas


"entah apa yang merasukimu Sha, Sha, bisa bisanya nyidam kayak gitu" batin Mahira yang heram campur kesal dengan nyidamnya Nasha yang dianggapnya tidak masuk akal dan sangat merugikan dirinya.


Ghina yang mendengar perdebatan kedua sahabatnya hanya tertawa dan mencoba membela Nasha


"udah si Ra, ikutin aja nyidamnya mahmud satu ini, kamu mau kalau ponakanmu ini nanti lahir ileran" ucap Ghina sambil ketawa dan nunjuk ke arah perut Nasha , Nasha yang merasa mendapat dukungan dari Ghina langsung mengangguk dan mengeluarkan senyum handal nya

__ADS_1


"mau ya Ra" rengek Nasha lagi


"gak gak gak, gak mau aku sama dokter nyebelin itu" jawab Mahira yang menjauhkan dirinya dari Nasha


"tadi kamu bilang mau loh. kalau tiba tiba Dr Rizal meminangmu, kamu tidak akan menolak" ucap Ghina yang semangat mendesak Mahira sambil tersenyum


"ya itukan beda judulnya Ghin" jawab Mahira dengan menggelengkan kepala kearah Ghina


"kamu nyidam jangan aneh aneh deh Sha. aku yakin ini hanya akal akalan kamu aja, iya kan Sha, bukan keinginan baby utun" ucap Mahira dengan wajah yang sudah memerah dan ekspresi kesal menghadap Nasha.


"ini beneran kemauan baby utun Ra" ucap Nasha dengan mengelus elus perutnya. benar benar entah setan apa yang merasuki Nasha, sampai sampai nyidam ingin melihat sahabatnya menikah dengan Dr Rizal. tapi, namanya juga nyidam pasti aneh aneh, kalau gak aneh aneh bukan nyidam namanya. Nasha yang merasa sedih dengan keinginan nyidam nya yang tidak terpenuhi merasa sedih dia menganggap selama ini dia tidak pernah nyidam, dan baru ini dia merasakan nyidam namun tidak keturutan.


tanpa Nasha sadari, air mata Nasha jatuh dengan sendirinya dan terlihat begitu menyedihkan


"Sha, kok nangis" tanya Ghina yang melihat derai air mata Nasha mengalir deras


"Ra, Ra Nasha nangis Ra" ucap Ghina dengan menyenggola pundak Mahira. Mahira hanya melirik, sebenernya dia kasihan, tidak tega melihat Nasha mmenangis gara gara nyidam yang tidak terpenuhi, tapi menurut Mahira nyidam Nasha tidak masuk akal dan tidak mungkin dia lakuin


"biarin aja, lagian nyidam kok aneh aneh, orang orang juga biasanya nyidam makan mangga muda, minum es cendol, nyium ketek suaminya, lah ini nyidam kok bikin kepala orang lain ngelu" ucap Mahira dengan sedikit kesal dan hal itu semakin membuat tangis Nasha semakin kencang.


Mahira yang melihat Nasha nangis sampai sesenggukan semakin tidak tega, namun dia juga tidak bisa memenuhi keinginan Nasha. hingga akhirnya Mahira memilih pergi meninggalkan keberadaan Nasha dan Ghina

__ADS_1


__ADS_2