Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
79. Liburan


__ADS_3

Tiga jam sudah Nasha ibu Aminah dan Dokter Lina menunggu kabar Imron dalam kegelisahan. mereka tak henti hentinya berdoa untuk Zafran.


kring kringg bunyi handphone Nasha membuyarkan kegelisahan mereka.


"siapa nduk" tanya bu Aminah.


"Imron bu"


"yasudah cepat angkat" Nasha mengangguk dan segera mengangkat telphonnya dan membesarkan Spikernya.


"Assalamualaikum Mron, bagaimana".


"Waalaikumussalam mbk, aku kehilangan jejaknya mbk. mobil yang dikendarai tadi merupakan taksi Online, drivernya mengantarkan penumpangnya ke Bandara, dan tidak tau pergi kemana" tutur Imron menjelaskan hasil pencariannya.


"Astaghfirullah, terus bagaimana seksrang. apa yang akan kita lakukan" tanya Nasha yang nampak kecewa atas berita yang didengarnya. Air mata Ibu Aminah sudah tak tertahan, beliau menangis karena harapannya kembali pupus. Dokter Lina yang mengetahui keadaan bu Aminah langsung memeluknya.


"kamu sudah menanyakan kepihak maskapai Mron nama nama penumpang hari ini"


"sudah mbk, tapi tidak ada yang bernama Zafran"


"Mbk. coba tanya dengan nama Arya" sambung Dokter Lina.


"oh iya," jawan Nasha teringat cerita Dokter Lina tadi.


"Mron, coba tanya dengan nama Arya"


"sudah mbk, tapi tidak ada juga"


Nasha Napak kecewa kembali, apakah benar benar dia tidak akan bertemu lagi dengan suaminya.


"mbk Nasha juga Ibu tidak usah panik, sekarang siap siap kita pulang dulu ya, biar nanti saya urus masalah ini"


"iya Mron"


"dua puluh menit lagi saya sampai. tunggu di lobi hotel" ucap Imron lalu memutuskan sambungan telponnya.


"bagaimana nduk" tanya bu Aminah, Nasha menggelengkan kepalanya.


"kita pulang dulu ya bu, ibu Istirahat dirumah. nanti diurus Imron bersama teman temannya" bu Aminah hanya mengangguk.


"dok, terimakasih ya, sudah banyak membantu kami".


"iya mb Nasha, sudah kewajiban sesama untuk saling membantu, mari saya temani ke loby" Nasha mengangguk dan mereka bertiga berjalan keloby menunggu kedatangan Imron.


"mb, bu maaf saya kehilangan jejak mz Zaf" ucap Imron ketika sudah sampai dihadapan bu Aminah dan Nasha.


"gak papa, nanti kita cari lagi, yang penting kita sudah tau kalau maz Zaf masih hidup" jawab Nasha dan bu Aminah mengangguk.


"dok, terimakasih ya bantuannya, dan kami pamit pulang dahulu" Dokter Lina mengangguk.


"iya mbk, hati hati ya, kabarin kalau sudah sampai" mobil yang dikendarai Nasha pun telah berlalu dari pandangan Dokter Lina, dan diapun juga pergi meninggalkan area hotel.

__ADS_1


satu tahun kemudian.💦💦💦💦


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"iya bu, tapi Nasha gak mau menyerah bu, Nasha akan terus mencari mz Zaf." ucap Nasha penuh harap.


"bu, besok kita akan berangkat liburan ke bogor ibu mau ikut enggak".


"enggak nduk, kalian saja yang muda muda yang berangkat" jawab Bu Aminah.


hari ini Nasha, Alif, Afra, Arumi, Ghina dan Rania berangkat kebogor untuk liburan, Mahira ingin ikut namun dia sedang hamil muda dan kandungannya kemah sehingga dia tak bisa ikut Liburan.


"Mz Rizal, Mahira pengen ikut liburan bareng sahabat sahabat Mahira mz" ucap Mahira manja pada suaminya.


"nanti aja ya, kalau baby nya sudah lahir," , sekarang kondisi kamu tidak memungkinkan untuk pergi jauh jauh. Mahira mengangguk.


"yuk sekarang kita periksa kandungan kamu" ucap Rizal yang menggandeng Mahira dan membawanya keruang Dokter Kandungan.


sesudahnya Mahira periksa dia langsung mengajak pulang dengan mampir dulu kekafe.


"loh, itu bukannya suaminya bu Nasha, kok sama perempuan lain, dan perempuan itu sedang hamil, apa jangan jangan itu istri keduanya" gumam Fahmi dalam hatinya yang mengingat wajah Rizal dulu yang ia temui di acara wisuda santri pesantren abah Labib.


"Assalamualaikum" ucap Fahmi menghampiri Rizal dan Mahira yang duduk dimeja pojok.


"Waalaikumussalam, anda siapa ya, sepertinya saya tidak asing" jawab Rizal sambil mengingat wajah Fahmi.


"kenalkan saya Fahmi, keponakan Kyai Harun. Dulu kita pernah bertemu di acara wisuda santri di pesantrenya abah Labib" tutur Fahmi.

__ADS_1


"oh iya ya saya baru ingat, silahkan duduk" Rizal mempersilahkan Fahmi duduk..


"apa kabar anda".


"Alhamdulillah baik, oiya maaf kalau saya lancang, apakah ibu ini istri kedua anda".


seketika membuat Rizal dan Mahira melotot kaget.


"kamu punya istri lagi dibelakangku maz" tanya Mahira yang sudah terlihat marah.


"enggak sayang, istri maz cuma satu, yaitu kamu" jawab Rizal meyakinkan Mahira.


"maf pak, apa maksud anda bertanya begitu tadi" tanya Rizal yang sudah kesal dengan ucapan Fahmi.


"oh maaf maaf, waktu itu saya melihat anda menggendong cucu abah Labib dan anda duduk dibelakang abah Labib. saya kira anda anaknya beliau, suami bu Nasha" ucap Fahmi memberi penjelasan sesuai apa yang dia fikirkan selama ini.


Rizal dan Mahira pun langsung ketawa dan membuat Fahmi bingung.


"kok ketawa" tanya Fahmi dengan ekspresi bingung.


"jadi gara gara ini anda mengira saya suaminya Nasha" Fahmi mengangguk Mahira tertawa kekeh.


"jadi begini pak Fahmi. saya ini sahabat suami Nasha dan istri saya ini sahabat Nasha yang kebetulan alumni santri dipesantren Abah Labib, tiga tahun yang lalu suami Nasha mengalami kecelakaan pesawat dan sampai hari ini belum ditemukan apa masih hidup atau sudah wafat, jika sudah wafat jasadnya belum ditemukan. kebetulan hari itu semua orang sedang sibuk begitu juga Nasha yang sibuk karena mau wisuda, saya sangat dekat dengan Alif juga keluarga abah Labib, sehingga kami sudah biasa berkumpul bersama, hari itu memang saya yang momong Alif karena hanya saya yang santai" tutur Rizal membuat Fahmi malu karena sempat membuat cekcok salah faham antara Rizal dan Mahira.


"oh,. kalau begitu maafkan saya sudah salah faham" ucap Fahmi dengan rasa bersalah.


"iya tidak apa apa pak Fahmi namanya juga tidak tau" jawab Mahira.


"kalau begitu saya permisi dulu" pamit Fahmi dan meninggalkan Rizal juga Mahira.


"apa yang di maksud Rizal tadi Arya ya. orang yang aku temukan itu , karena wajahnya sangat mirip sekali dengan Alif" batin Fahmi yang mengingat wajah Alif dan Zafran.


"Assalamualaikum, dimana Aisy" tanya Fahmi pada Aisyah dan langsung bergegas menyusul Aisyah.


ditempat Nasha saat ini rombongan liburannya sedang berada di mobil, mereka menyanyikan lagu naik gunung karena sudah hanpir sampi dilokasi yang dituju, anak anak nampak bahagia tak lupa para tante tantenya yang jones juga sangat bahagia.


"Alahmdulillah sampai, ayo ayo turun" ucap Nasha dan langsung menggenndong Alif.


"Umi Alif mau turun aja, Alif mau jalan sendiri Umi"..


"iya sayang jangan lari lari ya" ucap Nasha sambil menurunkan Alif.


"Arumi ayok kita kesana".


"ayok maz" Alif menggandeng Arumi dengan berjalan santai.


"mz ada kupu kupu, aku suka maz, tangkap mz" pinta Arumi pada Alif, sebagai laki laki sejati dan abang yang sayang pada Arumi, Alif langsung mengejar kupu kupu untuk menangkapnya.


Brukkk


Alif menabrak seseorang hingga terjatuh

__ADS_1


Terimkasih ya gaes sudah setia membaca Novel Riri, semoga kalian semua terhibur ya🙏🙏😘😘


__ADS_2