Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
68. Kesedihan Nasha


__ADS_3

abah Labib nampak lesu dan menahan air mata memeluk Ibu Aminah, Imron dan papa Nasha meminta bantuan teman temannya untuk mencari Info lebih jelas tentang Zafran dan Nasha berada di IGD karena dia pingsan ditemani sang mama. hari itu benar benar membuat hati abah Labib dan Ibu Aminah teriris iris. hanya pasrah dan meminta pertolongan Allah lah saat ini satu satunya yang dilakukan. Abah Labib meminta para santri berkumpul diaula pesantren seperti biasa melaksanakan berdo'a bersama untuk keselamatan Afra juga Zafran yang kali ini dipimpin oleh pengurus pesantren. tidak hanya dipesantren abah Labib tapi juga dipesantren keluarga Imron juga menyelenggarakan do'a bersama. sambil memeluk Ibu Aminah Abah Labib tidak berhenti hentinya berdzikir dan berdo'a. Mama Nasha yang melihat putri semata wayangnya tak kunjung sadar memilih untuk mengaji mendoakan keselamatan untuk anaknya, menanntu juga keselamatan Afra yang sedang berjuang diruang operasi.


satu jam kemudian operasi Afra sudah selesai namun keadaan Afra masih sangat lemah dan belum sadarkan diri. karena tidak juga mendapat kabar tentang Zafran, akhirnya papa Nasha memutuskan turun tangan langsung untuk mencari tau tentang Zafran. Awalnya Imron ingin ikut namun dicegah karena Imron harus tetap berada dirumah sakit untuk menunggu Afra juga menjaga semua orang orang yang sedang lemah disana.


"mz Zafran, mz, mz Zafran"


ucap Nasha saat mulai membuka matanya sadarkan diri. mama Nasha langsung menyudahi ngajinya dan mendekati Nasha.


"sayang kamu sudah sadar nak, ini mama Nasha"


"mz Zafran mana ma, mz Zafran sudah pulang kan ma, aku mau ketemu mz Zafran ma"


mama Nasha hanya diam sambil menangis dan Nasha paham itu tanda Zafran belum pulang. dalam diamnya Nasha menangis tak kuat rasanya harus ditinggal suami tercintanya disaat dia sedang mengandung buah hati mereka yang pertama diusia kehamilan yang sudah memasuki tujuh bulan


"adakah orang yang pernah mengalami hal yang sama sepertiku, mata terbuka tapi rasanya tidak bisa melihat, mulut terasa kaku tak sanggup untuk berbicara dan badan terasa seperti orang lumpuh, yang lemas tak kuat untuk digerakan"


Nasha berkata dalam hatinya sembari mengingat semua masa masa saat bersama Zafran. ingin rasanya dia bangun dan berlari mencari Zafran tapi apa daya, tubuhnya terasa lemas jangankan untuk berjalan untuk mengangkat kepalanya saja rasanya dia tak kuat.


"mz mana janji kamu, katanya mau menemaniku setiap hari, katanya kamu mau lihat anak kita lahir didunua ini, pulang maz pulang, jangan tinggalin aku".


Nasha masih terucap didalam batinnya dan menangis, mamanya semakin tidak tega melihat keadaan Nasha.


malam harinya Papa Nasha kembali kerumah sakit dengan kondisi lemas dan mata yang sembab.


"om bagaimana Zafran apa sudah ditemukan" tanya Imron saat melihat kedatangan Papa Nasha, Papa Nasha hanya diam dan menangis.


papa Nasha menyodorkan sebuah dompet milik Zafran dan baju yang dikenakan Zafran saat berangkat ke Surabaya pada Imron.

__ADS_1


"ini maksudnya bagaiamana om" tanya Imron yang mulai panik


"Zafran tidak terselamatkan Mron, hanya dompet dan baju ini yang ditemukan, pesawat meledak dan jatuh di laut, badan kapal terbelah menjadi berkeping keping" ucap papa Nasha dengan berderai air mata, meskipun hanya menantu tapi papa Nasha sudah menyayangi Zafran dan menganggap Zafran seperti anak kandungnya sendiri.


Ibu Aminah yang mendengar cerita besanya langsung histeris.


"Zafran jangan tinggalin ibu nak, ibu belum siap kamu tinggal nak, hu huhu hu pulang nak pulang"


"tenang bu tenang kita harus ikhlas, ini semua sudah jadi kehendak gusti Allah bu" ucap abah Labib yang menenangkan Ibu Aminah dengan terus memeluknya.


"ibuk mau ketemu Zafran bah, ibu belum ikhlas ditinggal Zafran bah" jawab ibu Aminah yang semakin histeris dalam pelukan abah Labib dan tak lama kemudian ibu Aminah kembali pingsan.


Nasha yang sempat mendengar suara tangisan histeris ibu Aminah mencoba mendengarkan apa yang diucapkan namun masih saja tidak jelas.


"bu, bah, Om kita harus sabar ikhlas dan kuat ya. Allah sayang sama Zafran, yakinlah ini yang terbaik untuk Zafran" ucap Imron yang berusaha menenangakn orang orang disekeilingnya.


"yang baik bagaimana maksudnya?" tanya Nasha lagi dan membuat semua orang yang ada disana beralih pandangannya ke arah Nasha yang sudah memasang ekspresi tajam penuh tanya.


"pa, Maz Zafran selamatkan pa. Imron, Abah, suami aku selamat kan?".


entah dapat kekuatan dari mana sehingga Nasha bisa berbicara dengan lantang, Nasha melihat papanya duduk diam dipinggir kursi dengan mata sembab sambil memegang dompet dan baju Zafran.


"pa, ini seperti baju dan dompet maz Zafran, maz Zafran sudah pulang pa. sekarang dia dimana, dia dirawat diruangan mana pa?" tanya Nasha yang cemas namun ada rasa sedikit lega karena Zafran kembali.


namun perasaan itu berubah cemas lagi karena melihat papanya yang hanya diam dan tiba tiba menangis.


"pa, papa kenapa menangis. mz Zafran mana pa".

__ADS_1


papanya hanya menggelengkan kepala.


"maksudnya apa pa"


papa Nasha mendekati Nasha dan langsung memeluk erat tubuh Nasha.


"Zafran tidak terselamatkan nak, kamu yang sabar dan ikhlas ya, Allah sayang Zafran."


seketika Nasha kembali histeris dan badanya semakin melemah dan lemas, inilah kesedihan Nasha yang paling terbesar yang dialaminya.


"ya Allah mz kenapa kamu tega meninggalkan aku sekarang disaat kondisi seperti ini, aku sedang hamil tua anak kamu mz, kalau kamau pergi bagaimana aku membesarkan anak ini sendiri mz" batin Nasha dengan mata terus berderai air mata.


tidak lama kemudian Ghina, Rania, Mahira dan Rizal datang menghampiri keberadaan keluarga Nasha.


"Nasha" ucap Ghina dan langsung memeluk Nasha disusul dengan Mahira.


"Zal, kok kamu kesini. harusnya kamu masih diacara Walimahanmu" tanya abah Labib yang kaget dengan kedatangan Rizal.


"acaranya sudah selesai bah, kami tidak tenang ketika mendengar kabar Zafran juga Afra yang cesar. mangkanya kami segera kesini" jawab Rizal. Rizal pun langsung membisiki Imron menanyakan keadaan Afra dan Zafran.


"Alhamdulillah Afra sudah sadar, anak kami juga selamat. saat ini Afra sedang istirahat ditemani Umi ku Zal. jawab Imron membalas bisikan Rizal.


Ghina, Mahira dan Rania memeluk Nasha dan juga ikut menangis. mereka juga ikut merasakan kesediahn yang dirasakan Nasha saat ini. belum pernah mereka melihat Nasha sesedih dan sehancur ini, bagi mereka (sahabat - sahabat) Nasha, inilah kesedihan Nasha yang paling besar dan mendalam.


Baca terus Novel ini ya guysss dan jangan pernah bosan, salam sayang untuk kalian readers seetiaku semua. ♥️ ♥️♥️♥️


jangan lupa juga untuk mampir membaca Novelku yang berjudul BIANDRA!!

__ADS_1


__ADS_2