
Malam harinya Mahira sudah pulang kerumahnya, jarak rumah orangtua Mahira dengan Pesantren tidak jauh hanya tiga puluh menit sudah sampai.
ketika mau tidur mama Mahira menengoknya, kebetulan pintu kamar Mahira tidak dikunci jadi mamanya bisa masuk kapan saja
ceklek
"loh nak, kok belum tidur" tanya Mama Mahira pada Mahira yang sedang duduk bersender di ranjang tidurnya
"belum ngantuk ma" jawab Mahira
"kamu kenapa, mama perhatikan semenjak dari Pesantren kamu diam dan murung terus, apa ada masalah dengan teman temanmu"
"gak papa ma, gak ada apa apa" namun mama Mahira bisa merasakan kalau anaknya sedang tidak baik baik saja, sehingga perlahan mamanya menasihati dan bertanya ada apa dengan Mahira, Mahira pun cerita pada mamanya
flash back on
dihari khataman beberapa bulan yang lalu, Nasha yang baru turun dari panggung dan akan masuk ke kamar mandi tiba tiba tertabrak dengan ibu ibu pedagang yang membawa minuman es, seketika dia terjatuh dan minuman es itu akan tumpah, namun gus Imron segera menolongnya dengan membantu pedagang itu menahan nampan yang berisi es tersebut
Mahira pun selamat dari tumpahan air es
"mb gak papa" tanya gus Imron yang berdiri di depannya
"tidak apa apa" jawab Mahira yang masih duduk di Tanah karena jatuh
"mbk bisa berdiri, apa perlu saya bantu"
"saya bisa sendiri" dan Mahira segera berdiri disaat itu dia melihat wajah tampan putih dan hidung mancung milik Imron
"yasudah kalau gitu saya permisi, lain kali hati hati ya mbk" ucap Imron dan langsung berjalan pergi meninggalkan Mahira
tak lama dari situ dia mendengar ceramah kyai Ghofur yang menceritakan kalau pria yang menolongnya tadi adalah putranya dan masih jomblo, perasaan Mahira tambah bahagia, karena dia berfikir dia mempunyai kesempatan untuk menjadi istri gus itu
__ADS_1
flash back off
setelah selessai menceritakan pada mama nya , Mahira yang berada di pelukan mama nya menangis.
"sayang, sudah jangan menangis, yang namanya rizki, jodoh dan maut itu sudah diatur oleh Allah" ucap Mama Mahira sambil mengusap kepalanya, dan Mahira kembali teringat mungkin sakit yang dialaminya ini teguran dari Allah karena dia lebih sering memikirkan dunia dan menuruti hawa nafsunya dengan menggebu gebukan perasaanya pada lawan jenis, Mahira pun segera beristighfar dan mohon amun pada Allah serta belajar untuk ikhlas
"dulu aku menyukai kk Revan, tapi dia malah sukanya sama Nasha, dan aku suka dengan gus Imron tapi dia sukanya sama ning Afra dan sekarang mereka sudah menikah, mungkin aku harus belajar Ikhlas dan belajar dari Nasha juga Ning Afra agar menjaga nafsu hati, tidak mencintai seseorang yang belum halal untuku" batin Mahira
disaat itu juga tiba tiba Mahira kesakitan pada kepalanya dan membuat mamanya panik langsung menelpon dokter Rizal.
tiga puluh menit kemudian dokter Rizal datang dan memeriksa Mahira.
"cantik" batin dokter Rizal yang menatap wajah sendu Mahira seusainya memeriksa Mahira, seketika dokter Rizal pun langsung beristighfar lalu pamit pulang, dalam perjalanan pulang dia tidak langsung pulang melainkan mampir kerumah Zafran sahabatnya di rumah sakit, yang sebelumnya dia menelphon dulu keberadaan Zafran ada dimana.
sesampainya dirumah Zafran, dokter Rizal mengajak Zafran untuk ngobrol di gazebo di belakang rumah, sambil memandangi para santri putra ngaji
"suasana dipesantren adem ya Fran, aku jadi rindu menjadi santri" ucap dokter Rizal
sangking asyiknya bercerita masa di pesantren sambil ketawa ketiwi tak terasa waktu menunjukan pukul 23.00 dan Rizal pun pamit untuk pulang. sepulangnya Rizal, Zafran langsung menuju kamarnya yang sudah ditunggu Nasha untuk menerima setoran hafalan Nasha
ceklek,
Zafran membuka pintu dan dia melihat Nasha sudah tertidur di sofa dengan Al-Qur'an masih ditangannya yang berada didadanya, Zafran pun langsung mengambil Al-Qur'an Nasha lalu meletakan di nakas, setelah itu Zafran mengangkat tubuh Nasha untuk dipindahkan ke ranjang tidur, namun tiba - tiba Nasha terbangun.
"mas, dokter Rizalnya sudah pulang ya" tanya Nasha yang masih berada di gendongan Zafran
"sudah sayang, kamu lanjut tidur aja ya, kelihat lelah wajahmu, besok aja setoranya" ucap Zafran sambil meletakan tubuh Nasha ke ranjang tidur.
"mas, aku mau setoran sekarang ya" ucap Nasha manja dan langsung berlari kekamar mandi untuk berwudhu
"Nasha Nasha" ucap Zafran sambil menggelengkan kepalannya melihat tingkah istrinya yang menurutnya imut dan lucu.
__ADS_1
Nasha keluar dari kamar mandi dan segera memakai jilbabnya kembali dan berjalan menghampiri Zafran yang duduk di sofa, Nasha mulai melantukan ayat ayat suci Al-Qur'an. dan dia meminta ke Zafran untuk menjewer telinganya kalau hafalanya salah, awalnya Zafran menolak karena alasan tidak mau istrinya yang cantik kesakitan, namun Nasha malah ngambek jadi Zafran pun menuruti kemauan istrinya.
selama Nasha melantunkan ayat - ayat Al-Qur'an, Zafran tidak sedikitpun memalingkan matanya dari wajah Nasha,
"mas kalau jewer yang bener si, inimah gk jewer tapi di elus- elus" perotes Nasha sambil memanyunkan bibirnya dan dijawab anggukan Zafran
Nasha pun salah lagi hafalannya dan Zafran menjewernya dengan keras
"mas, mas, keras banget si njewernya, sakit tau" perotes Nasha lagi dan Zafran menatap Nasha dengan tajam.
"mas ih, gitu banget ngeliatinnya, tuh matanya kek Suzana lo" Zafran pun hanya diam dan langung tidur dipangkuan Nasha sambil menyilangkan kedua tanganya di atas dadanya
"mas, kok malah tiduran sii, disuruh nyimak juga" ucap Nasha dengan kesal
"lanjut aja sayang, mas nyimaknya dengan posisi seperti ini lebih nyaman"
Nasha pun langsung melanjutkan lantuan ayat- ayat suci Al-Qur'an yang dihafalnya, dan ketika bacaanya salah Zafran hanya berkata "hem hem" menandakan kalau itu salah dan tidak menjewer Nasha seperti yang diperintahkan Nasha
"mas kok cuma ham hem ham hem si, akunya kok gak dijewer, salah ini lo" perotes Nasha lagi
"gk usah protes sayang, cepet lanjut lagi" ucap Zafran sambil memejamkan matanya
dengan wajah kesal Nasha pun melanjutkan hafalanya sampai selesai.
Happy reading guys
jangan lupa meninggalkan jejak yaa, biar author nambah semangat nulisnya
anggap aja ini kamar Zafran dan Nasha ya guys
__ADS_1