Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
25. Sah


__ADS_3

lanjut ya guys


sekarang aku sudah selesai mandi dan duduk di depan cermin untuk didandani sama Mama agar terlihat lebih cantik layaknya pengantin pada umumnya, wajahku terlihat murung, meskipun aku sudah mulai ikhlas dan menerima pernikahan ini. aku menguatkan diri sendiri, kalau ini memang jalan yang terbaik untuku


berita tentang acara akad ku sudah menyebar di pesantren, banyak yang menganggap hari patah hati se pesantren karena pria idolanya sudah menikah, aku yang dipondok tidak terkenal dan terlihat biasa biasa saja, mereka banyak yang meremehkanku


"Nasha itu siapa si, diniyah saja masih kelas dua, cantik enggak pintar juga enggak, anaknya manjalah ini itulah, kok mau si gus Zafran sama sia" banyak banget nyinyiranya.


kurang lebih seperti itu nyinyiran santri putri untuku, tapi tak ada yang aku hiraukan, mikirin nasibku selanjutnya aja dah pusing


"Sha sha kok kamu enggak cerita sama kita kalau mau menikah Sha" Tanya Mahira sambil menepuk bahuku


"aku gk cerita kalian sudah tau kan"


"iya si Sha. tapi seengaknya kamu ceritalah, kami kan sahabatmu Sha"


"apa ini penyebabnya semalem matamu sembab Sha" tanya Ghina akupun mengangguk,


"terus kenapa kamu menangis Sha, seharusnya kamu seneng dong dapat gus Zafran yang paket komplit itu"


mendengar kata paket komplit aku jadi inget kata kata mama dulu pas dirumah sakit, yang menganggap gus Zafran paket komplit dan ku jawab kayak ayam geprek pakai lalapan sambal dan es teh, lalu ku langsung melihat wajah mama. mamapun tersenyum sepertinya paham dengan apa yang sedang aku fikirkan.


"iya seneng lah, kapan lagi dapet paket komplit. tapi aku tu masih pengen fokus ngaji nyelesein hafalan Qur'an ku dulu, baru menikah gays"


"lah terus ini kenapa kamu bisa menikah sekarang" tanya mahira kepo


"Sudah sudah besok lagi aja ceritanya sekarang bantuin aku memakai baju ini"


Mahirapun mengambilkan baju yang masih tergantung dibalik pintu


"uhhh bakal jadi hari patah hati Internasional ini Sha"


"woy woy Mahira bisa bisanya internasional, nasional aja kali, ngehalunya ketinggian" ucap Ghina


"lagian bukannya kamu sukanya sama si Revan ya ra"


"siapa bilang, udah gak ya Ghin"


"sudah sudah jangan berantem, nambah pusing tau gak" ucapku melerai mereka


"iya iya Sha maaf"


"jadi mau bantuin aku pakai baju gak si"


"bajunya bagus banget Sha, nyewa dimana tante"


tanya Mahira pada mama sambil memandangi baju pengantinku yang berwarna putih dengan jilbab Syar'i nya yang berwarna putih juga


"enak aja nyewa, masak si paket komplit ngasih bajunya nyewa, ini dia beli semalem belinya di butik Lestari dikota malang sana"

__ADS_1


"saya kira nyewa tante, habis waktunya kan mepet banget tan"


"namanya juga paket komplit tinggal pijat pijat HP datang sendiri apa yang dimau"


"iya juga ya tan" jawab mahira sambil memberikan baju itu padaku


"sekarang kamu udah cantik, udah siap.


sekarang mama keluar dulu, nanti mama jemput kamu kalau ijab qabul sudah dilaksanakan" ucap mama sambil mencium keningku dan langsung keluar dari asrama . kini diasrama hanya tinggalah aku Mahira, Ghina, Anisa dan ning Afra.


"deg deg kan ya Sha" tanya ning Afra


"Iya ning"


tepat pukul 06.00 WIB diluar sana, tepatnya di Mushola santri putra terdengar suara papa dari speaker yang sengaja dipasang keras, agar semua penghuni pesantren dapat mendengar


"Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti Nasha Arzeta alal Mahri majmuat minal hilyah haallan"


artinya : "Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku Nasha Arzeta dengan mahar satu set perhiasan


dan terdengar suara gus Zafran


"Qobiltu nikahaha watazwajiha 'Alal mahri al-madzkuri haaalan"


artinya "saya terima nikah dan kawinnya untuku dengan maskawin tersebut tunai


"Sah, sah, sah"


"selamat Sha" ucapa Mahira Ghina dan Anisa


"tiba tiba airmataku terjatuh lagi begitu saja"


disaat sahabat sahabatku memeluku


"terimakasoh sisterlillah" ucapku sambil menangis


"Sha kok nangis si Sha, nanti bedaknya luntur" ucap Ghina sambil mengusap air mataku


tak lama kemudian mama menjemputku


ceklek


"Assalamualaikum ayuk sayang saatnya keluar" ucap mama.


"kenapa masih nangis si, sini mama bedakin lagi, jadi luntur kan bedaknya"


dan aku keluar ditemani ning Afra, Mahira, Ghina dan Anisa


aku duduk disamping gus Zafran, dia mengulurkan tangannya untuk kucium punggung tanganya lalu dia membacakan doa di kepalaku dan mencium keningku.

__ADS_1


"air mataku tak tertahan untuk keluar, dan gus Zafran mengusapnya, lalu dia membisiki aku


"maaf ya gara gara saya kamu harus menanggung ini semua, sudah jangan nangis lafi, saya akan bertanggung jawab" akupun hanya terdiam dan menahan air mata agar tidak keluar lagi


kamipun diminta berdiri untuk bersalaman sungkem dengan kedua orangtua kami. abah Labib dan ibu Azizah yang kini resmi menjadi mertuaku memberikan wejangan yang banyak begitupun dengan kedua orangtuaku.


para santri pun bergantian menyalami kami yang sat ini kami berdiri dihalaman pondok


"ibu Azizah yang kini menjadi mertuaku, datang menghampiriku


"sayang sekarang rumah ibu rumah kamu juga, jangan sungkan ya" ucap ibu mertua


"Zafran ajak istrimu masuk kerumah antar dia ke kamar agar ganti baju, lalu cepat turun kita sarapan bersama" ucap ibu mertua


"pakaian Nasha masih ada diasrama bu, biar Nasha ganti di asrama saja"


"siapa bilang pakaianmu ada di asrama, pakaianmu sudah kupindahin semua ke kamar barumu" ucap Afra


"kok dipindahin si ning" ucapku


"iya, kamu aku usir dari asrama karena sudah sah jadi istri orang, dan satu lagi panggil aku adek jangan ning lagi, paham" ucap Afra sambil ketawa


"rese banget si"


"yasudah sayang ayok kita masuk ke rumah dan ganti baju" ucap Zafran


"sayang, gus Zafran manggil aku sayang, yailah gus gus, baru juga sah dah manggil sayang" ucapku kesal


"cieee yang pengantin baru dah sayang sayangan, inget mas disini ada jomblo yang perlu menjaga telinga" ucap Afra


"dan kamu juga Sha jangan panggil saya gus lagi tapi panggil mas, ya" ucap gus Zafran


"cieee mas, mas Zafran sayang" ucap Arfa ngeledek


wajahku sepertinya sudah merah merona seperti kepiting rebus ini


pov author


"Sha ini mahar saya untuk mu terimalah dan pakailah" ucap Zafran sambil menyodorkan sebuah box berisi satu set perhiasan. Nasha lun menerima dengan rasa kesal


jangan lupa ya guys like komen dan votenya agar author semangat nulisnya...


baju pengantin Nasha


bayangin aja Nasha pakai baju ini ya heheheheh



foto akad gus Zafran

__ADS_1



__ADS_2