
sepulangnya dari rumah sakit hari hari Nasha dihabiskan dirumah kedua orangtuanya karena keadaanya yang masih terpuruk dan ibu Aminah juga sakit sakitan. mama Nasha meminta agar Nasha tinggal bersama mereka, biar mereka bisa urus Nasha dan tidak membebani keluarga ibu Aminah yang masih sakit.
Nasha sering menangis tiap mengingat kebersamaanya dengan Zafran, meskipun begitu dia terus belajar ikhlas dan pasrah meski didalam hatinya meyakini kalau Zafran masih hidup.
"Sha, makan yuk" mama Nasha yang melihat Nasha sering menyendiri dikamar sering membawakan makan kekamar Nasha, Nasha yang sedang murojaah hanya diam dan memandangi wajah mamanya.
"Nasha gak laper ma"
"mama tau kamu gak lapar, tapi kamu harus makan, bayi dalam kandungan kamu harus mendapat asupan kamu harus makan".
Nasha mengusap perutnya dan akhirnya menerima makanan yang disodorkan mamanya.
dua bulan kemudian disaat Nasha sedang muroja'ah, dia merasakan kontraksi diperutnya.
"ma, mama, ma, mama".
Nasha yang merasakan perutnya mulas karena kontraksi, Nasha pun langsung segera memanggil mamanya untuk meminta pertolongan.
"iya sayang kamu kenapa, apa ada yang sakit sayang"
ucap Mama Nasha yang melihat Nasha kesakitan.
"sakit ma," ucap Nasha memegang perutnya
" kamu kontraksi kita kedokter ya"
mama Nasha segera membawanya kerumah sakit dan mengabari papanya agar menyusulnya, sesampainya dirumah sakit Nasha terus merintih kesakitan. didalam ruang bersalin mama Nasha menemaninya dengan penuh kasih sayang.
"maz Zafran kamu kemana mz, katanya kamu ingin mendampingiku lahiran, hari ini aku akan lahiran mz, anak kita akan lahir. kamu jahat maz, kamu gak nepati janjimu mz".
batin Nasha yang merasakan sakit diperutnya dan sakit dihatinya karena kesedihan tidak adanya sang suami disampingnya.
perlahan bukaan demi bukaan terjadi hingga saat saat calon babynya keluar dengan ditemani sang mama Nasha berjuang melahirkan buah hatinya yang pertama.
"ayok nak terus nak, kamu gak boleh nyerah sayang
" suport dari sang mama, hingga akhirnya keluarlah baby berjenis kelamin laki laki, wajahnya sangat mirip dengan Zafran.
"Alhamdulillah, bayinya laki laki bu" ucap sang dokter. setelah babynya dibersihkan lalu dikasihkan ke Nasha, Nasha pun menangis haru saat melihat wajah putranya.
__ADS_1
"harusnya abahmu disini nak, bersama kita" batin Nasha sambil menangis dan menggendong putranya.
"pa, Nasha boleh minta tolong adzanin anak Nasha pa" ucap Nasha pada papanya yang berdiri disamping bangkar.
"boleh sayang, sini sini cucu eyang" ucap papa dan langsung mengadzani Anak Nasha. Nasha kembali menangis harusnya Zafran, abahnya baby yang mengadzani.
"sudah Sha jangan nangis terus, sekarang kamu sudah ada baby. fikirin kesehatan kamu ya" ucap sang mama Nasha pun mengangguk.
tak lama kemudian Mahira dan Rizal datang
"Assalamualaikum" ucap Mahira dan Rizal yang langsung menyalami mama papa Nasha dan Mahira memeluk Nasha
"selamat ya beb, akhirnya jadi umi juga"
"makasih beb, cepet nyusul ya punya baby"
"boleh aku gendong baby gantengnya tante" ucap Mahira meminta izin untuk menggendong babay pada mama Nasha
"boleh dong tante" jawab Mama Mahira sambil menyerahkan baby
"siapa namanya ganteng"
"Alif tante" ucap Nasha sambil tersenyum melihat Mahira menggendong baby Alif
"iya dong tante" jawab Nasha
"sayang gantian dong, aku juga pengen gendong baby Al" ucap Rizal sambil menyodorkan kedua tangannya.
"sini sini ganteng ikut om sini, MasyaAllah gantengnya" ucap Rizal.
"gue gak nyangka, ucapan loe itu pesan terakhir lo Fran, gue janji akan jagain istri dan anak loe buat loe, sesuai amanah loe" batin Rizal yang merasakan sedih ketika melihat wajah baby Alif.
",eh baby Al senyum" ucap Rizal melihatkan senyum baby Al ke Mahira.
"Masya Allah tabarakallah ganteng banget sih, gemesh" ucap Mahira yang sangat gemash dengan baby Alif.
"kok basah sayang, yah yah ngompol" ucap Rizal yang merasakan ada kehangatan air ditubuhnya dan membuat ketawa seisi ruangan.
"hahah ngompol ya, sini biar tante ganti dulu popok dan bedongnya" ucap Mama Nasha saat meminta baby Al.
"baby Al ganteng banget si Sha, gemes deh pengen nyubit"
__ADS_1
Mahira berucap sambil terus kegirangan melihat wajah tampan Alif.
"jangan dicubit dong tante, bikin lah beb, kan sudah ada teman buat bikin sekarang" goda Nasha dan membuat Mahira dan Rizal kikuk.
"udah deh, gak usah kikuk seperti itu kayak sama siapa saja" jawab Nasha sambil ketawa melihat ekspresi Mahira dan Rizal.
"Assalamualaikum" ucap abah Labib yang diikuti ibu Aminah, Afra, Imron dan baby Arumi anaknya Afra dan Imron yang saat ini berusia dua bulan.
"Waalaikumussalam abah, loh ibu ikut, ibu sehat bu" ucap Nasha sambil menyalami mertuanya.
"Alhamdulillah ibu sehat nak, tapi belum vit bener, ibu pengen liyat cucu ibu" jawab Ibu Aminah yang masih terlihat lemas.
"mana cucu mbah putri sini mbah putri gendong" ucap Ibu Aminah meminta Alif untuk digendong.
"lengkap sudah ya cucu mbah putri, ada adek Arumi juga, siapa Sha namanya".
"Alif bu"
"oiyah, ada cucu mbh putri adek Arumi juga mas Alif, jadi anak solih ya Alif".
"ya Allah gusti wajah Alif sangat mirip sekali dengan Zafran, jika dia masih hidup jagalah di ya Allah, jika memang sudah tiada terimalah amal ibadahnya".
batin ibu Aminah yang teringat dan sangat rindu dengan putra satu satunya.
hari itu diruang rawat Nasha semua orang yang disana nampak bahagia atas kelahiran Alif.
dua hari kemudian Nasha sudah diizinkan pulang karena memang tubuhnya sudah kuat.
"ma Nasha langsung pulang ke rumah abah Labib ya ma".
"pulang kerumah mama saja dulu Sha" jawab sang mama yang masih membereskan barang barang Nasha dan juga baby Alif.
"enggak ma, Nasha mau pulang kerumah abah Labib, Nasha yakin Mz Zafran masih hidup dan pasti pulang. Nasha ingin menunggu mas Zafran dirumah abah Labib ma".
"sayang kesehatan kamu belum pulih" ucap
sang mama dan mengehentikan kegiatannya.
"tapi aku mau pulang dan tinggal dirumah abah Labib ma".
"iya mama akan izinin tapi kalu keadaan kamu sudah pulih, kondisi Ibu Aminah sedang tidak baik beliau belum vit Sha. nanti siapa yang membantu kamu mengurus Baby Al, kalau dirumah mama ada mama yang bantuin kamu, mama gk tega melihat kamu masih sakit dan harus mengurus baby Al sendiri. nanti saja ya, kalau kamu sudah pulih kamu boleh pulang dan tinggal dirumah abah Labib lagi".
__ADS_1
akhirnya Nasha nurut, karena gak mungkin juga dia minta tolong para santri untuk membantunya disaat kondisi dia masih belum sehat betul seperti saat ini.