
maaf ya kemaren Riri gak Uploud karena ada kesibukan. 🙏🙏🙏
flashback on
Sudah dua hari terakhir Fahmi mendapat kabar dari sepupunya yang ditugaskan merawat Zafran kalau keadaan Zafran semakin membaik, sesekali Zafran menggerakan jari jarinya dan siang itu saat Fahmi sedang meeting dengan Nasha, sepupu Fahmi yang bernama Aisyah menelfhon Fahmi namun tidak diangkat. Saat akan beranjak pulang dari Cafe tempatnya meeting bersama Nasha, Fahmi mendapat telphon lagi dari adik sepupunya.
"Assalamualaikum" kata pertama yang keluar dari mulut Fahmi saat menerima telphone.
"Waalaikumusalaam bang". jawab seseorang dari sebrang sana.
"ya kenapa?".
"bang".
"kenapa Aisy?".
"orangnya sudah sadar bang, tapi".
"tapi kenapa Aisy?".
"nanti saja aku critainya, abang segera keseni ya".
"okke baik saya akan segera kesana, kamu jagain dia dulu ya. jangan kemana mana sebelum abang sampai" lalu Fahmi menutup telfonya dan segera bergegas menemui sepupunya di Surabaya untuk melihat Zafran yang sudah sadar dari komanya selama dua tahun.
Flashback off
Sesampainya dirumah, Alif dan Nasha langsung mandi dan mengahampiri keberadaan Umi Aminah yang sedang berada di taman belakang.
'" mbah uti" teriak Alif mendekati ibu Aminah sambil membawa kue yang dibelinya tadi.
"Alif, bagaimana tadi ikut Uminya Ngantor, rewel enggak".
"entak dong mbh Uti, kan Alif tagain Umi".
__ADS_1
"anak pinter anak sholih".
"mbh uti, Alif sama Umi beli tue, Uti mau". ucap Alif sambik menyodorkan piring berisi kue.
"mau dong".
"Bu, Nasha sudah menemukan dokter Ahli untuk mengobati ibu, Lusa kita ke Surabaya ya bu, kita berobat, kita ikhtiyar untuk kesehatan ibu ya" ucap Nasah yang duduk disamping Ibu Aminah.
"gak usah lah ndok, gak usah berobat jauh jauh ibu ini gak apa apa" jawab Ibu Aminah menoleh kearah Nasha.
"Nasha mau ibu Sehat, mau ya, demi cucu cucu Ibu, Arumi dan Alif bu" rayu Nasha dan Bu Aminah nampak berfikir.
"yasudah ibu mau nduk, ibu masih mau panjang umur melihat Arumi dan Alif tumbuh dewasa. Ibu juga yakin Zafran akan pulang dan berkumpul lagi bersama kita"
💦💦💦
Dua hari kemudian Nasha dan ibu Aminah sudah berada di Surabaya. Abah Labib tidak ikut karena kesehatan beliau sedang menurun. sedangkan Alif ditipkan pada orangtua Nasha. karena tidak mungkin akan diajak mengingat Nasha hanya sendiri menemani ibu Aminah.
saat ini mereka berdua sudah berada dirumah sakit Surabaya dan sedang menunggu panggilan dari perawat.
"ibu Aminah" panggil salah satu perawat. Nasha dan Ibu Aminah langsung berdiri dan menghampiri keberadaan perawat tersebut.
Prov Zafran
"Ibu Aminah" aku mendengar ada yang memanggil nama seseorang yang namanya sama dengan ibu. Aku berusaha menganggkat kepalaku untuk melihat kesumber suara untuk memastikan itu ibu ku atau bukan. Dengan susah payah aku berusaha mengangkatnya dan aku perlahan aku menoleh ke suara itu.
degg
"Nasha, ibu. mereka ada disini" ucapku dalam hati. aku merasa bahagia dan bersyukur akhirnya bisa bertemu mereka disini, ternyata Nasha masih sama dengan dulu, masih terlihat cantik namun perutnya sudah tidak lagi besar seperti dulu. Pasti Nasha sudah melahirkan, kira kira apa jenis kelamin anak kita Sha.
Nasha masih berada disisi ibu, masih menemani ibu, berarti Nasha masih setia menungguku.
Nasha, ibu, Zafran rindu Zafran sangat rindu dengan kalian, Zafran ingin memeluk kalian Zafran ingin berkumpul dengan kalian lagi.
__ADS_1
mataku mulai basah menahan rindu ini.
Tapi, kenapa Ibu terlihat pucat, apa ibu sakit. Ibu sakit apa dan kenapa harus berobat sejauh kesini. Lalu mana abah, kenapa Abah tidak ada, apa Nasha kesini hanya berdua sama ibu. Apa sebenarnya yang terjadi ada apa dengan kalian.
Ingin rasanya aku memanggil nama mereka namun mulutku sangat susah untuk berbicara, ingin rasanya aku berlari menghampiri mereka namun kakiku terasa lemas, aku tidak kuat untuk berlari aku tidak memiliki tenaga. Jangankan berlari berdiri pun aku tak sanggup. Tidak hanya kakiku yang lemas tapi semua badanku terasa lemas. Aku sama sekali tidak bisa menggerakan tanganku. Kenapa ini kenapa Ya Allah aku kenapa. Tangan, kaki dan tubuhku masih utuh tapi kenapa terasa lemas dan tidak bisa ku gerakan. Ini kenapa ya Allah ini cobaan apa lagi. Apakah ini hukuman dari dosa dosaku Ya Allah. Air mataku sudah tak tertahan lagi merasakan semua ini.
Ingin rasanya aku bertanya pada Aisyah dan Mila yang dari kemaren menemani dan merawatku, tapi aku tidak bisa, hanya mata yang masih bisa aku gunakan untuk melihat dengan jelas, sementara yang lainnya terasa sudah tidak berfungsi. Air mataku terus keluar tapi aku tidak sanggup mengusapnya. Nasha Maz ada disini sayang, menolehlah kesini, lihatlah kesini sayang, maz sangat rindu Nasha. Ibu Zafran disini, Zafran juga rindu ibu, ibu menolehlah kesini, lihatlah Zafran bu Lihatlah Zafran.
Prov author.
"loh mz, kamu kenapa kok Nangis. Ada yang sakit ya" ucap Aisyah, Mila yang mendengar ucapan Aisyah langsung mengeluarkan tisu untuk mengusap air mata Zafran.
"bapak Arya"
yah, karena Fahmi dan Aisyah tidak tau nama Zafran jadi mereka memberi nama Zafran dengan Arya karena Aisyah sangat mengidolakan aktor yang sedang populer bernama Arya Saloka jadi dia memberi usul memberikan Zafran nama Arya, awalnya Fahmi menolak tapi Aisyah memaksa.
"eh Ais bang Arya dipanggil tu".
"iya Mil, ayok kita bawa bang Arya masuk".
"bang tahan ya sakitnya jangan nangis, sebentar lagi dokter akan memberi pengobatan" ucap Aisyah yang mengira Zafran menangis karena menahan sakit.
Aisyah memang dokter, tapi dia bukan dokter syaraf jadi dia tetap membawa Zafran ke dokter syaraf untuk ditangai langsung dengan sang ahlinya, mengingat syaraf Zafran yang tidak berfungsi saat ini.
Nasha berjalan menuntun Ibu Aminah untuk memasuki ruang dokter, ketika didepan pintu Ibu Aminah berhenti.
"kenapa bu" tanya Nasha. Ibu Aminah hanya diam dan menoleh kesamping diikuti Nasha juga menoleh kesamping, sebenarnya sejak Nasha berdiri menuju ruang dokter Nasha ingin menoleh kesamping namun karena dia menggandeng bu Aminah dia memilih fokus melihat kedepan.
Saat mereka berdua menoleh kesamping, Zafran sudah membelakangi mereka berdua yang berjalan menuju ruang dokter Zafran.
"kenapa Bu" tanya Nasha lagi
"gak papa, hanya firasat ibu saja" jawab ibu Aminah dan mereka berdua segera masuk keruang dokter.
__ADS_1
hayyo tebak kelanjutannya bagaimana dan kapan Nasha akan bertemu Zafran?, kita voting ya
segera bertemu atau masih lama bertemu.