
lanjut ya guysss
Nasha pun langsung melepaskan pelukan suaminya dan pamit untuk mencuci pakaian dan Zafran pun bersiap untuk berangkat kerja. seiring perjalanan Nasha menuju kamar mandi dia mendumeli dirinya sendiri. betapa cerobohnya dia bisa bisanya langsung soudzon tidak percaya sama suaminya tanpa mencari tau terlebih dahulu kebenarannya.
"hemmm bisa bisanya Sha kamu ini ceroboh langsung soudzon, gak percaya sama mas Zafran" Zafran yang berjalan dibelakang Nasha pun tersenyum dan memeluk Nasha dari belakang,
"udah gak usah ngedumel, habis nyuci lancarin hafalannya ya, nanti mas pulang malem, gak papa kalau Nasha mau tidur diasrama"
"ih mas Zafran, ngagetin aja si, jangan peluk peluk disini dong, ntar kalau ada yang ngeliat isin aku"
"siapa yang mau liyat, dirumah kan cuma ada kita berdua" ucap Zafran
"iya ya, abah ibu kan udah keluar rumah dari tadi Afra sama suaminya juga lagi ditempat mertuanya" batin Nasha dan Zafran tersenyum melihat istrinya yang sedang mengingat ingat
"yaudah, mas berangkat ya, kamu baik baik dirumah" ucap Zafran dan langsunh keluar rumah.
setelah selesai mencuci pakaian Nasha langsung menuju asrama, langkahnya pun terhenti ketika melihat Ghina sedang ngobrol serius dengan papanya
"itu Ghina dengan papanya, eh biarin aja deh, gak usah aku samperin" batin Nasha yang terhenti langkahnya melihat keberadaan Ghina dan mengurungkan niatnya lalu langsung berjalan masuk ke asramanya.
setelah berbicara panjang kali lebar pada papanya, Ghina tetap tidak bisa membujuk papanya agar tidak mendata tangani surat gugatan cerai dari mamanya.
sepuluh menit kemudian Ghina masuk ke asrama dengan wajah yang lesu. dia merasa ini ujian yang paling berat dia terima, disaat diahampir selesai ngaji diniyahnya dia harus merasakan orangtuanya berpisah, Ghina seperti tidak punua semangat hidup lagi.
"Ghina, kamu kenapa kok wajahnya lesu kayak jemuran diuwel uwel" tanya Nasha penasaran
"tadi papa habis dari sini, dan aku gk bisa nyegah papa, papa dan mamaku beneran akan cerai Sha" jawab Ghina denga nada sedih
"kamu yang sabar ya" jawab Nasha sambil memeluk Ghina.
"aku merasa hidupku gada artinya aapa apa Sekarang Sha, aku rajin dan tekun belajar dipesantren ini juga untuk mereka, tapi mereka malah memilih pisah"
"kamu kuat, kamu pasti bisa melewati ini semua" dijawab anggukan oleh Ghina.
"Ghin, bikin mie sosis yuk" ajak Nasha yang berniat menghibur Ghina dengan mie, Ghina suka banget dengan mie
"ayuk lah, udah lama banget juga kita gak makan mie bareng" mereka berdua langsung berjalan ke dapur pesantren untuk membuat mie sosis
mie sosis ala ala
"mmm Yummy" kata Ghina sambil menyendok kuah mie lalu memasukan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"coba kalau ada Afra juga Mahira ya, pasti nambah seru" ucap Nasha dengan menikmati rasa mie sosis
"iya, kangen deh sama mereka"
ceklek
"Assalamualaikum" ucap Afra yang tiba tiba datang
"Waalaikumussalam" jawab Nasha dan Ghina bersamaan
"ning Afraaaaaa" teriak Ghina kaget
",Hay hay aku datang, kalian makan apa" ucap Afra yang membawa sekantong plastik cemilan dan langsung duduk ditengah tengah Afra dan Nasha
"wah mie sosis, ih mauuu"
"yaudah ayo sini makan" ucap Nasha sambil menyodorkan sendok, setelah mienya habis mereka masih merasa kurang, dan memasaknya lagi
"Alhamdulillah kenyang banget perutku," ucap Nasha
"uenak e reeeek" ucap Afra
"kurang lengkap tapi ya, kurang Mahira" ucap Ghina
"eh eh kita telephon yuk, ni aku bawa HP" ucap Afra
"kita telponnya dikamar ndalem aja, biar gak ketauan pengurus" ajak Afra dan mereka bertiga langsung memberesi bekas makannya dan cus ke kamar Afra
tut tuuut tutt tuut
"gimana diangkat egak" tanya Nasha
"belum ni" jawab Afra
"coba sekali lagi"
"Assalamualaikum" suara dari sebrang sana yaitu Mahira
"Waalaikumussalam" jawab Afra, Ghina dan Nasha bersamaan
"Mahira apa kabar"
"Alhamdulillah aku semakin membaik"
__ADS_1
"kapan kepondok, kangen"
"insya Allah besok pas hari H akhirusannah"
"eh siapa itu Ra dibelakang kamu" tanya Ghina sambil nunjuk
"oh itu, dokter Rizal"
"loh kok ada dirumah kamu Ra"
"iya tadi dokter Rizal kesini untuk melihat keadaan aku" mereka berempat pun asyik ngobrol hingga satu jam, setelah selesai Ghina dan Nasha kembali ke asrama, Afra tetap di ndalem.
"Sha,, aku mau beli cemilan dulu ya" Ghina pun langsung berjalan ketempat persembunyian uangnya, namun dia kaget karena uang nya yang tadi dikasih papanya hilang dan tinggal setengahnya.
"Sha , Sha, uangku gak ada Sha, tinggal ini" ucap Ghina pada Nasha dengan menunjukan beberapa lembar uang lima puluh ribuan
"emang tadi kamu tarok mana Ghin"
"tarok ditempat biasanya Sha" sambil nunjuk lemari penyimpanan uangnya. Nasha dan Ghina juga Afra dan Mahira selalu menaruh uang ditempat yang sama, mereka saling percaya dan saling menjaga dengan barang - barang satu sama lain
"yaudah kamu tenang dulu ya, kita cari" setelah satu jam mengobrak abrik asrama, uangnya tidak juga ketemu
"kira kira jatuh dimana ya Sha, dan jika diambil orang kira kira siapa ya orangnya Sha, kok bisa hilang"
"jangan soudzon dulu ya Ghin, kita cari sama sama dulu"
Nasha dan Ghina mencari kesana kemari, sampai ditempat penyambangan, kamar mandi, kamar Afra tapi tidak ketemu juga dan gatau dimana uangnya Ghina berada
"mb Nasha dan mb Ghina dari tadi mondar mandir nyari apa mb" tanya Vega yang heran melihat Nasha dan Ghina mondar mandir seperti setrikaan
"mb, tadi liyata ada orang masuk kamar kami tidak" tanya Ghina
"enggak mb, saya enggak liyat, memang kenapa mb" tanya Vega penasaran
"kami kehilangan sesuatu" Vega pun langsung membantu menacari uang Ghina yang hilang
sampai akhirnya Nasha, Vega dan Ghina pun putus asa karena yang mereka cari gk ketemu- ketemu. dan Ghina pun sudah pasrah dan gak mikirin lagi tentang uangnya, karena dia juga masih mempunyai sedikit tabungan
"yasudahlah, mungkin aku sudah egois karena sudah melarang papa mama cerai, sementara aku gak tau bagaimana sebenarnya keadaan mereka, mereka gak bakal cerai kalau gak ada luka" batin Nasha sambil mengingat ucapannya tempo hari pada mamanya dan ucapannya tadi dengan papanya
"mungkin aku kehilangan uang ini juga sebagai teguran, kalau semua hanya titipan, begitu juga dengan sebuah hubungan pernikahan yang merupakan sebuah titipan dan hubungan pernikahan yang dijalani mama papa, yang berujung perceraiaan itu karena mereka tidak bisa menjaganya dengan hati hati mangkanya hubungan itu hilang" ucap Nasha dengan terus berusaha ikhlas dan menerima dengan kenyataan perceraian kedua orangtuanya dan uangnya yang juga hilang
***nanti lanjut lagi ya guys....
__ADS_1
selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan,
Marhaban ya Ramadhan๐๐๐***