
Sepanjang perjalanan pulang Zafran hanya terdiam, dia merasa takut karena hadirnya orang dimasa lalu, orang yang telah membayangi hidupnya selama bertahun tahun. Nasha yang meilihat raut wajah Zafran beda, berusaha mencari tahu, namun Zafran enggan menjawab dan masih terdiam.
"Maz ada apa, kenapa kok jadi diem" Zafran menghela nafas panjang dan memandangi wajah Nasha dekat lekat dan menggenggam sebelah tangan Nasha
"Nanti sampai rumah ya, mas ceritanya" jawab Zafran menenangkan Nasha
"Memang perempuan tadi itu siapa mz, mantan maz ya, hayyo ngaku" ledek Nasha sambil ketawa
"Bukan sayang, diap bukan siapa siapa mz" jawab Zafran yang merasa hawatir akan kemunculan sosok perempuan yang menorehkan trauma untuk Zafran
"udah mz ngaju aja, gak usah malu sama Nasha" jawab Nasha lagi sambil ketawa becandain Zafran. namun Zafran enggan menjawab dan hanya diam tiada respon
Lima menit kemudian Mobil Zafran sudah sampai dihalaman rumah keluarga abah Labib Zafran yang tadinya berencana pergi ke butik untuk mengecek usahanya, lalu diurungkan niatnya.
"Assalamualaikum" ucap Nasha dan Zafran ketika mau masuk kerumah
"Waalaikumussalam" ucap ibuk Aminah dan Abah Labib
"Nasha ke kamar dulu ya buk,, bah, mas, mau siap siap berangkat ngaji" pamit Nasha dan meninggalakan ibu abah juga Zafran
"Kamu kenapa Fran, kok wajahnya terlihat panik" tanya ibu Aminah yang memperhatikan ekspresi wajah Zafran yang sangat panik dengan tatapan kosong semenjak masuk rumah.
Zafran langsung mendudukan tubuhnya ke sofa ruang keluarga, ibu Aminah yang berdiri langsung ikut duduk disamping Zafran.
dengan pelan dan hati hati Zafran pun bercerita
"Zafran ketemu perempuan itu lagi buk" jawab Zafran dengan pandangan kosong
"Maksud kamu, Viola nak" Zafran menjawab dengan anggukan seketika membuat air mata ibu Aminah menetes.
"Bah, kenapa dia muncul lagi bah, apa ada yang mau dia incar lagi dari keluarga kita bah" ucap Ibu Aminah histeris
"Buk, buk tenang buk tenang, kita serahkan semuanya pada Allah ya" jawab Abah Labib menenangkan Ibu aminah yang berada dalam pelukannya
"Fran kamu gantiin dulu abah ngaji. Biar abah saja yang nemenin ibuk dirumah" perintah Abah Labaib dan langsung membawa Ibu Aminah masuk ke kamar. Zafran pun mengangguk dan langsung masuk kekamarnya untuk siap siap menggantikan abah Labib ngaji.
__ADS_1
Ceklek
Zafran membuka hendel pintu kamar dengan wajah yang masih lesu dan tatapan kosong.
"Mz, maz gak papa kan" tanya Nasha yang hawatir akan keadaan Zafran saat ini.
"Gak papa sayang, kamu udah sholat" tanya Zafran yang melihat Nasha memakai mukena
"Belum maz, ini baru mau sholat"
"Yaudah tunggu mas, mas, ambil wudhu dulu"
Nasha menunggu Zafran dengan duduk dan memikirkan keadaan suaminya,
"ada apa dengan mz Zafran, kenapa semenjak bertemu dengan perempuan tadi maz Zafran jadi beda, seperti orang ketakutan dan tatapannya menjadi kosong, siapa sebenarnya perempuan tadi, apa hububgannya dia dengan maz Zafran" batin Nasha dengan disimuti penuh pertanyaan
Tak lama kemudian Zafran keluar dari kamar mandi dan langsung menunaikan shoalt berjamaah dengan Nasha. Setelah selesai sholat, Zafran meminta agar Nasha segera pulang setelah selesai ngaji, gak usah mampir ke asrama. Nasha pun mengangguk paham
"Loh maz, kok rapi dan bawa kitab, katanya mau kebutik" tanya Nasha
"Gak jadi, abah minta mz gantiin abah sore ini" Nasga pun mengangguk mengerti,. Dan gak kepo kenapa abah minta digantiin karena hal itu sudah sering dilakukan Zafran.
Sore ini Zafran atau gus Zafran mengajar bab berbakti kepada orangtua, meskipun Zafran sedang tidak baik baik saja, tapi dia berusaha profesional dengan melupakan sejenak masalah yang sedang mengganggu fikirannya, agar bisa maksimal dalam menyampaikan ilmu kepada para santrinya.
Satu jam kemudian ngaji pun selesai, sesuai permintaan Zafran Nasha pun langsung pulang dan tidak mampir ke asrama.
Sesampainya dikamar dia melihat Zafran yang kembali diam dengan tatapan kosong.
"Maz" ucap Nasha yang mendekati Zafran, Zafran yang sedang duduk bersender di ranjang tempat tidur langsung membawa Nasha dalam pelukannya.
"Nasha pasti penasaran ya dari tadi, kenapa mas diam" Nasha mengangguk dan melingkarkan tangannya pada tubuh Zafran
"sayang denger mas baik baik ya, kalau suatu hari nanti Nasha bertemu lagi dengan perempuan yang memanggil mas dipanti tadi, adek menjauh ya, adek harus hati hati, perempuan itu berbahaya" ucap Zafran sambil mengusap kepala Nasha
"Memangnya perempuan tadi siapa mz, ada hubungan apa sama Maz" tanya Nasha makin penasaran
__ADS_1
"Namanya Viola, dulu santri disini"
"Nasha gak asing sama perempuan tadi mas, dan Nasha baru inget kalau Nasha pernah ketemu dengan dia" Zafran pun langsung memandangi Nasha dengan tatapan tajam
"Nasha serius" Nasha hanya menganggukan kepalanya
"Nasha ketemu dimana" tanya Zafran yang penasaran dan perasaan yang semakin hawatir
.
"dipesantren mas, beberapa hari yang lalu, perempuan itu kesini menyambangi salah satu santri disini, perempuan tadi itu saudaranya salah satu santri putri disini" jawaban Nasha semakin membuat Zafran ketakutan. dan hawatir, fikirannya sudah kemana mana, Zafran takut kalau kejadian lima belas tahun silam terjadi lagi
Allah akbar Allahu Akbar
suara adzan maghrib mengehentikan obrolan Zafran dan Nasha, dan mereka langsung mengambil air wudhu, Nasha solat sendiri dikamar dan Zafran sholat berjamaah dimushola santri putra. keadaan rumah sangat sepi hanya ada Nasha yang berada dikamarnya lantai 2 dan Ibu Aminah yang berada dikamarnya dilantai bawah.
suara bel rumah berbunyi, Nasha yang mendengarnya langsung turun dan membukakan pintu, betapa terkejutnya Nasha melihat orang yang ada dihadapannya.
lima belas menit kemudian Zafran dan abah Labib kembali ke rumah, Zafran tidak langsung masuk kamar namun terlebih dahulu dia pergi kedapaur karena cacing diperutnya sudah memanggil manghil, dari siang belum mendapat amunisi.
perasaan Zafran tidak enak, hingga akhirnya diurungkan makan dimeja makan, dan membawa makanan kekamarnya agar bisa makan bersama Nasha, karena biasanya jan segini Nasha masih siapa siap dikamar ma ngaji malam.
Assalamualaikum, ucap Zafran ketika masuk kamar, namun tidak ada jawaban, fikirnya mungkin Nasha masih dikamar mandi. setelah lima menit Zafran berada dikamar Nasha juga belum keluar dari kamae mandi, hingga akhirnya Zafran bangkit dari tempat dudujnya dan masuk kedalam kamar mandi namain tidak ada Nasha disana. Zafran mulai panik dan memriksa setiap sudut kamar dan ruangan dirumah, hingga membuat Abah Labib kebingungan
"kamu kenapa Fran" tanya abah Labib
"Nasha gak ada bah" jawab Zafran panik
"udah berangkat ngaji mungkinn Fran" jawab Abah Labib masih santai
"Nasha gak pernah berangkat ngaji kalau belum pamit dengan Zafran bah" jawab Zafran nambah panik
"coba kamu cek dulu dikelasnya. tanya sama mb mb santri sana, suruh liat ada Nasha gak dikelas atau Di asrama" Zafran pun langsing pergi ke pondok santri putri dan meminta salah satu santri putri untuk mengecek Nasha.
namun Nasha tidak ada.
__ADS_1
deg ..... perasaan dan fikiran Zafran sudah panik
selamat membaca readers jangan lupa voten like dan komennya ya,