
Tak lama kemudian Afra dan Nasha datang dan duduk disamping ibu Azizah.
"apa, Kyai Ghofur dan gus Imron yang kesini, masa iya aku mau dilamar gus Imron, kayaknya omonganku kemaren dicatet malaikat dan ada wali lewat deh, bisa terkabul gini" batin Afra penasaran
ketika semua pihak sudah berkumpul Kyai Ghofur pun membuka pembicaraan maksud dan tujuannya datang untuk melamar Afra.
"Abah Labib kedatangan saya dan keluarga kesini yang pertama ingin bersilaturahim dengan keluarga abah dan yang kedua saya ingin melamar putri abah Afra untuk putra saya Ali Imron" tutur Kyai Ghofur
"bah sebentar bah" ucap Imron
"kenopo Mron" ucap Kyai Ghofur sambil memandang Imron
"sebelumnya saya mohon maaf sebesar besar nya jika saya lancang, tapi saya minta tolong untuk dipanggilkan. santri putri yang tadi mengaji ketika kami baru sampai sini" Afra pun merasa kaget deg
"apa maksud gus Imron ini" batin Afra
"memangnya kenapa Mron" tanya Zafran
"dialah perempuan yang selama ini saya cari, dialah perempuan yang membuat saya menolak perempuan perempuan yang dikenalkan abah dan yang lainnya pada saya" jawab Imron dengan jelas
"memangnya kamu tau siapa yang mengaji tadi" tanya abah Labib
"tidak bah, saya tidak tau siapa dia tapi saya faham suaranya saya mengenali suaranya dan saya ingin menikahinya" jawab Imron
"bagaimana kamu bisa menikahi perempuan, padahal kamu tidak mengetahui siapa dia, seluk beluk dia, bibit bebet bobot dia Mron" tanya Zafran
"suaranya, dialah perempuan yang pernah saya tanyakan ke kamu empat tahun yang lalu ketika saya mengisi tausiyah di sekolah milik keluarga abah Labib"
"ini gimana to Mron maksudnya, abah gak paham, kita kesini mau melamar Afra dan kamu sudah menyutujuinya, jangan bikin malu abah sama umi kamu Mron" ucap Kyai Ghofur
"maafkan Imron bah, tapi perempuan yang mengaji tadilah perempuan yang Imron inginkan selama ini bah"
"tidak bisa, tujuan kita dari rumah kesini untuk Afra bukan perempuan lain, mau gak mau kamu harus melamar Afra, paham kamu"
__ADS_1
"tapi bah"
"cukup Mron" ucap Kyai Ghofur
semua orang seisi ruangan itupun hanya diam begitu juga abah Labib yang tau siapa perempuan yang dimaksud Imron, dan hanya memberik kode kepada Zafran untuk menanyakan lebih detail pada Imron
"abah Ghofur saya selaku anak pertama dari keluarga abah Labib dan juga kakak dari Afra bolehkah saya bertanya lagi"
"boleh boleh, silahkan Fran"
"Imron, saya tanyakan lagi padamu kenapa hanya dengan mendengar suara gadis yang belum kamu tau wujudnya, kamu bisa mencintainya sedalam ini dan menolak adiku Afra, yang sudah jelas wujudnya"
"abah Labib, ibu Azizah, Afra dan kamu Fran, sebelumnya saya mohon maaf sebesar besar nya, jadi empat tahunan yang lalu saya mengisi tausiyah di acara perpisahan sekolah milik abah Labib, suara tilawah seorang gadis bercadar itu mampu menggetarkan hati saya dan membuat saya menangis akan suaranya yang merdu melantunkan ayat ayat suci Al-Qur'an"
" setelah satu bulan saya tidak berhenti memikirkan gadis itu, suaranya masih terngiang ngiang di telinga saya, bahkan sampai sekarang. setelah satu bulan itu saya tanyakan padamu Fran siapa gadis itu, namun kamu tidak mengetahui karena kamu sendiri saat itu sedang Umroh, dan kamu menyarankan untuk saya bertanya pada para guru dan juga panitia acara tersebut, sayapun melakukannya, saya mendatangi sekolahan itu saya bertanya pada guru guru dan ketua panitia, tapi mereka tidak ada yang tahu siapa yang tilawah karena yang bertugas tilawah sebenarnya bukan dia, yang bertugas tilawah saat itu tiba tiba sakit dan langsung digantikan gadis itu"
"ketika tadi saya mendengar suaranya lagi. hati saya kembali bergetar. bolehkah saya melamar santri itu abah Labib" tanya Imron
"tentu boleh, jika kamu memilihnya silahkan, tidak apa apa, abah meridhoimu" jawab abah Labib sambil tersenyum
"Mron he Mron, gimana kamu ini" ucap Kyai Ghofur
"udah bah biarkan saja Imron menentukan pilihannya, yang akan menjalani itu Imron, kita sebagai orangtua hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaan dan keselamatanya" ucap abah Labib pada Kyai Ghofur, Kyai Ghofur pun mengangguk dan ada rasa malu pada diri Kyai Ghofur dengan abah Labib
"saya atas nama keluarga mohon ma'af sebesar besarnya pada abah Labib dan keluarga" ucap Kyai Ghofur dan dibalas anggukan disertai anggukan oleh keluarga abah Labib
Imron pun merasa heran dan salut dengan keluarga abah Labib, bisa selegowo ini menerima keputusan dia yang membatalkan rencana lamaranya secara tiba tiba pada Afra dan malah berniat melamar santrinya,
"Alhamdulillah keluarga abah Labib bisa legowo dan menerima keputusanku, mereka sama sekali tidak menampakan wajah kecewa, justru mereka semua tersenyum santai seperti rasa ikhlas yang mereka rasa" batin Imron yang memandangi keluarga abah Labin satu persatu
"jadi kapan kamu mau melamar dan menikahi santri abah itu Mron" tanya abah Labib membuyarkan lamunan Imron
"sekarang juga bah, kalau boleh hari ini juga saya akan melamar dia dan menikahinya" jawab tegas Imron penuh kemantabpan
__ADS_1
"apa kamu menerima dia apa adanya Mron"
"njih bah"
"apa kamu bisa membuat dia bahagia Mron"
"saya akan berusaha semampu saya membuat nya bahagia bah"
"baiklah saya restui kamu dengan santri saya itu, dan hari ini juga saya akan nikahkan kalian"
"Alhamdulillah" ucap Imron sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan Kyai Ghofur nampak lemas dan langsung menyenderkan tubuhnya pada sofa, beliau merasa malu dengan keluarga abah Labib karena kelakuan Imron yang memilih santrinya abah Labib dan membatalkan niat awalnya untuk melamar Afra
"nanti ba'da Maghrib kita akan melaksanakan acara Ijab Qobul, biarkan calon pengantin perempuannya bersiap siap" ucap abah Labib dan dianggukan oleh semua orang yang ada diruangan itu
"Afra Nasha kalian pergilah ke kamar" perintah abah Labib.
"njih bah" ucap Afra dan Nasha yang langsung pergi meninggalkan ruangan
"Fran kamu siapkan semua keperluan, acara akad Nikah dilaksanakan di Mushola santri Putra nanti ba'da Maghrib"
"njih bah" ucap Zafran
",bu, bicaralah pada calon pengantin wanitanya, dan sampaikan padanya untuk bersiap siap ba'da Maghrib kita langsungkan akadnya" perintah abah Labib pada ibu Azizah
"mari kita makan dulu lalu kita melaksanakan sholat Maghrib dan melangsungkan akad nikah untuk Imron" ajak abah Labib pada keluarga Kyai Ghofur
setelah selesai Sholat Maghrib, kini Abah Labib, Kyai Ghofur, Imron, Zafran dan pengurus santri putra yang ditugaskan menjadi saksi, tengah duduk di dalam Mushola santri putra dan bersiap untuk melangsungkan akad nikah.
abah Labib menceritakan siapa santri putri yang menjadi pujaan hati Imron itu, dan bagaimana orangnya.
hal itu membuat Imron dan Kyai Ghofur nampak senang tersenyum bahagia.
tinggalkan jejak ya guys, jejak kalian penyemangat author nulis๐๐
__ADS_1