
Nasha yang kesal dengan becandaan Zafran langsung membalikan badanya dan memunggungi Zafran
"Sayang kamu semenjak hamil kenapa si jadi sensitif dan gampang Nangis" ucap Zafran sambil menoel noel punggung Nasha
"hari ini hari minggu, kita keluar yuk jalan jalan, munpung masih siang" bujuk rayu Zafran pada Nasha yang dari tadi nyueki dirinya gara gara becanda malah berujung ngambek
"mau enggak jalan jalan"
Nasha pun langsung bangkit dari tempat tidurnya dan membuat Zafran senang, namun Nasha malah berjalan masuk kedalam kamar mandi, tanpa menghiraukan Zafran
"lah sayang, ayok pergi kok malah masuk kamr mandi" Zzafran kembali kecewa karena rayuannya belum berhasil
setelah 10 menit didalam kamar mandi Nasha sudah rapi dan langsung mengambil tas yang ada di lemari, Zafran hanya terdiam sambil memperhatikan Nasha berjalan menuju lemari tas
"mas, ayok, katanya jalan jalan, kok malah ndomblong"
Zafran langsung tersadar
"oh iya ayok"
Zafran langsung bangkit dari duduknya dan mengikuti Nasha berjalan menuju mobil. seperti biasa Zafran selalu membukakan pintu mobil untuk Nasha, bukan Nasha yang minta tapi memang dari awal Zafran yang mau melakukan itu sendiri
setelah Zafran masuk mobil dia langsung memastikan posisi duduk Nasha nyaman, agat tidak pegel badanya
"kamu mau kemana sayang" tanya Zafran sambil mengusap kepala Nasha
"kita ke panti Al Hikmah saja yuk maz, Nasha pengen bermain sama anak anak disana"
__ADS_1
Zafran pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepan sedang menuju panti yang dimaksud Nasha.
panti Al Hikmah adalah salah satu yayasan panti milik keluarga Zafran yang berada tidak jauh dari pesantren, dulu sebelum menikah Nasha sempat mendapat jatah membantu ngajar disana, namun cuma beberapa bulan karena tak lama dari situ Nasha menikah dan semenjak menikah Zafran menyuruh Nasha berhenti dan digantikan santri yang lain, tujuannya agar Nasha bisa fokus ngaji hafalan Qur'an dan mengurus Zafran.
sepuluh menit kemudian Mobil Zafran sudah sampai dihalaman Panti. Nasha dan Zafran datang tidak dengan tangan kosong, mereka membawa makanan ringan dan buku cerita yang tujuannya mah dibacakan Nasha ke anak anak.
setelah membagikan makanan, Nasha mengajak anak anak berkumpul dibawah pohon samping panti, Nasha yang sudah rindu dengan anak anak panti langsung membacakan cerita tentang kisah Nabi Ayub a.s
dikisahkan bah Allah Swt menceritakan perihal hamba dan Rasul-Nya Nabi Ayyub as dan cobaan yang ditimpakan oleh Allah terhadap dirinya berupa penyakit yang mengenai seluruh tubuhnya selama delapan belas tahun dan musibah yang menimpa harta dan anak-anaknya, sehingga tiada suatu pori-pori pun dari tubuhnya yang selamat dari penyakit tersebut kecuali hanya kalbunya.
Dan tiada sesuatu pun yang tersisa dari harta bendanya untuk dapat dijadikan sebagai penolong dalam masa sakitnya dan musibah yang menimpa dirinya, selain hanya istrinya yang masih tetap mencintainya berkat keimanannya kepada Allah dan rasul-Nya.
Istrinya itu bekerja pada orang lain sebagai pelayan, dan hasil kerjanya itu ia belanjakan untuk makan dirinya dan suaminya (yakni Nabi Ayyub). Istrinya bekerja demikian selama delapan belas tahun.
Sebelum musibah menimpa, Nabi Ayyub hidup dengan harta yang berlimpah, banyak anak, serta memiliki banyak tanah dan bangunan yang luas. Maka semuanya itu dicabut dari tangannya oleh Allah Swt, sehingga nasib melemparkannya hidup di tempat pembuangan sampah di kotanya, selama delapan belas tahun.
Istrinya tidak pernah meninggalkannya pagi dan petang, kecuali bila bekerja pada orang lain, tetapi segera kembali kepadanya dalam waktu yang tidak lama.
Setelah masa cobaan itu telah lama berlangsung, masa puncak cobaanpun telah dilaluinya serta sudah ditakdirkan habis waktunya sesuai dengan masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya, maka Nabi Ayyub berdoa memohon kepada Tuhan semesta alam, Tuhan semua rasul, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
{أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ}
(Ya Tuhanku) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. surat Al Anbiya: 83).
Dan di dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.”
Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah penyakit yang menimpa tubuhnya dan tersiksa karena kehilangan harta benda dan anak-anaknya.
__ADS_1
Maka setelah itu Allah Yang Maha Pelimpah rahmat mengabulkan doanya, kemudian Allah memerintahkan kepada Ayyub untuk bangkit dari tempat duduknya, lalu menghentakkan kakinya ke bumi.
Nabi Ayyub melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, maka Allah Swt menyumberkan mata air dari bekas injakan kakinya itu. Dan Allah memerintahkan kepadanya agar mandi dengan air dari mata air itu, maka lenyaplah semua penyakit yang ada pada tubuhnya, dan tubuhnya kembali sehat seperti semula.
Lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk menginjakkan kakinya sekali lagi ke bumi di tempat lain, maka Allah menyumberkan mata air lainnya dan memerintahkan kepada Ayyub untuk minum dari air tersebut.
Setelah minum air itu, maka lenyaplah semua penyakit yang ada di dalam perutnya dan menjadi sehatlah ia lahir dan batinnya seperti sedia kala.
"jadi adik adik semua, kalau kita sedang dikasih ujian sama Allah kita harus bersabar dan tidak boleh mengeluh ya," ucal Nasha
"iya mbk" jawab anak anak panti serempak
Zafran yang dari tadi duduk dibelakang anak anak panti ikut memperhatikan cerita Nasha, dia teringat kalau dulu dia pernah menceritakan kisah nabi Ayub ini kepada santrinya sebagai contoh untuk bersabar dalam mengahadapi segala macam cobaan santri di pesantren. karena sudah jadi hal lumrah kalau dipesantren banyak yang terkena penyakit kulit seperti kadas panu bisul gatal gatal dan masih banyak lagi.
Zafran tidak menyangka kalau Nasha bisa ingat semua apa yang pernah disampaikannya beberapa tahun yang lalu.
setelah selesai bercerita dan bermain, Nasha langsung pamit pulang, karena waktu juga sudah mau masuk waktu asar, dimana setelah sholat Ashar Nasha harus mengaji dan Zafran juga ada rencana untuk kebutiknya sekedar mengecek perkembangannya.
"sayang sudah" tanya Zafran
"sudah maz ayok pulang" ketika mereka beedua sedang berjalan menuju mobil, mereka bertemu dengan seseorang yang tidak asing bagi Zafran
"sepertinya aku kenal dengan orang itu, dia tidak asing bagiku" sementara diseberang sana orang itu memperhatikan Zafran dengan seksama dan memanggil namanya sambil melambaikan tangan dengan senyum yang lebar
deg.... akhirnya Zafran ingat
"kenapa aku harus bertemu kembali dengan dia" batin Zafran dengan wajah malas menanggapi panggilan dari orang disebrang sana
__ADS_1