
Zafran yang gak paham dengan maksud Nasha dan tidak terima dengan ucapan Nasha yang malah menyamakan namanya dengan nama demit langsung membuntuti Nasha yang sudah berada diatas kasur.
"Sha, kok kamu nyamain nama mas dengan nama demit Si Sha" ucap Zafran dengan ekspresi sebal dan ikut membaringkan badanya ke kasur
"mas udah malam tidur" ucap Nasha cuek dan langsung memejamkan matanya, Zafran yang sudah tidak mendapat respon dari Nasha juga ikut memejamkan mata dengan posisi memeluk Nasha.
keesokan harinya Nasha ikut kerumah sakit bersama Zafran karena ingin memeriksakan kandungan yang ada dirumah sakit Zafran bekerja, dari parkiran Tangan Nasha sudah menggandeng lengan kekar Zafran, Zafran yang melihat perut Nasha makin membesar merasa kasihan namun Nasha semakin terlihat seksi dengan bodinya yang sekarang, (menurut Zafran) dengan berjalan santai Zafran dan Nasha melewati koridor rumah sakit menuju ruang Dokter kandungan sambil terus ngobrol ringan membicarakan jenis kelamin baby utun
"kira kira jenis kelaminnya apa ya Sha" tanya Zafran
"apa sajalah maz, yang penting selamat dan sehat" Zafran mengangguk mendengar jawaban Nasha
"Fran" ucap Dr Rizal yang menghampiri keberadaan Zafran dan Nasha. panggilan itu membuat Zafran dan Nasha memberhentikan langkahnya dan menoleh kearah sumber suara
"eh Zal" ucap Zafran menyalami Rizal, Nasha dan Rizal saling menganggukan kepala tanda penghormatan menyapa.
"mau periksa kandungan mbk" tanya Rizal pada Nasha dan dijawab anggukan oleh Nasha
"iya dok" jawab Nasha dengan senyum hasnya.
"sudah berapa bulan" sambung Rizal
"memasuki enam bulan dokter" jawab Nasha
"gimana Zal, jadi meminang gadis pujaan hatimu nanti malam" tanya Zafran antusias
Rizal yang mendekapkan kedua tangannya ke depan dada, dengan mengenakan kemeja berwarna grey dan baju putih dokternya nampak terlihat menawan dan cool abis.
"Insya Allah. doain ya Fran, mbk. semoga berjalan sesuai rencana" jawab Rizal dengan semangat dan aura bahagia sangat terpancar dari wajahnya
"Fran, kalau boleh gue mau minta tolong elo, buat nemenin gue kerumah gadis itu" ucapan Rizal dijawab "Insya Allah, gue temani" jawab Zafran
"dokter" panggil Nasha dengan ekspresi memelas. Zafran yang melihat ekspresi Nasha mulai hawatir kalau Nasha akan merengek meminta perihal nyidam anehnya..
"sayang gk usah aneh aneh ya" tegas Zafran pada Nasha dan membuat Nasha memanyunkan bibirnya
"kenapa mbk, kenapa Fran, ngomong aja. siapa tau saya bisa bantu mbk" ucap Dr Rizal yang bingung dengan sikap kedua pasutri didepannya
__ADS_1
"kalau boleh tau, seperti apa si gadis yang beruntung itu" tanya Nasha ingin membandingkan dengan Mahira
"dia gadis yang baik, shalihah, Insya Allah" tutur Dr Rizal
"dokter ingat sama sahabat saya yang dulu pernah dokter rawat tidak" Rizal nampak berfikir
"siapa mbk" tanya Rizal
"itulo dok Mahira"
"oh Mahira, iya mbk saya ingat, kenapa mbak" Rizal penasaran dikepoin Nasha
"menurut dokter Mahira itu bagaimana" Nasha semakin ingin tau sosok Mahira dimata Dr Rizal
"Mahira baik, cantik, shalihah juga sepertinya" jawaban Dr Rizal membuat senyum Nasha mengembang
"kalau menurut dokter, wanita yang mau dokter pinang sama Mahira, cantikan mana"
"ya Allah Nasha ini semakin menjadi jadi ya pertanyaannya" batin Zafran yang sudah resah gundah gulana malu.
"sama sama cantik mbk. cantik itukan relatif ya" jawab Rizal singkat
"nyidam apa mbk kalau boleh tau" tanya Dr Rizal dengan bingung juga penasaran dengan nyidamnya Nasha
"saya nyidam Dr Rizal nikah dengan sahabat saya , Mahira, santrinya abah Labib yang pernah dokter rawat" ucap Nasha dan Zafran yang sudah merasa tidak enak dengan Rizal langsung menggandeng akan membawa Nasha pergi
dokter Rizal hanya tersenyum mendengar pengakuan Nasha sambil menggaruk kepalanya
"Zal kami duluan ya, sudah jamnya Nasha periksa. jangan dengerin omongan Nasha barusan" bisik Zafran pada Rizal dan membuat Rizal ketawa
"mz kok pergi si" ucap Nasha yang merasa kecewa karena belum mendapat jawaban dari Dr Rizal
"Sha jangan malu maluin mz deh ya" bisik Zafran pada Nasha yang berjalan ditengah tengah kerumunan orang
"mz Nasha tu nyidam" ucap Nasha dengan keras hingga membuat orang yang melihatnya merasa kaget dan ketawa dengan ucapan Nasha . Zafran yang menyadari dirinya dan Nasha menjadi pusat perhatian langsung mendekap tubuh Nasha dan membawa masuk Nasha kedalam ruangannya.
"Nasha duduk sini ya" ucap Zafran yang mendudukan Nasha disofa ruangan Zafra., Nasha yang merasa kesal dengan Zafran tidak berhenti mendumel, seharusnya Zafran membiarkan Nasha bicara dengan Dr Rizal, sampai Dr Rizal mau memenuhi nyidamnya.
__ADS_1
"Sha, sekarang sudah jamnya Nasha harus periksa, mas anter keruangan dokter sekarang ya" ucap Zafran dan menggandeng Nasha menuju ruangan dokter kandungan, sepanjang perjalanan Nasha hanya diam dan manyun karena sudah merasa lelah ngomelin Zafran.
sesampainya diruangan dokter Nasha dan Zafran langsung dipersilahkan duduk
"ibu kenapa kok terlihat sedang bangak fikiran" tanya dokter nya Nasha, Nasha pun bercerita perilah nyidam yang dia fikirkan dan hal itu membuat sang dokter tertawa. dan Zafran malu, Nasha yang melihat dokter tertawa merasa kesal dan ingin menjambak rambut sang dokter.
"dok, kenapa tertawa, nyidam saya lucu ya" tanya Nasha dengan ekpsresi kesal
"enggak bu, hanya terkesan aneh aneh saja" jawab sang dokter
"memangnya gada yang lain lagi ya bu nyidamnya" tanya sang dokter dan Nasha menggelengkan kepalanya.
sekitar pukul tujuh malam, Rizal sudah sampai dipekarangan rumah abah Labib untuk menjemput Zafran. Rizal tidak membawa orangtua atau keluarganya untuk meminang karena dia berfikir kalau pinangannya ini diterima barulah Rizal bawa orangtua dan keluarganya
"Zal, udah lama nunggunya" ucap Zafran menghampiri Rizal
"baru sampai Fran"
"yasudah yuk berangkat"
tepat pukul 22.00 Zafran sudah kembali lagi dirumah keluarga abah Labib, Nasha menunggu Zafran untuk mengetahui hasil pinangan Rizal
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam mz, mz gimana hasil pinangan dokter Rizal. diterima" tanya Nasha yang sangat kepo
Zafran hanya mengangguk
"huhuhu" isak tangis Nasha membuat Zafran menoleh ke arah Nasha
"kenapa nangis sayang, apa perutnya sakit" tanya Zafran hawatir
"Nasha sedih, nyidam Nasha gak keturutan nanti anak kita ileran mz, huhuhuhu" jawaban Nasha membuat Zafran menggelengkan kepala
"itu mitos, gak ada bayi ileran karena nyidam yang gk keturutan" jawan Zafran membawa Nasha dalama dekapannya
"Kenapa si harus gadis lain yang dipinang dokter Rizal, kenapa gak Mahira saja"
__ADS_1
"jodoh sudah ada yang ngatur sayang"